
Di langit benua tengah kini ribuan pasukan Dewa Surgawi baru saja tiba di dunia manusia.
Seorang jenderal Dewa Surgawi pun kini mulai mempersiapkan pasukannya untuk mencari setiap pasukan makhluk surgawi yang telah membuat kekacauan di dunia tersebut.
Sang jenderal Pun mulai membagi pasukannya menjadi lima kelompok untuk menyebar ke seluruh wilayah benua yang ada di dunia tersebut.
Empat komandan pasukan Dewa Surgawi pun menjadi pemimpin dari keempat kelompok pasukan yang masing - masing terdiri dari seribu Dewa Surgawi.
Namun kini kekuatan mereka telah di tekan oleh aturan ruang dan waktu sehingga semuanya hanya memiliki kekuatan yang setara dengan pendekar dewa surgawi saja.
Hal itu belum di sadari juga oleh mereka.
Pasukan Dewa Surgawi di lengkapi dengan senjata pusaka dewa yang bisa dengan mudah melukai tubuh makhluk surgawi.
Tidak hanya itu saja, mereka juga di lengkapi dengan berbagai jenis tunggangan yang juga adalah makhluk surgawi.
Sehingga bisa di ketahui bagaimana posisi dari para makhluk surgawi yang menjadi lawan Ma Guang di mata para pasukan Dewa Surgawi.
Namun mereka juga tidak akan mudah untuk membunuh atau melumpuhkan para pasukan makhluk surgawi tersebut.
Karena sama halnya dengan bangsa manusia yang akan membunuh atau melumpuhkan para hewan buas, begitu juga tingkat kesulitan bagi pasukan Dewa Surgawi untuk menghadapi para pasukan dari makhluk surgawi tersebut.
Namun yang sangat berbeda jauh bagi manusia untuk membunuh makhluk surgawi tersebut adalah senjata serta kekuatan mereka.
Jika manusia hanya menggunakan senjata yang biasa mereka gunakan, hal itu tidak akan bisa untuk melukai tubuh makhluk surgawi.
Sedangkan senjata yang di gunakan oleh pasukan dewa surgawi, itu bisa melukai setiap tubuh dari makhluk surgawi.
Empat ribu pasukan langit mulai tersebar ke empat benua lainnya.
Namun semuanya langsung merasa terkejut dengan kekuatan serta kemampuan yang mereka miliki saat itu.
Mereka tidak menyangka jika kemampuan mereka tidak bisa di gunakan seluruhnya di dunia itu.
Karena seperti biasa, merrka bisa berpindah dari satu tempat ketempat yang lain dengan mudah.
Namun saat mereka ingin melakukannya, hal itu tidak bisa di lakukan.
Keterkejutan itu membuat ribuan pasukan itu pun kembali menghadap sang jenderal.
"Jenderal! Mengapa kemampuan kita untuk berpindah ke suatu tempat tidak bisa di gunakan di dunia ini?." Tanya seorang komandan.
Sang jenderal pun memiliki pertanyaan yang sama di dalam pikirannya.
Sebab hal yang sama juga telah dialami olehnya.
"Sepertinya kekuatan kita sudah terikat oleh aturan ruang dan waktu!."
"Akan tetapi sejak kapan ada aturan ruang dan waktu seperti ini?."
__ADS_1
"Ribuan tahun yang lalu saat bangsa kita bisa menggunakan semua kemampuan serta kekuatan kita di dunia ini!."
"Apakah aturan ruang dan waktu ini telah di atur setelah bangsa kita sudah di tarik kembali ke dunia atas!?."
Shen Tian terus memikirkan apa yang baru saja dia rasakan tersebut.
Sang jenderal belum menanggapi pertanyaan dari komandan pasukannya yang ditugaskan untuk menuju ke benua utara.
"Jenderal! Apa penyebabnya sehingga bisa seperti ini!?." Tanya komandan Shen Tong yang di tugaskan ke wilayah benua selatan.
Jenderal Shen Tian pun langsung menjawab pertanyaan sang komandan tersebut.
"Komandan Tong! Kekuatan serta kemampuan kita saat ini telah terikat oleh aturan ruang dan waktu di dunia ini!."
"Mengapa bisa seperti itu? Bukankah dahulu kemampuan serta kekuatan kita bisa di gunakan di dunia ini?." Tanya komandan Shen Shuai yang adalah utusan untuk menuju ke wilayah benua bagian Utara.
"Iya! Memang benar apa yang kamu katakan itu! Akan tetapi kemungkinan besar saat semua bangsa kita di tarik kembali kedunia atas, itulah alasannya sehingga aturan ruang dan waktu ini di buat!." Terang Shen Tian.
Setelah mendengar penjelasan dari sang jenderal, semua pasukan pun mulai mengerti akan apa yang mereka rasakan itu.
"Apakah kekuatan serta kemampuan para makhluk itu juga terpengaruhi oleh aturan ruang dan waktu ini!?." Tanya komandan Shen Shang yang akan di utus ke wilayah benua Timur.
"Aku juga belum bisa memastikan hal itu! Sehingga kita harus melakukan tugas kita ini dengan hati - hati!." Jawab Shen Tian serius.
"Karena jika kekuatan serta kemampuan mereka tidak terpengaruh oleh aturan ruang dan waktu ini, sudah bisa di pastikan kitalah yang akan menjadi mangsa mereka!." Lanjut Shen Tian.
"Kalian pergilah ke wilayah yang sudah di tentukan olehKu! Lakukan perjalanan secara diam - diam!."
