
"Ma Guang menghadap para patriak!." Ucap Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.
Para patriak yang mendengar nama Ma Guang seperti telah mendengar komando dari seorang atasan, secara serentak langsung berdiri.
"Pendekar Ma! Jangan terlalu sungkan seperti itu! Mari duduk bersama kita!." Tutur patriak sekte Bulan Perak.
"Para patriak sekalian! Perkenalkan, kedua orang ini adalah bawahanKu Long Wang dan juga Jiangjun! Sedangkan wanita ini adalah Bing Bihai, seorang petinggi sekte Es Abadi dari benua utara juga!." Tutur Ma Guang.
"Para pendekar sekalian! Silahkan duduk!." Tutur patriak sekte Bulan Perak Liao Chun.
Ketiganya langsung di arahkan ke tempat duduk yang telah tersedia di jajaran para tetua tingkat tinggi.
Sedangkan Ma Guang sendiri kini duduk di jajaran para patriak.
"Mari kita lanjutkan kembali pembicaraan kita!." Tutur Liao Chun.
"Patriak Liao! MenurutKu ada baiknya pendekar Ma Guang menjelaskan terlebih dahulu tentang situasi yang telah terjadi saat terjadi serangan dari para pendekar aliran hitam tersebut!." Usul seorang patriak.
"Pendekar Ma! Apakah anda bersedia untuk menjelaskannya?." Tanya Liao Chun dengan ramah.
"Baiklah! Aku akan menjelaskan apa yang terjadi saat kita baru saja tiba di daratan wilayah bagian utara dan pertempuran yang terjadi di wilayah bagian barat benua ini!." Tutur Ma Guang.
Pria itu pun langsung menceritakan serta menjelaskan apa yang terjadi serta siapa dalang dari semua kejadian tersebut.
Tidak hanya itu saja, Ma Guang juga memberitahukan kecurigaannya terhadap utusan dari benua selatan yang membawah kekuatan besar dari wilayah mereka.
Mendengar penjelasan Ma Guang, para patriak langsung terkejut, karena mereka akan mengantisipasi dua serangan sekaligus saat akan di adakan kompetisi.
"Tetapi hal itu hanyalah asumsiKu saja! Tetapi karena kekuatan utusan dari benua selatan akan berada di dalam wilayah sekte Bulan Perak, aku merasa hal itu harus di perhitungkan serta patut untuk di waspadai!." Terang Ma Guang lagi.
"MenurutKu, apa yang di katakan oleh pendekar Ma ada benarnya! Sebab untuk para pendekar aliran hitam sendiri, kekuatan mereka belum tentu bisa menerobos dinding formasi yang ada, sehingga musuh yang paling berbahaya adalah musuh yang berada dari dalam wilayah sekte ini sendiri!." Sambung seorang patriak sekte.
"Memang benar apa yang patriak dan pendekar Ma katakan! Jadi bagaimana kita harus menangani ancaman ini?." Liao Chun bertanya kepada seluruh yang hadir di ruangan aula tersebut.
"Patriak Liao! MenurutKu lebih baik mencegah rombongan dari utusan benua selatan tersebut untuk memasuki wilayah sekte ini! Walau pun memang hal itu akan menimbulkan ketersinggungan bagi mereka!." Ujar seorang patriak.
"Tetapi apa alasan kita agar bisa melakukan hal tersebut?." Tanya Liao Chun.
__ADS_1
Ma Guang membiarkan mereka memikirkan cara agar bisa menangani permasalahan tersebut, karena dia sendiri sangat bingung juga dengan situasi yang ada.
"Bagaimana jika kita menunda saja kompetisi kali ini? Sebab ini terlalu beresiko untuk di lanjutkan!." Tutur seorang patriak lagi.
"Bagaimana menurut pendekar Ma? Apakah bisa di batalkan kompetisi ini?." Tanya Liao Chun.
"MenurutKu tidak mengapa jika kompetisi ini di batalkan! Tetapi hal itu adalah keputusan dari patriak Liao Chun dan juga patriak lainnya, sebab para undangan dari dua benua lainnya juga sedang menuju ketempat ini!." Tutur Ma Guang.
"Iya! Memang hal itulah yang menjadi beban pikiranKu! Bagaimana jika kompetisi ini tetap di lanjutkan, apakah kekuatan kita bisa untuk mengawasi setiap pergerakan para pendekar dari benua selatan tersebut!?." Tanya Liao Chun.
"Bisa juga! Jika semua kekuatan sekte besar aliran putih di kerahkan ke sekte ini! Akan tetapi kita juga harus mengantisipasi penyerangan sekte aliran hitam ke setiap markas sekte aliran putih yang ada" Tutur Ma Guang.
"Pendekar Ma! Mendengar kemampuanMu di dalam mengatasi dua kelompok besar para pendekar aliran hitam, sepertinya anda bisa menangani permasalahan ini! Apakah kami bisa meminta bantuanMu untuk menjaga keamanan agar kompetisi ini bisa berjalan dengan lancar hingga selesai!?." Tutur Liao Chun yang diiyahkan oleh para patriak yang hadir di ruang aula utama tersebut.
