Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 109. Pertempuran (II)


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian Ma Guang dan juga pasukannya menunggu kedatangan pasukan dari kerajaan Lai, tetapi pada kenyataannya mereka tidak datang juga untuk mengejar mereka.


Akhirnya Ma Guang kembali mengirimkan prajuritnya untuk mengecek situasi dan posisi pasukan musuh.


Prajurit yang akan memata - matai pasukan musuh di kirim ke tiga arah dari tempat mereka saat itu.


Hal itu di lakukan untuk mencegah jangan sampai pasukan musuh akan memberikan serangan kejutan dari kedua sisi dimana tempat mereka berada saat itu.


Dua belas orang prajurit langsung melesat dengan cepat melaksanakan apa yang Ma Guang perintahkan.


Sedangkan bagi prajurit yang lain langsung beristirahat setelah sudah menyiapkan perlengkapan mereka untuk menyerang pasukan musuh.


Beberapa saat kemudian, dari arah depan datang prajurit yang sebelumnya telah di perintahkan oleh Ma Guang untuk memeriksa situasi serta posisi dari pasukan musuh.


Setelah tiba, keempat prajurit itu langsung menghadap Ma Guang untuk melaporkan hasil pemantauan mereka.


"Lapor jenderal! Semua pasukan musuh kini sudah berbalik menuju kota Ye. Semua mayat dari pasukan yang gugur sudah di bakar oleh mereka". Ucap salah satu prajurit.


"Apakah benar - benar pasukan mereka sudah seluruhnya kembali ke kota Ye?". Tanya Ma Guang untuk lebih memastikan lagi.


"Iya jenderal! Kami sangat yakin akan hal itu". Jawab sang prajurit.


"Baiklah! Kalau begitu, mari kita bergerak menuju ke base camp pasukan penjaga perbatasan mereka". Ucap Ma Guang.


Mereka langsung bergerak menuju ke arah selatan dimana tempat camp pasukan musuh berada.


Di camp pasukan penjaga perbatasan sendiri, kini sudah dalam situasi yang kondusif, hal itu di sebabkan karena informasi yang baru saja mereka terima, bahwa pasukan bantuan sebanyak sepuluh ribu prajurit telah di hancurkan oleh pasukan dari kerajaan Qi yang memiliki jumlah yang sangat sedikit.


"Bagaimana bisa seperti itu? Bagaimana pekerjaan mata - mata kita hingga pasukan kita yang berjumlah besar itu bisa di kalahkan oleh pasukan musuh yang hanya berjumlah sekitar lima ratusan orang?". Ucap seorang pria yang menjadi pemimpin di tempat itu.


"Sepertinya mata - mata kita tidak selamat jenderal, sebab sampai saat ini, tidak ada satu pun mata - mata kita yang datang untuk menyampaikan informasi kepada kita selain informasi yang dibawa oleh seekor burung merpati". Ucap salah satu komandan pasukannya.


"Persiapkan semua pasukan untuk mengantisipasi hal terburuk yang akan terjadi, sambil kita mundur ke kota Ye". Ucap sang pemimpin.


Semua pasukan yang berada di camp tersebut langsung mempersiapkan segala sesuatu yang bisa di gunakan oleh mereka untuk bertempur dan juga membawa juga perbekalan mereka yang masih tersisa.


Pasukan yang berjumlah tiga ribu orang tersebut langsung bergerak mundur ke kota Ye untuk bergabung dengan sisa pasukan yang kembali karena telah di serang oleh musuh.

__ADS_1


Saat mereka sedang bergerak untuk menuju ke kota Ye. Pasukan Ma Guang juga telah tiba di tempat itu.


Pasukan milik Ma Guang langsung melancarkan serangan secara gerilya dari dalam hutan dengan mengunakan anak panah mereka.


"Buat pertahanan dan perlindungan!". Ucap sang pemimpin.


Prajurit yang memegang tameng langsung membentuk formasi pertahanan serta perlindungan.


Walau pun mereka telah membuat pertahanan serta perlindungan, namun sudah ada ratusan prajurit mereka yang terkena terlebih dahulu serangan anak panah milik prajurit Ma Guang.


Tetapi hal itu juga membuat serangan anak panah yang di lepaskan oleh prajurit Ma Guang selanjutnya bisa di bendung.


Melihat serangan gerilya mereka sudah tidak efektif dengan pertahanan serta perlindungan yang pasukan musuh buat. Ma Guang langsung mengajak Xia Jiao, Yuan Jiali dan juga komandan You Tao untuk menghancurkan pertahanan lawan yang mereka buat dari tameng mereka masing - masing.


Namun di saat ke empat pemimpin tersebut menghancurkan pertahanan lawan, semua prajurit Ma Guang sudah siap dengan anak panah mereka untuk di lepaskan jika memiliki peluang yang pasti.


Ma Guang langsung melesat mendekati formasi pertahanan yang mereka buat.


Melihat hal itu, pasukan musuh langsung menyambut mereka berempat dengan tombak panjang milik mereka.


