
Saat tubuh Ma Guang sudah terlihat, kini tangannya telah mencengkeram leher pemimpin para pendekar aliran hitam.
"Apakah kamu masih bisa meragukan kemampuanKu!?." Ucap Ma Guang dengan senyum mengejek pria tua itu.
"Tolong ampuni aku! Aku tidak akan melakukan lagi hal - hal yang tidak baik terhadap semua orang!." Ujar pria tua itu memohon.
"Apakah aku terlihat seperti seorang pendekar aliran putih lainnya yang langsung percayah dengan perkataanMu itu!? Kamu terlalu naif menurutKu!." Ujar Ma Guang sambil menebas salah satu kaki pria tua itu dengan pedang yang terbentuk dari energi Qi.
Pria tua itu awalnya tidak merasakan jika salah satu kakinya sudah terpisah dari tubuhnya.
Tetapi beberapa saat kemudian, pria itu langsung berteriak saat merasakan perih di tubuh bagian bawanya.
"Cepat katakan, ada berapa kelompok yang telah kalian siapkan untuk menghadang setiap rombongan peserta kompetisi?." Tutur Ma Guang bertanya kepada pria tua tersebut.
"Kami telah membentuk empat kelompok besar untuk membunuh setiap utusan dari keempat benua dan juga para peserta kompetisi!." Tutur pria tua itu.
"Oh, jadi seperti itu rencana kalian!?." Tutur Ma Guang lagi.
"Dimana tempat kalian berkumpul untuk merencanakan semua itu?." Tanya Ma Guang lagi.
"Di markas sekte Iblis Darah!." Jawab pria tua itu.
"Baiklah! Terima kasih karena sudah memberitahukan tempatnya!." Tutur Ma Guang sambil mengerahkan kekuatan puncaknya dan langsung membuat tubuh pendekar dewa surgawi puncak itu hancur berkeping - keping.
Ma Guang pun langsung mengambil inti jiwa dan juga cincin penyimpanan milik pria tua tersebut.
Inti jiwa yang berserakan pun tidak bisa keluar dari area tersebut, sebab Ma Guang telah menciptakan formasi pelindung di area itu.
Ma Guang langsung mengumpulkan cincin penyimpanan serta inti jiwa dari para pendekar dewa bumi yang telah tewas.
Kini para pendekar dewa langit dan juga pendekar dewa surgawi sedang bertarung.
Bing Bihai dan juga Bing Yucheng langsung mengerahkan kekuatan es keduanya dan langsung menyerang lawan mereka.
Hujan tombak es pun melesat kearah para pendekar dewa langit seluruh serangan langsung menggempur para pendekar aliran hitam.
Ada beberapa dari mereka yang melihat bahwa kekuatan mereka kini sudah berbalik lebih lemah dari rombongan yang mereka serang, kini langsung bergegas melarikan diri.
Namun sangat di sayangkan, mereka tidak bisa jauh untuk melarikan diri sebab telah dihalangi oleh dinding formasi yang di ciptakan oleh Ma Guang.
"Sial! Bagaimana kita bisa melarikan diri? Sepertinya bukan kita yang mengepung rombongan Ma Guang, tetapi kita sendiri yang sudah masuk di dalam perangkapnya!."
__ADS_1
"Cepat hubungi markas pusat!."
Kata - kata yang keluar dari mulut para pendekar yang melarikan diri.
Namun usaha mereka untuk menghubungi markas pusat hanya sia - sia, sebab kekuatan jiwa mereka tidak bisa menembus dinding formasi yang di ciptakan oleh Ma Guang.
"Celaka! Sepertinya kita harus pasrah untuk menghadapi ajal kita!."
"Dari pada harus pasrah! Lebih baik kita melakukan perlawanan terhadap mereka, agar kematian kita tidak semudah yang mereka harapkan!."
Para pendekar aliran hitam yang melarikan diri tersebut langsung berbalik dan mulai melancarkan serangan terhadap kelompok pendekar aliran putih.
Usaha mereka semuanya hanya sia - sia, sebab mereka kini menghadapi beberapa pendekar dewa surgawi.
Area tersebut kini sudah tercipta lubang - lubang yang besar akibat pertarungan tingkat dewa tersebut.
Ma Guang kini sudah melayang di atas udara dan mulai mengawasi setiap pertarungan yang sedang terjadi.
Di saat dirinya melihat diantara pendekar aliran putih yang terdesak dan seperti berada dalam keadaan bahaya, Ma Guang langsung melesat dengan cepat dan menyerang musuh hingga langsung menjadi kabut darah.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka bisa menghabisi semua pendekar aliran hitam yang tersisa.
