Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 79. Menuju Kota Ji


__ADS_3

Dua tahun kemudian, di kediaman Su Tian.


Tetua Sim Lan sudah menjadi pendekar suci yang membuka gerbang ketiga yaitu gerbang rasa sakit.


Sedangkan untuk Yuan Gao, sudah menjadi pendekar suci gerbang kedua, gerbang pembatas.


Untuk Xia Jiao, gadis itu sudah membuka gerbang kelima yaitu gerbang kematian.


Sedangkan Ma Guang sudah membuka gerbang kedelapan yaitu gerbang kebahagiaan.


Untuk Su Tian dan Yuan Jiali, kedua orang tersebut baru mencapai pendekar suci tingkat yang belum membuka gerbang apa pun.


Sehingga jika di kalkulasi, di dalam tim enam orang yang ada, mereka bisa meratakan satu sekte yang besar sekali pun.


Memang pencapaian Ma Guang sebagai pendekar muda, itu adalah hal yang sangat mustahil bagi pendekar - pendekar yang lain.


Karena belum ada pendekar senior di sekte aliran hitam dan juga sekte aliran putih yang bisa melakukan pencapaian yang telah di lakukan oleh Ma Guang.


Kerajaan Chu, di saat intimidasi atau pun intervensi yang di lakukan oleh sekte Kalajengking Merah tidak membuahkan hasil positif, sehingga ekspansi untuk wilayah kerajaan Qi langsung di batalkan, karena kerajaan Chu akan mengalami kekalahan telak jika melakukan penyerangan.


Raja Ma Yen langsung menginstruksikan kepada pasukannya dan juga untuk sekte Kalajengking Merah untuk menyerang kearah wilayah kerajaan Wei dan juga mulai melakukan intervensi ke ibu kota kekaisaran Zhou.


Hal itu di lakukan karena kekuasaan kekaisaran Zhou mulai meredup, karena di ibu kota kekaisaran, bangsa han mulai membentuk kekuatan sendiri, dan juga kerajaan Qin, Wei, Chu, Zhao, Yan dan kerajaan Qi, semuanya masing - masing hanya memperkuat kerajaan mereka masing - masing.


Dan kerajaan yang paling aktiv melakukan perluasan wilayah adalah kerajaan Chu dan kerajaan Qin.


Kerajaan Zhao memang memiliki wilayah yang lebih besar dari kerajaan yang lain selain kerajaan Chu, namun suku Xiongnu selalu menjadi momok serius untuk kerajaan Zhao karena pemberontakan yang selalu mereka lakukan di wilayah bagian utara kerajaan Zhao.


Sehinga seluruh wilayah kekaisaran Zhou saat itu tidak ada yang aman dan terkendali.


*****


Ma Guang yang sudah mencapai tingkat tertinggi sebagai pendekar suci.


Namun hal itu belumlah cukup untuk menjadi seorang pendekar yang terkuat di daratan tersebut, hal itu di karenakan, Ma Guang belum bisa menguasai aura senjata atau pun jiwa senjata.


Sehingga pencapaian yang Ma Guang peroleh, tidak merubah bahwa dirinya belum ada apa - apanya buat pendekar yang sudah menguasai jiwa pedang atau pun aura pedang.


Ma Guang akhirnya membuka ruang dantian bagian atas yang berada di antara alisnya.


Sehingga kekuatan tenaga dalam pendekar muda itu sangat tidak terbatas lagi.


Dirinya sudah bisa melayang di udara seperti terbang namun dengan jarak sejauh 200-an meter.


Untuk membalaskan dendam Su Tian, mereka belum menemukan dimana tempat markas pusat sekte Seribu Racun.

__ADS_1


Jadi untuk tujuan awal mereka, yaitu menuju ke kota Ji, ibu kota kerajaan Yan.


Dimana untuk memusnahkan klan Jiulong yang menjadi otak pemusnahan keluarga Su Tian.


Jarak yang akan mereka tempuh untuk ke kota Ji, sekitar 200 kilo meter ke arah utara.


Dan untuk bisa tiba di kota tersebut memakan waktu empat hari jika berjalan kaki.


Ma Guang dan Xia Jiao kini sudah berusia 19 tahun, sedangkan Yuan Jiali sudah berusia 21 tahun.


Ma Guang kini sudah menjadi seorang pemuda dengan wajah yang tampan dengan tubuh yang kekar.


Sedangkan Xia Jiao, gadis itu menjadi seorang wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun, setiap pria yang menatap wajah serta tubuh gadis itu, pasti akan merasa tergila - gila padanya dan pasti ingin untuk memilikinya.


Yuan Jiali juga tidak kalah cantiknya dengan Xia Jiao, walau pun memang kecantikannya masih sedikit berada di bawah Xia Jiao.


Yuan Jiali memang secara diam - diam menyukai Ma Guang, namun pemuda itu tidak pernah mengetahui isi hati gadis tersebut, karena pemuda itu belum memikirkan yang namanya percintaan dan memang belum mengerti apa itu cinta.


