Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 77. Bertemu Guru Su Tian


__ADS_3

"Apa!? Rantai Pengikat Dewa? Nama jurusnya saja sudah membuat aku ngeri! Tetapi memang aku akui, jika aku bertarung lama dengan mereka, diriKu juga pasti akan kelelahan dan akan tertangkap oleh rantai ini." Ucap Ma Guang jujur sambil menatap kagum rantai yang melilit tubuhnya itu.


"Tetua Sim Lan! Bagaimana caranya menguasai jiwa senjata?." Tanya Ma Guang.


"Yang aku tau, jiwa kita harus bisa menyatu dengan jiwa senjata kita, agar kita bisa mengendalikannya dari jarak yang jauh sekali pun. Serta bisa menciptakannya dengan energi tenaga dalam yang kita miliki." Ucap tetua Sim Lan.


"Apakah para patriak sekte besar memiliki jiwa senjata?." Tanya Ma Guang lagi.


"Yang aku ketahui, tidak ada di antara patriak sekte besar yang memiliki jiwa senjata mereka." Jawab tetua Sim Lan lagi.


"Berarti keempat pendekar ini adalah pendekar paling jenius yang ada saat ini." Ucap Ma Guang.


"Jika mereka sudah mencapai pendekar suci, tidak akan ada yang bisa menandingi mereka jika bertarung satu lawan satu. Aku harus menguasai teknik itu, agar supaya kekuatanKu benar - benar tidak bisa tertandingi." Lanjut Ma Guang lagi.


Memang Ma Guang memiliki kitab yang tingkatannya entah tergolong kitab tingkat tinggi atau tingkat apa.


Namun kitabnya hanya mengajarkan teknik bagaimana cara yang cepat untuk mencapai tingkatan pendekar sampai ketahap tingkat tinggi. Bukan mengajarkan suatu jurus tingkat tinggi.


Untuk pemahaman awal yang Ma Guang dapati informasinya dari guru Su Tian, kitab itu adalah kitab jurus - jurus tingkat tinggi yang tidak bisa di pelajari jika belum memiliki pencapaian tenaga dalam yang tinggi.


Namun semua itu sudah terbantahkan, karena kitab itu kini sudah mampu di pelajari oleh Ma Guang.


"Aku harus mencari seseorang yang mengerti untuk mengajariKu teknik untuk menguasai jiwa senjata dan juga seorang penempa senjata untuk menempa rantai ini menjadi sebuah pedang." Gumam Ma Guang.


"Ayo kita melanjutkan perjalanan kita, di desa ini keberadaan kita tidak begitu aman, karena itu, lebih baik kita pergi dari desa ini." Ucap Ma Guang.


Keempat orang lainnya langsung menganggukan kepala mereka tanda mengiyahkan apa yang pemuda itu ucapkan.


"Kita harus menggunakan kecepatan ilmu meringankan tubuh kita agar bisa tiba di tempat guruKu sebelum tengah malam." Ucap Ma Guang sambil meraih tangan Yuan Jiali dan melesat dengan cepat yang di ikuti oleh tiga orang lainnya.


Modal untuk perjalanan mereka sudah sangat banyak, uang emas yang di miliki oleh anggota kelompok sekte Seribu Racun, selain di bagikan kepada para penduduk, mereka juga mengambil koin emas lainnya untuk modal hidup mereka.


Sambil melesat di udara dan berpindah dari pohon satu ke pohon yang lain, Ma Guang terus menajamkan persepsinya untuk mengantisipasi situasi yang ada di depan rombongan mereka.


Setelah sekitar 2 jam mereka melakukan perjalanan, Ma Guang langsung menghentikan gerakannya dan memastikan jika jalan yang berada di depan mereka adalah jalan masuk untuk menuju ke tempat tinggal gurunya.


"Ayo kita masuk kedalam hutan, sepertinya kita sudah tidak jauh dari tempat tinggal guruKu." Ajak Ma Guang.


Mereka berlima langsung bergerak masuk kedalam hutan untuk menuju ke tempat kediaman gurunya.


Satu jam kemudian, Ma Guang kembali menghentikan gerakannya.


"Kalian bertiga tunggu disini, aku dan nona Xia akan pergi mengecek apakah di tempat itu masih di tinggali guruKu atau sudah ada orang lain yang meninggalinya." Ucap Ma Guang karena melihat kediaman gurunya begitu terang.


Dengan berhati - hati, kedua pendekar muda itu mendekati gubuk milik guru mereka.


Setelah tiba di gubuk tersebut, Ma Guang tidak melihat jika ada orang di dalam gubuk itu.


Sedangkan Xia Jiao, gadis itu sudah melihat gurunya sedang duduk bermeditasi di tengah - tengah halaman kediamannya.

__ADS_1


Gadis itu langsung turun tepat di hadapan gurunya Su Tian.


Merasakan seperti kedatangan seorang tamu, Su Tian langsung membuka matanya dan menyerang kearah sosok di depannya.


"Cakar Harimau Buas." Teriak Su Tian sambil menyerang Xia Jiao.


Melihat apa yang di lakukan gurunya, Xia Jiao hanya menghindari serangan itu dengan santai.


"Guru! Ini aku Xia Jiao!." Ucap Xia Jiao.


"Apa!? Ma...maafkan guru karena tidak bisa mengenali diriMu!." Ucap Su Tian sambil menghentikan serangannya dan menatap dengan teliti kearah wajah Xia Jiao.


"Jiao'er! Iya, kamu memang Jiao'er! Dimana Guang'er?." Tanya Su Tian.


"Aku disini guru!." Ucap Ma Guang sambil berjalan mendekati gurunya.


"Apa yang sedang guru lakukan saat ini?." Tanya Ma Guang.


