Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 403. Hong Jiannan Dan Huaiying


__ADS_3

mendengar perkataan Feng Jiang sang penasihat pun langsung berkata sambil menangkupkan tangannya.


“Hamba siap untuk melayani penguasa!.”


“Baiklah! Jadi, bagaimana menurutMu langkah yang akan kita lakukan selanjutnya?.” Tanya Feng Jiang.


“Penguasa! Menurut strategi yang biasa kita gunakan saat akan berperang terlebih dahulu adalah mengutus


mata – mata untuk mempelajari kekuatan serta kelemahan dari lawan yang akan kita hadapi!.”


“Selanjutnya setelah kita mengetahui kekuatan serta kelemahan dari lawan kita kita mengatur strategi untuk menyerang lawan kita sama seperti tadi yang jenderal katakan!.”


“Akan tetapi jika kita menginginkan untuk melakukan perang terbuka, kita juga harus mempelajari lokasi tempat untuk kita berperang nanti!.”


“Baik itu dari segi jalan, iklim, medan, komando serta aturan yang berlaku saat perang terjadi nanti!.”


“Ahhh…sudah…sudah! Aku tidak ingin terlalu panjang lebar untuk menjelaskannya! Saat ini kamu pikirkan saja strategi yang cocok bagi kita untuk mengalahkan mereka!.” Ujar Feng Jiang memotong penjelasan sang penasihat.


“Yang pertama yang harus kamu ketahui bahwa kekuatan pasukan kita lebih sedikit dari mereka! Sehingga aku tidak menginginkan perang terbuka seperti yang kamu sampaikan tadi!.” Lanjut Feng Jiang dengan nada suara yang kesal.


“Baiklah! Kalau begitu, pertama – tama kita harus mengirim mata – mata untuk mencari tahu kelemahan mereka!.”


“Dan untuk mata – mata tersebut, kita akan memberikan tugas juga kepadanya agar bisa mendekati seseorang di pihak musuh untuk bisa mengkhianati mereka agar kita bisa memiliki mata – mata di pihak musuh!.”


“Yang kedua, kita harus mencari seseorang yang memiliki posisi yang sangat tinggi didalam pasukan Ma Guang untuk membujuknya dengan sesuatu yang dia inginkan agar bisa memihak kepada kita!.”


“Sudah…sudah! Tidak perlu untuk diteruskan lagi! Aku akan berkultivasi dulu! Kamu bicarakan saja hal itu dengan jenderal Feng Weishi! Aku berharap setelah diriKu selesai berkultivasi, kalian sudah memberikan kabar gembira kepadaKu! Jika tidak, nyawaMu yang akan menjadi taruhannya!.” Tutur Feng Jiang sambil mengancam sang penasihat tersebut.


Feng Jiang pun segera menghilang dari tempat itu bersama sebagian pasukan Phoenix Api.


Sedangkan Feng Weishi kini saling bertatapan dengan sang penasihat untuk menjalankan perintah dari sang raja Phoenix.


Sang penasihat pun kini mengajak Feng Weishi untuk mendiskusikan hal itu secara tertutup agar supaya rencana mereka tidak akan bocor kepada siapa pun.


Keduanya pun pergi meninggalkan aula utama istana kekaisaran Baiyue dan menuju ke tempat yang aman menurut keduanya.


Setelah melanjutkan diskusi, akhirnya sang penasihat pun mengutus seseorang untuk memata - matai sekte Beruang Matahari dan juga untuk mencari informasi di wilayah kekaisaran Zhou letak sekte Naga Surgawi dan juga para anggota sekte mereka.


Hal itu untuk mendapatkan lebih banyak lagi informasi dari mereka tentang kelemahan yang dimiliki oleh Ma Guang.


Dan hal tersebut dilakukan oleh seorang prajurit kekaisaran Baiyue dan juga oleh salah satu prajurit Phoenix Api yang kini telah menggunakan wujud manusia.


Utusan untuk mencari informasi di sekte Beruang Matahari serta utusan ke wilayah kekaisaran Zhou yang masing – masing adalah seorang prajurit kekaisaran Baiyue dan prajurit Phoenix pun melesat terbang menuju ke desa maupun kota yang berdekatan dengan informasi yang mereka perlukan.


