
Saat lengan kanannya telah terputus saat terkena tebasan pedang Yuan Jiali. Pendekar itu secara spontan dengan cepat langsung menghindari serangan susulan yang di lancarkan oleh gadis tersebut.
Sedangkan jiwa Xia Jiao kini sudah kembali bersatu dengan raganya.
Setelah melihat Xia Jiao sudah kembali siuman, Yuan Gao langsung memapahnya untuk kembali ketempat dimana para petinggi sekte berada.
"Jiao'er! Cepat pulihkan kekuatan jiwaMu". Perintah Yuan Gao.
Xia Jiao mengangukkan kepalanya dan langsung menelan pil penguat jiwa yang telah di raciknya.
Kini Yuan Jiali sedang menatap lawan yang berada di depannya.
"Itu akibatnya jika sedang bertarung melawanKu dan mengalihkan perhatian ketempat yang lain". Ucap Yuan Jiali sambil tersenyum sinis menatap kearah lawannya.
"Sialan! Gadis ini sedang meremehkan diriKu. Kamu akan menerima akibatnya karena telah membuat tanganKu seperti ini". Gumam pendekar tersebut.
Pendekar itu dengan cepat menghentikan pendarahan yang terjadi di lengannya. Dan kemudian mulutnya kembali berkomat - kamit seperti sedang merapalkan sebuah mantra.
Dan benar saja, tidak lama kemudian muncul empat ekor harimau putih yang bertubuh besar di sampingnya.
"Sialan! Ternyata dia masih memiliki kemampuan yang lain juga. Mengapa kawannya yang satu tidak memperlihatkan kemampuan seperti dirinya. Aku terlalu meremehkan kemampuan orang ini". Gumam Yuan Jiali.
"Apa!? Dari mana datangnya ke empat ekor harimau putih ini?".
"Celaka! Ternyata dia masih memiliki kemampuan yang lebih mengerikan dari kemampuan awal yang dia tunjukkan".
Gumam orang - orang yang melihat hadirnya ke empat ekor harimau putih di samping pendekar tersebut.
"Ha...ha...ha...ha...ha...kamu pikir semudah itu untuk bisa mengalahkan diriKu? Yang harus kalian tahu, jika kakak perguruanKu tidak di bunuh dengan cepat oleh pemuda itu, kalian juga akan merasakan kekuatannya yang sebenarnya". Ucap pendekar tersebut.
Para petinggi sekte Bambu Kuning dan juga Su bersaudara langsung melesat untuk membantu Yuan Jiali, sebab lawannya kini sudah ada lima.
Patriak Yao Han, tetua agung Xiang Zhang, tetua penegak hukum Zhu Li, Su Tian, Su Pang, Su Zheng dan juga Su Cen langsung berdiri di samping Yuan Jiali.
"Kamu jangan terlalu merasa senang, apakah jumlah kami dan juga kekuatan kami masih belum cukup untuk mengalahkan diriMu dan juga peliharaanMu itu?". Ucap patriak Yao Han.
"Ha...ha...ha...ha...ha...orang tua! SuaraMu terdengar begitu angkuh, tetapi kalian hanya berani karena jumlah kalian saja". Ucap pendekar tersebut.
Patriak dan lainnya hanya bisa terdiam saat mendengar perkataan pendekar itu. Dan memang apa yang di katakan oleh pendekar tersebut ada benarnya juga, karena jumlah yang dia perlihatkan tersebut adalah kemampuan dari dirinya sendiri, bukan karena bantuan dari orang lain.
__ADS_1
"Sekte kalian terlihat sangat kuat di wilayah kekaisaran ini, tetapi kemampuan kalian belum ada apa - apanya di wilayah kami". Ucap pendekar itu lagi seperti sedang merendahkan kemampuan sekte Bambu Kuning.
Dan inilah pepatah yang sering di katakan oleh para pendekar, yaitu di atas langit masih ada langit juga.
Hal itu di buktikan dengan kemampuan pendekar yang sedang berada di depan mata mereka saat ini.
Walau pun mereka saat itu sudah mencapai pendekar suci namun jika menghadapi seorang diri pendekar yang berada di depan mereka saat ini, adalah hal yang sangat mustahil untuk bisa mengalahkannya selain mereka menghadapinya secara bersama - sama.
Saat mereka masih sedang bersiap untuk melakukan pertarungan dengan pendekar dan juga empat ekor hewan di sampingnya, Ma Guang saat ini sudah bertukar puluhan jurus dengan Ki Kebo Pengging.
Seberkas cahaya saat ini terlihat seperti sedang melindungi tubuh pria tua itu dan sesekali cahaya tersebut menyerang tubuh Ma Guang.
Booommm
Bunyi ledakan yang terjadi akibat benturan cahaya yang membentur perisai pertahanan Ma Guang.
Tubuh Ma Guang langsung terhempas jauh ke belakang, sedangkan tubuh Ki Kebo Pengging masih tetap berdiri dengan kokoh di tempatnya.
