Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 90. Bertarung Dengan Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Tubuh pria itu langsung tersungkur dengan pakaian di tubuhnya yang sudah terkoyak.


Xia Jiao yang melihat hal itu, langsung melesat membantu keempat pria tua yang bertarung dengan empat orang lainnya.


Angin kencang yang menyelimuti pedang salah satu penyerang menyerang kakak ketiga Su Tian. Sedangkan kakak ketiga Su Tian menghadapinya dengan perubahan energi tenaga dalam miliknya.


Trang....trang....trang


Bunyi benturan kedua pedang milik kakak ketiga Su Tian dan lawannya.


Sedangkan penyerang yang menggunakan elemen air, sedang menyerang kakak kedua Su Tian. Tombak yang terbuat dari air yang sudah membeku terus menghujam kearah tubuh kakak kedua Su Tian.


Setelah tombak itu hancur saat berbenturan dengan pukulan serangan jurus pedang cahaya milik kakak kedua Su Tian. Air itu kembali berbentuk menjadi beberapa jarum yang berukuran besar menyerang ke arah tubuh kakak kedua Su Tian. Namun masih membentur perisai pertahanan milik kakak kedua Su Tian.


Sedangkan penyerang yang mengendalikan elemen tanah, terus menyerang kakak pertama Su Tian. Energi tenaga dalam milik kakak pertama Su Tian sangat terkuras, karena jika kakinya menyentuh tanah, dengan cepat tanah yang di injaknya akan menangkap kakinya dan seketika mengeras. Dan hal itu sudah sekali terjadi, namun bisa di hancurkan oleh kakak pertama Su Tian dengan energi tenaga dalam miliknya.


Setelah kakinya terperangkap, beberapa serangan tanah yang berbentuk seperti tombak juga melesat menyerang kakak pertama Su Tian, dan hal itu masih bisa di atasi oleh kakak pertama Su Tian. Walau pun sudah sekali terhempas kebelakang karena terkena serangan tersebut saat dirinya berada di atas udara.


"Sialan! Mereka ini sangat merepotkan. Mereka ini memang berasal dari wilayah Yayoi orang - orang Wa. Siapa yang membayar mereka untuk memburuh murid Su Tian?." Gumam kakak tertua Su Tian sambil menebas dan menghancurkan serangan tombak yang terbuat dari tanah yang sudah mengeras.


Su Tian sendiri sedang menghadapi seseorang yang sedang menggunakan ilusi. Tubuh Su Tian tidak bisa di gerakkan. Namun dari dalam tubuhnya keringat seukuran jagung merembes keluar dan membasahi seluruh pakaian yang dia gunakan.


Su Tian terperangkap di dalam dunia ilusi yang di buat oleh lawannya.


Serangan berbagai macam senjata yang mematikan membuat Su Tian sangat kerepotan untuk menghindarinya. Hal itu di sebabkan karena perisai pertahanan yang dia bentuk, tidak bisa menahan serangan lawannya.


Su Tian langsung jatuh tersungkur dan masih tetap melakukan usaha untuk menghindari setiap serangan yang di lakukan oleh lawannya.


"Hei pak tua! Apakah kamu sudah tidak bisa melanjutkan permainan kita? Jika kamu sudah tidak bisa melanjutkannya aku akan secepatnya menyudahi permainan kita dengan membunuhMu." Ucap lawan Su Tian sambil tertawa mengejek pria tua itu.


Namun sebelum dirinya ingin mengakhiri kehidupan Su Tian. Jiwa yang berada di dunia ilusi yang dia ciptakan sudah tertusuk sebuah pedang dari seorang wanita. Dan wanita itu tidak lain adalah Xia Jiao.


Hal seperti itu tidak ada apa - apanya jika seorang pendekar sudah membuka gerbang kelima yaitu gerbang kematian. Sebab jiwanya sudah sangat kuat untuk menghadapi serangan ilusi seperti yang Su Tian hadapi dan juga bisa mengalahkannya dengan mudah.


Tubuh pria yang menggunakan serangan ilusi kepada Su Tian langsung tersungkur dengan tubuh yang sudah memucat.


Sedangkan Su Tian sudah tersadar karena telah terlepas dari pengaruh ilusi lawannya. Tubuh Su Tian sudah sangat lemah dan sudah tidak bisa berbuat apa - apa lagi.

__ADS_1


Xia Jiao langsung mendekati pria itu dan menebas lehernya.


Tiga orang yang masih tersisa, sangat murka melihat kedua rekannya sudah tidak bernyawa lagi. Mereka langsung meningkatkan serangan mereka kepada ketiga saudara Su Tian.


Tetapi semua itu kini menjadi sangat tidak mungkin. Karena mereka bertiga masing - masing kini menghadapi dua orang pendekar suci sekaligus.


Yuan Jiali membantu kakak ketiga Su Tian.


Xia Jiao kini sudah menuju kakak kedua Su Tian untuk membantunya.


