
Tombak pusaka ras Naga Api langsung melesat secepat kilat kearah kedatangan Shen Ma dan juga pasukannya.
Shen Ma yang baru saja tiba langsung terkejut dengan serangan yang dilancarkan oleh Ma Guang.
Sebab senjata pusaka milik ras Naga surgawi itu mampu untuk membunuh komandan pasukan surgawi tersebut.
Shen Ma pun segera menciptakan perisai pelindung dari energi Qi miliknya untuk membendung serangan Ma Guang.
Akan tetapi disaat dirinya belum sempurna menciptakan perisai pelindung tersebut, dari belakang beberapa pasukan surgawi yang adalah bawahannya langsung menerjang tubuh Shen Ma saat keluar dari portal ruang dan waktu.
Hal tersebut sontak saja memberikan dampak yang sangat fatal bagi Shen Ma dan juga pasukannya yang baru saja keluar dari portal ruang dan waktu.
Tombak Ma Guang langsung menembus dada Shen Ma tanpa ada sesuatu pun yang menghalanginya.
Setelah tubuhnya tertembus tombak pusaka milik Ma Guang, akhirnya Shen Ma pun kehilangan nyawanya.
Tidak hanya tubuh Shen Ma yang tertembus oleh serangan tombak milik Ma Guang, melainkan puluhan pasukan surgawi ikut juga menjadi korban ketajaman mata tombak tersebut.
"Komandan! Komandan!". Teriak seorang prajurit surgawi saat melihat tubuh pemimpinnya yang kini sudah bersimbah darah dan tidak bernyawa lagi.
Setelah kejadian itu, akhirnya sebagian dari pasukan surgawi yang ada segera melindungi pilar yang menjadi pintu masuk dan keluar dunia kecil tersebut.
Sedangkan yang lainnya langsung menghindari serangan tombak Ma Guang serta melancarkan serangan balik terhadap Ma Guang dan juga pasukannya.
Tombak pusaka milik Ma Guang kini sudah kembali lagi di tangannya dan menghilang.
Saat ini mulai terjadi adu kekuatan diantara pasukan Ma Guang dan juga pasukan surgawi.
Kekuatan serangan kedua kelompok itupun dapat menghancurkan goa tersebut sehingga kini sudah tidak ada lagi karena sudah terlihat beratapkan langit.
Situasi ditempat itu kini terlihat sangat kacau, debu tebal bertebaran dimana - mana sehingga menghalangi pandangan satu dengan yang lain.
Pertempuranpun kini hanya menggunakan kekuatan spiritual mereka masing - masing untuk bisa mengetahui keberadaan lawan.
Namun hal tersebut memberikan ruang gerak bagi mereka untuk bertarung secara terbuka.
Ma Guang, Long Wang, Jiangjun serta para petinggi lainnya kini hanya menjadi penonton atas pertarungan yang tidak seimbang tersebut.
Sebab jumlah pasukan Ma Guang jauh lebih banyak dari pasukan surgawi yang dipimpin oleh komandan Shen Ma itu.
__ADS_1
Pasukan surgawi kini menjadi bulan - bulanan dari pasukan yang dipimpin oleh Ma Guang.
"Penguasa! Sepertinya apa yang kita rencanakan sudah di ketahui oleh jenderal Shen Tian." Ujar Long Wang dengan nada suara seakan ingin mengetahui apa yang Ma Guang pikirkan.
Mendengar perkataan Long Wang, Ma Guang pun menarik nafas panjang dan menanggapinya.
"MenurutKu, mereka baru menyadari akan apa yang kita rencanakan ini, sehingga kedatangan komandan Shen Ma beserta para bawahannya sedikit terlambat".
"Apakah tujuan kita hanya untuk menghancurkan dunia kecil ini?". Tanya Jiangjun penasaran dengan apa yang Ma Guang rencanakan.
"Jika jenderal Shen Tian ingin menyelesaikan permasalahan ini, dia harus segera menyerahkan istriKu dan juga harus segera meninggalkan dunia kita ini, jika tidak, aku akan menghancurkan dunia kecil ini". Tutur Ma Guang dengan nada suara yang penuh ketegasan.
Sedangkan didalam dunia kecil, kini hati, pikiran serta perasaan jenderal Shen Tian mulai gelisah karena telah mengetahui kematian dari salah satu komandan pasukannya.
Dirinya menjadi serba salah dengan situasi tersebut, sebab jika mereka tidak keluar dari dunia kecil itu, sudah bisa dipastikan mereka juga akan kehilangan nyawa mereka, sebab Ma Guang pasti akan menghancurkan dunia kecil tersebut.
Namun jika mereka keluar dari dunia kecil itu untuk bertarung menghadapi Ma Guang bersama pasukannya, sudah tentu mereka akan mengalami kekalahan yang telak.
