Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 277. Rencana Rigsang


__ADS_3

Karena situasi di benua tengah sedang memanas akibat pergerakan sekte aliran putih yang mulai berniat untuk menyerang sekte atau pun organisasi serta kelompok aliran hitam, sehingga para utusan sekte Iblis Darah yang ada di sekte Iblis Hitam kini meminta patriak Rigsang untuk mengadakan pertemuan.


Di aula sekte Iblis Hitam, kini telah berkumpul para petinggi sekte tersebut dan juga para pendekar dewa dari sekte Iblis Darah.


Mereka kini sedang mendiskusikan tentang penyerangan yang akan di lakukan terhadap sekte Phoenix Api, sekte Bambu Kuning dan juga seorang pendekar dewa.


Di antara mereka ada para petinggi sekte Kalajengking Merah Xuezi Wang dan Hong Mogui serta petinggi sekte Seribu Racun ketua Dushen dan Emo Zhi Shou.


Patriak Rigsang yang kini telah pulih dari luka dalamnya duduk di kursi kebesarannya dan mulai berkata.


"Kita memiliki tiga permasalahan saat ini, selain permasalahan kita dengan sekte Phoenix Api! Ada juga seorang pendekar dewa dan juga sekte Bambu Kuning yang berada di wilayah kekaisaran Zhou yang sedang mengejar para anggota dari sekte Kalajengking Merah dan sekte Seribu Racun, sehingga kira - kira bagaimana para utusan menanggapi permasalahan tersebut!?." Tutur Rigsang meminta petunjuk kepada para utusan dari sekte Iblis Darah.


Seorang pendekar dewa Langit puncak langsung berdiri dari tempat duduknya dan berkata.


"Ketua Rigsang! Apakah memang yang memburu para anggota sekte Kalajengking Merah benar - benar hanya satu orang pendekar dewa saja!?." Tanya pendekar tersebut.


"Iya Tetua!." Jawab Rigsang.


"Seberapa kuat pendekar dewa tersebut!?." Tanya pendekar itu lagi.


"Bagaimana tetua Hong?." Tanya Rigsang kepada Hong Mogui.


"Sepertinya kekuatannya sebegai pendekar dewa bumi tetua! Akan tetapi aku belum tahu pasti mereka berasal dari sekte mana! Sebab yang menyerang sekte kami terlebih dahulu adalah seorang pendekar agung wanita! Dan di tolong oleh pendekar dewa tersebut!." Jawab Hong Mogui sambil menatap kearah sang utusan.


"Bagaimana dengan kekuatan dari sekte Bambu Kuning yang memburu para anggota sekte Seribu Racun!?." Tanya utusan itu lagi.


"Bagaimana ketua Du Shen?." Tanya Rigsang sambil menatap ke arah tetua Du Shen.


"Menurut informasi yang kami peroleh! Tetua agung mereka kini sudah berada di tingkat pendekar Spiritual puncak! Namun seorang pendekar muda bernama Ma Guang, mampu membuat seorang pendekar agung menjadi kabut darah dalam sekali serang saja!." Tutur Dushen menjawab pertanyaan sambil menatap kearah utusan itu.


"Bisa di simpulkan bahwa pendekar muda tersebut adalah seorang pendekar dewa bumi puncak! Sedangkan patriak mereka kemungkinan seorang pendekar agung!." Tutur utusan itu.


"Mohon maaf tetua! Tetapi aku juga telah terluka karena perbuatan pendekar muda bernama Ma Guang itu!." Tutur Rigsang memotong perkataan utusan tersebut.


"Ternyata pemuda itu sangat berjodoh dengan kita! Kita harus cepat untuk menyingkirkannya!." Tutur utusan itu.


"Ketua Rigsang! Jika ingin menyelesaikan tiga masalah sekalian, menurutKu itu adalah suatu hal yang sangat berat untuk di lakukan! Tetapi setelah aku mendengar apa yang telah kalian sampaikan tadi, aku bisa menyimpulkan bahwa, sebaiknya kita menyerang terlebih dahulu sekte Bambu Kuning! Untuk seorang pendekar dewa tersebut, kita harus menyelidikinya terlebih dahulu!."


"Sedangkan untuk sekte Phoenix Api! Melihat kekuatan mereka saat ini yang sepertinya telah mendapatkan bantuan dari sekte besar yang berasal dari benua tengah, kita harus menundanya terlebih dahulu!."


