
Mata Ki Kebo Pengging langsung tertutup, bagian tubuhnya yang terpisah kini sudah tidak bergerak lagi.
Hal itu membuat Ma Guang langsung merasa benar - benar telah selesai mengalahkan lawannya.
Saat Ma Guang membalikkan tubuhnya, tubuh Ki Kebo Pengging langsung menyatuh kembali dan dengan cepat menyerang Ma Guang.
Semua orang yang melihat kejadian tersebut tidak bisa berbuat apa - apa lagi selain hanya bisa menatap apa yang akan menimpa Ma Guang.
Mata mereka hanya melotot melihat apa yang baru saja akan menimpa Ma Guang.
Persepsi Ma Guang langsung menajam dan langsung membentuk perisai pertahanan miliknya.
Namun perisai pertahanannya itu tidak terbentuk dengan sempurna saat serangan cahaya milik Ki Kebo Pengging menerjang tubuhnya.
Hal itu membuat serangan cahaya Ki Kebo Pengging langsung melukai Ma Guang dengan serius.
Darah berwarna hitam keluar dari mulut Ma Guang.
Tubuh pendekar muda itu langsung tersungkur ketanah.
Keempat Su bersaudara langsung melesat dan menyerang Ki Kebo Pengging dengan jurus pedang cahaya milik mereka berempat.
Sedangkan Yuan Jiali, Xia Jiao dan juga yang lainnya langsung mendekati tubuh Ma Guang.
Tubuh Ki Kebo Pengging kini hancur berserakan karena serangan yang di lancarkan oleh keempat Su bersaudara.
Mereka kemudian mengumpulkan bagian tubuh Ki Kebo Pengging menjadi empat bagian dan mulai membakarnya.
Sedangkan pendekar yang satunya lagi langsung memanfaatkan peluang yang ada untuk melarikan diri.
Namun harapannya langsung pupus saat ingin melarikan diri, karena di depannya kini telah berdiri enam orang, yaitu dua orang pendekar suci dan empat orang yang sudah mencapai pendekar raja tingkat puncak.
Akhirnya kembali lagi terjadi pertarungan di antara mereka.
Jurus pedang hampa milik leluhur Guang Zhi sangat sulit di hadapi oleh pendekar tersebut. Dan jurus itu pula yang Ma Guang gunakan untuk mengalahkan dirinya.
Hanya bertukar beberapa gerakan saja sudah membuat kepala pendekar tersebut terpisah dari tubuhnya.
__ADS_1
Setelah selesai membunuh pendekar yang mencoba untuk melarikan diri tersebut. Keenam orang itu langsung pergi mendekati Ma Guang dan ingin melihat keadaan pendekar muda itu.
Yuan Jiali langsung mengalirkan energi tenaga dalam miliknya ketubuh Ma Guang untuk memberikan pertolongan pertama kepada pendekar muda itu.
Semuanya tidak bisa menduga jika hal itu bisa terjadi.
Yang mereka ketahui, tubuh Ki Kebo Pengging sudah tidak bergerak lagi dan tanda - tanda kehidupan sudah tidak terlihat lagi. Namun mereka tidak mengetahui bahwa tubuh Ki Kebo Pengging walaupun sudah hancur, namun tubuhnya tetap tidak bisa menyentuh tanah, karena jika seluruh bagian tubuhnya yang hancur tersebut menyentuh tanah, tubuhnya bisa kembali menyatu seperti sedia kala.
Keempat Su bersaudara kini sedang di sibukkan dengan bagian tubuh Ki Kebo Pengging yang masing - masing mereka kumpulkan.
Karena saat mereka membakar bagian tubuh tersebut, api tidak bisa menghanguskan bagian tubuh milik Ki Kebo Pengging.
Hal itu karena cahaya yang melindungi tubuhnya masih tetap menyelimuti setiap bagian tubuh yang sudah terpisah itu.
"Tubuhnya sudah hancur seperti ini, tetapi masih saja membuat kita pusing untuk melenyapkannya. Teknik apa yang pria ini miliki? Sepertinya pendekar yang berada di kekaisaran Zhou ini, sudah tidak ada lagi yang bisa untuk mengalahkan pendekar ini". Gumam Su Tian yang di tanggapi dengan anggukan kepala oleh ketiga saudaranya.
Mereka kemudian kembali memikirkan cara yang lain untuk memusnahkan tubuh Ki Kebo Pengging tersebut.
Sedangkan tubuh Ma Guang kini telah di aliri tenaga dalam milik Yuan Jiali dan juga patriak Yao Han.
Setelah tubuh Ma Guang sudah terlihat perubahan yang lebih baik, mereka langsung menghentikan aktivitas mereka dan langsung membopongnya menuju ke sekte Bambu Kuning.
Tidak terkecuali dengan keempat Su bersaudarah. Keempatnya juga menuju ke sekte Bambu Kuning sambil masing - masing membawa potongan - potongan tubuh Ki Kebo Pengging di tangan mereka berempat.
