Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 248. Perintah Ma Guang


__ADS_3

Sekte Es Abadi saat ini sudah terlihat hancur berantakan akibat pertempuran yang terjadi di tempat itu.


Setelah Ma Guang memberikan pil kepada kedua tetua tersebut, pemuda itu langsung melesat dengan cepat dan mulai membuat para pendekar dari sekte aliran hitam menjadi kabut darah.


Sedangkan untuk para pendekar tingkat tinggi lainnya, pemuda itu tidak langsung membunuhnya, sebab dirinya ingin mencari tahu letak dari markas besar sekte Seribu Racun.


Setelah Ma Guang menanyakan hal tersebut, ada seorang pendekar petapa yang sedang terluka parah langsung memberitahukan kepada Ketua sekte Seribu Racun Dushen tentang hal tersebut.


Ketua Dushen yang mendengar penjelasan dari salah satu anggotanya tersebut langsung tersentak.


Dia sudah bisa membayangkan kekuatan dari pendekar yang bisa membuat seorang pendekar agung tingkat awal menjadi kabut darah dengan hanya sekali serang saja.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, ketua Dushen langsung menyuruh seluruh anggotanya untuk segera meninggalkan sekte mereka itu.


Hal itu di putuskannya karena, jika pendekar tersebut bisa mendapatkan informasi dari para bawahannya, sudah bisa di pastikan, sekte mereka serta para anggotanya akan di habisi dalam sekejab saja, mengingat kekuatan yang di miliki oleh pendekar itu.


Yang lebih mengejutkan ketua Dushen lagi bahwa, pendekar tersebut adalah Ma Guang, sosok yang selalu menjadi momok menakutkan bagi setiap pendekar aliran hitam.


"Sialan! Di saat kekuatan kami sudah meningkat sekuat ini, ternyata kekuatan anak itu juga sudah jauh melampaui kekuatan kita!." Gumam ketua Dushen sambil pergi meninggalkan sekte mereka tersebut untuk menuju ke sekte Iblis Hitam yang juga menjadi tempat pelarian dari para anggota sekte Kalajengking Merah.


Ketua Dushen di dampingi oleh para ketua sekte aliran hitam yang lain, yang saat ini sudah bergabung serta menjadi bawahan dari sektenya.


Sedangkan untuk para pendekar aliran hitam yang lain, yang di saat bersamaan juga telah di perintahkan olehnya untuk menyerang sekte - sekte besar aliran putih dan juga aliran netral yang tidak ingin tunduk kepada mereka, langsung di tariknya.


Hal itu agar tidak membuat kekuatan mereka menurun dengan drastis saat di bantai oleh para pendekar dari sekte Bambu Kuning yang kekuatannya juga tidak kalah jauh dengan kekuatan mereka.


Walau pun hal tersebut telah di lakukan oleh ketua Dushen, namun hal itu juga tidak membuat situasi di setiap sekte besar aliran putih terlihat baik.


Para murid dan juga para petinggi sekte kini dalam keadaan terluka parah, akibat perbuatan dari anggota sekte aliran hitam yang di perintah oleh ketua Dushen.


Kerugian besar di alami oleh semua sekte besar aliran putih dan juga aliran netral yang ada di wilayah kekaisaran Zhou itu.


Saat Ma Guang sedang mengintrogasi seorang anggota dari sekte aliran hitam, dirinya bisa merasakan komunikasi yang di lakukan oleh seorang pendekar petapa yang pura - pura sudah mati itu.


"Sialan! Pria itu sudah membocorkan apa yang telah terjadi disini!." Ujar Ma Guang yang langsung melesat dan menghancurkan tubuh pendekar itu.


Booommm

__ADS_1


Bunyi ledakan yang membuat tubuh pendekar tersebut langsung menjadi kabut darah.


Hal tersebut membuat komunikasinya dengan ketua Dushen langsung terputus.


Dan hal itulah yang membuat ketua Dushen langsung memutuskan untuk meninggalkan sektenya tersebut.


Ma Guang langsung kembali ke tempat dimana dirinya sedang melakukan introgasi.


Pemuda itu mulai menyiksa setiap pendekar yang tidak ingin memberitahukan apa yang di tanyakannya.


Para pendekar yang sudah di introgasi oleh Ma Guang dengan perlahan - lahan menghembuskan napas mereka yang terakhir.


"Cepat katakan, dimana letak sekte Seribu Racun!?." Tanya Ma Guang dengan tatapan yang sangat tajam.


Mendapatkan giliran penyiksaan dari pendekar muda di depannya, pria tua itu langsung memberitahukan letak dari sekte tersebut.


Hal tersebut juga karena dirinya berpikir, bahwa seorang pendekar yang baru saja menjadi kabut darah itu, pasti telah memberitahukan tentang situasi tersebut, sehingga walau pun dirinya memberitahukan letak sektenya itu, pasti Ma Guang akan mendapatkan hasil yang tidak dia inginkan, sebab pasti ketua Dushen sudah mempersiapkan atau sudah mengantisipasi hal itu terlebih dahulu.