Sebab mereka kalah jumlah dengan pasukan yang Ma Guang pimpin serta kekuatan sejati mereka akan kembali di tekan oleh aturan ruang dan waktu yang ada didunia manusia.
"Jenderal! Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang?". Tanya Shen Shuai dengan sikap yang juga terlihat sangat gelisah.
"Cepat kirimkan seorang prajurit untuk menyampaikan pesanKu! Katakan kepada Ma Guang bahwa kami akan menyerahkan putri Zhou Lu Yun, tetapi dengan satu syarat, bahwa Ma Guang harus membiarkan kita semua untuk keluar terlebih dahulu dari dunia kecil ini dan membiarkan kami untuk pergi". Perintah Shen Tian kepada Shen Shuai.
"Jenderal! Apakah benar hal itu yang akan kita lakukan?". Tanya komandan Shen Rian penasaran dengan apa yang pemimpinnya rencanakan.
"Aku akan menjebak mereka didalam dunia kecil ini". Ucap Shen Tian singkat.
"Bagaimana caranya?". Tanya Sang asisten dengan penasaran.
"Jika Ma Guang menerima tawaran itu, kalian harus segera pergi untuk meninggalkan dunia manusia dan kembali kedunia kita". Ujar Shen Tian.
"Bagaimana dengan jenderal?". Shen Rian kembali bertanya.
"Tidak perlu lagi kamu mengkhawatirkan tentang diriKu, sebab aku telah melakukan kesalahan didunia manusia, sehingga sudah bisa dipastikan aku akan dihukum jika aku kembali".
"Dan jika mereka sudah memasuki didunia kecil ini, kamu harus segera menghancurkan dunia kecil ini". Shen Tian kembali menjelaskan.
"Jenderal! Apakah rencana ini adalah misi untuk bunuh diri?". Tanya bawahannya penasaran serta dengan mimik muka yang terlihat sedih.
__ADS_1
"MenurutKu rencana ini tidak sepenuhnya sempurna, sebab Ma Guang itu tidaklah bodoh". Tutur Shen Tian.
"Mengapa rencana itu tidak sempurna?". Tanya bawahannya lagi.
"Sudahlah! Jika rencanaKu itu diterima oleh Ma Guang dan mereka segera memasuki dunia kecil ini, kalian harus secepatnya menghancurkan dunia kecil ini".
"Dan jika mereka semua tidak memasuki dunia kecil ini, kalian harus melanjutkan perjalanan kalian untuk kembali ke dunia kita". Tutup Shen Tian.
"Baik Jenderal!." Jawab Shen Rian sambil menangkupkan tangannya.
Saat keduanya sedang berbincang - bincang, Shen Shuai pun tiba dan melaporkan apa yang baru saja dia lakukan.
"Jenderal! Aku sudah mengutus seorang prajurit pilihan untuk menyampaikan perintahMu!". Ucap Shen Shuai.
"Bagus! Kalau begitu, saat ini kita tinggal menunggu kabar yang dibawakan oleh utusan itu". Balas Shen Tian menanggapi perkataan Shen Shuai.
"Cepat panggil komandan Shen Tong kesini dan katakan kepadanya untuk mengurung kembali putri Zhou Lu Yun di tempatnya semula". Perintah Shen Tian kepada Shen Shuai.
"Baik Jenderal!". Sang komandan pun segera melesat kearah komandan Shen Tong berada.
Shen Shuai sendiri belum mengetahui rencana sang jenderal.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Shen Shuai untuk bisa tiba ditempat Shen Tong berada.
"Komandan Shen Tong! Jenderal memerintahkan anda untuk membawa kembali putri Zhou Lu Yun di tempatnya semula! Dan anda sendiri diminta jenderal untuk bergabung dengan kita!". Ucap Shen Shuai saat bertemu dengan Shen Tong.
"Apakah rencana kita telah berubah?". Tanya Shen Tong menanggapi perkataan rekannya itu.
"Sepertinya begitu! Aku juga belum mengetahui apa yang jenderal rencanakan". Jawab Shen Shuai.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan mengantarkan putri Zhou Lu Yun terlebih dahulu". Tutur Shen Tong.
"Kalau begitu, aku balik lebih dulu". Ucap Shen Shuai.
"Iya! Nanti aku menyusul setelah mengantarkan putri". Balas Shen Tong.
Shen Shuai pun menganggukkan kepalanya dan segera kembali ketempat dimana Shen Tian berada.
Sedangkan Shen Tong sendiri kini segera membawa Zhou Lu Yun ke sel tahanan yang berada di dunia tersebut.
__ADS_1
Zhou Lu Yun sendiri kini hanya bisa diam dan merasa dirinya sudah tidak berguna lagi serta merasa terlalu hina untuk bertemu dengan Ma Guang.
~Bersambung~