Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 300. Nasihat Untuk Bing Bihai


__ADS_3

Setelah selesai dengan ras kilin api, Ma Guang langsung mencoba teknik perubahan wujud yang biasa dia gunakan untuk para naga kepada ras kilin api.


Namun teknik tersebut tidak berfungsi dengan sempurna kepada ras kilin api.


Wujud mereka masih seperti wujud raja kilin api yang terbunuh, sehingga itu tetap akan sangat menarik perhatian orang - orang yang melihatnya.


Hal itu karena ras kilin adalah perpaduan antara darah ras singa api dan juga darah ras naga api.


Setelah melihat hasil tersebut, akhirnya Ma Guang mengurungkan niatnya untuk membawa beberapa jenderal kilin api yang memiliki kekuatan yang setara dengan pendekar kaisar dewa puncak.


Ma Guang pun hanya menyuruh mereka untuk bersiap jika di butuhkan.


Mereka berempat pun langsung meninggalkan dunia kilin api itu.


Setelah sudah berada di luar goa tersebut, Long Wang langsung memanggil seratus pasukan naga untuk berkumpul di tempat itu.


Mereka berempat di temani oleh ratusan kilin api.


Tubuh Bing Bihai masih tetap di selimuti oleh formasi pelindung yang di ciptakan oleh Ma Guang.


Karena tubuhnya tidak akan sanggup untuk berada di dekat ratusan kilin api yang menemani mereka itu.


Hanya membutuhkan waktu tiga jam saja, seratus naga api langsung berkumpul di tempat itu.


Para kilin api langsung terkejut melihat pemandangan tersebut.


"Hormat kepada penguasa! Hormat kepada raja Long Wang!." Ucap para naga itu serentak.


"Baiklah! Saat ini kalian akan di tugaskan di dalam sekte Bulan Perak untuk mengawasi para pendekar yang berada di dalam wilayah sekte tersebut! Dan tugas kalian juga untuk menjaga keamanan! Sehingga aku akan mengubah wujud kalian semua dengan wujud manusia!." Tutur Ma Guang yang langsung mengaktifkan teknik miliknya dan melepaskan kearah seratus naga di depannya.


Dalam sekejab, seratus naga itu kini telah berubah menjadi manusia.


Setelah selesai melakukan hal tersebut, Ma Guang bersama tiga orang lainnya langsung melesat terbang dan di ikuti oleh seratus orang lainnya.


Para kilin api pun langsung kembali ke dalam dunia kecil mereka dan hanya menyisahkan tiga kilin api untuk menjaga wilayah kekuasaan mereka dan juga goa yang sebagai pintu masuk untuk memasuki dunia mereka.


Kekuatan ketiga kilin api itu setara dengan pendekar raja dewa puncak.


***

__ADS_1


Di sekte Bulan Perak kini sudah sangat ramai, karena semua utusan dari keempat benua telah tiba di sekte tersebut.


Para peserta yang berasal dari benua tengah pun sudah berada di sekte itu.


Hal yang sangat mencolok di saat rombongan utusan dari benua selatan yang kini di antarkan di kediaman yang telah di sediakan untuk mereka tidak bisa menampung seluruh pendekar yang mereka bawa tersebut.


"Patriak! Bagaimana ini? Mengapa seluruh anggota sekte kita tidak mendapatkan tempat untuk menginap?." Tanya seorang tetua tingkat tinggi dengan nada suara yang sedikit arogan.


"Tenanglah! Jangan membuat gerakan yang mencurigakan sebelum kita mengetahui kekuatan keamanan di sekte ini!." Jawab seorang pria tua dengan tenang.


"Tetapi bagaimana dengan keempat kelompok lainnya! Sepertinya mereka juga sedang merencanakan sesuatu sehingga mereka membawa juga anggota sekte serta anggota klan mereka dengan jumlah yang sebanyak yang kita bawa!." Tutur tetua tingkat tinggi itu lagi.


"Sepertinya apa yang kamu pikirkan itu sangat beralasan! Aku akan menemui pemimpin mereka dan akan menanyakan apa yang kamu pikirkan tersebut!." Balas patriak itu.


"Baiklah patriak! Aku akan menunggu perintah selanjutnya dariMu!." Tutur tetua tersebut sambil berdiri dan pamit undur diri untuk meninggalkan kediaman tersebut.