Tidak cukup sampai di situ saja, tubuh Ki Kebo Pengging kini sudah menghilang dan kembali muncul di dekat tubuh Ma Guang dan langsung kembali menyarangkan pukulannya ke tubuh pemuda tersebut.
Ma Guang yang baru saja ingin memperbaiki posisinya langsung menghindari serangan yang datang tersebut.
"Ternyata penguasaan jiwa pedang miliknya sudah mencapai tingkat yang mendekati sempurna, aku harus berhati - hati menghadapi pemuda ini. Pemuda yang sangat jenius". Gumam Ki Kebo Pengging.
Pedang milik Ma Guang terus menyerang Ki Kebo Pengging dengan cepat, serangan itu tidak bisa di ikuti oleh mata orang - orang yang berada di tempat itu selain oleh kedua orang yang bertarung tersebut.
Akhirnya pedang milik Ma Guang bisa mengenai tubuh Ki Kebo Pengging.
Pedang yang terbuat dari bahan yang keras tersebut dan juga telah di baluti energi perubahan tenaga dalam milik Ma Guang masih tidak bisa melukai tubuh Ki Kebo Pengging.
Cahaya yang menyelimuti tubuh pria tua itu sangat kuat melindungi tubuh pemiliknya.
Tubuh Ki Kebo Pengging terdorong ke belakang namun tidak terluka sedikit pun.
Hal itu terus menerus terjadi, sehingga membuat Ma Guang menjadi frustasi karena merasa tidak bisa menemukan kelemahan lawannya tersebut.
"Setiap ilmu bela diri, pasti ada kelemahannya, mengapa aku belum juga menemukan kelemahan dari pria ini?". Gumam Ma Guang dengan perasaan seperti sudah mulai putus asa dengan usahanya.
"Hei anak muda! Apakah hanya seperti ini saja kemampuanMu?...ha.ha..ha". Ucap Ki Kebo Pengging sambil tertawa menatap Ma Guang.
__ADS_1
"Kalau begitu, kini sudah saatnya aku yang menyerangMu". Lanjut Ki Kebo Pengging.
Dari jari tangan pria tua itu kini melesat seberkas cahaya menyerang tubuh Ma Guang.
Dengan langkah bayangan dan di padukan dengan ilmu meringankan tubuhnya, Ma Guang bisa menghindari serangan tersebut sambil menyelimuti dirinya dengan perisai pertahanan miliknya serta terus mengendalikan pedang miliknya yang terus melayang di udara dan siap menyerang Ki Kebo Pengging.
Saat Ma Guang menghindari serangan cahaya milik lawannya, dia tetap memperhatikan perubahan tubuh Ki Kebo Pengging.
Dan akhirnya pemuda itu bisa memahami bahwa di saat Ki Kebo Pengging menyerang dengan cahaya tersebut, di saat itu juga tubuh Ki Kebo Pengging berada dalam keadaan tidak terlindungi oleh cahaya tersebut.
"Oh, jadi seperti itu cara kerjanya, baiklah, aku akan menyerangnya di saat bersamaan dia menyerangKu". Gumam Ma Guang sambil menciptakan sepuluh bilah pedang juga yang terbuat dari energi tenaga dalam miliknya.
Akhirnya momentum yang di tunggu - tunggu oleh Ma Guang pun tiba.
Pemuda itu bersiap untuk menerima serangan cahaya yang melesat kearahnya sambil melakukan serangan secara bersamaan dengan serangan yang di lancarkan oleh Ki Kebo Pengging.
Booommm....booommm
Duuaarr...duuaarrr...duuaaarrr...duuuaaarr...duuaaarr
Clep...clep...clep...clep...clep...clep
Bunyi ledakan yang di akibatkan oleh benturan dua buah cahaya dan juga perisai pertahanan milik Ma Guang, dan juga bunyi benturan lima bilah pedang yang terbuat dari energi tenaga dalam milik Ma Guang dengan cahaya yang menyelimuti tubuh Ki Kebo Pengging.
Namun lima bilah pedang yang terbuat dari energi tenaga dalam milik Ma Guang serta sebilah pedang miliknya mampu menembus tubuh Ki Kebo Pengging.
Tubuh Ma Guang terdorong sejauh tiga puluh meter dari tempat awalnya dia berada.
Darah segar keluar dari mulutnya.
Pendekar muda itu langsung menstabilkan energi tenaga dalam miliknya dan langsung merogoh pil penyembuh yang Xia Jiao buat.
Walau pun tubuhnya sudah bisa pulih dan sebuh sendiri, tetapi untuk menghadapi lawan seperti Ki Kebo Pengging, Ma Guang harus bisa segera kembali pulih.
Sedangkan tubuh Ki Kebo Pengging kini sudah terlihat terpotong - potong menjadi tujuh bagian yang terpisah.
Wajah Ma Guang langsung terlihat sangat senang karena sudah bisa mengalahkan lawannya itu.
Namun mimik wajah senang Ma Guang langsung dengan cepat berubah kembali dengan wajah yang terlihat heran dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
~Bersambung~