Utusan itu langsung mengambil keputusan untuk masalah yang akan mereka selesaikan.


Saat mereka sedang mendiskusikan hal tersebut, seorang pendekar agung langsung memasuki ruangan aula itu.


"Mohon maaf jika sudah lancang! Tetapi aku harus melaporkan sesuatu kepada ketua!." Tutur pendekar yang baru saja masuk tersebut.


"Apa yang ingin kamu laporkan!?." Tanya Rigsang.


"Di luar formasi pelindung, sepertinya ada seorang pendekar wanita yang terus mengawasi wilayah sekte kita ini! Dan menurut pengamatanKu, sepertinya dia adalah seorang pendekar dewa!." Tutur pendekar tersebut.

__ADS_1


Semua yang ada di dalam ruangan tersebut langsung terkejut dengan apa yang baru saja di sampaikan oleh pendekar itu.


"Apakah dia pendekar wanita yang datang menyerang ke sekte kita!?." Gumam Hong Mogui di dalam hatinya.


"Tetapi bagaimana mungkin dia sudah menjadi pendekar dewa dalam waktu yang singkat!?." Pikir Hong Mogui lagi.


"Ketua! Apakah kita harus pergi untuk memergokinya!?." Tanya seorang tetua sekte Iblis Hitam.


"Ketua Xiezi Wang! Tetua Hong Mogui! Para utusan yang terhormat! Bagaimana kalau kita pergi untuk menemui pendekar wanita itu!?." Tutur Rigsang.


"Ayo!." Tutur utusan dari sekte Iblis Darah.


Mereka pun langsung bergegas untuk keluar dari dalam aula utama sekte.


Mereka pun keluar dari pintu gerbang yang ada di sekte tersebut.


Saat Xia Jiao yang memperhatikan sekte tersebut, melihat para pendekar dewa langit, pendekar dewa bumi dan juga para pendekar agung keluar dari pintu gerbang tersebut, wanita itu langsung merasa curiga dengan pergerakan mereka.


Akhirnya pendekar dewa langit puncak menemukan keberadaan Xia Jiao.


Wanita itu langsung saling bertatapan dengan pendekar dewa langit puncak itu.


Dengan cepat pendekar dewa langit itu langsung melesat terbang menuju ke tempat dimana Xia Jiao berada.


Wanita itu pun langsung menyambut kedatangan mereka dan bersiap untuk bertarung.


Saat sudah tiba di tempat dimana Xia Jiao berada, ketua Rigsang langsung bertanya.


"Ha...ha...ha...ha! Ternyata kalian sudah mengetahui jika aku selalu mengawasi sekte kalian!...memang benar! Aku datang ke tempat ini untuk mencari kedua pria itu dan juga seluruh anggota sekte mereka!." Tutur Xia Jiao sambil menunjuk ke arah Xiezi Wang dan Hong Mogui sambil aura pekat pendekar dewa langit awal keluar dari dalam tubuh wanita tersebut.


"Apa? Mengapa dirinya sudah menerobos menjadi pendekar dewa langit! Apakah dia seorang monster!?." Pikir Hong Mogui sambil matanya terbelalak.


Rigsang dan juga para utusan langsung menatap ke arah Hong Mogui dan juga Xiezi Wang.


Mereka seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar dari wanita itu.


"Nona! Sebenarnya ada masalah apa sehingga kamu menyerang sekte Kalajengking Merah!?." Tanya utusan yang juga adalah seorang pendekar dewa langit puncak.


Pria itu telah menyerang desa Quanshui, dan telah membunuh semua keluargaKu, sehingga aku juga ingin membunuh semua keluarganya!." Tutur Xia Jiao.


"Nona! Jika kamu membunuh seluruh keluarganya! Apakah kamu akan berdamai serta bisa untuk bekerja sama dengan sekte kami?." Tanya Rigsang.


"Aku ingin mempertimbangkannya jika itu bisa aku lakukan!." Jawab Xia Jiao.


Hong Mogui yang mendengar perkataan Rigsang langsung merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut.


Pria empat puluh tahun lebih itu merasa dirinya akan dikhianati oleh Rigsang.