Ma Guang tetap selalu memberikan perhatian yang sama kepada kedua gadis tersebut.


Sedangkan Xia Jiao sejak perpisahannya pertama kali dengan Ma Guang, gadis itu selalu menempatkan Ma Guang di dalam setiap ruang di hatinya.


Ma Guang adalah orang yang paling istimewa buat Xia Jiao.


Untuk Yuan Gao dan juga tetua Sim Lan, mereka berdua akhirnya menikah.


Jadi hanya Su Tian, Ma Guang, Xia Jiao dan juga Yuan Jiali yang akan pergi untuk membuat perhitungan dengan klan Jiulong.


Setelah mereka berempat sudah mempersiapkan diri mereka untuk melakukan perjalanan, mereka berempat langsung berpamitan dengan Yuan Gao dan juga tetua Sim Lan.


"Bibi Sim Lan! Paman Yuan Gao! Kami pergi dulu." Ucap Ma Guang sambil memberi hormat kepada keduanya.


"Tetua! Paman Yuan! Aku pamit." Ucap Xia Jiao.


"Ayah! Bibi! Jiali pamit dulu.


"Kalian berdua, jaga dan rawat baik - baik kediamanKu ini, hanya ini hartaKu yang tersisa selain kalian berlima." Ucap Su Tian sambil tersenyum.


"Jaga diri kalian baik - baik, dan tolong jagakan Li'er untukKu!." Ucap Yuan Gao.


"Jiao'er! Kamu harus selalu menjaga diriMu dan selalu berhati - hati saat melakukan perjalanan nanti." Ucap Sim Lan.


"Baik tetua!." Ucap Xia Jiao.


"Aku akan berusaha untuk menjaga dan melindungi mereka berdua dengan baik dan dengan seluruh kekuatan yang aku miliki." Ucap Ma Guang.

__ADS_1


Setelah sudah selesai berpamitan, akhirnya mereka berempat melakukan perjalanan mereka.


Keempat orang tersebut melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.


Su Tian yang sudah berusia paru baya itu memimpin perjalanan mereka dengan bersemangat.


Walau pun usianya kini sudah tidak muda lagi karena sudah berusia 67 tahun, namun karena pria tua itu sudah terbiasa hidup dengan bekerja, sehingga kekuatan serta perawakannya seperti seorang pria yang masih berusia 50 tahun.


Su Tian dan juga Xia Jiao sebelum melakukan perjalanan telah mempersiapkan pil penawar racun, pil penyembuh luka luar dan luka dalam dan pil pemulihan untuk mengembalikan kekuatan serta tenaga dalam.


Pil yang mereka berdua buat adalah pil tingkat tinggi.


Sudah seharian mereka melakukan perjalanan, namun belum juga menemukan satu desa pun.


Akhirnya mereka berempat beristirahat di sebuah hutan.


Ma Guang langsung meninggalkan ketiga orang tersebut dan pergi mencari makan malam untuk mereka berempat.


Satu jam kemudian, pemuda itu sudah membawa empat ekor ayam hutan untuk menjadi makanan mereka berempat.


Setelah selesai membersihkan, akhirnya mereka membakarnya dan menyantapnya setelah sudah matang.


Ma Guang menyandarkan tubuhnya di sebuah batang pohon besar dan di sebelah kiri kanannya juga ada dua orang gadis juga yang duduk menyandarkan tubuh mereka di batang pohon yang sama.


Akhirnya kedua gadis itu tertidur, kepala Xia Jiao dan Yuan Jiali sudah tersandar di bahu Ma Guang.


Akhirnya pemuda itu langsung meletakan kepala kedua gadis tersebut di pangkuannya.


Mentari pagi pun mulai menerangi wilayah di dalam hutan tersebut. Ma Guang masih tertidur, hal itu di karenakan pemuda itu tidur terakhir.


Xia Jiao yang terbangun langsung membuka matanya dan melihat wajah pria yang sangat istimewa di dalam hidupnya masih dalam keadaan tertidur.


Gadis itu tidak berhenti untuk menatap wajah pemuda tersebut, hingga akhirnya mata pemuda itu pun mulai terbuka dan hendak bangkit. Namun akhirnya dirinya tersadar bahwa ada bebab di kedua pahanya.


Ma Guang menatap kearah wajah kedua gadis tersebut yang sudah lebih dahulu terbangun, namun belum juga bangkit dari paha pemuda itu.


Mata ketiga muda mudi itu saling bertatapan, hati, pikiran serta perasaan Ma Guang mulai bergetar saat mengalami situasi tersebut.


"Eheemmm!."


Suara Su Tian memecahkan keheningan yang terjadi saat itu.


"Nona Xia! Nona Yuan! Ayo kita bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan kita.


Kedua gadis itu pun baru tersadar bahwa bukan hanya dirinya yang berada di pangkuan Ma Guang, melainkan mereka berdua sama - sama berada di pangkuan Ma Guang.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2