Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 254. Restoran Teratai Putih


__ADS_3

Ma Guang dan juga Bing Bihai langsung turun dan melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki.


Hal itu di lakukan mereka, karena keduanya ingin singga di salah satu kota yang akan mereka lalui.


Pemuda itu langsung mempersiapkan tanda pengenal dari sekte Naga Surgawi yang dia miliki agar mereka bisa memasuki kota itu dengan lancar.


Saat keduanya sudah berada di belakang antrian orang yang ingin memasuki kota itu, Ma Guang langsung memanggil seorang prajurit untuk berbicara dengannya.


Prajurit yang melihat pemuda itu memanggilnya dengan kekuatan jiwa, langsung datang mendekati keduanya.


"Apa ada yang bisa saya bantu!?." Tanya prajurit itu dengan ramah.


Ma Guang pun langsung berkata.


"Apakah kami berdua boleh di permudah untuk memasuki kota ini!?." Tanya Ma Guang sambil menunjukkan sebuah lencana di tangannya.


Prajurit yang melihat lencana tersebut langsung mengenali lambang yang tercetak di lencana itu.


"Tuan pendekar! Ayo ikut aku!." Ajak prajurit tersebut sambil mempersilahkan Ma Guang dan juga Bing Bihai untuk berjalan mengikutinya.


Prajurit itu langsung membawa keduanya untuk menghadap kepada komandan yang bertanggung jawab di pintu gerbang kota tersebut.


"Kenapa? Apa ada masalah?." Tanya sang komandan menyambut kedatangan mereka.


"Tidak komandan! Tetapi pendekar muda ini berasal dari sekte Naga Surgawi...!." Prajurit itu tidak dapat melanjutkan kata - katanya karena sudah di potong oleh sang komandan.


"Apa? Dari sekte Naga Surgawi!?." Ucap sang komandan terkejut.


"Iya komandan!." Jawab Ma Guang membenarkan sambil menyodorkan tanda pengenal miliknya.


Melihat tanda pengenal milik Ma Guang, sang komandan langsung lebih terkejut lagi dan langsung menunduk sambil menangkupkan tangannya dan berkata.


"Patriak! Selamat datang di kota kami ini!." Seru komandan tersebut.


Komandan itu berpikir Ma Guang adalah patriak sekte Naga Surgawi, sebab dirinya melihat tanda pengenal yang di tunjukkan oleh Ma Guang yang sudah pasti di miliki oleh seorang pemimpin suatu sekte.


"Komandan tidak perlu sesungkan itu! Aku bukanlah seorang patriak! Tetapi aku hanyalah seorang petinggi di sekte itu!." Ujar Ma Guang.


"Baiklah jika seperti itu! Tetapi, apakah ada hal yang bisa saya bantu!?." Tanya sang komandan.


"Iya! Aku hanya ingin bertanya! Apakah kami berdua bisa memasuki kota ini tanpa mengantri terlebih dahulu!?." Tanya Ma Guang dengan ramah.


"Bisa tetua! Sebab saat ini kami juga sudah memeriksa tetua saat tetua menunjukkan tanda pengenal tersebut!." Jawab sang komandan.


"Baiklah! Kalau begitu, apakah kami berdua sudah bisa melanjutkan perjalanan kami!?." Tanya Ma Guang.

__ADS_1


"Bisa tetua! Silahkan melanjutkan perjalanannya! Mohon maaf jika ada kesalahan yang telah kami lakukan!." Ucap sang komandan sambil membungkuk dan menangkupkan tangannya memberi hormat kepada Ma Guang.


"Terima kasih komandan! Kami berdua pamit dulu!." Tutur Ma Guang yang langsung melangkah memasuki kota itu dan di ikuti oleh Bing Bihai yang tetap menggenggam lengannya.


Saat Mereka berdua baru memasuki kota tersebut, ada begitu banyak orang - orang yang menawarkan jasa untuk mengantarkan para tamu dari luar kota ke suatu penginapan, restoran, rumah Makan, kedai atau pun pertokoan yang menjual barang - barang yang sering di cari oleh para pendatang yang berkunjung di kota itu.


Ada juga yang menawarkan jasa untuk menjadi Tour Guide di kota tersebut.


Suasana di kota itu sangat berbeda jauh dari kota sebelumnya.


"Selamat datang di kota Rulong! Apakah tuan dan nyonya membutuhkan penginapan!?." Tanya seorang pria kepada Ma Guang.


"Tidak!." Jawab Ma Guang singkat.


"Apakah tuan dan nyonya membutuhkan orang untuk menjadi pemandu wisata!?."


"Tidak!." Ma Guang langsung menjawab singkat.


Pemuda itu terus menolak apa yang di tawarkan kepada mereka berdua.


Akhirnya sudah tidak ada lagi orang yang menawarkan suatu jasa kepada mereka berdua, karena keduanya sudah berjalan menjauh dari tempat dimana mereka berkumpul.


Keduanya kini mulai melihat setiap bangunan yang berdiri di kiri dan kanan jalan yang keduanya lalui.