Blaaarrr


Suara benturan serangan pedang yang sudah di baluti dengan perubahan bentuk energi tenaga dalam milik Ma Guang langsung menghancurkan formasi pertahanan yang dia serang.


Xia Jiao, Yuan Jiali dan juga komandan You Tao juga melakukan hal yang sama dengan Ma Guang.


Tetapi kehancuran paling kecil terjadi adalah serangan yang di lancarkan oleh komandan You Tao.


Tiga orang lainnya juga telah membuat suatu kehancuran yang sangat serius yang mengakibatkan ratusan anak panah langsung melesat ke arah pasukan kerajaan Lai.


Ma Gua dan tiga orang lainnya terus mengobrak abrik pasukan musuh. Serangan yang di lancarkan oleh pasukan musuh tidak berarti sama sekali bagi mereka berempat.


Sedangkan pasukan kerajaan Lai kini sudah mulai banyak yang kehilangan nyawanya di akibatkan serangan yang di lakukan oleh prajurit dengan anak panahnya dan juga serangan yang di lakukan oleh Ma Guang dan tiga orang lainnya.


Pasukan musuh tetap melakukan perlawanan terhadap ke empat orang yang menyerang mereka.


Namun karena kemampuan para prajurit jauh berada di bawah kemampuan ke empat orang lawan mereka, sehingga korban jiwa yang jatuh di pihak lawan semakin banyak.

__ADS_1


Akhirnya pemimpin pasukan berteriak kepada prajuritnya untuk mundur ke arah kota Ye sambil membuat pertahanan dengan tameng di tangan mereka masing - masing.


Seluruh pasukan musuh yang kini langsung bergerak cepat untuk mundur dan kembali membentuk formasi pertahanan dengan tombak panjang telah di siapkan untuk menusuk siapa pun yang akan datang mendekati formasi pertahanan mereka.


Korban yang berjatuhan kini mulai bertambah, karena sebagian prajurit yang ingin mundur dan bergabung kembali dengan kelompok pasukan yang lain, pergerakan mereka masih sangat lambat, sehingga ke empat orang yang menyerang, masih bisa membinasakan mereka.


Sekitar seribu lebih prajurit musuh kini sudah binasa oleh karena serangan ke empat orang dan juga serangan anak panah dari prajurit Ma Guang.


Melihat apa yang telah terjadi, akhirnya pemimpin pasukan tersebut langsung menyuruh seluruh prajuritnya untuk melarikan diri.


Pemimpin pasukan dan juga prajurit yang tersisa lansung berlari menuju ke arah kota Ye untuk menyelamatkan diri mereka masing - masing.


Peralatan perang serta perbekalan mereka langsung di tinggalkan begitu saja, tidak ada yang mereka bisa bawah selain diri mereka sendiri.


Sorakan prajurit Ma Guang langsung bergema, hal itu karena kemenangan yang baru saja mereka raih.


Apa pun yang di tinggalkan oleh pasukan musuh yang bisa mereka gunakan nanti, semuanya di kumpulkan oleh prajurit Ma Guang untuk mereka gunakan.


Tidak lama kemudian, pasukan yang di pimpin oleh jenderal yang memimpin pasukan penjaga perbatasan telah tiba di camp pasukan musuh yang kini sudah di kuasai oleh pasukan Ma Guang.


Melihat situasi di tempat itu, sang jenderal langsung lebih merasa bertambah hormat kepada Ma Guang, sebab dirinya sudah langsung mengenali pasukan yang kini berada di camp tersebut dengan begitu banyak mayat yang bergelimpangan.


"Ternyata orang ini memang sesuai dengan rumor yang beredar, dengan pasukan yang di milikinya, dia mampu menghancurkan pasukan musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak dari pasukan yang di milikinya". Gumam sang jenderal tersebut.


Pria itu langsung mendekati pasukan Ma Guang serta mencari keberadaan pemimpin pasukan tersebut.


Akhirnya dia bisa menemukan posisi keberadaan Ma Guang.


"Hormat kepada jenderal Ma!". Ucap sang jenderal perbatasan sambil mengambil sikap hormat.


"Ah! Tidak perlu terlalu sungkan begitu. Tempat ini harus di kuasai oleh pasukan inti yang biasa menjaga perbatasan dan juga akan di bantu oleh pasukan yang lain. Sedangkan untuk mengantisipasi pergerakan musuh, jenderal harus mengutus beberapa mata - mata untuk mengawasi pergerakan mereka". Ucap Ma Guang.


Pemuda itu memberikan penjelasan kepada sang jenderal untuk meletakan juga sebagian pasukan di sisi jalan yang akan mulai memasuki hutan, agar bisa memberikan serangan kejutan untuk pasukan musuh yang akan datang menyerang mereka.


Setelah selesai memberikan penjelasan tentang strategi yang harus di lakukan oleh sang jenderal dalam mempertahankan wilayah yang sudah mereka kuasai saat ini. Akhirnya Ma Guang dan juga pasukannya kembali beristirahat untuk menunggu jenderal Fan Gui beserta pasukannya untuk bersama - sama melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kota Pingcheng.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2