"Guru ingin menerobos untuk menjadi pendekar ahli. Sudah lama guru selalu mencobanya, tetapi belum juga berhasil untuk menggapainya." Ucap Su Tian dengan nada suara yang sudah putus asa.


Nona Xia! Tolong panggilkan mereka bertiga untuk datang kesini dan langsung saja masuk kedalam dan beristirahat, aku akan menemani guru untuk mengarahkan agar bisa menerobos menjadi pendekar ahli." Ucap Ma Guang.


Xia Jiao langsung melesat keatas cabang pohon dan melanjutkannya berpindah ke cabang pohon yang lain.


Melihat apa yang gadis itu lakukan, mata Su Tian langsung terbelalak.


"Sudah sejauh mana pencapaian Jiao'er?." Tanya Su Tian.


"Apa!? Sudah menjadi pendekar suci!? Bagaimana bisa seperti itu? Yang aku tau di dunia persilatan saat ini, untuk menjadi seorang pendekar suci sangat sulit, apa lagi di usia Jiao'er yang masih sangat muda itu!." Ucap Su Tian merasa tidak percaya dengan apa yang Ma Guang sampaikan.


"Guru tenang saja, karena guru juga bisa mencapai hal itu dengan cepat, karena aku juga saat ini sudah menjadi pendekar suci." Ucap Ma Guang.


Su Tian terdiam setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Ma Guang, dirinya seperti sedang bermimpi saat mendengar apa yang Ma Guang ucapkan.


"Kalian benar - benar sangat jenius!." Ucap Su Tian.


"Itu berkat kitab yang guru berikan kepadaKu waktu itu." Ucap Ma Guang.


"Apa hubungannya menjadi pendekar suci dengan kitab pemberianKu itu? Yang aku tau kitab itu adalah jurus ilmu bela diri tingkat tinggi yang harus di pahami terlebih dahulu dengan benar agar bisa di gunakan dan itu hanya untuk seorang pendekar tingkat tinggi yang bisa memahaminya." Ucap Su Tian panjang lebar.


"Guru! Itu bukan kitab yang mengajarkan sebuah jurus, melainkan kitab untuk menuntun seseorang agar bisa menjadi pendekar tingkat tinggi dengan cepat." Terang Ma Guang lagi.


"Oh, jadi seperti itu kegunaan kitab tersebut!?." Ucap Su Tian menanggapi perkataan Ma Guang.


"Iya guru! Jadi saat ini saya akan menuntun guru untuk menerobos menjadi pendekar ahli. Bagaimana? Apakah guru sudah siap?."


"Apakah kamu tidak beristirahat terlebih dahulu?." Tanya Su Tian.


"Aku akan membantu guru terlebih dahulu, baru aku akan beristirahat."

__ADS_1


"Apakah kamu tidak merasa lelah?." Tanya Su Tian.


"Tidak guru!."


"Baiklah kalau begitu, ayo kita memulainya!." Ucap Su Tian.


Ma Guang langsung mengarahkan Su Tian untuk memusatkan seluruh energi tenaga dalamnya di titik dantian bagian bawah untuk membuka ruang dantian milik Su Tian.


Sedangkan Ma Guang sudah bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi jika energi tenaga dalam Su Tian di ledakan nanti.


Tiga jam telah berlalu, akhirnya Su Tian sudah bisa memadatkan energi tenaga dalamnya di titik dantian bagian bawah miliknya.


Ma Guang langsung memberikan isyarat untuk meledakan energi tersebut.


Su Tian langsung mengikuti arahan yang Ma Guang berikan.


Booommm


Bunyi ledakan yang terdengar serta mengguncang kediaman milik Su Tian.


Empat orang lainnya langsung tersetak kaget di dalam kediaman Su Tian. Mereka langsung bergerak keluar dan melihat situasi yang terjadi.


Kini Ma Guang sedang membantu Su Tian untuk mengendalikan energi tenaga dalam yang sedang bergejolak di dalam ruang dantian milik Su Tian.


Beberapa menit kemudian, keadaan Su Tian kini sudah menjadi tenang. Dan Ma Guang sudah selesai dengan tugasnya.


Su Tian kini sedang memperkuat pondasi pendekar ahli yang baru saja di capainya dan di bantu oleh Ma Guang.


Satu jam berlalu dan fajar pagi sudah mulai terlihat di ufuk timur. Su Tian dan Ma Guang menyudahi kegiatan mereka itu, karena sudah selesai.


Akhirnya kedua orang tersebut langsung bangkit dari tempat itu, serta langsung pergi untuk membersihkan diri mereka masing - masing.


Setelah selesai, keduanya kembali berkumpul di meja makan pagi itu, yang sudah di tunggu oleh empat orang lainnya.


"Guru! Perkenalkan, mereka adalah teman - temanKu." Ucap Ma Guang.


"Sim Lan! Dari sekte Bunga Persik."


"Yuan Gao! Pendekar bebas."


"Yuan Jiali! Putri dari...."


Ucap mereka bertiga sambil memberi hormat kepada Su Tian.


"Dia adalah putriKu!." Ucap Yuan Gao melanjutkan kata - kata Yuan Jiali.


Baiklah - baiklah! Aku Su Tian! Sebenarnya saat ini aku merasa malu jika menyebut diriKu sebagai guru mereka berdua. Karena aku telah mengetahui bahwa keduanya sudah menjadi pendekar suci." Ucap Su Tian.


"Guru tidak perlu sungkan! Karena saya dan juga nona Xia bisa seperti sekarang ini, itu juga karena pelatihan yang telah guru berikan kepadaKu dan juga kepada nona Xia." Ucap Ma Guang.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2