
" Tuan Muda! Perkenalkan, kami dari sekte Bunga Persik dan juga pendekar muda ini dari Sekte Bambu Kuning. Kami datang kemari untuk mengambil misi yang di berikan oleh penguasa kota Lu." Ucap tetua Sim Lan.
Mendengar apa yang di katakan oleh tetua Sim Lan, tuan muda serta keempat anak buahnya langsung tersentak kaget, karena mereka sudah mengetahui tentang kekuatan sekte Bunga Persik dan juga sekte Bambu Kuning.
Keluarga bangsawan mereka tidak akan bisa untuk menghadapi kedua sekte tersebut.
" Apa? Dari sekte Bunga Persik dan sekte Bambu Kuning?...eemmm ma...maafkan saya yang sudah lancang karena telah mengganggu ketenangan kalian. Sebagai tanda permohonan maafKu, bolehkah aku mengundang kalian ke kediaman kami?." Ucap Sun Xiu.
" Kami tidak ingin pergi ke kediaman kalian." Ucap Ma Guang.
" Kurang ajar! Pemuda ini sangat menyebalkan juga, jika bukan berasal dari sekte Bambu Kuning, pasti aku sudah menghajar dirinya." Gumam Sun Xiu dalam hatinya.
" Dan kalau kamu sudah mengetahui identitas kami, saat ini juga aku ingin kamu menjauhi kami." Ucap Ma Guang dengan suara yang penuh dengan ketegasan.
" Baik tuan pendekar! Aku permisi dulu." Ucap tuan muda tersebut sambil membalikkan badannya dan langsung kembali ke tempatnya semula dan diikuti dari belakang oleh keempat orang lainnya.
Setelah tiba di tempat duduk mereka, Sun Xiu langsung berkata kepada keempat orang lainnya.
" Apakah ada teman kalian yang sudah mencapai pendekar ahli atau pun pendekar raja?." Tanya Sun Xiu.
" Ada tuan muda! Tetapi pasti bayaran untuk mereka akan sangat mahal." Ucap salah satu dari mereka.
" Soal bayaran, tidak usah khawatir, aku akan tetap membayarnya, asalkan pendekar itu mampu menyelesaikan tugasnya." Ucap Sun Xiu.
" Cepat, kamu sekarang pergi kepada pendekar tersebut." Ucap tuan muda.
" Baik tuan muda." Jawab salah satu pria tersebut sambil beranjak dari tempat itu.
Sun Xiu tersenyum licik sambil menikmati makanan yang ada di depannya.
" KesombonganMu akan berakhir sebentar malam." Gumam Sun Xiu didalam hatinya.
Sun Xiu lalu memanggil pelayan.
" Pelayan!."
Pelayan pun datang mendekat dan langsung menanyakan kepada Sun Xiu.
" Tuan muda Sun ingin memesan apa?."
" Aku ingin memesan arak yang terbaik disini, dan juga aku ingin menanyakan sesuatu kepadaMu."
" Hal apa yang ingin tuan muda tanyakan kepadaKu?."
" Pemuda yang bersama dengan keempat orang lainnya itu menyewa kamar nomor berapa?."
" Tuan muda! Kami selalu menjaga kerahasiaan dari pelanggan kami."
Sun Xiu lalu merogoh sakunya dan langsung memberikan sejumlah koin perak kepada pelayan tersebut.
Pelayan yang mendapatkan sejumlah koin perak tersebut langsung menolak pemberian Sun Xiu.
" Tuan muda! Kami benar - benar selalu menjaga kerahasiaan pelanggan kami."
__ADS_1
" Jadi kamu mau melawan saya?."
" Penginapan ini akan aku ratakan jika aku mau." Ucap Sun Xiu dengan nada suara yang sangat mengancam.
Ma Guang yang sudah menajamkan pendengarannya, mampu mendengar perkataan dari Sun Xiu.
Pendekar muda itu langsung berdiri dan berjalan menghampiri Sun Xiu.
Pandangan mata pelayan langsung menatap kearah datangnya Ma Guang.
Sun Xiu juga langsung merasakan ada seseorang yang datang mendekat kearahnya.
Setelah Sun Xiu berpaling, pemuda itu langsung tersentak saat matanya melihat sosok yang ingin di beri pelajaran olehnya sudah berada di belakang tubuhnya.
" Tu...tuan pendekar! Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?." Ucap Sun Xiu tergagap.
" Memang apa yang bisa kamu bantu? Bantu melenyapkanKu?." Ucap Ma Guang dengan nada suara serius dan penuh dengan tekanan.
Mendengar perkataan Ma Guang, tubuh Sun Xiu langsung gemetaran, karena orang yang ingin di celakainya sudah mengetahui niat jahatnya itu.
" Ti...tidak tuan pendekar! Saya tidak berani untuk melakukan hal itu kepada tuan pendekar." Ucap Sun Xiu dengan suara yang tergagap.
" Terus, apa tujuanMu untuk menyewa seorang pendekar serta ingin mengetahui letak kamar yang aku sewa?."
