Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 406. Kemenangan Mudah Shi Kang


__ADS_3

Ledakan – ledakan besar pun mulai terdengar diatas langit.


Saat Shi Kang membawa keluar tubuh sang prajurit Phoenix Api Surgawi dari dalam kedai tersebut, makhluk itu pun dapat melepaskan dirinya saat dia telah kembali lagi ke bentuk tubuh sejatinya.


Melihat posisi tubuh sang Phoenix telah ke bentuksejatinya, Shi Kang juga segera kembali ke bentuk sejatinya juga sebagai seekor Kilin Api.


Kedua makhluk yang memiliki kekuatan dasar elemen api itu pun segera mengeluarkan kekuatan sejati keduanya dan saling menyerang.


Phoenix Api yang tidak ingin bertarung jarak dekat dengan lawannya itu segera mengeluarkan siulannya untuk mengirimkan serangan gelombang ultrasonic yang memiliki kekuatan diatas 20 kilohertz kearah jenderal Shi Kang.


Sang jenderal Kilin Api segera membalas serangan tersebut dengan semburan bola apin yang diselimuti oleh api hitam miliknya.


Kemampuan untuk mengeluarkan bola udara itu diperolehnya setelah menyerap inti jiwa serta batu permata milik makhluk kuno yang baru saja mereka kalahkan disungai.


Serangan keduanya langsung berbenturan diudara.


Ledakan besar pun kini terjadi diatas langit.


Walau pun tempat pertarungan keduanya sudah di selimuti oleh formasi pelindung, akan tetapi kekuatan serangan Phoenix Api itu tetap memberikan dampak yang serius bagi para penduduk serta para anggota sekte Beruang Matahari yang ada didesa tersebut.


Siulannya mampu membuat telinga, mata dan mulut para penduduk langsung mengeluarkan darah segar.


Tidak hanya berpengaruh bagi orang – orang yang berada di dekat tempat pertarungan keduanya, melainkan juga bisa dirasakan dampaknya sampai di sekte Beruang Matahari juga.


Patriak, para leluhur, para petinggi sekte serta seeluruh anggota sekte dapat merasakan juga hal itu.


Gelombang tersebut membuat para petinggi sekte Beruang Matahari segera pergi untuk mencari sumber suara itu serta merasa penasaran untuk melihat pertarungan tingkat dewa sejati tersebut.


Mereka pun segera bergegas melesat untuk menuju ketempat dimana pertarungan itu sedang terjadi.


Karena perbedaan kekuatan keduanya begitu jauh, sehingga hasil yang diakibatkan oleh benturan kedua kekuatan itu pun juga berbeda.


Tubuh sang Phoenix Api langsung terdorong sejauh puluhan meter kebelakang.


Sedangkan posisi tubuh Shi Kang sendiri masih tetap berdiri kokoh ditempatnya.


Shi Kang tidak memberikan kesempatan bagi sang Phoenix Api untuk mempersiapkan dirinya agar bisa kembali melepaskan serangan kearahnya.


Semburan bola angin yang diselimuti oleh api hitam miliknya kini kembali melesat kearah tubuh Phoenix Api yang sedang terdorong itu.


Mendapatkan serangan susulan dari lawannya, sang Phoenix Api pun mencoba untuk membendung serangan tersebut dengan semburan bola api hitam dari paruhnya.


Ledakan besar pun kini kembali terjadi di atas langit.


Hal itu juga membuat tubuh sang Phoenix Api membentur dinding formasi yang telah diciptakan oleh pasukan Naga Api Surgawi akibat terkena serangan yang dilancarkan oleh jenderal Shi Kang.


Teriakan kesakitan pun keluar dari paruh sang burung api tersebut.


Tidak sampai disitu saja, jenderal Shi Kang pun kembali melancarkan serangannya ke arah tubuh sang Phoenix Api.

__ADS_1


Perisai pelindung yang terbuat dari api hitam milik sang Phoenix Api kini tercipta untuk melindungi tubuhnya dari serangan susulan sang jenderal Kilin Api.


Duuuuaaarrr…kraaaccckkk….


Bunyi ledakan yang akibat serangan Shi Kang yang mengenai tubuh sang Phoenix Api serta bunyi retakan perisai pelindung milik sang burung api tersebut.


Kini api yang biasa menyelimuti tubuh sang Phoenix Api mulai meredup yang menandakan bahwa dirinya kini telah terluka parah akibat serangan jenderal Shi Kang yang mengenai tubuhnya.


Dengan cepat Shi Kang pun muncul didepannya dan langsung menyerap darah murni yang dimiliki oleh sang Phoenix Api.


Sang Phoenix Api tidak bisa memberikan perlawanan terhadap tindakan yang dilakukan oleh Kilin Api itu.


Setelah selesai menyerap darah murni dari makhluk surgawi tersebut, akhirnya Shi Kang pun membunuh makhluk itu dan mengambil dua harta berharga lainnya.


Setelah selesai membunuh sang Phoenix Api, Shi Kang pun segera menghilang dari tempat itu bersama seluruh pasukannya.


Saat para petinggi sekte tiba di tempat pertarungan itu, mereka sudah tidak lagi dapat melihat pertarungan tersebut.


