
Di markas sekte Naga Surgawi setelah Ma Guang tiba, jenderal Shen Tian langsung menemuinya.
"Penguasa! Saat ini aku akan kembali kedunia atas untuk melaporkan situasi yang terjadi didunia ini!."
"Mohon Penguasa mengijinkanKu untuk meninggalkan sekte ini bersama seluruh pasukanKu!."
"Jenderal Shen Tian! MenurutKu tugas yang kamu emban saat ini belum selesai! Mengapa anda ingin segera kembali kedunia atas untuk melaporkan hal itu?."
"Bukankah lebih baik kamu menyelesaikan terlebih dahulu misiMu baru kembali kedunia atas?."
Ma Guang mencoba mencegah kepergian jenderal Shen Tian.
"Memang benar apa yang penguasa katakan itu!."
"Akan tetapi saat ini aku merasa bahwa tugasKu tersebut hanya dibebankan seluruhnya kepada penguasa saja!."
"Sedangkan aku bersama pasukanku hanya bisa menerima hasil yang dicapai oleh penguasa bersama seluruh pasukan yang dipimpin oleh penguasa!."
"Jenderal Shen Tian tidak perlu sesungkan itu! Sebab aku melakukan hal itu juga karena dampak yang terjadi akan membuat orang - orang yang tidak bersalah menderita!."
"Jadi aku merasa bertanggung jawab juga untuk menyelesaikan permasalahan itu!."
"Benar apa yang penguasa katakan itu! Tetapi aku juga harus melaporkan terlebih dahulu perkembangan yang saat ini! Sehingga aku harus kembali kedunia atas untuk melaporkannya!."
"Baiklah! Jika jenderal Shen Tian memang harus melakukan hal itu! Aku sudah tidak bisa untuk menahan jenderal Shen Tian dan juga seluruh pasukan Surgawi!."
Ma Guang akhirnya tidak bisa lagi untuk menghentikan keinginan sang jenderal pasukan surgawi untuk meninggalkan sekte Naga Surgawi.
Akhirnya jenderal Shen Tian pun pamit undur diri kepada Ma Guang dan juga pergi untuk berpamitan dengan para petinggi sekte serta berpamitan dengan raja Long Wang.
Setelah selesai berpamitan, Shen Tian bersama pasukannya pun pergi meninggalkan sekte Naga Surgawi.
Ma Guang dan lainnya mengantarkan mereka hingga ke perbatasan wilayah sekte Naga Surgawi.
Pergerakan pasukan jenderal Shen Tian menuju kearah selatan.
Mereka berniat untuk pergi ke benua tengah dimana terdapat begitu banyak pendekar yang memiliki kultivasi ditingkat pendekar dewa.
Tujuan Shen Tian untuk pergi kebenua tengah agar mereka bisa menyerap esensi darah murni dari setiap pendekar kaisar dewa atau pun pendekar dewa agung.
Hal itu agar dirinya bisa mendapatkan kembali kekuatan sejatinya yang berada di tingkat Dewa Surgawi puncak.
Sedangkan Ma Guang dan juga para bawahannya kini kembali ke aula utama sekte.
Saat mereka semua sudah duduk didalam ruangan tersebut, Ma Guang pun angkat bicara mengenai kepergian jenderal Shen Tian.
"Raja Long Wang! Menurut pendapatMu, apakah masuk diakal jika pasukan surgawi kembali ke dunia atas disaat belum menyelesaikan tugas mereka?." Tanya Ma Guang penasaran.
"Penguasa! MenurutKu apa yang dilakukan oleh jenderal Shen Tian itu sangat mencurigakan!."
__ADS_1
"Sebab setiap tugas yang diberikan kepada pasukan makhluk surgawi itu harus diselesaikan sebelum kembali ke dunia atas!."
"Sehingga aku berpikir kepergian mereka ini memiliki maksud terselubung yang belum kita ketahui!."
"Jadi kita harus mewaspadai setiap pergerakan mereka!."
"Karena menurutKu, jenderal Shen Tian juga merasa tertarik dengan kekuatan yang penguasa miliki serta tubuh Dewa Naga Surgawi yang menjadi buruan semua makhluk surgawi!."
"Iya penguasa! Sebaiknya kita harus mewaspadai juga maksud kepergian mereka!." Sambung Jiangjun.
"Baiklah! Perbaiki dan tingkatkan formasi pelindung sekte kita ini agar tidak bisa dengan mudah ditembus oleh pasukan makhluk surgawi mana pun!." Perintah Ma Guang.
"Saat ini kita harus berfokus untuk menyerang pasukan yang dipimpin oleh Long Disan!."
"Aku menginginkan agar perang ini secepatnya berakhir!."
"Agar supaya kita bisa menjalani kehidupan kita dengan tenteram dan damai!." Tutur Ma Guang.
"Jadi apa yang akan kita lakukan?." Tanya Jiangjun.
Kita harus membaur dengar masyarakat sambil menekan tingkat kultivasi serta mengaburkan aura Naga Surgawi serta aura Kilin Api dari dalam tubuh kita!."
"Aku sudah memilih suatu tempat untuk kita memulai perjalanan agar pasukan yang dipimpin oleh Long Disan tidak mencurigai kita!."