Sedangkan sang penasihat dan sang jenderal Phoenix kini kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.


Dimarkas sekte Naga Surgawi kini Ma Guang sedang menemani adiknya Hong Yilan untuk memberikan petunjuk kepada gadis itu agar bisa dengan cepat menerobos menjadi seorang pendekar dewa.


Hal itu karena Ma Guang telah memberikan kepada gadis itu inti jiwa serta batu permata milik seekor Serigala Surgawi.


Hong Yilan sangat bahagia karena selalu mendapatkan hadiah dari kakaknya itu, dan dirinya berpikir untuk tidak lagi berkultivasi karena Ma Guang pasti bisa melindunginya.


Namun Ma Guang tetap memberikan nasihat kepadanya agar harus tetap meningkatkan kultivasinya, sebab lawan yang selalu dia hadapi kekuatan mereka berada di tingkat dewa sejati.


Mendengar penjelasan Ma Guang, Hong Yilan pun segera berniat untuk berkultivasi agar bisa meningkatkan

__ADS_1


kekuatannya.


Setelah selesai memberikan petunjuk, Ma Guang mengantarkannya ke tempat yang sering digunakan oleh para anggota sekte untuk berkultivasi, namun tidak di dalam dunia Dewa Surgawi, sebab tubuh Hong Yilan belum bisa menahan tekanan di dalam dunia tersebut.


Sedangkan Hong Jiannan yang saat itu sedang berjalan – jalan menikmati pemandangan di wilayah sekte tersebut kini menghentikan langkah kakinya setelah melihat seorang wanita cantik yang sedang berlatih dengan pedangnya.


Gerakan jurus – jurus pedang milik wanita itu semakin terlihat menambah keanggunan serta kecantikan dari gadis tersebut.


Hong Jiannan merasa terpikat dengan pemandangannya saat itu, sehingga dirinya tidak melanjutkan lagi untuk


melihat keindahan yang lain di wilayah sekte Naga Surgawi.


“Sangat cantik! Siapa wanita itu? Apakah dirinya sudah memiliki pacar?.” Pikir Hong Jiannan.


Saat pendekar muda itu terus memperhatikan dirinya, Huaiying segera bisa menyadari.


Wanita itu segera menatap kearah pria yang sedang menatapnya dan berkata.


“kenapa kamu terus memperhatikan diriKu? Apakah ada hal yang salah dengan diriKu?.” Tutur Huaiying ramah karena sudah mengetahui siapa pria muda di depannya tersebut.


“Maafkan aku jika sudah mengganggu latihan nona!.” Ucap Hong Jiannan sambil menangkupkan tangannya.


“Oh, tidak mengapa! Tetapi kamu belum menjawab pertanyaanKu barusan!.” Balas Huaiying serius.


“Eeeee…eeee…ti...tidak! tidak ada yang salah dengan apa yang sedang nona lakukan!.” Jawab Hong Jiannan sambil tergagap.


Mendengar jawaban dari Hong Jiannan yang tergagap, Huaiying langsung tersenyum dan merasa lucu dengan


kejadian tersebut.


“Aku pikir patriark yang sangat ditakuti oleh para musuh – musuhnya memiliki adik dengan jiwa pendekar yang sangat tangguh juga, ternyata hanya bertemu dengan seorang pendekar wanita saja sudah tergagap seperti itu!?.” Ucap Huaiying yang sedikit mengejek pria didepannya.


Mendengar perkataan Hong Jiannan, wajah Huaiying langsung berubah menjadi memerah karena tersipu malu.


“Nona! Apakah kamu sedang sakit?.” Tanya Hong Jiannan saat melihat wajah wanita di depannya yang sudah mulai memerah.


“Ti…tidak! Aku tidak sakit!.” Jawab Huaiying dengan terbata.


Mendengar jawaban wanita di depannya yang terbata, Hong Jiannan pun langsung berkata.


“Mendengar pujian seperti itu saja sudah terbata! Apa lagi jika aku menyatakan perasaanKu! Pasti sudah tidak


sadarkan diri!.”