"Kalian juga saat sudah tiba di benua yang masing - masing kalian tuju, buatlah beberapa kelompok kecil agar tidak menarik perhatian!."
"Jangan lupa menyembunyikan aura yang kalian miliki! Agar supaya tidak dapat di kenali oleh bangsa ras makhluk surgawi!."
"Shen Shuai! Yang aku tahu, kamu memiliki dunia yang kamu buat di benua Utara waktu lalu!."
"Buatlah dunia yang kamu ciptakan itu untuk menjadi markas pasukan kalian! Sebab kemungkinan besar tugas kita ini akan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya!."
"Begitu juga untuk kalian bertiga! Lakukan sesuai dengan apa yang aku perintahkan kepada komandan Shen Shuai!."
"Sebab dengan kemampuan kita saat ini, kita sudah tidak bisa lagi untuk membuat dunia bagi kita sendiri!."
Saat jenderal Shen Tian selesai menjelaskan serta memberikan petunjuk kepada seluruh pasukannya, akhirnya mereka pun kembali membubarkan diri dan menuju ketempat yang telah di tentukan kepada mereka.
Mereka melakukan perjalanan dengan tidak mencolok agar tidak menarik perhatian bagi siapa pun.
Shen Tian pun di dampingi oleh seorang komandan dan juga seribu pasukan mulai membagi mereka menjadi kelompok - kelompok kecil dan menyebar keseluruh daratan benua tengah.
Shen Tian sendiri kini mulai menyelidiki setiap hutan yang berada di wilayah benua tengah itu untuk mencari keberadaan para makhluk surgawi dan memburunya.
Sama halnya dengan kelompok pasukan yang lain, mereka juga melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan oleh sang jenderal.
__ADS_1
Saat mereka menuju ke benua yang menjadi tujuan mereka, keempat kelompok besar pasukan langit itu kini mulai menyisir wilayah samudera kabut beracun untuk menyelidiki akan keberadaan dari setiap makhluk yang menjadi buruan mereka di dunia itu.
Sedangkan untuk anggota sekte Naga Surgawi kini belum juga menyadari akan kedatangan tuan rumah dari dunia dewa surgawi yang kini telah mereka tempati itu.
Apa lagi saat ini Ma Guang dan juga para petinggi sekte sedang berkultivasi untuk menyerap tiga harta berharga yang diambil dari makhluk kuno dan juga makhluk surgawi.
Namun dengan kekuatan yang dimiliki oleh tuan rumah dari dunia dewa surgawi itu beserta para pasukannya, hal itu bukan menjadi ancaman yang serius bagi pasukan yang saat ini di pimpin oleh Long Wang.
Perjalanan Shen Shuai membutuhkan waktu yang lama hingga bisa tiba di dunia yang di ciptakan sendiri olehnya itu.
Sebab dia dan pasukan yang di pimpinnya saat ini sedang menelusuri setiap wilayah samudera kabut beracun dengan seksama agar tidak melewatkan keberadaan para makhluk surgawi yang mereka buru tersebut.
***
Di markas sekte Es Abadi, Bing Bihai kini merasa penasaran dengan kegemparan yang terjadi di wilayah kekaisaran Zhou.
Mulai dari aktivitas pasukan Api Angin yang menarik pajak secara paksa terhadap rakyat kekaisaran itu sampai dengan perang yang akan terjadi antara kekaisaran Zhou dan juga kekaisaran Yue Wu.
Wanita cantik itu akhirnya memutuskan untuk mengunjungi sekte Bambu Kuning agar bisa menemui Ma Guang untuk mempertanyakan ke terlibatan pria itu terhadap tindakan dari pihak kekaisaran yang di ketahui bahwa dirinya adalah menantu dari sang kaisar.
Walau pun keinginannya itu di tentang oleh Bing Yuchen karena ingin mencampuri urusan pemerintahan, namun Bing Bihai tetap bersih kukuh untuk pergi menemui pria tersebut.
Bukan hanya ingin mengetahui ke terlibatan dari Ma Guang, namun wanita itu juga sangat merindukan pria tersebut.
Kedua alasan itulah yang membuat wanita itu tidak menghiraukan apa pun yang kakeknya Bing Yuchen sampaikan untuk mencegah kepergiannya.
Bing Bihai pun dengan cepat melesat terbang untuk menuju ke sekte Bambu Kuning.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi dirinya untuk bisa tiba di sekte Bambu Kuning.
Saat dirinya sudah berada di depan pintu masuk wilayah sekte Bambu Kuning, wanita itu langsung di sambut oleh para murid yang bertugas di pintu masuk tersebut.
"Selamat datang nona Bing di sekte Bambu Kuning!."
"Apakah ada hal penting yang bisa membuat nona Bing sehingga datang berkunjung ke sekte kami ini?."
Sambut seorang anggota sekte yang adalah pemimpin dari para anggota yang bertugas di tempat itu.
"Iya! Aku ingin menemui pelindung sekte kalian!." Jawab Bing Bihai.
"Maaf nona Bing! Akan tetapi sekte Bambu Kuning dan juga sekte Naga Surgawi kini sudah menjadi dua sekte yang berbeda!."
"Walau pun pelindung Ma Guang tetap srbagai pelindung sekte kami, akan tetapi dirinya sudah tidak lagi berada di sekte ini!."
"Jika ingin menemuinya, nona Bing pergilah ke markas sekte Naga Surgawi!."
Ujar sang pemimpin menjelaskan kepada Bing Bihai.
~Bersambung~
__ADS_1