
Tetua Pha Yun langsung terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Dan tetua Pha Yun sangat mengetahui tempat dimana ledakan itu terjadi.
Pria tua itu langsung melesat dengan cepat menuju ketempat ledakan itu berasal.
Saat dirinya tiba di tempat tersebut, pria tua itu langsung tercengang saat melihat apa yang sedang terjadi, dimana Ma Guang kini sudah menjadi seorang pendekar dewa bumi awal.
"Sial! Bagaimana mungkin pemuda ini bisa meningkatkan tingkat kultivasinya saat dalam keadaan terluka? Ini sangat di luar batas kewajaran". Gumam tetua agung Pha Yun.
"Aku harus secepatnya untuk melaporkan hal ini kepada patriak Rigsang". Lanjutnya lagi sambil berbalik dan meninggalkan tempat tersebut.
Kehadiran tetua Pha Yun di ketahui oleh dua orang tetua lainnya yang secara terus menerus menjaga serta mengawasi Ma Guang.
Para tetua tingkat tinggi dan juga tetua tingkat rendah langsung melesat kearah tempat dimana Ma Guang berada.
Patriak sekte Phoenix Api tidak ketinggalan juga untuk memeriksa apa yang baru saja terjadi tersebut.
Saat patriak sekte Phoenix Api tiba di tempat itu para tetua langsung menyambutnya dengan sikap hormat kepada pria tersebut.
Patriak pun langsung bertanya tentang pemuda yang kini sudah menerobos menjadi seorang pendekar dewa bumi awal dan sedang bermeditasi untuk membentuk pondasi kultivasinya itu menjadi sempurna.
Tetua Pho Hong langsung tampil dan mulai menjelaskan historinya mulai dari para murid yang menemukan Ma Guang, sampai kronologi hingga ledakan itu terjadi.
Mendengar penjelasan dari tetua Pho Hong, sang patriak langsung mengetahui duduk permasalahannya.
Tetapi pria tua itu masih tidak bisa menerima kenyataan saat mendengar bahwa pemuda tersebut dalam keadaan terluka dan dirinya bisa menerobos menjadi pendekar dewa bumi awal.
"Mana mungkin seseorang yang sedang sekarat bisa meningkatkan tingkat kultivasinya tanpa menyerap suatu sumberdaya yang sangat kuat. Hal ini sangat mustahil bagiKu". Ujar patriak Huang Siwei bingung.
"Kami juga tidak mengerti dengan pemuda ini". Ujar tetua Sangyal jujur.
"Awalnya kami melihat pemuda ini sedang menyembuhkan inti jiwa miliknya, namun tiba - tiba energi yang sangat kuat mulai merembes keluar dari dalam tubuhnya, sehingga kami memindahkan tubuhnya dan meletakkan di atas sebuah batu besar yang kini sudah tidak terlihat lagi karena sudah tercipta lubang tersebut". Ujar tetua Pho Hong menjelaskan.
Kebingunan pun mulai mengisi setiap pikiran anggota sekte Phoenix Api.
Sedangkan tetua agung Pha Yun kini sedang berkomunikasi dengan patriak Rigsang.
"Apa!? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?". Kata patriak Rigsang terkejut saat mengetahui bahwa Ma Guang kini sudah menjadi pendekar Dewa Bumi awal.
__ADS_1
"Sial! Jika dirinya sudah menjadi pendekar dewa bumi bagaimana bisa kita mengalahkannya!?". Gumam patriak Rigsang dengan hati yang gelisah.
"Tetua Pha Yun! Kalau begitu, karena saat ini semua anggota sekte sedang di sibukkan oleh pemuda itu, bagaimana jika kita langsung menyerang sekte Phoenix Api agar bisa membunuh patriak Huang Siwei beserta para tetua sekte yang tidak sejalan denganMu!?". Usul patriak Rigsang kepada tetua Pha Yun.
"Baiklah! Jika itu yang patriak inginkan, aku akan segera menarik semua tetua beserta para murid - murid sekte yang selalu mendukungKu". Ujar tetua Pha Yun menyetujui rencana patriak sekte Iblis Hitam Rigsang.
Keduanya langsung mengakhiri komunikasi lewat kekuatan jiwa.
Tetua Pha Yun langsung menghubungi semua tetua dan para murid yang mendukung dirinya serta langsung memerintahkan mereka untuk bergerak keluar area sekte dan mulai membunuh para murid yang berjaga agar memperlancar rencana serangan yang akan di lakukan oleh anggota sekte Iblis Hitam yang akan menyerang sekte Phoenix Api.
Semua jalur yang akan di lalui oleh sekte Iblis Hitam kini sudah steril dari murid - murid pendukung patriak Huang Siwei.
Kini semua tetua dan para murid pendukung tetua Pha Yun kembali memasuki wilayah sekte dan sudah bersiap untuk melakukan penyerangan terhadap tetua dan murid - murid yang lain secara diam - diam.
Sedangkan patriak Rigsang bersama dengan para tetua serta para murid sekte Iblis Hitam pilihannya mulai melesat ke arah sekte Phoenix Api.
Tetua Pha Yun sendiri bersama beberapa tetua lainnya, kini sedang bersiap untuk menghancurkan formasi pelindung yang diciptakan oleh para leluhur agar lebih mempermudah para anggota sekte Iblis Hitam untuk melakukan penyerangan.