Hong Jianan yang melihat kemampuan kakak seibunya itu langsung terpukau dan sangat bangga kepada Ma Guang.
"Aku ingin menjadi kuat seperti dirinya!." Pikirnya lagi.
Sedangkan para jenius muda lainnya langsung mengidolakan juga sosok Ma Guang tersebut.
"Sepertinya tidak ada lagi pendekar yang mampu mengalahkan pendekar Ma!."
"Apakah tingkat kultivasi pendekar Ma sudah di tingkat pendekar dewa raja seperti yang dia katakan!?."
"Pergerakannya saja sudah tidak bisa kami ikuti dengan mata telanjang! Sangat cepat!."
"Sepertinya rumor tentang para pendekar dari benua utara yang tingkat kultivasinya jauh lebih lemah dari para pendekar yang berada di benua tengah itu adalah tidak benar!."
Pikir para patriak serta para pendekar aliran putih yang melihat kekuatan Ma Guang.
Di markas sekte Iblis Darah kini mereka mulai menunggu kabar setiap kelompok yang akan menyerang para utusan dari keempat benua.
Sedangkan rombongan Ma Guang yang saat itu telah berhasil memusnahkan kelompok yang ingin menyerang mereka langsung memerintahkan kepada raja Long Wang untuk menghubungi prajurit naganya agar bisa membantu ketiga rombongan lainnya.
__ADS_1
Ma Guang juga menghubungi ketiga Su bersaudara, Duan Jun, Yuan Gao dan juga tetua Fei Yu bersama pasukannya agar bisa membantu kelompok yang berasal dari benua timur.
Ma Guang bersama raja Long Wang, jenderal Jiangjun dan Bing Bihai langsung bergegas menuju ke arah barat benua tengah untuk membantu rombongan yang berasal dari benua barat.
Sedangkan yang lainnya, mereka langsung melanjutkan perjalanan untuk menuju ke sekte Bulan Perak.
Jenderal Jiangjun langsung berubah menjadi seekor naga dan di tunggangi oleh Ma Guang serta Bing Bihai.
Kecepatan terbang tingkat puncak dari Jiangjun dan juga raja Long Wang membuat wanita itu langsung memeluk tubuh Ma Guang dari belakang.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka agar bisa tiba di wilayah bagian barat benua tengah.
Ma Guang kembali merubah wujud kedua naga surgawi itu untuk kembali menjadi manusia.
Keempatnya langsung memeriksa setiap keberadaan para pendekar aliran putih dan juga aliran hitam.
Tidak lama kemudian, Ma Guang sudah bisa menemukan keberadaan para pendekar aliran putih yang sedang menanti kedatangan utusan dari benua barat.
Keempatnya langsung memeriksa juga wilayah tersebut untuk mencari keberadaan para pendekar aliran hitam.
Tidak lama kemudian, Ma Guang juga menemukan keberadaan para pendekar aliran hitam dengan jumlah dan kekuatan yang sama dengan para pendekar aliran hitam yang awalnya menghadang mereka.
Jarak antara kedua kelompok pendekar aliran yang berbeda tersebut sejauh sepuluh kilo meter.
Kelompok pendekar aliran hitam sendiri belum bergerak karena mereka juga ingin menunggu hingga para utusan dari benua barat tiba di daratan benua tengah itu, agar mereka bisa menghancurkan semua kekuatan yang ada dalam sekali serangan saja.
Ma Guang yang telah menemukan posisi mereka, langsung mengurung kelompok mereka tersebut dengan formasi pelindung miliknya.
Saat para pendekar dewa yang sedang mengawasi pergerakan setiap pendekar aliran putih dengan kekuatan jiwa mereka langsung terputus, membuat mereka merasa terkejut.
"Apa yang sedang terjadi? Mengapa kekuatan jiwaKu tidak bisa lagi mengawasi pergerakan mereka?." Tutur seorang pendekar dewa langit.
Saat dirinya selesai berkata, pendekar dewa langit lainnya juga sama terkejutnya dengan pendekar tersebut.
Mereka pun saling menatap satu dengan yang lain saat mengetahui bahwa mereka sama - sama menghadapi hal yang serupa.
Belum selesai dengan keterkejutan mereka tersebut, kini sudah ada empat sosok yang muncul di atas udara tempat mereka berada.
"Sepertinya kalian akan menjadi kelompok kedua yang akan binasa di tangan kami!." Tutur Ma Guang yang bisa di dengar oleh ribuan pendekar aliran hitam tersebut.
"Siapa kalian!? Apa yang kalian inginkan?." Teriak pemimpin kelompok tersebut.
__ADS_1
"Kami adalah, malaikat pencabut nyawa kalian!." Tutur Ma Guang.
~Bersambung~