Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 206. Pertemuan Sekte Aliran Putih


__ADS_3

Kehancuran istana kekaisaran Qiang menjadi berita terhangat yang tersebar di seluruh wilayah kekaisaran Qiang.


Banyak orang tidak menyangka jika seorang pemuda saja mampu melakukan hal itu, dan kembali lagi nama sekte Naga Surgawi yang kembali di perbincangkan, sebab pemuda itu adalah seorang pendekar yang berasal dari sekte tersebut.


Sedangkan Ma Guang sendiri kini sudah kembali lagi ke penginapan yang dia sewa di kota Nyingchi.


Saat memasuki penginapan tersebut, ternyata kabar tentang kematian empat pelindung serta perdana menteri Gar Yulsung dan juga kehancuran istana kekaisaran sudah tersebar hingga ke kota Nyingchi.


Hal itu hanya membutuhkan waktu selama beberapa jam saja setelah peristiwa itu terjadi.


Para pelayan yang awalnya pernah melihat seorang prajurit yang bersujud di hadapan pemuda itu sambil mengucapkan nama sekte Naga Surgawi langsung menyambut Ma Guang dengan sangat ramah.


"Mari tuan pendekar, apakah ada hal yang pendekar butuhkan saat ini?". Tanya pelayan tersebut.


"Tidak! Terima kasih!". Ucap Ma Guang sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke kamar yang di sewanya.


Se Tsundue beserta ayahnya Se Tsomo langsung terkejut mendengar kabar tersebut.


Wanita cantik itu langsung pergi ke penginapan tempat Ma Guang berada untuk menemui pemuda tersebut.


"Mari nona Se Tsundue, apakah ada yang bisa saya bantu!". Sambut sang pelayan.


Se Tsundue langsung menjelaskan kepada pelayan tersebut tujuannya datang ke penginapan itu.


"Dimana kamar dari pemuda itu?". Tanya Se Tsundue.


Pelayan tersebut langsung menjelaskan kepada Se Tsundue dimana kamar yang di tempati oleh Ma Guang.


Setelah mengetahuinya, wanita itu langsung berjalan menuju kekamar tersebut.


Tok...tok...tok


"pendekar Ma!".


"Pendekar Ma!".


Suara seorang wanita terdengar di depan pintu kamar Ma Guang.


Ma Guang yang dalam keadaan bermeditasi langsung menghentikan kegiatannya itu.


Pemuda itu langsung mengetahui siapa wanita yang sedang mengetuk pintu kamarnya.


Ma Guang langsung membuka pintu kamarnya dan menyapa Se Tsundue.


"Ada apa nona Se? Apakah ada hal penting yang ingin nona Se Tsundue bahas denganKu?". Tanya Ma Guang.

__ADS_1


"Iya! Aku hanya ingin menanyakan tentang...." Se Tsundue tidak dapat melanjutkan kata - katanya.


"Nona Se! Mari masuk dan kita bahas hal itu di dalam saja". Ucap Ma Guang memotong perkataan Se Tsundue.


Ma Guang pun memberikan isyarat dengan tangannya untuk mempersilahkan Se Tsundue masuk kekamar yang dia tempati.


Wanita cantik itu pun langsung memasuki kamar tersebut dan langsung duduk di kursi yang sudah tersedia.


Akhirnya Se Tsundue kembali menanyakan tentang peristiwa yang terjadi di istana kekaisaran Qiang.


Ma Guang pun langsung menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.


Setelah mendengar penjelasan dari Ma Guang, akhirnya wanita tersebut sudah mengetahui hal apa yang membuat sehingga Ma Guang melakukan hal tersebut.


Wanita itu pun langsung berjalan keluar dari kamar Ma Guang dan kembali ke kediamannya.


Se Tsundue langsung menemui ayahnya dan menjelaskan semua yang telah terjadi.


***


Di sekte Tapak Suci.


Pertemuan yang di atur oleh kaisar Zhou Muwang di hadiri oleh para patriak sekte besar aliran putih dan juga aliran netral.


Aura intimidasi dari seorang pendekar agung tingkat dasar sangat di rasakan oleh semua pendekar yang berada di dalam aula utama sekte Tapak Suci


Bangunan aula tersebut berguncang seakan ingin di hancurkan oleh aura intimidasi tersebut.


Saat sudah menginjakkan kakinya di tanah, Xia Jiao langsung menarik kembali aura pendekar agung yang merembes keluar dari dalam tubuhnya.


Begitu juga dengan sepuluh orang gadis lainnya.


Mereka langsung melangkahkan kakinya memasuki aula utama sekte Tapak Suci dengan pakaian kebesaran dari sekte Bunga Persik.


Tatapan para petinggi sekte serta kaisar langsung tertuju kearah datangnya sebelas orang gadis tersebut.


"Sangat kuat! Apakah mereka memang berasal dari sekte Bunga Persik?".


"Bukankah sekte Bunga Persik sudah di hancurkan oleh sekte Beruang Putih dari kekaisaran Qiang?".