“Apa kataMu!? Apakah kamu sedang meledek aku?.” Teriak Huaiying dengan nada ketus menanggapi perkataan


Hong Jiannan.


“Tidak kok…aku hanya membalas perkataanMu saja! Dan itu tidak ada niat untuk mengejekMu! Akan tetapi untuk


memujiMu! Karena menurutKu, kamu benar – benar adalah wanita yang sangat cantik bagiKu!.” Hong Jiannan kembali berkata untuk menggoda wanita di depannya itu.


Mendengar lagi pujian dari Hong Jiannan, Huaiying pun tidak bisa menahan perubahan pada kulit wajahnya karena tersipu malu dengan kata – kata yang baru saja dilontarkan oleh pria muda di depannya.


Wanita itu pun dengan cepat langsung melesat terbang menuju ke kediaman miliknya dan meninggalkan Hong

__ADS_1


Jiannan yang kini menjadi bingung dengan tingkahnya tersebut.


Setelah Huaiying telah pergi, kini Hong Jiannan baru menyadari bahwa dirinya belum menanyakan nama wanita


cantik tersebut.


“Sial! Bagaimana aku bisa


lupa untuk menanyakan namanya! Tetapi tenang saja, aku pasti bisa menemukannya


lagi dan langsung menanyakan namanya!.” Gumam Hong Jiannan.


Hong Jiannan pun kini berniat untuk mengikuti Huaiying ke arah perginya wanita itu.


Saat dirinya ingin beranjak dari tempat tersebut, Ma Guang tanpa sengaja bertemu dengannya dan langsung


berkata.


“Jian’er! Kamu mau pergi kemana?.” Tanya Ma Guang yang menghentikan langkah pendekar muda itu.


“Oh, tidak! Aku hanya ingin kembali ke kediamanKu saja!.” Jawab Hong Jiannan.


“Bukankah kediamanMu berada di arah yang berlawanan?.” Ucap Ma Guang.


“Oh, iya! Aku lupa kalau kediamanKu berada disana!.” Balas Hong Jiannan merasa malu dengan alasan yang dia berikan kepada Ma Guang.


Namun Ma Guang telah mengetahui apa yang akan dia lakukan, sebab tempat itu adalah tempat berlatih


Huaiying. Dan arah yang akan dituju oleh Hong Jiannan adalah arah untuk menuju ke kediaman gadis itu.


“Jian’er! Saat ini kamu sudah bisa untuk mulai berkultivasi agar bisa secepatnya menerobos menjadi pendekar dewa langit!.” Tutur Ma Guang.


“kakak! Apakah hal itu bisa ditunda untuk beberapa hari kedepan?.” Balas Hong Jiannan.


“Tidak bisa! Lan’er saja saat ini sedang berkultivasi! Sehingga kamu juga harus secepatnya berkultivasi agar


kekuatanMu sudah bisa melindungi keluargaMu yang lain!.” Tutur Ma Guang mendesak adiknya untuk berkultivasi.


Mendengar perkataan Ma Guang agar dirinya bisa melindungi keluarganya, akhirnya Hong Jiannan mengurungkan


niatnya untuk mendekati Huaiying.


“Baiklah! Aku akan berkultivasi!.” Jawab Hong Jiannan pasrah dengan situasi tersebut.


Mendengar jawaban dari adiknya, Ma Guang pun mengajaknya untuk pergi ketempat yang akan digunakan oleh


Hong Jiannan berkultivasi.


Setelah tiba di tempat yang mereka tuju, Ma Guang pun segera memberikan petunjuk kepada adiknya itu serta


menyerahkan sumber daya yang bisa diserap agar bisa menembus ketingkat yang lebih tinggi.


Setelah selesai diberikan petunjuk oleh Ma Guang, akhirnya Hong Jiannan pun segera berkultivasi.


Sedangkan Huaiying di kediamannya kini sedang memikirkan perkataan pemuda berambut merah yang baru saja menggoda dirinya tersebut.

__ADS_1


“Apakah dia menyukaiKu?.” Pikir Huaiying dengan perasaan yang merasa malu dengan apa yang dia pikirkan tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2