Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 322. Memulai Penyelidikan


__ADS_3

Saat Ma Guang dan empat bawahannya tiba di tempat dimana Kilin Api berada.


Mereka langsung di sambut oleh dua ekor Kilin Api sambil memberi hormat.


Sebelum memasuki dunia Kilin Api, Ma Guang terlebih dahulu menciptakan portal di dekat mulut goa tersebut agar bisa berpindah tempat dengan cepat dari sekte Naga Surgawi ke wilayah benua tengah.


Setelah selesai, mereka pun langsung memasuki dunia Kilin Api.


Mereka tidak berlama - lama di tempat tersebut.


Ma Guang hanya mendengarkan laporan tentang perkembangan yang terjadi di benua tengah.


Setelah selesai, mereka pun kembali berpamitan dengan Shi Tiao.


Mereka berlima langsung menuju ke portal yang di ciptakan oleh Ma Guang.


Pria itu langsung mengaktifkannya, dan pusaran angin seperti menyedot mereka berlima.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka berlima kini sudah berada di sekte Naga Surgawi.


Kehadiran mereka langsung di sambut oleh para murid dan juga para tetua yang melihat mereka.


Saat Ma Guang baru saja mau memasuki dunia dewa surgawi, dirinya langsung di sapa oleh tetua Agung.


"Hormat kepada pelindung sekte! Pelindung! Ada hal penting yang harus kita bicarakan!." Ucap tetua agung.


"Hal penting apa!?." Tanya Ma Guang.


"Nanti patriak saja yang menjelaskan!." Jawab Xiang Zhang sambil menangkupkan tangannya.


"Baiklah! Ayo kita pergi ke kediaman patriak Yao Han!." Ajak Ma Guang.


Mereka pun akhirnya melesat menuju ke kediaman patriak Yao Han.


Saat tiba di depan kediaman patriak, mereka langsung di sambut oleh para murid yang berjaga.


"Cepat beritahukan kepada patriak bahwa kami akan bertemu dengannya!." Tutur Xiang Zhang.


Seorang murid langsung memasuki kediaman tersebut dan melaporkan hal itu.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh murid yang berjaga, patriak Yao Han langsung bergegas keluar untuk menyambut mereka.


"Pelindung! Semuanya, ayo masuk! Maaf karena sudah membuat kalian menunggu!." Tutur Yao Han sambil menangkupkan tangannya.


"Patriak tidak perlu terlalu sungkan!." Balas Ma Guang.


Mereka pun langsung memasuki kediaman patriak Yao Han.


Setelah berada di dalam, patriak langsung mempersilahkan mereka untuk duduk.


Ma Guang langsung membuka suara untuk bertanya kepada patriak Yao Han.

__ADS_1


"Patriak! Aku dengar dari tetua Xiang, katanya ada hal penting yang ingin patriak bicarakan denganKu!." Tutur Ma Guang.


"Iya pelindung! Memang ada hal penting yang ingin kami bicarakan!." Ujar patriak.


"Hal apa itu?." Tanya Ma Guang.


"Begini pelindung! Situasi di wilayah kekaisaran Zhou saat ini sedang dalam keadaan kacau, hal itu karena kebijakan yang di keluarkan oleh pihak kekaisaran untuk menaikan pajak yang tinggi! Sehingga karena aturan dunia persilatan tidak boleh mencampuri kebijakan pihak pemerintahan, sehingga kami menjadi dilema dengan permintaan yang datang dari rakyat!."


"Bagaimana menurut pelindung?." Tanya Yao Han.


"Apakah kebijakan itu benar - benar berasal dari kaisar?." Tanya Ma Guang yang tidak langsung menjawab pertanyaan Yao Han.


"Sepertinya memang seperti itu, sebab hal itu terjadi di seluruh wilayah kekaisaran Zhou!." Jawab Yao Han.


Mendengar penjelasan Yao Han, Ma Guang langsung berpikir untuk memahami apa yang sedang terjadi.


"Sejak kapan hal itu terjadi?." Tanya Ma Guang lagi.


"Kira - kira sejak pelindung meninggalkan sekte ini!." Jawab patriak lagi.


"Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh kaisar? Mengapa dia membebankan rakyatnya dengan menaikkan pajak? Apakah dirinya sedang menghimpun dana untuk membangun sebuah kekuatan? Tetapi untuk apa?." Pikir Ma Guang.


"Apakah dia ingin memulai suatu peperangan dengan kekaisaran yang lain?." Pikir Ma Guang lagi menebak apa yang sang kaisar rencanakan.


"Jika itu rencananya, apakah Yun'er juga terlibat di dalamnya?." Pikir Ma Guang yang menjadi dilema juga dengan situasi tersebut.


Keenam orang yang duduk juga bersama dengan Ma Guang menjadi penasaran dengan apa yang pria itu pikirkan.


