Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 191. Kematian Dua Pendekar Langit


__ADS_3

Bersamaan dengan serangan yang di lancarkan oleh pria tua itu, pria yang satunya lagi langsung melesat terbang dengan cepat untuk melarikan diri.


Ma Guang langsung menggerakkan kembali pedang pusaka langit dengan kekuatan jiwa pedang miliknya.


Tubuh pria tua itu kini sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk memberikan perlawanan terhadap Ma Guang karena luka dalam yang dia alami saat itu.


Pedang milik Ma Guang langsung melesat dengan cepat dan menebas tubuh pria tua itu hingga terpisah menjadi beberapa bagian.


Orang - orang yang melihat apa yang di lakukan oleh Ma Guang itu, banyak di antaranya langsung memuntahkan isi dari perutnya karena baru pertama kali melihat tubuh seseorang menjadi seperti itu.


Saat Ma Guang sudah memastikan bahwa pria tua itu benar - benar sudah tewas, pemuda itu langsung melesat dengan cepat ke udara untuk mengejar seorang pria yang satunya lagi.


Tanpa Ma Guang sadari, di antara orang - orang yang menyaksikan apa yang terjadi saat itu, terdapat seorang pendekar suci yang baru membuka gerbang kedua.


Pendekar tersebut adalah seorang mata - mata dari sekte Beruang Putih yang di tugaskan di ibu kota kekaisaran Zhou untuk menyelidiki siapa pemuda yang bernama Ma Guang yang selalu menggemparkan dunia persilatan di kekaisaran tersebut.


Pria yang baru berusia tiga puluhan tahun itu tidak bisa berbuat apa - apa di saat kedua orang penting dari sektenya itu dapat di kalahkan oleh Ma Guang.


Pria itu hanya bisa bergegas untuk melihat apa yang selanjutnya akan terjadi dengan anak bungsu dari pemimpin sektenya itu untuk di laporkannya kepada sang pemimpin.


Sedangkan ketiga wanita yang bersama dengan Ma Guang, kini mereka masih berada di dalam formasi pelindung milik Ma Guang.


Karena pertarungan itu berlangsung sangat cepat, sehingga pasukan kekaisaran yang datang untuk menindak orang - orang yang telah membuat keributan di dalam kota itu tidak sempat melihat kejadian tersebut.


Mereka hanya bisa menemukan bahwa beberapa bangunan yang berada di tempat itu sudah hancur dan terdapat juga lobang besar di tengah - tengahnya.


"Siapa yang melakukan semua ini!? Dimana orangnya!? Siapa ketiga gadis tersebut!?". Tanya sang komandan kepada orang - orang yang berada di tempat itu.


Namun tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab pertanyaan komandan tersebut.


Sang komandan langsung mendekati ketiga orang gadis yang masih dalam posisi berdiri di tempat mereka masing - masing tanpa bisa bergerak sedikitpun.


Saat komandan tersebut sudah dekat dekat ketiga wanita cantik itu dan ingin menyentuh dinding dari formasi pelindung, orang - orang di tempat itu langsung berteriak untuk mengingatkan sang komandan agar tidak menyentuhnya.


Sang komandan yang mendengar peringatan yang di sampaikan oleh orang - orang tersebut langsung mengurungkan niatnya.


Komandan tersebut langsung memilih seorang pria dan membawahnya untuk di introgasi.


Pria itu mampu memberitahukan apa yang terjadi, akan tetapi dirinya tidak bisa memberitahukan identitas lawan kedua anggota sekte Beruang Putih tersebut serta identitas ketiga wanita yang berada di tengah - tengah area pertarungan itu.


Komandan pasukan kekaisaran itu langsung membubarkan orang - orang yang berada di tempat itu serta langsung mengepung area tersebut.

__ADS_1


Ma Guang sendiri kini sedang melesat di udara untuk mengejar Ard Bardiya yang sedang melarikan diri itu.


Sedangkan mata - mata sekte Beruang Putih kini sudah kehilangan jejak dari Ma Guang.


Pria itu langsung memutuskan untuk mencari ketua mereka yang bertanggung jawab di wilayah kekaisaran Zhou untuk memberitahukan hal tersebut.


Ketua yang bertanggung jawab atas misi mereka adalah seorang pendekar suci tingkat puncak.


Akhirnya pria itu bertemu dengan ketua mereka dan melaporkan kejadian tersebut.


Wajah pendekar suci tingkat puncak itu langsung menjadi pucat setelah mendengar penjelasan anak buahnya.


"Apa!? Kemana arah perginya tuan muda dan juga pendekar itu!?". Tanya sang pemimpin.


Bawahannya pun langsung memberitahukan arah perginya kedua orang tersebut.


