
Zhou Lu Yun hanya diam saja saat keningnya di kecup oleh Ma Guang.
Pemuda itu pun langsung duduk di samping putri Zhou Lu Yun dan kemudian langsung merangkul tubuh wanita cantik itu.
Keduanya hanya saling diam dan hanya saling menatap satu sama lain.
Tubuh wanita cantik itu langsung bergetar saat saling berpandangan.
Suatu rasa yang baru pertama kalinya Zhou Lu Yun rasakan, membuat jantungnya mulai berdebar - debar.
Dari dalam tubuh wanita cantik itu mulai terasa suatu hawa panas yang seakan ingin keluar.
Ma Guang yang sudah merangkul tubuh wanita itu langsung mengecup bibir tipis dan lembut gadis tersebut.
Zhou Lu Yun masih tetap diam dan membiarkan apa yang di lakukan oleh Ma Guang.
Wanita itu hanya menikmati permainan yang di lakukan oleh pria yang sedang bersamanya saat itu.
Beberapa saat kemudian, intensitas serangan Ma Guang makin meningkat.
Zhou Lu Yun juga mulai mendesah karena mulai menikmati kenikmatan yang baru pertama kali dirinya rasakan tersebut.
Saat tangan Ma Guang mulai berani untuk bergerilya, pemuda itu langsung menyadari bahwa kini keduanya masih berada di ruang tamu kediaman dari Zhou Lu Yun.
Pemuda itu pun langsung menghentikan aksinya itu, namun masih tetap merangkul tubuh wanita tersebut dengan tangan kirinya.
Zhou Lu Yun yang telah menikmati apa yang Ma Guang lakukan, sikapnya langsung berubah menjadi manja kepada pria yang bersama dengannya itu.
Kini bukan hanya Ma Guang yang merangkul tubuh Zhou Lu Yun.
Melainkan wanita itu juga kini sudah memeluk tubuh pemuda itu dengan kedua tangannya sambil menyandarkan wajahnya di dada bidang milik Ma Guang.
Ma Guang pun langsung berpikir untuk tidak melanjutkan aksinya itu.
"Yun'er! Saat ini aku ingin mengatakan sesuatu kepadaMu!." Ucap Ma Guang dengan lembut.
"Apa yang ingin gege sampaikan!?." Tanya Zhou Lu Yun.
"Aku ingin menyelesaikan secepatnya urusanKu dengan nona Xia Jiao, agar semua masalah yang datang kepadaMu dan juga kepada Meng'er serta Li'er akan cepat terselesaikan."
"Gege! Aku berpikir sampai kapan pun dan walau besar bagaimana pun rintangannya, aku akan tetap ingin bersamaMu selamanya."
"Aku tidak akan perduli jika semua orang membenciKu karena mencintaiMu! Asalkan aku bisa tetap bersamaMu, itu akan membuat diriKu sangat bahagia."
"Gege! KehidupanKu saat di istana kekaisaran tidak seperti kehidupan yang aku rasakan saat berada di sekte! Sebab apa yang aku lakukan di sekte walau pun selama bertahun - tahun, tetapi itu semua adalah kemauanKu sendiri."
"Jika aku berada di istana kekaisaran, hidupKu selalu berjalan sesuai dengan aturan dan kemauan orang lain! Itulah yang membuat diriKu lebih merasa bahagia saat berada di luar istana."
Zhou Lu Yun mulai terbuka dengan apa yang dia rasakan selama ini.
__ADS_1
Ma Guang tetap setia mendengar keluh kesah dari wanita tersebut.
"Yun'er! Cepat tingkatkan kultivasiMu agar kita bisa melakukan setiap perjalanan bersama tanpa ada rasa takut sedikit pun."
"Kenapa bisa seperti itu!?." Tanya Zhou Lu Yun.
"Dunia persilatan sangatlah keras! Yang kuat akan menindas yang lemah! Apa lagi diriMu adalah seorang wanita! Hal itu akan lebih merepotkan jika lawan kita terlalu kuat!." Jawab Ma Guang.
"Aku selalu mengharapkan kemampuan kalian untuk secepatnya berada di tingkat yang sangat sulit untuk bisa di capai oleh seorang pendekar di wilayah benua utara ini."
"Sehingga, hanya pendekar dari benua tengah saja yang akan aku pikirkan."
"Gege! Sebelum aku berkultivasi, aku ingin menghabiskan waktuKu bersama denganMu untuk melepaskan rasa rinduKu selama ini."
"Baiklah! Aku akan menemani diriMu!." Ucap Ma Guang mengiyahkan perkataan Zhou Lu Yun.
Keduanya langsung melangkah memasuki kamar Zhou Lu Yun.
Ma Guang langsung menciptakan formasi pelindung serta formasi pengabur di dalam kamar tersebut.
Keduanya langsung saling bermesraan di atas ranjang.
Ma Guang kembali mengecup bibir indah wanita tersebut hingga keduanya mulai melakukan French Kiss.
Kini tangan Ma Guang kembali mulai bergerilya di setiap lekuk tubuh wanita tersebut.