"Apakah sekte Bunga Persik sudah bangkit lagi?".


Pertanyaan - pertanyaan yang keluar dari mulut orang - orang yang hadir di tempat itu.


"Sepertinya kalian sudah melupakan sekte Bunga Persik sehingga tidak mengundang kami untuk menghadiri pertemuan ini". Ucap Xia Jiao dengan nada suara yang mengintimidasi.

__ADS_1


"Maafkan atas kelancangan kami! Tetapi jika boleh kami semua yang ada di tempat ini mengetahui, siapa nona ini?". Tanya patriak Tapak Suci Hu Wei.


"Aku adalah matriak baru dari sekte Bunga Persik Xia Jiao yang telah di hancurkan oleh sekte Beruang Putih". Jawab Xia Jiao.


"Apakah ada yang merasa keberatan jika aku bergabung dalam pertemuan ini?". Tanya Xia Jiao.


"Oh, tidak Dewi Persik Barat". Ucap patriak Hu Wei yang menyebutkan gelar Xia Jiao saat menjadi jenius mudah kekaisaran Zhou.


"Kami dengan sangat bersyukur karena Dewi ikut bergabung juga di dalam pertemuan ini". Lanjut patriak Hu Wei.


"Ayo, mari silhkan Dewi mengambil tempat yang sudah di sediakan". Ucap kaisar Zhou Muwang.


Xia Jiao langsung duduk dan mulai mengambil kendali untuk berbicara di dalam ruangan tersebut.


"Aku datang kesini untuk mendengarkan segala peristiwa yang telah terjadi akhir - akhir ini di wilayah kekaisaran Zhou ini". Ujar Xia Jiao.


Kaisar Zhou Muwang mulai menjelaskan segala hal yang terjadi di wilayah kekaisaran tersebut yang di lakukan oleh sekte - sekte aliran hitam.


Para patriak juga ikut juga membantu menjelaskan apa yang mereka ketahui.


"Perkembangan kekuatan sekte aliran putih saat ini sangat mencengangkan, ada begitu banyak pendekar suci tingkat puncak yang mulai melakukan penjarahan serta perbuatan - perbuatan anarkis lainnya, sehingga sudah ada beberapa tetua serta para murid dari sekte aliran putih yang menjadi korban saat ingin membantu penduduk yang desanya di serang oleh para pendekar aliran hitam".


"Menurut isu yang beredar, ketua sekte Gagak Hitam, ketua sekte Lembah Tengkorak, ketua sekte Seribu Racun serta ketua sekte Kalajengking Merah kini kultivasi mereka sudah berada di tingkat pendekar langit, hal itulah yang membuat para pendekar dari sekte aliran putih tidak bisa mengimbangi kekuatan mereka". Terang patriak Hu Wei.


"Yang lebih meresahkan lagi, keempat sekte aliran hitam itu ingin melakukan penyerangan terhadap ibu kota kekaisaran Zhou dalam waktu dekat ini". Sambung kaisar Zhou Muwang.


"Yang Mulia kaisar! Menurut apa yang aku tahu, tiga tahun lalu putriMu sudah menjadi seorang pendekar suci yang membuka gerbang kedua, jika di pikir - pikir, karena dirinya selalu berada di samping Ma Guang, sudah bisa di pastikan saat ini, kemungkinan besar putri anda juga sudah menjadi seorang pendekar langit". Ujar Xia Jiao.


Mendengar apa yang di katakan oleh Xia Jiao, kaisar dan juga para pemimpin sekte yang ada langsung terkejut.


"Apa? Bagaimana mungkin tingkatan yang sangat sulit untuk di capai itu kini sudah ada banyak pendekar yang bisa menerobosnya?". Gumam patriak Hu Wei.


Patriak Hu Wei tidak perlu terlalu terkejut seperti itu, sebab sepuluh orang gadis yang bersama denganKu ini, sudah mencapai pendekar petapa". Ungkap Xia Jiao dengan santai.


"Apa? Pedekar petapa? Di usia yang masih sangat muda sudah mencapai tingkat tersebut? Sangat di luar imajinasi kita". Ujar patriak Chang Wu dengan raut wajah yang tidak percaya.


"Baguslah kalau seperti itu! Berarti dengan adanya kekuatan dari dewi dan juga para anggota sekte Bunga Persik yang lain, kekuatan ini sudah bisa untuk mengimbangi kekuatan dari sekte aliran hitam". Ujar Kaisar.


"Jika hanya itu pokok pembahasan dari pertemuan saat ini, semuanya menurutku sudah jelas, oleh karena itu, kami pamit undur diri dahulu". Ucap Xia Jiao sambil berdiri dan meninggalkan aula utama sekte Tapak Suci dan di antarkan oleh para petinggi sekte aliran putih.


Saat sampai di halaman aula, sebelas gadis itu langsung melesat terbang keudara.


"Benar - benar jenius muda yang sangat berbakat."


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2