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, Sun Xiu langsung menatap ketiga orang pengawalnya dan langsung memberi isyarat untuk menyerang Ma Guang.
Ketiga orang tersebut langsung berdiri dan langsung menyerang Ma Guang.
Sedangkan Sun Xiu langsung berdiri dan menatap pertarungan yang di lakukan oleh keempat orang tersebut.
" Aaahck...aaahck...aaahck."
Bruk...bruk...bruk
Suara teriakan ketiga pengawal dan juga bunyi tubuh ketiga pengawal Sun Xiu yang jatuh kelantai.
Sun Xiu yang melihat hal itu langsung melarikan diri.
" Tunggu aku kembali." Ucap Sun Xiu.
Ma Guang hanya membiarkan pemuda itu untuk melarikan diri dan kembali duduk di tempatnya semula.
" Ada apa pendekar Ma?." Tanya tetua Sim Lan yang juga mewakili dari pertanyaan ketiga orang lainnya.
" Pemuda itu telah merencanakan untuk melenyapkan diriKu."
" Apa?."
Kata - kata yang keluar dari keempat orang tersebut dengan serentak.
" Anak itu sudah membuat masalah dengan orang yang salah." Gumam tetua Sim Lan didalam hatinya.
" Apakah dia tidak memikirkan keselamatan keluarganya?." Ucap Xia Jiao.
__ADS_1
" Jiao'er! Pendekar Ma! Biarkan saya yang menangani masalah ini." Ucap tetua Sim Lan.
" Baik tetua! Aku mempercayakan masalah ini kepadaMu." Ucap Ma Guang.
Setelah beberapa saat kemudian, sebuah rombongan pasukan yang menggunakan baju sirah masuk kedalam penginapan tersebut dan langsung menuju ke tempat Ma Guang dan yang lainnya berada.
" Maafkan jika kami mengganggu kenyamanan kalian! Tetapi aku mendapatkan laporan dari tuan muda Sun, bahwa pemuda ini telah menyerangnya dan juga ketiga pengawalnya. Apakah itu benar?." Tanya pemimpin prajurit yang mendekati mereka.
" Benar! Aku memang aku telah memberikan pelajaran kepada ketiga orang pengawalnya, namun..."
" Cukup!
Kata - kata Ma Guang langsung terhenti saat langsung di potong oleh suara komandan pasukan tersebut.
" Kamu tidak perlu menjelaskan apa pun, aku hanya bertanya dan kamu hanya diberikan kesempatan untuk menjawab setiap pertanyaanKu."
Mendengar perkataan komandan rombongan pasukan itu, hati Ma Guang langsung menjadi panas.
" Hei! Siapa yang memberi kewenangan kepadaMu seperti itu? Bagaimana bisa anda mengetahui kebenarannya jika tidak mendengar penjelasanKu terlebih dahulu?."
" Itu karena kamu berada di kota kami, sehingga kamu harus mentaati setiap peraturan di kota kami ini."
" Jika kamu melanggarnya, kami akan memberikan hukuman kepadaMu." Lanjut komandan prajurit itu.
" Oh, jadi begitu yah!?." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang meninggi.
" Tuan! Kami ini dari sekte Bunga Persik dan juga dari sekte Bambu Kuning, kami datang kesini untuk menyelesaikan permasalahan yang selalu membuat kota ini resah." Ucap tetua Sim Lan memotong ucapan Ma Guang.
Komandan pasukan yang mendengar perkataan tetua Sim Lan langsung terkejut dan membuat wajahnya berubah tidak seperti saat tiba di tempat itu.
" Saya mohon maaf jika telah menyinggung perasaan para pendekar." Ucap komandan dengan sikap hormat kepada tetua Sim Lan dan juga lainnya.
Melihat perubahan sikap dari komandan tersebut, Ma Guang langsung melontarkan kembali pertanyaannya.
" Apakah saya sudah bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?." Tanya Ma Guang.
" Oh...eeemmm...iya...iya...pendekar boleh menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
Setelah mendengar perkataan komandan itu, Ma Guang langsung menjelaskan dari awal hingga akhir apa yang telah terjadi.
Komandan yang mendengar penjelasan dari Ma Guang langsung mengetahui siapa yang sebenarnya bersalah.
Komandan pun langsung menatap kearah Sun Xiu yang tadinya berada di sampingnya, namun pemuda itu sudah tidak ada lagi di samping komandan tersebut.
" Kemana tuan muda Sun Xiu dan juga para pengawalnya?." Tanya sang komandan.
" Pemuda itu sudah melarikan diri." Ucap tetua Sim Lan sambil tersenyum.
" Bisakah tuan mengantarkan kami ke kediaman penguasa kota?." Lanjut tetua Sim Lan.
" Baiklah! Mari ikut bersama Ku." Ucap komandan tersebut.
Akhirnya mereka beranjak dari tempat itu dan langsung bergerak menuju ke kediaman penguasa kota Gongshu Ban.
__ADS_1
~Bersambung~