"Patriak! Biarkan aku menyelidiki hal ini terlebih dahulu, agar aku bisa memutuskan hal apa yang harus kita lakukan!."


"Aku juga akan pergi untuk menemui kaisar dan mencoba mempertanyakan akan kebijakan yang dia ambil itu!." Lanjut Ma Guang lagi.


"Baiklah pelindung! Apa pun yang menjadi keputusan pelindung, itu yang akan kami lakukan!." Balas patriak Yao Han menanggapi perkataan Ma Guang.


"Kalau begitu, pembicaraan kita ini jangan dulu di beritahukan kepada siapa pun!." Ucap Ma Guang.


"Baik pelindung!." Ujar patriak dan tetua Xiang Zhang.


"Baiklah! Untuk pertemuan kita kali ini, kita sudahi saja dulu! Saat ini aku akan pergi ke kediamanKu dan juga ke dunia dewa surgawi terlebih dahulu!." Tutur Ma Guang yang langsung berdiri dan pamit undur diri kepada patriak Yao Han dan juga kepada tetua Xiang Zhang.


Mereka berlima kemudian meninggalkan kediaman patriak Yao Han.


Keempat bawahannya langsung menuju ke dunia dewa surgawi.


Sedangkan Ma Guang langsung melesat pergi untuk menuju kekediamannya.


Ma Guang langsung di sambut oleh Yuan Jiali dan juga Duan Meng serta kedua putra putrinya.


Mereka pun langsung saling melepas rindu sebelum Ma Guang pergi menuju ke dunia dewa surgawi.


Ma Guang tidak memberitahukan apa yang di ceritakan oleh patriak kepadanya.

__ADS_1


Sebab mengingat kedekatan mereka dengan Zhou Lu Yun, pasti mereka akan menyampaikan apa yang akan dia ceritakan.


Setelah beberapa waktu melepas rindu dengan kedua istrinya dan kedua anaknya, akhirnya Ma Guang pun menuju ke dunia dewa surgawi.


Hal yang sama juga dia lakukan bersama Xia Jiao dan juga putranya, yaitu saling melepas rindu.


Setelah itu Ma Guang langsung meninggalkan dunia dewa surgawi dan juga sekte Naga Surgawi.


Namun perjalanan kali ini Ma Guang hanya seorang diri untuk menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi.


Wajahnya pun langsung di ubah dengan wajah orang lain serta dia menekan kultivasinya ke tingkat pendekar raja.


Ma Guang memulai penyelidikan di wilayah kerajaan Zhao.


Saat dirinya memasuki sebuah desa, terlihat sisa - sisa kekacauan baru saja terjadi.


Terlihat penduduk desa tersebut kini banyak yang terlihat sedih karena kehilangan harta benda serta anak gadis mereka.


Ma Guang pun bertemu dengan seorang pria tua yang wajahnya terlihat lebam karena terkena pukulan benda tumpul.


Ma Guang pun langsung bertanya kepada pria tua tersebut.


"Mohon maaf tuan! Sebenarnya apa yang baru saja terjadi?." Tanya Ma Guang penasaran.


"Tuan! Kami baru saja di datangi oleh pasukan dari kerajaan Zhao untuk menagih pajak yang sudah di lipat gandakan dan kami tidak mampu untuk membayarnya! Setelah kami tidak mampu membayarnya, mereka memaksa kami untuk menyerahkan harta benda serta anak - anak gadis kami!." Jawab pria tua itu menjelaskan apa yang baru saja terjadi.


Hal ini sudah kelewatan! Mereka sudah membuat rakyat menderita.


"Terus, kemana arah perginya mereka?." Tanya Ma Guang lagi.


"Mereka menuju kearah kota Huo!." Jawab pria tua itu.


"Terima kasih atas informasinya!." Balas Ma Guang sambil melangkah untuk menyusul rombongan pasukan kerajaan Zhao yang pria tua itu maksudkan.


Setelah sudah sedikit jauh dari desa itu, Ma Guang langsung melesat terbang untuk menyusul rombongan pasukan tersebut.


Tidak berapa lama kemudian, Ma Guang pun langsung melihat rombongan yang dia kejar tersebut.


Pria itu langsung mendarat dan kembali menekan kultivasinya.


Dia langsung berjalan dan memanggil seorang prajurit yang posisinya berada paling belakang.


Prajurit itu pun langsung berbalik dan menatap Ma Guang serta bertanya.


"Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan?." Ujar prajurit tersebut.


Mendengar suara teriakan prajurit itu, para prajurit lainnya langsung menatap kearah belakang.


Seorang komandan pasukan langsung berjalan ke belakang untuk memeriksa hal tersebut.


"Kalian ini pasukan kerajaan Zhao atau perampok?." Tutur Ma Guang sambil mendekati mereka.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2