Setelah tiba di sekte Bambu Kuning dan mengantarkan tubuh Ma Guang untuk proses pemulihan, akhirnya mereka kembali di sibukkan dengan tubuh Ki Kebo Pengging yang tidak bisa untuk di musnahkan.
"Bagaimana caranya untuk memusnahkan tubuh orang ini?". Tanya Su Tian kepada patriak Yao Han dengan nada suara yang ketus.
"Aku juga belum pernah bertemu atau pun mendengar kemampuan yang seperti ini, sehingga aku belum mengetahui bagaimana caranya untuk membuat tubuhnya ini bisa di musnahkan, untuk sementara, kita buatkan saja empat buah peti agar menjadi tempat sementara untuk bagian tubuhnya ini". Ucap patriak.
"Tidak ku sangka, ada juga kemampuan yang seperti ini". Gumam patriak Yao Han.
Patriak langsung melangkahkan kakinya untuk menuju daerah terlarang sekte tersebut untuk menanyakan hal itu kepada para leluhur.
Setelah mulai memasuki daerah yang banyak terdapat goa - goa di tebing yang ditumbuhi pepohonan yang lebat itu, patriak Yao Han langsung memberi hormat dan memanggil para leluhur untuk keluar dari tempat meditasi mereka.
Tidak terkecuali ketiga leluhur agung, ketiganya juga langsung keluar dan duduk di tempat yang biasa mereka gunakan untuk pertemuan para leluhur.
__ADS_1
"Ada masalah genting apa sehingga membuatMu memanggil kami semua?". Tanya Leluhur agung Yao Fan yang tidak lain adalah ayah dari patriak sendiri.
"Mohon maaf karena sudah mengganggu meditasi para leluhur. Tetapi bagiKu masalah ini adalah masalah yang sangat serius sehingga aku harus datang menemui para leluhur sekalian".
"Masalah apa yang ingin kamu tanyakan?".
"Para leluhur! Saat ini Ma Guang sedang terluka parah....."
"Apa!? Bagaimana bisa!?". Ucap para leluhur menyela perkataan patriak Yao Han.
"Coba kamu ceritakan, bagaimana hal itu bisa terjadi?". Ucap leluhur agung Yao Fan sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Ada pendekar bayaran yang datang untuk membunuh Ma Guang, tetapi Ma Guang masih bisa mengalahkannya, tubuh pendekar itu sudah terpisah menjadi beberapa bagian dan sudah terlihat tidak ada lagi kehidupan. Namun setelah beberapa saat kemudian, tubuh pendekar itu kembali menyatu dan langsung menyerang Ma Guang...."
"Apa!? Apakah pendekar dari daratan Shi-Po yang melakukan hal ini kepadanya? Siapa yang sudah menyewa pendekar tersebut?". Ucap Yao Fan menyela perkataan patriak Yao Han.
"Daratan Shi-Po!? Dimana letak daratan tersebut? Apakah pendekar dari daratan tersebut memang sehebat itu?". Tanya patriak Yao Han dengan penasaran.
"Daratan Shi-Po juga biasa disebut Yavadvipa oleh orang - orang bangsa Arya yang berada di wilayah Mahajanapada. Sedangkan letaknya berada di sebelah Selatan jauh dari wilayah kekaisaran Zhou ini, konon katanya pendekar - pendekar dari daratan tersebut memiliki kemampuan yang di luar nalar kita". Leluhur Yao Fan menjelaskan.
"Jadi seperti itu! Terus bagaimana caranya kita memusnahkan tubuh pendekar tersebut?". Tanya patriak lagi.
"Apa maksudMu itu? Tubuh siapa yang harus di musnahkan?". Tanya salah satu leluhur agung.
"Tubuh pendekar yang menyerang Ma Guang tersebut kini sudah terpisah menjadi beberapa bagian, namun agar tidak bisa menyatuh kembali, kami berpikir untuk memusnahkannya. Tetapi kami tidak bisa membakar tubuh pendekar tersebut walau pun sudah terpisah". Patriak menjelaskan.
"Tetapi siapa yang membuat tubuh pendekar itu kembali terpisah menjadi beberapa bagian?". Tanya salah satu leluhur.
"Yang melakukannya adalah guru Ma Guang Su Tian dan ketiga saudaranya". Jawab patriak.
"Untuk lebih jelasnya, lebih baik kita semua pergi dan melihat keadaan Guang'er dan juga tubuh pendekar tersebut, agar kita bisa menyimpulkan apa yang harus kita lakukan". Ucap leluhur agung Yao Fan.
"Baiklah! Kalau begitu, mari kita pergi, lebih cepat akan lebih baik". Ucap leluhur agung yang lain menimpali perkataan leluhur agung Yao Fan.
Akhirnya mereka bangkit dari tempat duduk mereka masing - masing dan bergerak menuju ke kediaman Ma Guang untuk melihat keadaan pendekar muda tersebut dan juga untuk melihat tubuh Ki Kebo Pengging yang kini sudah terpisah.
~Bersambung~
__ADS_1