Pria tua itu pun langsung memerintahkan dua orang pendekar agung tingkat puncak untuk menangkap Hong Mogui beserta para tetua dan Xiezi Wang serta memerintahkan juga untuk pergi membawah seluruh keluarganya.

__ADS_1


"Apakah ini adalah suatu kesalahpahaman? Mengapa bisa seperti ini?." Tutur Hong Mogui yang langsung di iyahkan oleh Xuezi Wang.


Karena kekuatan mereka masih lebih dibawah dari Rigsang, sehingga Xiezi Wang, Hong Mogui langsung bersatu agar bisa melarikan diri.


Dushen dan Emo Zhi Shou yang melihat perlakuan Rigsang terhadap ketua serta para tetua dari sekte Kalajengking Merah langsung merasa bahwa hal itu bisa saja terjadi kepada sektenya juga.


sehingga Dushen langsung menghubungi Emo Zhi Shou untuk bisa membantu para anggota sekte Kalajengking Merah.


"Utusan! mengapa bisa seperti ini!? Kita adalah bawahan dari sekte Iblis Darah, mengapa memperlakukan kita seperti ini!?." Tanya Dushen.


"Ketua Dushen! masalah ini untuk sementara aku serahkan kepada ketua Rigsang!." Tutur utusan tersebut.


Sedangkan Rigsang hanya tersenyum menatap para pendekar yang berasal dari sekte Kalajengking Merah dan juga dari sekte Seribu Racun.


Para utusan dari sekte Iblis Darah hanya diam saja saat mendengar keputusan yang di ambil oleh Rigsang tersebut.


Beberapa saat kemudian, seorang pendekar agung langsung datang melapor.


"Ketua! Seluruh keluarga tetua Hong Mogui dan juga para anggota sekte Kalajengking Merah kini sudah di kumpulkan di alun - alun aula utama sekte!."


"Bagus! Nona! Mari kita masuk ke dalam wilayah sekteKu!." Ajak Rigsang.


"Ketua Rigsang! Kenapa bisa jadi seperti ini!? Mengapa kamu mengkhianati kami!?." Teriak Xiezi Wang.


"Ketua Wang! Hidup itu adalah pilihan, jika kita bisa mendapatkan rekan kerja yang lebih kuat, apa salahnya jika kita menyerahkan rekan yang lemah!." Tutur Rigsang.


Xia Jiao yang mendengar perkataan Rigsang tidak ingin langsung mempercayainya.


"Jika aku memasuki sekte mereka, sudah bisa di pastikan aku akan terjebak di dalamnya! Ini pasti adalah sebuah jebakan untuk diriKu!." Pikir Xia Jiao.


"Pria tua! Jika memang apa yang kamu lakukan ini adalah tulus! Bawah mereka semua keluar dari wilayah sekteMu! Aku akan mengeksekusi mereka semua di luar sini agar tidak mengotori sekteMu!." Tutur Xia Jiao.


Rigsang yang mendengar perkataan Xia Jiao langsung merasa kecewa.


"Sial! Sepertinya dia terlalu berhati - hati untuk bertindak!."


"Baiklah jika itu yang nona inginkan!." Balas Rigsang yang langsung menyuruh seorang tetua untuk melakukan apa yang di katakan oleh Xia Jiao.


Ketua Xiezi Wang, Hong Mogui, Dushen, Emo Zhi Shou beserta para tetua lainnya kembali menjadi geram dengan apa yang di katakan oleh Rigsang.


Setelah beberapa saat kemudian, Xia Jiao langsung melihat rombongan yang keluar dari dalam sekte Iblis Hitam yang di jaga oleh para anggota bawahan Rigsang.


"Nona! Itu adalah semua anggota keluarga dari sekte Kalajengking Merah!." Tutur Rigsang sambil menunjuk kearah rombongan yang baru saja keluar.


"Bawah kedepan istri dan anak - anak dari Hong Mogui!." Perintah Rigsang lagi.


Para anggota sekte Iblis Hitam langsung melakukan apa yang Rigsang perintah.


Mata Xia Jiao langsung terbelalak saat melihat seorang wanita dengan dua orang bocah yang baru saja di giring kedepan itu.

__ADS_1


"Wanita itukan adalah....!." Gumam Xia Jiao yang tidak bisa melanjutkan kata - katanya karena bisa mengenali wanita tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2