
Setelah beberapa saat kemudian, datanglah jenderal Wang He bersama dengan para menteri serta para prajurit yang membawa semua batangan serta koin emas dan langsung meletakkannya di hadapan pimpinan pasukan Api Angin.
Para menteri pun langsung duduk di tempat mereka masing - masing.
Pendekar dewa langit menengah itu langsung menatap seluruh upeti yang ada di hadapannya.
"Apa selama ini hanya begini upeti yang kerajaanMu berikan?." Tanya sang pemimpin kepada raja Yin Zhu sambil tersenyum sinis menatapnya.
"Utusan! Memang hasil pajak yang kami peroleh beberapa waktu yang lalu sangatlah minim!."
"Hal itu di sebabkan karena situasi wilayah kekaisaran yang tidak aman, sehingga perekonomian rakyatKu pun menjadi sangat menurun! ."
"Oleh sebab itu saya berharap para utusan sekalian bisa memahami situasinya!." Tutur Yin Zhu dengan wajah yang memelas.
"Baiklah! Hal itu saat ini bisa aku pahami! Akan tetapi ada satu hal lagi yang harus kamu lakukan! Apa kamu siap untuk melakukannya?." Tanya utusan tersebut dengan tatapan yang serius.
"Sebelumnya saya berterima kasih atas pengertian para utusan! Akan tetapi hal apa yang harus saya lakukan?." Ucap Yin Zhu yang kembali bertanya.
"Kamu harus memungut pajak yang tinggi terhadap rakyatMu! Amat terlebih kepada para bangsawan dan juga para pedagang yang memasuki wilayah kerajaanMu! Hal itu juga akan di lakukan oleh kerajaan yang lain! Jika kamu menolaknya! Aku akan menggunakan titah kaisar untuk menggantikan diriMu dengan Bangsawan atau pun pejabat yang ingin melakukan hal itu!." Ujar utusan tersebut menjelaskan.
Mendengar hal tersebut, para menteri yang hadir langsung tersentak, sebab mereka berasal dari keluarga bangsawan di kerajaan Qi tersebut.
"Sebelumnya saya minta maaf jika lancang! Sebenarnya apa tujuan kaisar sehingga membutuhkan biaya sebesar itu?." Tanya Yin Zhu.
"Raja Yin Zhu! Tujuan kaisar adalah untuk mempersiapkan kekuatan agar bisa memperluas wilayah kekuasaannya ke wilayah kekaisaran tetangga! Dan hal itu tentunya membutuhkan dana yang besar untuk membiayainya!." Jawab utusan tersebut.
"Utusan! Bagaimana jika kita bekerja sama juga dengan kekuatan yang berada dari luar benua utara ini? Apakah hal itu bisa di terima oleh Yang Mulia Kaisar!?." Ujar Yin Zhu memberikan usulan.
"Sepertinya hal itu bisa di pertimbangkan oleh Yang Mulia Kaisar!." Tutur utusan tersebut.
"Tunggu! Aku akan membicarakan hal itu dengan Yang Mulia Kaisar!." Lanjutnya lagi sambil menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menghubungi sang kaisar.
Saat utusan tersebut sedang berkomunikasi dengan Zhou Lu Yun, situasi di ruangan itu langsung sedikit gaduh karena pembicaraan para menteri yang hadir saat itu.
Seorang utusan lainya langsung berdiri dan menatap seluruh menteri yang hadir dengan tatapan yang tajam.
Melihat tingkah utusan yang lain, Yin Zhu langsung memberikan isyarat dengan tangannya agar para menteri tersebut tenang kembali.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya utusan itu pun membuka matanya dan langsung menatap sang raja.
"Raja Yin Zhu! Apa yang mereka inginkan jika bekerja sama dengan kita untuk memperluas wilayah kekuasaan kekaisaran Zhou?." Tanya sang utusan.
"Utusan! Tawaran itu baru terpikirkan olehKu, sehingga hal itu masih akan di bicarakan lagi dengan mereka!." Jawab Yin Zhu.
"Bagaimana jika utusan memberikan waktu kepadaKu untuk mempertanyakan hal itu terlebih dahulu?." Tanya Yin Zhu.
__ADS_1
"Baiklah! Aku akan menunggu kabar dariMu tentang hal itu! Akan tetapi pemungutan pajak yang aku bicarakan tadi harus dilakukan secepatnya!." Ujar sang utusan.
"Utusan! Terima kasih karena sudah menerima tawaranKu!."
"Besok aku akan memerintahkan kepada jenderal Wang He untuk melakukan hal itu!."
Yin Zhu meyakinkan kepada utusan tersebut untuk melakukan pemungutan pajak secara paksa kepada seluruh warganya.
Perkataan Yin Zhu tersebut langsung di tanggapi dengan senyuman sinis oleh utusan tersebut.
"Untuk jabatan itu, menjadi anjing pun dia rela melakukannya!." Pikir utusan itu.
Pria yang menjadi pemimpin pasukan Api Angin langsung berdiri dan mendekatkan tangannya di upeti yang berada di depannya sambil tangannya di ayunkan.
Semua batangan serta koin emas yang ada langsung lenyap tak berbekas.
Para prajurit yang berjaga serta para menteri yang melihat hal tersebut, mata mereka langsung terbelalak karena tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat itu.