Ma Guang pun mengajak Long Wang, Shi Tiao, Jiangjun, Shi Kang, Shi Lauw serta dua puluh lima pasukan Naga dan juga dua puluh lima pasukan Kilin Api yang memiliki kekuatan ditingkat Dewa Bumi awal untuk menuju ke tempat yang Ma Guang maksudkan.
Ma Guang langsung membuka portal ruang dan waktu dan langsung memasukinya diikuti oleh pasukan Naga dan pasukan Kilin Api.
Dalam sekejab mereka kini sudah sampai di wilayah kekaisaran Baiyue didekat sekte Beruang Matahari.
"Penguasa! Saat ini kita berada dimana?." Tanya Long Wang.
"Saat ini kita berada di wilayah kekaisaran Baiyue! Kita akan pergi untuk menuju ke sekte Beruang Matahari!." Ujar Ma Guang.
Walau pun aura naga serta tingkat kultivasi mereka telah diturunkan ketingkat pendekar langit awal, akan tetapi para pendekar dewa bisa mengetahui kehadiran kelompok Ma Guang tersebut.
Mereka pun langsung dihadang oleh anggota sekte Beruang Matahari yang dipimpin oleh seorang tetua tingkat tinggi yang memiliki kultivasi sebagai pendekar agung.
"Berhenti! Siapa kalian dan apa tujuan kalian berada diwilayah kekte kami!?." Tanya tetua tersebut dengan nada suara yang lantang.
"Mohon maaf jika kami mdatang kesekte kalian ini tanpa memberitahukan terlebih dahulu!."
"Namun apakah kami bisa untuk menemui patriak Tien Chou?." Tanya Ma Guang.
"Kamu belum menjawab pertanyaanKu tadi! Jadi bagaimana bisa aku membiarkan kalian untuk menemui patriak sekte kami?." Balas tetua tersebut.
Patriak Tien Chou yang mendapatkan informasi tersebut segera memeriksa dengan kekuatan spiritualnya.
Namun dirinya tidak bisa mengenali satu pun dari kelompok tersebut.
__ADS_1
Sehingga dirinya bersama para leluhur serta Hong Mogui dan juga Hong Jiannan menyusul anggota sekte mereka tersebut.
Ma Guang tetap bersih keras tidak ingin memberitahukan identitasnya, sehingga sang tetua tersebut menjadi sangat geram terhadapnya.
"Mohon maaf tetua! Tetapi kedatangan kami ini bukan untuk membuat kekacauan di sekte kalian!."
"Karena kedatanganKu kali ini murni untuk menemui patriak Tien Chou yang adalah teman saat kita bertemu di benua tengah!." Tutur Ma Guang.
"Apa? Teman saat di benua tengah?." Pikir tetua itu dengan mimik muka yang merasa terkejut.
Sebab dirinya mengetahui benar untuk menuju ke benua tengah atau pun untuk datang ke benua utara, kultivasi dari seorang pendekar yang paling terendah haruslah berada di tingkat pendekar Spiritual puncak.
Sehingga menurutnya, sosok didepannya itu tidaklah sesederhana yang dia lihat.
Karena jika orang - orang dibelakangnya adalah seorang pendekar agung, sudah bisa dipastikan dirinya adalah seorang pendekar dewa.
"Jika benar demikian, siapa kamu? Sehingga aku bisa memberitahukan kepada patriak kami!."
"KedatangaKu kali ini hanya untuk datang melihat keadaan keluargaKu yang tinggal disekte kalian ini!."
"Jadi siapa diriKu itu tidaklah penting bagi tetua! Dan juga tidak bisa tetua ketahui!." Balas Ma Guang.
"Sekuat apa pun diriMu, namun jika diriMu tidak ingin memberitahukan siapa kamu sebenarnya, aku tetap tidak akan mengijinkanMu untuk menemui patriak!."
"Tidak perlu untuk repot - repot lagi! Saat ini aku sudah berada disini!."
"Jadi siapa anda dan apa tujuan anda datang kesini untuk menemuiKu!?."
Tien Chou langsung menyambung perkataan tetuanya saat dirinya sudah tiba juga ditempat itu bersama dengan para petinggi sekte lainnya.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Ternyata patriak Tien Chou juga tidak bisa mengenali diriKu!."
Ma Guang tertawa karena penyamarannya tidak diketahui juga oleh patriak Tien Chou.
"Hal ini ternyata berjalan dengan sempurna!." Lanjut Ma Guang dengan nada suara yang bahagia.
Mendengar suara Ma Guang, Hong Jiannan bisa merasakan getaran didalam dirinya.
Bahwa sosok ini sangat berkaitan erat dengannya, yaitu saudaranya.
Pendekar muda itu pun segera memberitahukan kepada patriak Tien Chou bahwa sosok didepannya itu adalah kakaknya Ma Guang.
Saat Hong Jiannan memberitahukan hal itu kepada patriak Tien Chou, Ma Guang bisa mengetahuinya.
Sehingga pria itu merasa takjub dengan adik seibunya itu karena bisa mengenalinya.
Mendengar apa yang Hong Jiannan katakan, patriak Tien Chou tanpa mendapatkan aba - aba langsung menjatuhkan tubuhnya ketanah dan bersujud memohon ampun kepada Ma Guang atas penyambutan serta kelancangannya itu.
~Bersambung~
__ADS_1