Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 273. Menguji Batas Kemampuan


__ADS_3

Mendengar perkataan Ma Guang, tiga pria itu langsung saling pandang satu sama lainnya karena tidak menyangka dengan apa yang baru saja di sampaikan oleh pendekar muda itu.


Bukannya menyerang mereka, melainkan menyuruh mereka untuk menghadapi para wanita yang baru saja selesai melakukan pertarungan.


Wajah yang tadinya merasa gemetar karena bertemu dengan seorang pendekar yang tidak punya belas kasihan itu, kini berubah menjadi menjadi bersemangat, karena memiliki peluang untuk melarikan diri.


Namun bukan bersemangat dan langsung merasa gembira, sebab lawan mereka tersebut bukanlah seorang pendekar yang memiliki kemampuan dibawah mereka.


"Yun'er! Cepat hadapi dan bunuh pendekar dewa langit ini!." Perintah Ma Guang agar bisa menguji kemampuan Zhou Lu Yun.


"Meng'er! Cepat kamu hadapi dan bunuh kedua pendekar dewa bumi ini!." Perintah Ma Guang kepada Duan Meng.


"Kalian aku beri waktu selama dua puluh menit untuk mengalahkan mereka!." Ujar Ma Guang kepada kedua wanita yang dia perintahkan tersebut.


Mendengar perkataan Ma Guang, pendekar dewa langit langsung berkata.


"Pendekar Ma! Bagaimana jika kami bisa bertahan selama dua puluh menit! Apakah kami akan di lepaskan!?." Pendekar langit tersebut berharap saat itu dirinya bisa terlepas dari kematian.


"Siapa bilang kalian akan di lepaskan!? Tetapi hal itu akan aku pertimbangkan nanti!." Jawab Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap pendekar dewa langit tersebut.


Pendekar dewa langit itu langsung menelan ludahnya saat mendengar perkataan Ma Guang.


Akhirnya pertarungan pun kembali terjadi di antara pendekar dewa langit melawan Zhou Lu Yun, serta dua pendekar dewa bumi yang melawan Duan Meng.


Sedangkan Yuan Jiali yang sudah bosan dengan mainannya langsung menyemburkan api hitam miliknya ketubuh lawannya yang adalah pendekar dewa langit tingkat rendah tersebut.


Pendekar dewa langit itu tidak menyangka dengan serangan api hitam milik Yuan Jiali itu, sebab wanita itu dari awal tidak pernah mengeluarkan teknik tersebut dan terus bertarung dengannya dalam jarak yang sangat dekat.


Sehingga di saat serangan semburan api phoenix yang berwarna hitam milik Yuan Jiali itu, dia tidak bisa menghindarinya.


Pendekar dewa langit itu hanya mengandalkan formasi pelindung miliknya.


Namun hal itu hanyalah sia - sia, sebab api hitam itu dapat menghancurkan formasi pelindung tersebut dan langsung membakar tubuh pendekar dewa langit tersebut.


Yuan Jiali langsung menangkap inti jiwa milik pendekar itu dan juga langsung mengambil cincin ruang miliknya.


Saat dirinya selesai membunuh lawannya, Yuan Jiali langsung melihat kearah dimana kedua wanita lainnya kembali sedang bertarung dengan tiga orang pendekar dewa juga.


Yuan Jiali pun langsung melesat untuk membantu Duan Meng yang menghadapi dua orang pendekar dewa bumi tersebut.


Saat sedang menuju kearah tempat dimana Duan Meng bertarung, Ma Guang langsung memberitahukan kepada Yuan Jiali untuk membiarkan pertarungan tersebut.


Yuan Jiali langsung menghentikan tindakannya dan langsung bertanya dengan bingung kepada Ma Guang.


"Kenapa kamu melarangKu!?."


"Itu karena aku akan menguji setiap kemampuan kalian!." Tutur Ma Guang menjawab pertanyaan Yuan Jiali.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak memikirkan tentang keselamatan nona Duan Meng!?." Tanya Yuan Jiali lagi dengan nada suara yang meninggi.


"Aku melakukan hal itu juga karena demi keselamatannya disaat aku sedang tidak berada bersamanya!." Jawab Ma Guang lagi.


Mendengar perkataan Ma Guang, Yuan Jiali langsung terdiam dan langsung melesat menuju ke arah dimana Ma Guang berada.


Saat Yuan Jiali sudah berada di dekatnya, Ma Guang pun langsung berkata.


"KemampuanMu juga akan di uji saat menghadapi seorang pendekar dewa Surgawi!." Tutur Ma Guang serius.


Yuan Jiali yang mendengar hal tersebut langsung merasa tertantang.


"Baiklah! Tetapi dimana aku bisa menemukan seorang pendekar dewa surgawi untuk menjadi lawanKu!?." Tutur Yuan Jiali bertanya kepada Ma Guang.


"Jika situasi di wilayah kekaisaran ini bisa terkendali! Kita akan pergi untuk menuju ke benua tengah!." Tutur Ma Guang.


Wajah Yuan Jiali langsung berubah menjadi senang setelah mendengar perkataan Ma Guang, karena itu berarti dirinya akan selalu berada di samping pemuda itu, walau pun kini sikapnya sudah berubah semenjak di berikan nasihat oleh ayahnya.