Setelah selesai mengambil upeti yang ada, pria itu pun langsung berkata.
"Baiklah! Kami tidak akan berlama - lama lagi di istanaMu ini! Kami pamit undur diri!." Tutur utusan tersebut sambil melangkah dan di ikuti juga oleh seorang wakil jenderalnya.
Setelah beberapa langkah pria itu menghentikan langkahnya dan berkata.
"Dan untuk pria tua yang selalu bersembunyi, jika bisa secepatnya kamu tanyakan kepada pimpinanMu tentang kerja sama tersebut!."
Mendengar perkataan utusan itu, semua yang ada di dalam ruangan itu langsung terkejut.
Raja Yin Zhu pun langsung mempercayai akan kekuatan dari utusan itu.
Semuanya hanya terdiam saat melihat kepergian kedua orang itu.
Setelah mereka pergi dari alun - alun istana kerajaan Qin, sang raja langsung bernapas dengan lega.
Terasa beban yang dia pikul selama beberapa saat yang baru dia lewati, telah terlepas dari pundaknya.
Namun berbeda halnya dengan para menteri yang ada.
Beban mereka belum terlepas dari pikiran mereka masing - masing, sebab pemungutan pajak itu juga akan berlaku kepada mereka.
Namun karena mereka telah melihat kekuatan utusan tersebut, mereka hanya bisa pasrah, sebab sang raja tidak bisa melakukan tindakan apa pun selain menuruti perintah utusan itu.
"Kekuatan mereka sungguh menakutkan! Tetapi bagaimana mungkin hal itu di lakukan oleh sekte Naga Surgawi? Sepertinya mereka adalah kekuatan baru dari kekaisaran!." Gumam Yin Zhu.
Mendengar perkataan Yin Zhu, jenderal Bai Qi langsung menanggapinya.
__ADS_1
"Yang Mulia! MenurutKu, tindakan yang mereka perintahkan itu sangat bertentangan dengan jalan pikiran dari sekte Naga Surgawi atau pun sekte Bambu Kuning!." Ujar Bai Qi.
"Yang Mulia! Aku merasa ada hal yang tidak beres dengan mereka! Karena mengingat pendekar Ma Guang adalah menantu dari Yang Mulia Kaisar, sehingga hal itu tidak mungkin di lakukan!." Sambung Jiang Lei.
Saat mereka sedang membahas hal tersebut, seorang pria tua dengan menggunakan pakaian panjang berwarna hitam langsung menampakkan dirinya di hadapan mereka.
"Yang Mulia! Sepertinya aku akan segera bergegas untuk kembali ke benua tengah! Hal ini sangat penting bagi sekte kita!." Tutur pria tua tersebut.
"Baiklah! Secepatnya kamu harus memberikan kabar kepadaKu!." Ucap Yin Zhu.
"Baik Yang Mulia!." Balas pria tua itu dan langsung menghilan dari pandangan semua orang di dalam ruangan tersebut.
Sedangkan para menteri yang hadir langsung mempertanyakan kepada sang raja tentang keputusan itu.
"Yang Mulia! Bagaimana dengan nasib kami jika pembayaran pajak di naikkan?." Tanya seorang menteri.
"Kalian cukup serahkan saja sesuai dengan kemampuan tertinggi kalian! Jika di ketahui kalian tidak melakukan hal itu! Aku tidak bisa menyelamatkan kalian dari para utusan kekaisaran! Dan sudah bisa di pastikan, seluruh harta kekayaan kalian akan di ambil oleh mereka!." Jawab sang raja.
Mendengar jawaban dari sang raja, akhirnya para menteri itu pun hanya bisa pasrah dengan keputusan tersebut.
Mereka pun akhirnya membubarkan diri dari ruang aula istana itu.
Sedangkan ketiga jenderal langsung mengikuti raja Yin Zhu ke kediamannya.
Raja pun langsung membagi tugas kepada ketiga jenderal tersebut untuk segera di laksanakan.
Wang He saat pagi menjelang dirinya harus membawa pasukan yang ada untuk menarik pajak dari rakyat kerajaan Qi.
Bai Qi tetap siaga dengan pasukannya untuk mengantisipasi pergerakan rakyat yang akan menetang hal itu.
Sedangkan Jiang Lei akan pergi ke ibu kota kekaisaran untuk mencari informasi tentang perintah sang kaisar.
Mereka pun kembali ke tempat mereka masing - masing dan melakukan apa yang sang raja perintahkan.
Wang He langsung mengumpulkan seluruh pasukannya untuk bersiap melakukan tugas yang di embannya.
Bai Qi tidak terlalu sibuk, sebab pasukannya memang selalu siap untuk segala kemungkinan terburuk yang akan menimpa kerajaan tersebut.
Sedangkan Jiang Lei bersama beberapa orang komandannya langsung di bentuk beberapa kelompok kecil untuk mencari informasi tentang perintah sang kaisar serta pergi untuk menuju ke sekte Bambu Kuning.
Keesokan harinya, kegemparan pun terjadi di beberapa kerajaan besar yang ada di wilayah kekaisaran Zhou.
Kini masing - masing kerajaan mulai mengerahkan pasukan mereka untuk melakukan pemungutan pajak secara paksa kepada rakyat mereka masing - masing.
~Bersambung~
__ADS_1