Mendengar permintaan patriak Liao Chun dan di setujui oleh semua patriak yang ada, Ma Guang langsung menyetujuinya dan meminta otoritas penuh untuk melakukan pengamanan di dalam wilayah sekte Bulan Perak.
"Baiklah! Aku sebagai patriak sekte Bulan Perak ini memberikan otoritas penuh kepada pendekar Ma Guang untuk keamanan di seluruh wilayah sekte Bulan Perak ini!." Tutur Liao Chun.
Para patriak lainnya juga langsung menyetujui hal tersebut.
Dua orang pria paruh baya langsung berdiri dari antara para tetua tingkat tinggi yang berada juga di dalam ruang aula utama itu.
"Ren Zhou! Tetua agung sekte Bulan Perak!." Ucap pria paruh baya sambil berdiri dan menangkupkan tangannya menghadap Ma Guang.
"Hao Shi! Tetua penegak hukum sekte Bulan Perak!." Ucap pria paruh baya sambil berdiri dan menangkupkan tangannya menghadap juga kearah Ma Guang.
"Kami siap untuk mendampingi dan melayani pendekar Ma Guang!." Tutur kedua pria paruh baya itu dengan tegas.
"Baiklah! Kalau seperti itu, bolehkah mengantarkan aku ke kediamanKu!?." Tanya Ma Guang.
"Tetua Ren! Tetua Hao! Tolong antarkan pendekar Ma Guang ke kediamannya yang telah kami siapkan!." Ujar Liao Chun.
"Patriak Liao dan semua patriak yang ada, mohon maaf jika junior ini pamit undur diri terlebih dahulu! Aku harus segera merencanakan segala sesuatu untuk menjaga keamanan di sekte ini!." Tutur Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.
"Silahkan pendekar Ma!." Tutur patriak Liao Chun dan juga di ikuti oleh patriak yang lain.
Ma Guang, Bing Bihai, Long Wang, Jiangjun dan juga dua orang tetua langsung pergi meninggalkan ruang aula utama sekte Bulan Perak dan menuju ke kediaman yang telah di sediakan untuk Ma Guang.
__ADS_1
Mereka pun tiba di suatu bangunan yang megah dan besar dan di jaga oleh para murid sekte Bulan Perak.
"Hormat kepada para tetua dan juga para pendekar!." Ucap para murid yang berjaga menyambut kedatangan mereka.
"Silahkan tinggalkan tempat ini!." Perintah tetua agung.
Mendengar perintah tersebut, para murid yang berjaga langsung pergi meninggalkan bangunan tersebut.
Ma Guang langsung menciptakan formasi pelindung untuk menyelimuti bangunan itu agar tidak ada orang yang bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Setelah tiba di aula bangunan tersebut, mereka pun langsung duduk di kursi yang sudah tersedia di ruangan itu.
"Tetua Ren! Tetua Hao! Aku harap kalian berdua mengumpulkan semua murid kepercayaanMu agar supaya bisa bekerja sama dengan para pendekar yang akan aku libatkan di dalam tugas ini! Dan kita juga tidak akan mengganggu para murid yang sudah di tetapkan untuk bertugas kedepan!." Tutur Ma Guang.
"Baik! Kami akan melakukan apa yang pendekar Ma perintahkan!." Ujar kedua tetua tersebut.
"Usahakan pergerakan kita tidak di ketahui oleh orang lain! Biarkan kita terlihat seperti tidak melaksanakan tugas yang telah di berikan itu!." Ujar Ma Guang lagi.
Kedua tetua itu terus mendengarkan arahan serta rencana yang telah di siapkan oleh Ma Guang.
Ma Guang pun langsung menghubungi tiga Su bersaudara, Duan Jun, Yuan Gao, tetua Fei Yu untuk segera menuju ke sekte Bulan Perak.
Sedangkan Ma Guang sendiri kini berniat untuk mengumpulkan seratus pasukan naga yang berjaga di wilayah kabut beracun untuk merubah wujud mereka menjadi manusia dan akan bertugas di dalam wilayah sekte tersebut.
Setelah selesai mengarahkan kedua tetua tersebut, mereka pun langsung membubarkan diri.
Sedangkan Ma Guang dan juga tiga orang lainnya langsung keluar juga meninggalkan bangunan tersebut.
Mereka berempat langsung melesat terbang dan membuka sedikit cela di dindin formasi pelindung sekte Bulan Perak.
Pergerakan mereka tidak di ketahui oleh para murid yang berjaga karena Ma Guang telah menciptakan formasi pengabur untuk menyelimuti tubuh mereka berempat.
Jianjun langsung berubah menjadi seekor naga dan dengan cepat melesat kearah dimana mereka merasa aman untuk mengumpulkan seratus pasukan naga surgawi tersebut.
Akhirnya mereka bisa menemukan salah satu gunung yang terletak di tengah - tengah hutan yang lebat dan membentang luas.
~Bersambung~
__ADS_1