Duan Meng yang menghadapi dua orang pendekar dewa bumi itu, merasa tidak kesulitan untuk membunuh keduanya.


Baru lima serangan saja yang di keluarkannya, kedua pendekar dewa bumi itu masing - masing sudah menderita tiga luka tebasan pedang dengan keadaan yang hangus.


Sedangkan Zhou Lu Yun sendiri kini masih terus mencari celah untuk menyerang lawannya tersebut.


Aura energi Qi yang berasal dari makhluk surgawi tingkat tinggi mulai merembes keluar dari dalam tubuh pendekar dewa langit tersebut dan langsung membentuk seperti seekor harimau dengan dua taring yang panjang.


Kedua energi itu pun langsung melesat untuk saling berbenturan.


Namun ada hal yang berbeda dengan serangan energi Qi milik pendekar dewa langit tersebut.


Seekor harimau yang terbentuk dari energi Qi miliknya langsung menghindari serangan burung phoenix api milik Zhou Lu Yun dan langsung kembali keposisi untuk menyerang tubuh wanita cantik tersebut.


Sedangkan serangan burung phoenix api itu langsung di hindari oleh pendekar dewa langit tersebut.


Zhou Lu Yun sendiri belum memiliki pengalaman yang banyak dalam bertarung, sehingga dirinya harus mempelajari terlebih dahulu semua kemampuan yang dirinya miliki untuk digunakannya saat bertarung.


Saat harimau yang terbentuk dari energi Qi itu menerkam dirinya, Zhou Lu Yun langsung menyemburkan api biru dari dalam mulutnya.


Booommm


Ledakan pun langsung terjadi saat kedua energi Qi itu bertemu.


Zhou Lu Yun langsung melesat menuju ke arah pendekar dewa langit dengan sebilah pedang yang menyala - nyala di tangannya untuk menebas leher lawannya.


Pendekar dewa langit itu langsung menghindar kesamping dan kembali melepaskan serangan cakarnya kearah tubuh Zhou Lu Yun.


Merasakan ancaman bahaya itu, Zhou Lu Yun langsung meledakkan energi api biru di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Duaaarrr


Ledakan terjadi saat cakar pendekar tersebut mengenai tubuh Zhou Lu Yun yang sudah di selimuti dengan api phoenix yang berwarna biru tersebut.


Tubuh Zhou Lu Yun langsung terhempas ke samping sejauh puluhan meter di udara.


Melihat kejadian tersebut, Yuan Jiali langsung secara spontan ingin melesat terbang untuk membantu Zhou Lu Yun.


Tindakkan Yuan Jiali tersebut langsung di hentikan oleh Ma Guang.


"Jangan membantunya! Sebab serangan itu tidak akan melukainya! Tetapi dia harus belajar dari kesalahan tersebut!." Tutur Ma Guang.


Walau pun Ma Guang berkata seperti itu, tetapi Yuan Jiali tetap mencemaskan kondisi Zhou Lu Yun.


Di tempat lain, kedua pendekar dewa bumi yang mengeroyok Duan Meng kini mulai kelabakan dengan serangannya.


Sebab keduanya kini sudah terluka oleh serangan wanita tersebut.


Akhirnya kedua pendekar dewa bumi itu mengeluarkan teknik terkuat mereka untuk menyerang Duan Meng.


Pedang yang sudah di selimuti energi Qi milik seorang pendekar dewa bumi kini mulai terbang untuk mengincar tubuh Duan Meng.


Saat sudah dekat dengan tubuh wanita itu, pedang tersebut langsung terpecah menjadi ratusan pedang dengan bentuk yang sama dan langsung melesat menuju ke tubuh Duan Meng.


Formasi pelindung milik Duan Meng langsung di aktifkan.


Saat serangan ratusan pedang milik lawannya menyerang formasi pelindung milik Duan Meng, serangan sebuah tombak besar yang terbentuk dari energi Qi kini melesat menyerang tubuh wanita itu juga.


Merasakan ancaman yang sangat berarti bagi dirinya, Duan Meng langsung menghindari serangan tersebut.


Perhitungan Duan Meng juga meleset, sebab serangan ratusan pedang serta tombak energi Qi itu tidak saling berbenturan, melainkan serangan kedua lawannya juga langsung mengikuti pergerakannya yang menghindari serangan tersebut.


"Sial! Mungkin ini imbalannya karena terlalu bermain - main dengan mereka berdua!." Gumam Duan Meng.


Duan Meng langsung menggunakan teknik pedang penebas karang miliknya untuk menghentikan serangan tombak energi Qi tersebut.


Saat serangan ratusan pedang dan juga tombak itu sudah berada sangat dekat dengan tubuhnya, Duan Meng langsung menghindar kesamping tombak tersebut dan langsung menebas dengan teknik miliknya.


"Pedang Penebas Karang!." Teriak Duan Meng.


Booommm


Ledakan pun terjadi saat energi Qi panas miliknya menebas batang tombak yang terbuat dari energi Qi milik lawannya.


Setelah menghancurkan tombak energi Qi tersebut, Duan Meng langsung menggunakan teknik langkah bayangan miliknya dan melesat dengan cepat untuk menyerang pendekar pemilik tombak energi Qi tersebut.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2