Hal itu di lakukan agar bisa menemukan sebuah restoran untuk keduanya singgahi.


Pemuda itu pun langsung menuruti ajakan wanita tersebut.


Saat baru memasuki restoran keduanya langsung di sambut oleh seorang pelayan.


"Selamat datang di restoran Teratai Putih! Tuan! Nyonya! Di restoran kami ini memiliki tiga lantai dengan tiga makanan yang berbeda! Jika di lantai dasar hanya menyajikan makanan untuk meningkatkan energi tenaga dalam bagi para pendekar yang berada di tingkat pendekar suci kebawah!."


"Untuk lantai kedua makanan yang akan di sajikan bisa meningkatkan energi Qi di dalam tubuh seorang pendekar langit awal hingga pendekar petapa suci!."


"Sedangkan di lantai ketiga, makanan yang akan di hidangkan bisa meningkatkan energi Qi dari pendekar spiritual dan juga pendekar agung!."


"Bagaimana? Tuan dan nyonya akan memesan tempat di lantai berapa!?." Tanya pelayan tersebut.


Ma Guang yang mendengarkan penjelasan pelayan tersebut langsung memesan tempat di lantai dasar.


Hal tersebut karena menyesuaikan dengan kemampuan yang Bing Bihai miliki.


Pelayan tersebut langsung mengantarkan keduanya di salah satu tempat yang masih kosong.


"Tuan! Nyonya! Ini tempat untuk kalian berdua! Namun sebelum kami menyajikan makanan serta arak terbaik kami untuk di lantai dasar ini! Tuan dan nyonya harus terlebih dahulu membayar biaya untuk makanan serta arak tersebut!." Tutur pelayan itu lagi.

__ADS_1


Ma Guang pun langsung menanyakan berapa biaya yang harus di bayarnya.


Setelah mengetahui nya, Ma Guang langsung memberikan koin emas sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh pelayan itu.


Pelayan itu pun langsung pergi.


Sedangkan keduanya langsung duduk di tempat tersebut.


Para pelayan langsung menyajikan makanan serta arak di depan kedua.


Ma Guang langsung mempersilahkan Bing Bihai untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia itu.


Saat sedang menikmati hidangan yang ada di depan keduanya, seorang pemuda yang bertubuh tegap setinggi 1,80 meter datang mendekati keduanya bersama lima orang yang terus mengikutinya.


Pemuda tampan tersebut baru saja turun dari lantai dua restoran itu, namun saat sampai di lantai dasar, pemuda itu langsung melihat Bing Bihai yang duduk sambil menikmati hidangan di depannya.


Pemuda itu langsung merasa tertarik dengan kecantikan yang Bing Bihai miliki, sehingga tidak bisa menahan diri lagi untuk mendekati wanita cantik tersebut.


"Hai nona! Apakah aku boleh duduk disini bersama denganMu!?." Tanya pria tersebut dengan sopan.


Bing Bihai yang sedang menikmati hidangan di depannya langsung menghentikan aktivitasnya itu dan menatap kearah pemuda yang berdiri tidak jauh darinya.


"Maaf tuan! Kami berdua saat ini tidak ingin di ganggu!." Tutur Bing Bihai menanggapi pertanyaan pemuda tersebut.


Setelah mendengar penolakan dari wanita cantik di depannya itu, pemuda tersebut tidak mengendorkan niatnya untuk mendekati Bing Bihai.


Apa lagi keduanya hanya menikmati makanan di lantai dasar, sudah bisa di pastikan tingkat kultivasi keduanya jauh berada dibawah kultivasinya.


"Nona! Perkenalkan, aku Dao Feng! Tuan muda dari klan Dao yang berkuasa di kota ini!." Tutur pemuda yang bermarga Dao tersebut dengan bangga.


"Terima kasih karena telah memperkenalkan diri tuan muda Dao kepadaKu! Namun aku sekali lagi meminta maaf karena saat ini kami berdua tidak ingin di ganggu!." Tutur Bing Bihai dengan nada suara yang sudah meninggi.


"Nona! Janganlah bertingkah seperti itu di depan tuan muda kami! Sebab kamu akan merasakan bagaimana jika tuan muda kami murka!." Tutur seorang pengawal yang bersama dengan Dao Feng.


Mereka seakan tidak menghiraukan dengan keberadaan Ma Guang di tempat itu.


Ma Guang pun tetap menyantap hidangan di depannya.


"Tuan! Aku rasa kalian sendiri yang membuat diriKu hingga bisa berkata seperti itu!." Tutur Bing Bihai lagi.


"Sudahlah! Aku tidak keberatan jika yang mengatakan hal itu adalah seorang wanita cantik seperti dirinya!." Ujar Dao Feng kepada pengawalnya.


"Kalau begitu, bagaimana jika aku mengundang nona untuk datang ke kediamanKu!?." Lanjut Dao Feng lagi.


"Tuan muda Dao! Apakah memang seperti ini sifat setiap tuan muda dari keluarga bangsawan!?." Tutur Ma Guang yang sudah jenuh dengan pemuda tersebut yang terus memaksa Bing Bihai.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2