Sebab Shi Kang dengan cepat mampu mengalahkan lawannya dan langsung pergi dari tempat itu.


Sedangkan orang – orang yang berada di desa serta anggota sekte Beruang Matahari kini dalam keadaan kesakitan.


Akibat dampak yang mereka terima saat serangan pekikan sang Phoenix Api.


Para anggota sekte yang terluka segera dibawah oleh anggota sekte yang tidak terluka ke sekte mereka.


Sedangkan para petinggi sekte yang gagal untuk menyaksikan pertempuran kelas dewa sejati pun kini kembali lagi kesekte mereka.


Perkataan sang patriak segera di tanggapi oleh saalah satu tetua.


“Iya! Sangat disayangkan kita tidak dapat menyaksikan pertarungan tingkat dewa yang sangat langkah itu!.”


“Patriak! Bukankah itu para murid sekte kita!? Sepertinya mereka dalam keadaan terluka!.” Ujar seorang tetua.


Tien Chou pun langsung menatap kearah yang ditunjuk oleh salah satu tetua itu.


“Iya, benar! Sepertinya mereka sedang terluka!.” Balas sang patriak yang langsung melesat turun untuk melihatnya.


Patriak Tien Chou segera bertanya kepada para anggota sektenya tersebut.


“Kenapa bisa seperti ini? Siapa yang telah melakukannya?.”


“hormat kepada patriark!.”


“mereka terluka karena dampak dari pertarungan yang terjadi antara dewa Kilin Api dan seekor Phoenix Api yang sebelumnya sedang menyamar untuk mendapatkan informasi dari sekte kita!.” Jawab seorang anggota sekte.


“Jadi seperti itu! Ternyata dampak pertarungan mereka bisa mengakibatkan para anggota sekte kita terluka! Benar – benar sangat kuat!.” Gumam patriark.


Akhirnya mereka pun di berikan obat oleh patriark untuk mengobati setiap luka dalam yang mereka alami.

__ADS_1


Setelah memberikan obat, patriark Tien Chou pun  langsung meninggalkan tempat itu dan melanjutkan perjalanannya untuk kembali kesekte mereka.


Sedangkan salah satu anggota sekte Beruang Matahari yang sedang menghadapi sang prajurit yang menyamar kini sedang bertarung didalam kedai tersebut.


Kekuatan serangan mereka akhirnya menghancurkan bangunan kedai tersebut.


Sebab keduanya memiliki kekuatan sebagai pendekar langit.


“Tuan – tuan! Bagaimana ini!? Kalian telah menghancurkan kedaiKu!.” Teriak sang pemilik kedai.


Keduanya yang sedang bertarung tidak menggubris teriakan sang pemilik kedai.


Keduanya hanya berfokus pada serangan dan tangkisan serta teknik untuk menghindari serangan masing – masing.


Pertarungan keduanya disaksikan oleh pengunjung yang awalnya berada didalam kedai serta para anggota sekte yang awalnya telah mendukung rekan mereka.


Para anggota sekte yang lain akhirnya membantu rekan mereka agar bisa dengan cepat mengalahkan sang prajurit.


Karena kalah jumlah, akhirnya mereka pun bisa mengalahkan sang prajurit dengan mudah.


Saat tubuh sang prajurit tidak berdaya lagi, mereka pun menggiringnya untuk keluar dari desa itu agar bisa mengintrogasinya dengan kekerasan.


Setelah sudah berada diluar desa, mereka pun akhirnya mulai menanyakan kepada prajurit itu.


“Siapa kamu! Dan siapa yang menyuruhMU?.” Tanya salah satu anggota sekte.


Sang prajurit tetap diam dan tidak ingin untuk memberitahukannya siapa yang menyuruhnya.


Mereka pun mulai melakukan penyiksaan kepada sang prajurit, hingga akhirnya dari balik pakaian sang prajurit pun kini terjatuh sebuah plat kekaisaran.


Melihat benda yang jatuh dari balik baju seorang anggota sekte segera mengambilnya dan melihat plat tersebut.


Sepertinya dia adalah mata – mata dari pihak kekaisaran!.” Tutur seorang anggota sekte yang telah mengambil plat tersebut.


Mendengar perkataan rekannya, pendekar yang awalnya berselisih dengan sang prajurit segera menebas leher mata – mata kekaisaran itu.


Kepala dan tubuh sang prajurit pun langsung terpisah.


Setelah selesai mengeksekusi, mereka pun kini segera beranjak dari tempat itu dan kembali ke sekte mereka.


Tanpa mereka sadari sang prajurit yang telah mereka bunuh itu sempat meminta bantuan dari rekan – rekannya.


Sebelum meninggalkan jasad dari sang prajurit, mereka segera dikejutkan dengan kehadirran sekelompok orang yang menghadang jalan mereka.


salah dari mereka pun langsung menyampaikan hal itu kepada Hong Mogui.


Hong Mogui yang mendapatkan kabar tersebut langsung segera menyusul mereka.


Saat tiba ditempat yang disampaikan oleh salah satu anggota sekte kepadanya, Hong Mogui pun segera menyerang para prajurit yang saat itu sedang bertarung dengan anggota sekte yang lain.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Hong Mogui sehingga bisa mengalahkan seluruh prajurit yang ada.


~Bersambung~


__ADS_2