Sedangkan Ma Guang langsung melancarkan serangan pedang hampanya kearah lawan kakak tertua Su Tian.


Serangan pedang cahaya milik Yuan Jiali membuat konsentrasi lawan Kakak ketiga Su Tian langsung terpecah. Pria itu kini sudah semakin tersudut menghadapi gempuran kedua lawannya.


Dua serangan pedang cahaya membuat pria itu tidak bisa mengembangkan kemampuan pengendali elemen angin miliknya.


Pria itu kini mengeluarkan senjata rahasia yang dia miliki. Namun hal itu sudah terlambat untuk dia gunakan, karena serangan senjata rahasianya kini tidak memiliki keistimewaan apa pun, hanya seperti senjata rahasia biasa yang sangat mudah di tangani atau pun di hindari oleh kedua orang yang sedang menyerangnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, kakak ketiga dan juga Yuan Jiali dengan begitu mudah melumpuhkan lawan mereka.


"Siapa yang membayar kalian untuk memburuh Ma Guang?." Tanya kakak ketiga Su Tian.


Yuan Jiali langsung berjalan mendekati Su Tian.


"Bagaimana keadaan kakek guru?." Tanya Yuan Jiali.


"Aku sudah merasa lebih baik. Karena aku sudah menelan pil pemulih tenaga." Ucap Su Tian.


Xia Jiao sendiri langsung melepaskan jurus tebaran bunga persik miliknya untuk menyerang pria yang mengendalikan elemen air yang sedang menyerang kakak kedua Su Tian dari jarak jauh.


Energi tenaga dalam yang berbentuk seperti kelopak bunga menerjang kearah lawan kakak kedua Su Tian.


Pria itu langsung membuat perisai pertahanan dari air yang kini sudah menjadi es.


Duar...duar...duar...duar


Bunyi benturan serangan Xia Jiao dengan perisai pertahanan milik pria tersebut.

__ADS_1


"Tarian Bunga Persik!." Teriak Xia Jiao sambil melepaskan serangan energi tenaga dalam dari pedangnya.


Tebasan pedang yang tidak beraturan kini melesat menyusul serangan tebaran bunga persik milik Xia Jiao.


Perisai pertahanan yang di bentuk oleh pria itu langsung hancur berkeping - keping.


Namun tidak sampai disitu saja, serangan kakak kedua Su Tian sudah menyusul mengikuti serangan tebasan pedang milik Xia Jiao.


Duar


Cahaya dari pedang kakak kedua Su Tian langsung menghujam tubuh pria tersebut.


Serangan tersebut tepat mengenai dadanya dan tembus ke punggung pria tersebut.


Pria tersebut langsung meregang nyawa tanpa bisa mengeluarkan suara sedikit pun saat terkena energi tenaga dalam yang berbentuk seperti cahaya yang keluar dari ujung pedang milik kakak kedua Su Tian.


Sedangkan pria yang melawan kakak tertua Su Tian, kini dirinya sudah tidak memiliki kesempatan menyerang. Dinding - dinding dari tanah selalu melindungi dirinya dari serangan Ma Guang dan juga kakak tertua Su Tian.


"Pertahanan orang ini sangat tangguh, bisa melindungi dirinya dari setiap serangan yang datang menggempurnya. Kalau begitu, kamu harus Ku lumpuhkan dengan serangan jiwaKu." Gumam Ma Guang yang langsung bergerak mundur dan menjauh setelah melakukan serangan kepada pria tersebut.


Kakak tertua Su Tian masih tetap melancarkan serangannya terhadap pria itu. Sedangkan Ma Guang kini sudah dalam posisi bermeditasi.


Perisai pertahanan milik pria itu masih tetap kokoh membendung setiap serangan energi tenaga dalam dan juga tebasan pedang milik kakak tertua Su Tian.


Setelah beberapa saat. Perisai pertahanan milik pria itu kini hancur saat di terjang serangan dari kakak tertua Su Tian. Dan orang yang mengendalikannya kini sudah tersungkur dengan wajah yang pucat seperti kertas.


Ma Guang kini sudah bangkit dari tempatnya semula dan langsung mendekati pria itu.


Pedang di tangannya langsung terayun dan menebas leher pria tersebut.


Setelah selesai, kedua pria berbeda generasi itu langsung menuju ketempat dimana kakak ketiga Su Tian berada.


Pria tua itu sedang mengintrogasi lawannya yang kini sudah tidak berdaya lagi.


"Jadi kamu menginginkan kematian? Baiklah! Aku akan mengabulkannya." Ucap pria tua itu sambil mengayunkan pedangnya untuk menebas leher pria di depannya.


"Tunggu paman guru! Biar aku yang akan bertanya kepadanya." Teriak Ma Guang untuk menghentikan apa yang akan di lakukan oleh kakak ketiga gurunya.

__ADS_1


Mendengar teriakan Ma Guang, pria tua itu langsung menghentikan niatnya.


~Bersambung~


__ADS_2