Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 241. Waktu Bersama Dua Wanita Cantik


__ADS_3

Ma Guang pun kini telah tiba di kediaman Duan Meng.


Pemuda itu langsung memanggil gadis tersebut.


"Meng'er! Meng'er! Apakah kamu ada di dalam!?." Teriak Ma Guang memanggil Duan Meng.


Duan Meng yang mendengar seseorang memanggil namanya langsung bergegas keluar karena dirinya sudah mengenal suara orang yang memanggilnya tersebut.


"Guang gege! Ayo masuk!?." Ujar Duan Meng menyambut Ma Guang.


Pemuda itu langsung memasuki kediaman tersebut.


"Silahkan duduk! Apakah kamu mau untuk aku buatkan teh hangat untukMu!?." Duan Meng menawarkan kepada Ma Guang.


"Sudahlah! Kamu tidak perlu repot - repot! Karena ada hal yang ingin aku bicarakan denganMu saat ini." Ucap Ma Guang menanggapi tawaran Duan Meng.


"Hal apa yang ingin gege bicarakan itu!?." Tanya Duan Meng.


"Meng'er! Aku sudah memberitahukan tentang hubungan kita kepada ayah dan ibuMu! Bukan hanya itu saja! Aku juga telah memberitahukan tentang permasalahan di antara nona Xia dan juga kalian bertiga."


"Terus apa yang ayah dan ibuKu katakan!?." Tanya Duan Meng penasaran.


"Ayah dan ibuMu hanya menyerahkan semua itu kepada diriMu! Jika kamu merasa bahagia dengan apa yang ingin kamu jalani, mereka berdua juga akan mendukung keputusanMu itu." Jawab Ma Guang.


"Meng'er! Aku berpikir untuk menikahiMu saat aku kembali nanti! Semua permasalahan yang terjadi ini akan aku selesaikan dengan nona Xia Jiao terlebih dahulu, jika sudah selesai, barulah aku akan datang untuk menikahiMu." Ucap Ma Guang dengan serius.


Duan Meng langsung duduk di samping Ma Guang dan menyandarkan kepalanya di bahu pemuda tersebut.


Ma Guang pun langsung menyambutnya dengan membelai rambut panjang gadis tersebut.


"Meng'er! Apakah kamu memang sudah bersiap untuk menjadi istri keduaKu!?." Tanya Ma Guang lembut.


"Gege! Dengan apa yang telah kita berdua lakukan itu, sudah menjadi pembuktian dariKu bahwa aku hanya ingin menjadi milikMu seorang!." Jawab Duan Meng.


"Baiklah jika itu sudah menjadi pilihanMu!." Saat aku pergi nanti! Aku mengharapkan agar diriMu sudah bisa meningkatkan lagi kultivasiMu untuk menjadi seorang pendekar dewa bumi!." Tutur Ma Guang.


Gadis itu hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang Ma Guang katakan.


Pemuda itu pun langsung mencium wanita cantik di sampingnya yang kini sudah berada di dalam pelukannya.


Hasrat keduanya pun mulai memuncak saat mereka berdua melakukan French Kiss.


Dengan bahasa isyarat, Ma Guang pun mengajak Duan Meng untuk berpindah ke tempat yang lebih aman lagi.


Keduanya langsung berjalan menuju ke kamar Duang Meng.

__ADS_1


Kedua sosok yang berlainan jenis kelamin tersebut kini mulai melakukan aksi keduanya.


Ma Guang yang sudah sangat merindukan untuk kembali melakukan hal tersebut, langsung menerkam gadis yang sedang bersama dengannya itu.


Duan Meng hanya pasrah menerima perlakuan pemuda tersebut sambil menikmati permainannya.


Ma Guang terus melakukan penetrasi dengan gencarnya terhadap tubuh Duan Meng.


Hingga beberapa saat kemudian, pria itu pun menyudahi kegiatannya itu karena keduanya sama - sama sudah mencapai puncak klimaksnya.


Kini tubuh Ma Guang sudah terbaring di samping tubuh Duan Meng.


Tidak lama kemudian keduanya langsung membersihkan tubuh keduanya.


"Meng'er! Aku akan pergi bertemu dengan Yun'er terlebih dahulu dan juga kepada Li'er sebelum aku meninggalkan sekte untuk mencari nona Xia Jiao! Dan aku berharap kamu sudah bisa melanjutkan meditasiMu untuk berkultivasi." Tutur Ma Guang yang langsung di tanggapi oleh Duan Meng dengan anggukan.


Duan Meng pun langsung pergi mengikuti Ma Guang ke kediaman Zhou Lu Yun.


Saat tiba di kediaman Zhou Lu Yun, Ma Guang dan juga Duan Meng langsung memanggil nama Zhou Lu Yun.


Mendengar suara dari keduanya, Zhou Lu Yun langsung bergegas untuk menyambutnya.


"Ayo! Silahkan masuk!." Ujar Zhou Lu Yun mempersilahkan keduanya untuk memasuki kediamannya.


Duan Meng yang mendengar hal itu langsung berpamitan dengan Zhou Lu Yun dan juga Ma Guang untuk pergi berkultivasi.