Sang pemimpin langsung bermeditasi dan menggunakan kekuatan jiwanya untuk menyampaikan kabar tersebut kepada patriak sekte mereka agar bisa dengan cepat menyelamatkan putranya.


Saat menerima berita tersebut, Patriak sekte Beruang Putih langsung menjadi murka.


Aura intimidasi dari seorang pendekar langit tingkat tinggi tahap pendekar spiritual tingkat awal (selanjutnya pendekar langit tingkat tinggi disebut pendekar petapa suci, pendekar spiritual dan pendekar agung saja) langsung merembes keluar dari tubuhnya.


Pria paruh baya itu langsung memerintahkan para tetua tingkat tinggi yang sudah mencapai tingkat pendekar petapa suci serta para tetua tingkat rendah untuk ikut bersama dengannya.


Dengan kecepatan penuh, puluhan pendekar langit itu langsung melesat ke udara untuk menuju ke arah yang di sampaikan oleh ketua yang bertanggung jawab di wilayah kekaisaran Zhou.


Di suatu tempat, Ard Bardiya kini sudah terkejar oleh Ma Guang.


"Kamu tidak bisa lagi berlari dariKu, sebab diriMu itu harus mati juga di tanganKu". Ucap Ma Guang dengan tatapan yang tajam.


"Aku mengaku salah! Mohon ampuni nyawaKu ini! Aku tidak akan melakukan lagi perbuatanKu ini". Ucap pria itu sambil memohon kepada Ma Guang.


Dirinya berpikir pemuda itu pasti akan melepaskannya jika sudah bertindak seperti apa yang dirinya lakukan itu.


Tetapi hal itu tidak mempengaruhi pikiran Ma Guang sedikit pun.


"Hanya anggota sekte aliran putih bodoh yang bisa terpengaruh dengan tindakanMu itu, tetapi bagi diriKu, kamu tetap harus ku bunuh, karena sudah menyinggung diriKu". Ujar Ma Guang yang langsung membuat bulu kuduk Ard Bardiya bergidik.


Pria itu dengan cepat langsung mengerahkan seluruh energi Qi miliknya dan langsung menyerang Ma Guang.


"Amukan Beruang Darah Iblis". Teriak Ard Bardiya sambil melepaskan serangan kearah Ma Guang.

__ADS_1


Pemuda itu sudah mengetahui rencana licik lawannya itu, sehingga dirinya juga sudah siap dengan apa yang akan di lakukan oleh lawannya.


"Semburan Api Naga". Balas Ma Guang yang langsung mengeluarkan api hitam dari mulutnya.


Jarak keduanya sangat dekat, sehingga jurus yang di gunakan oleh Ard Bardiya melesat bersamaan dengan tubuhnya yang kini sudah di selimuti energi Qi berwarna merah darah yang berwujud seekor beruang.


Booommmm


Bunyi ledakan kembali terjadi.


Tubuh Ard Bardiya langsung terhempas kebelakang dengan keadaan sudah gosong karena terkena serangan api hitam milik Ma Guang.


Sedangkan tubuh Ma Guang juga terdorong ke belakang sejauh puluhan meter.


Hal itu di akibatkan karena jarak keduanya sangat dekat.


Sehingga serangan dari Ard Bardiya tidak seutuhnya terbendung oleh energi Qi api hitam milik Ma Guang.


Darah segar keluar dari mulut pemuda itu.


"Hebat juga teknik itu jika di gunakan dalam pertarungan jarak dekat". Gumam Ma Guang.


Pemuda itu dengan cepat langsung memulihkan luka dalam yang dia alami.


Setelah selesai, pemuda itu langsung mendekati tubuh Ard Bardiya.


Ternyata lawannya kini sudah tidak lagi bernyawa.


Tidak ada lagi hal berharga yang bisa di ambil oleh Ma Guang dari pria yang tubuhnya sudah hangus terbakar itu.


Ma Guang langsung melesat dengan cepat untuk kembali ke tempat dimana pertarungan awal terjadi untuk membebaskan tiga orang wanita yang dia lindungi dengan formasi pelindung miliknya.


Beberapa saat kemudian, saat Ma Guang meninggalkan tubuh Ard Bardiya yang sudah gosong tersebut, muncul puluhan pendekar langit di tempat tersebut.


Wajah patriak sekte Beruang Putih langsung berubah menjadi sedih saat melihat tubuh putranya sudah tergeletak tidak bernyawa dalam keadaan gosong.


"Cari pembunuh tersebut, jika di perlukan, jungkir balikkan ibu kota kekaisaran Zhou ini". Ujar patriak Ard Sahan kepada seluruh orang - orang yang bersama - sama dengannya saat itu.


"Hal ini tidak bisa di maafkan lagi oleh diriKu, sebab ini sudah mencoreng nama baik dari sekte kita". Ujar Ard Sahan.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2