Hasrat keduanya kini mulai memuncak hingga beberapa saat kemudian, kini sudah tidak ada lagi sehelai benang pun yang menempel di tubuh keduanya.
Zhou Lu Yun yang baru pertama kalinya merasakan hal itu seakan ingin berteriak sekuat tenaga untuk meluapkan kenikmatan yang dia rasakan walau pun pada awalnya wanita itu merasakan perih.
Ma Guang pun terus menggempur wanita tersebut untuk mencapai ******* yang dia inginkan.
Hingga keduanya terbaring dengan peluh yang membasahi tubuh keduanya.
Setelah beberapa saat kemudian keduanya langsung pergi untuk membersihkan tubuh mereka.
Saat telah selesai membersihkan tubuh, mereka berdua pun mengganti pakaian mereka dan kembali berpelukan.
Kini Zhou Lu Yun seakan tidak ingin lagi untuk melepaskan pelukannya dari tubuh pemuda itu.
Ma Guang pun tetap membelai rambut panjang lurus dan hitam milik wanita yang sedang berada di pelukannya itu.
Sudah seharian penuh keduanya saling berpelukan.
Hingga akhirnya Zhou Lu Yun pun berkata.
"Gege! Kalau begitu aku akan kembali berkultivasi, agar aku bisa selalu berada di sampingMu!." Ucap wanita itu dengan penuh semangat.
"Baiklah! Kembalilah untuk berkultivasi! Aku akan pergi mengurus seekor naga yang kini masih berada di aula utama sekte!." Ucap Ma Guang.
__ADS_1
"Apa! Seekor naga!? Apa benar yang gege katakan itu!?." Ucap Zhou Lu Yun dengan sangat terkejut.
"Iya! Itu memang benar! Apakah Yun'er ingin melihat dan bertemu dengannya!?." Tanya Ma Guang.
"Iya gege! Aku ingin melihat makhluk legendaris tersebut!." Jawan Zhou Lu Yun.
"Baiklah! Kalau begitu ayo kita pergi ke aula utama sekte!." Ajak Ma Guang kepada wanita yang bersama dengannya itu.
Keduanya langsung bergegas pergi ke aula utama sekte.
Hanya dengan sekali tarikan napas saja, keduanya kini sudah tiba di depan bangunan aula yang besar dan mega tersebut.
Aula tersebut kini masih di penuhi orang para murid sekte bersama para petinggi sekte.
Jiangjun saat itu sedang menjadi pusat perhatian bagi seluruh penghuni di sekte tersebut.
Sedangkan para petinggi yang masih penasaran dengan apa yang naga itu ketahui masih tetap melontarkan pertanyaan - pertanyaan kepada makhluk itu.
Saat Ma Guang dan Zhou Lu Yun tiba, Jiangjun langsung memberi hormat.
"Hamba memberi hormat kepada Penguasa!." Ucap Jiangjun.
Sedangkan para murid dan juga para petinggi langsung juga memberi hormat.
"Hormat kepada pelindung sekte!."
"Jenderal Jiangjun! Apakah kamu sudah merasa lelah!?." Tanya Ma Guang.
"Tidak penguasa! Aku saat ini merasakan sebaliknya, sebab ini adalah kali pertamaKu untuk berada dan berkomunikasi secara langsung dengan begitu banyak manusia!." Jawab Jiangjun.
"Jenderal Jiangjun! Perkenalkan! Ini adalah putri kaisar Zhou Muwang yang bernama Zhou Lu Yun! Dia adalah orang yang hubungannya sangat dekat denganKu!." Ucap Ma Guang.
"Hamba memberi hormat kepada penguasa putri!." Ucap Jiangjun.
"Penguasa putri!? Kenapa kamu memanggilKu seperti itu!?." Tanya Zhou Lu Yun.
"Mohon maaf penguasa putri! Hamba memanggil dengan sebutan tersebut karena di tubuh penguasa putri ada aroma tubuh dari penguasa!." Jawab Jiangjun.
Mendengar perkataan Jiangjun, wajah Ma Guang dan juga Zhou Lu Yun langsung memerah karena merasa apa yang baru saja keduanya lakukan bisa di ketahui oleh Jiangjun.
"Jenderal Jiangjun! Mengapa kamu mengatakan hal itu!?." Ujar Ma Guang melalui kekuatan jiwa miliknya.
"Mohon ampun penguasa! Apakah hamba telah melakukan kesalahan!?." Ujar Jiangjun sambil bertanya kepada Ma Guang.
"Apa yang kamu katakan tersebut! Tidak seharusnya kamu katakan di depan orang banyak seperti ini." Ucap Ma Guang.
"Ampun penguasa! Tetapi hamba hanya menjawab pertanyaan penguasa putri saja!." Jawab Jiangjun tulus.
"Iya! Iya! Aku sudah tahu itu! Tetapi lain kali jangan sembarang berkata lagi sebelum bertanya kepadaKu!." Ujar Ma Guang.
__ADS_1
"Baik penguasa! Hamba tidak akan berani lagi untuk berkata tanpa seijin dariMu!." Ujar Jiangjun.
~Bersambung~