Setiap pertanyaan yang di tanyakan oleh Ma Guang, dengan cepat langsung di jawab oleh pria tua tersebut.


Setelah tidak ada lagi hal yang ingin dia tanyakan, Ma Guang pun langsung membunuh pendekar aliran hitam tersebut.


Ma Guang sendiri merasa tersentak saat mendengar bahwa ketua Dushen telah memerintahkan para bawahannya untuk menyerang setiap sekte besar aliran putih dan juga sekte besar aliran netral yang ada di wilayah kekaisaran Zhou tersebut.


Pemuda itu langsung menghubungi patriak Yao Han dan juga para leluhur yang sedang berada di sekte Naga Surgawi agar secepatnya menuju ke setiap sekte besar aliran putih dan juga sekte besar aliran netral untuk bisa membantu mereka.


Patriak Yao Han dan juga para leluhur yang mendapatkan perintah tersebut langsung mengumpulkan para tetua di aula utama sekte Naga Surgawi serta mengumpulkan juga pasukan perak serta emas untuk melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Ma Guang.


Patriak langsung membagi pasukan menjadi lima bagian.


Dan masing - masing di pimpin oleh Patriak sendiri yang di dampingi oleh seorang leluhur biasa.


Leluhur agung Yao Fan yang di dampingi oleh seorang leluhur biasa juga.


Leluhur Guang Zhi yang di dampingi oleh seorang leluhur biasa juga.


Serta dua orang leluhur agung yang masing - masing juga di dampingi oleh seorang leluhur biasa.

__ADS_1


Sehingga di sekte Naga Surgawi kini hanya tersisa empat orang leluhur biasa untuk menjaga sekte tersebut bersama tetua penegak hukum Zhu Li.


Sedangkan masing - masing di dalam lima kelompok itu, kini di isi oleh para pendekar langit awal, pendekar petapa, pendekar petapa suci dan juga pendekar spiritual.


Sedangkan untuk pasukan perunggu, tidak terlihat di dalam kelima kelompok tersebut.


Hal itu di lakukan agar pergerakan mereka akan lebih cepat untuk bisa tiba di setiap sekte yang mereka tuju.


Ma Guang langsung bertanya kepada patriak Bing Yuchen.


"Senior! Saat ini, apa yang akan senior lakukan!?."


"Pendekar Ma! Apa yang ingin aku lakukan lagi dengan kemampuanKu yang jauh berada di bawah kemampuan mereka jika tujuan utama mereka adalah untuk menangkap cucuKu ini!? Pasti yang bisa aku lakukan hanyalah bersembunyi dari mereka! Dan apakah hal itu akan aman!? Tentu saja tidak akan aman bagi kami! Sehingga pada saat ini, pria tua ini hanya bisa meminta bantuan dari pendekar Ma dan juga sekte Bambu Kuning, jika bisa! Tolong lindungi cucuKu ini!." Ujar Bing Yuchen.


"Apakah patriak dan juga para tetua yang lain mau tinggal untuk sementara di sekte Bambu Kuning sampai kekacauan ini selesai!?." Tanya Ma Guang lagi.


Patriak Bing Yuchen langsung menatap ke arah para tetua sekte Es Abadi sebelum menjawab pertanyaan Ma Guang tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya patriak Bing Yuchen pun menjawab pertanyaan pemuda tersebut.


"Pendekar Ma! Aku takut kami akan lebih merepotkan lagi jika tinggal di sekte Bambu Kuning!." Ujar Bing Yuchen.


"Menurutku, hal itu tidak akan merepotkan bagi sekte Bambu Kuning, jadi senior tidak perlu sungkan untuk menerima tawaranKu ini!." Ujar Ma Guang tulus.


"Iya patriak Bing! Kami sangat setuju dengan apa yang di katakan oleh pelindung sekte kami!." Sambung tetua agung Xiang Zhang.


"Apa!? Pelindung sekte!?." Gumam patriak Bing Yuchen yang merasa terkejut saat mendengar perkataan tetua Xiang Zhang.


"Mohon maafkan pria tua ini yang tidak mengetahui status pelindung sekte Bambu Kuning!." Tutur Bing Yuchen sambil menangkupkan tangannya.


"Senior tidak perlu seperti itu! Aku merasa lebih nyaman di saat senior memanggilKu dengan panggilan sebelumnya." Ujar Ma Guang yang langsung merasa canggung.


"Jika hal itu yang pendekar Ma inginkan! Orang tua ini juga tidak bisa menolaknya!." Tutur Bing Yuchen.


"Jadi senior juga menerima tawaran yang aku berikan barusan!?." Tanya Ma Guang lagi.


"Baiklah! Kami yang tersisa untuk sementara waktu, kami akan tinggal di sekte Bambu Kuning!." Jawab Bing Yuchen.

__ADS_1


"Terima kasih atas kebaikan hati dari pendekar Ma dan juga tetua agung Xiang Zhang!." Lanjut Bing Yuchen.


~Bersambung~


__ADS_2