"Mengapa nona Duan harus pergi secepat itu!?." Tanya Zhou Lu Yun.


"Tuan putri! UrusanKu dengan gege sudah selesai, dan saat ini aku harus meningkatkan kembali tingkat kultivasiKu!." Jawab Duan Meng.


"Saatnya tuan putri menyelesaikan pembicaraan dengan gege." Ucap Duan Meng.


"Baiklah! Terima kasih atas waktu serta kesempatan yang telah nona Duan berikan kepadaKu untuk berdua dengan gege!." Ucap Zhou Lu Yun sambil menangkupkan tangannya.


"Tuan Putri tidak perlu sungkan seperti itu! Karena hal itu sudahseharusnya di miliki oleh tuan putri." Ucap Duan Meng sambil tersenyum tulus menatap Zhou Lu Yun.


"Tuan putri! Gege! Aku pergi dulu!." Ucap Duan Meng yang langsung membalikkan tubuhnya serta langsung melesat terbang menuju ke tempat dimana Yuan Jiali sudah lebih dahulu berada di tempat tersebut.


"Ternyata nona Yuan sudah lebih dahulu melanjutkan kultivasinya! Baiklah! Aku juga akan memilih tempat juga untuk berkultivasi!." Duan Meng langsung mencari posisi yang baik untuk berkultivasi agar tidak terkena dampak saat Yuan Jiali menerobos menjadi pendekar dewa bumi.


Sedangkan Ma Guang dan juga Zhou Lu Yun langsung memasuki kediaman gadis itu.


Ma Guang sangat merasa grogi saat bersama dengan Zhou Lu Yun, sebab sikap gadis tersebut sangat berwibawa dan sifatnya terlihat sangat dingin saat bersama dengan seorang pria.


"Silahkan duduk!." Ucap Zhou Lu Yun.

__ADS_1


Ma Guang pun langsung duduk di salah satu kursi yang telah tersedia di ruangan tamu tersebut.


"Apa yang ingin kamu bicarakan!?." Tanya Zhou Lu Yun dengan nada suara yang berwibawa.


"Aku...aku...!." Ma Guang bingung harus memulai kata - katanya dari mana.


"Aku apa!? Kok hanya aku! Aku! Yang bisa gege katakan!?." Ujar Zhou Lu Yun dengan nada suara yang masih tetap sama.


"Yun'er! Jika kamu terus berkata dengan nada suara seperti itu, aku tidak bisa mengatakan hal apa pun kepadaMu!." Tutur Ma Guang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum malu.


"Memangnya kenapa dengan nada suaraKu!?." Tanya Zhou Lu Yun bingung.


"Nada suaraMu mengingatkanKu kepada ibuKu saat mengomeli diriKu." Ucap Ma Guang dengan perasaan malu - malu.


"Apa!? Jadi kamu menganggap kata - kataKu ini sedang mengomeli diriMu!?." Tanya Zhou Lu Yun dengan nada suara yang meninggi.


"Bu...bukan seperti itu!." Balas Ma Guang tergagap.


"Terus maksudMu seperti apa!?." Tanya Zhou Lu Yun.


"Yun'er! Apakah kamu memang menyukai diriKu!?." Tanya Ma Guang dengan nada suara yang lembut.


"Iya! Terus kenapa!?." Jawab singkat Zhou Lu Yun sambil kembali bertanya.


"Kalau begitu, kenapa nada suaraMu tidak ada lembut - lembutnya kepadaKu!?." Ucap Ma Guang bertanya kepada Zhou Lu Yun sambil tersenyum menatap wanita tersebut.


"Aku harus seperti itu kepada gege! Kalau tidak seperti itu, nanti gege langsung mengemukakan keinginan gege untuk mencari ke untungan terhadap diriku!." Ujar Zhou Lu Yun dengan nada suara yang mulai lembut.


"Keuntungan apa yang Yun'er maksudkan itu!?." Tanya Ma Guang penasaran.


"Itu! Keuntungan yang kamu dapatkan dari nona Duan! Itulah keuntungan yang aku maksudkan!." Tutur Zhou Lu Yun memberitahukan kepada Ma Guang.


"Apa!? Jadi itu keuntungan yang Yun'er maksudkan!?." Ujar Ma Guang dengan wajah yang bingung.


"Iya! Itulah keuntungan yang aku maksudkan!." Ujar Zhou Lu Yun lagi untuk meyakinkan Ma Guang.


"Aku pikir hal itu bukan hanya keuntunganKu saja! Sebab Meng'er juga menikmati hal itu! Berarti itu adalah keuntungan kita berdua! Bukan keuntungan diriKu saja!." Ujar Ma Guang polos.


"Jadi! Jadi nona Duan menikmatinya juga!?." Tanya Zhou Lu Yun terkejut dengan apa yang Ma Guang sampaikan.


"Iya! Apakah Yun'er juga ingin merasakannya!?." Tanya Ma Guang menggoda Zhou Lu Yun.


Wajah wanita itu langsung memerah saat mendengar pertanyaan dari Ma Guang.


Zhou Lu Yun langsung terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Ma Guang.

__ADS_1


Pemuda itu pun langsung mendekati wanita itu dan langsung mengecup keningnya.


~Bersambung~


__ADS_2