Hal itu akan mereka lakukan disaat anggota sekte iblis hitam sudah berada di luar formasi pelindung tersebut dan siap untuk menyerang.
Sedangkan patriak Huang Siwei belum juga menyadari apa yang telah di lakukan oleh tetua Pha Yun.
Ketiganya sedang mendiskusikan tentang kecurigaan mereka terhadap gerak - gerik tetua agung Pha Yun.
"Jika benar kecurigaan yang tetua Sangyal serta tetua Pho Hong pikirkan terhadap tetua Pha Yun, aku pikir sebaiknya perlu untuk mengutus seorang tetua agar bisa mengawasi pergerakan dari tetua Pha Yun". Ujar patriak Huang Siwei.
"Jika seperti itu yang patriak pikirkan, aku rasa akan lebih baik jika hal itu di lakukan secepat mungkin". Sambung tetua Sangyal yang juga mendukung apa yang patriaknya pikirkan.
Tetua Pho Hong juga menyetujui apa yang di katakan oleh tetua Sangyal.
"Iya patriak! Lebih cepat, lebih baik!".
Patriak Huang Siwei langsung menghubungi salah satu tetua tingkat tinggi yang memiliki tugas sebagai pemimpin para murid yang menjadi mata - mata di setiap wilayah yang mereka inginkan.
"Tetua Sai Kam! Cepat kamu awasi pergerakan dari tetua Pha Yun, sebab gerak - geriknya terlalu mencurigakan". Perintah patriak Huang Siwei kepada tetua Sai Kam lewat kekuatan spiritual miliknya.
Seorang pendekar dewa sudah memiliki kekuatan spiritual untuk berkomunikasi.
Sedangkan pendekar dibawahnya hanya memiliki kekuatan jiwa untuk berkomunikasi jarak jauh atau pun berkomunikasi tanpa di ketahui oleh orang lain.
__ADS_1
Tetua Sai Kam langsung melaksanakan apa yang di perintahkan oleh patriak Huang Siwei.
Tetua Sai Kam tidak menemukan keberadaan tetua Pha Yun di kediamannya, pria tua itu langsung mencari ke seluruh wilayah sekte Phoenix Api.
"Dimana tetua Pha Yun berada? Mengapa dirinya tidak terlihat di setiap tempat yang selalu dia kunjungi? Aku harus melaporkan hal ini kepada patriak". Gumam tetua Sai Kam yang langsung memberitahukan hal itu kepada patriak Huang Siwei.
Patriak Huang Siwei langsung terkejut menerima laporan dari tetua Sai Kam.
Patriak Huang Siwei langsung memerintahkan kepada tetua Sai Kam untuk mengerahkan seluruh anggotanya yang setia untuk mencari keberadaan tetua agung secara diam - diam.
Patriak pun tidak lupa untuk mengingatkan kepada tetua Sai Kam untuk selalu waspada.
Tetua Sai Kam langsung menghubungi orang - orang kepercayaannya dan langsung memerintahkan mereka apa yang di perintahkan oleh patriak.
Tetua Sangyal yang mengetahui akan hal tersebut, langsung menghubungi seluruh murid Phoenix Api Hitam, Phoenix Api Biru dan Phoenix Api Merah untuk selalu waspada dan menjaga jarak dengan para murid yang lain.
Semua murid yang memiliki tugas untuk mengumpulkan informasi yang sedang berada di dalam wilayah sekte, kini sedang menyebar dan mulai mengumpulkan setiap informasi yang mereka temui di seluruh area sekte Phoenix Api.
Saat sedang berada di tempat tersembunyi, satu persatu dari mereka mulai menghilang karena sudah di bunuh oleh para murid pengikut tetua agung.
Hanya dalam waktu setengah jam saja, para murid yang di perintahkan oleh tetua Sai Kam langsung menghilang tanpa kabar.
Hal tersebut langsung di sampaikan kepada patriak.
Patriak pun langsung mendapatkan kelemahan dari rencana tetua agung.
"Tetua Pha Yun sungguh terlalu bersemangat untuk menggantikan posisiKu sebagai patriak, sehingga dia terlalu berani untuk memulainya". Ujar patriak Huang Siwei yang langsung di dengar oleh kedua tetua lainnya.
"Patriak! Hal ini harus secepatnya kita gagalkan, sebab banyak murid sekte kita ini yang akan menjadi korban atas bencana yang akan terjadi". Ujar tetua Sangyal dengan nada suara yang sangat geram.
"Patriak! Jika tetua Pha Yun memiliki dukungan dari orang luar, hal yang akan dia lakukan adalah menonaktifkan formasi pelindung sekte agar bisa memuluskan serangan yang akan datang dari luar sekte". Ujar tetua Pho Hong mencoba menebak strategi yang akan di jalankan oleh tetua Pha Yun.
"Karena jika mengandalkan kemampuannya sendiri, pasti tetua Pha Yun tidak akan berani secara langsung menghadapi patriak yang memiliki tingkatan kultivasi yang lebih tinggi darinya". Lanjut tetua Pho Hong lagi.
Patriak yang mendengar apa yang di sampaikan oleh tetua Pho Hong langsung menghubungi tetua Sai Kam untuk pergi mengawasi pusat energi yang menopang kekuatan formasi yang ada.
Bukan hanya tetua Sai Kam saja, tetapi beberapa tetua lainnya juga di perintahkan oleh patriak untuk hal itu dan tidak lupa mengingatkan mereka untuk berhati - hati.
~Bersambung~
__ADS_1