Tetua Ren Zhou dan juga tetua Hao Shi kini sedang menunggu kabar dari Ma Guang untuk melanjutkan rencana yang telah mereka bicarakan.


Situasi di sekte Bulan Perak seperti tidak terkendali, sebab para pendekar agung serta pendekar dewa bumi yang di bawa oleh utusan benua selatan sangat banyak.


Beberapa saat kemudian, Ma Guang dan rombongannya sudah memasuki wilayah sekte Bulan Perak.


Mendapatkan kabar tersebut, kedua tetua itu langsung pergi menemui kelompok Ma Guang.


Setelah tiba di tempat Ma Guang berada, mereka pun langsung memberi hormat kepadanya.


Ma Guang pun menyambut baik kedatangan mereka dan lansung menyampaikan apa yang harus di lakukan.


Untuk seratus naga api, Ma Guang menyuruh mereka untuk menyebar dan mulai mengawasi setiap tingkah para pendekar yang ada.


Begitu juga dengan para murid kedua tetua tersebut, mereka langsung menyebar sambil di dampingi oleh salah satu naga api.


Sedangkan kelompok ketiga Su bersaudara, Duan Jun, Yuan Gao, tetua Fei Yu dan juga para anggota sekte Naga Surgawi juga langsung menyebar dan melakukan tugas yang telah di perintahkan.


Duan Jun dan juga Yuan Gao yang melihat kehadiran Bing Bihai yang selalu berada di samping Ma Guang langsung merasa curiga dengan kedekatan wanita itu.


Setelah selesai membagi tugas, mereka pun langsung membubarkan diri dari tempat itu.


Ma Guang langsung kembali ke kediamannya.

__ADS_1


Bing Bihai yang melihat kehadiran kakak Duan Meng dan juga ayah Yuan Jiali langsung memisahkan diri dan menuju ke kediaman yang telah di siapkan untuk sekte Es Abadi.


Duan Jun serta Yuan Gao yang melihat hal tersebut langsung merasa lega dan langsung melesat juga.


Keduanya berpikir, mereka telah keliru menilai Bing Bihai yang ingin mendekati adik ipar serta menantu keduanya.


Saat wanita itu pergi, dirinya masih bisa sempat untuk melihat wajah kedua pria tersebut.


Dan benar saja, wajah keduanya langsung terlihat berubah menjadi tidak seperti awal mereka tiba saat memandang Bing Bihai dengan wajah yang terlihat masam.


"Ternyata keduanya tidak terlalu pintar untuk masalah seperti ini! Kalian pikir aku akan bisa tahan jika berada jauh darinya!? Aku akan tetap berada di sampingnya saat para istrinya tidak berada di sampingnya!." Gumam Bing Bihai didalam hatinya.


Setelah tiba di kediaman sekte mereka, Bing Bihai langsung memasuki bangunan tersebut.


Dirinya lamgsung di sambut oleh patriak Bing Yuchen.


"Bi'er! Dimana Gueng'er?." Tanya kakek Bing Bihai.


"Bukannya menanyakan keadaan diriKu, tetapi hanya menanyakan keberadaan Ma Guang! Apakah kakek sudah tidak sayang lagi kepadaKu?." Ujar Bing Bihai mengerutu sambil memanyunkan bibirnya.


"Tidak seperti apa yang kamu pikirkan! Kakek tetap sayang kepadaMu sama seperti dahulu! Tetapi tidak dengan diriMu! Akhir - akhir ini, kamu seakan tidak lagi bergantung kepada kakek, melainkan terlihat sudah bergantung kepada Ma Guang!." Tutur Bing Yuchen sambil tersenyum menggoda cucunya itu.


"Kakek! Jangan mengodaKu seperti itu!." Ucap Bing Bihai dengan manja.


"Bi'er! Ayo duduk disini!." Ucap Bing Yuchen sambil memberi isyarat dengan tangannya.


Bing Bihai pun duduk di samping kakeknya dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu kakeknya itu.


"Bi'er! Semenjak kecil kakek selalu merawatMu hingga sudah dewasa seperti sekarang ini! Memang usiaMu saat ini sudah sangat dewasa untuk mendapatkan seorang pendamping hidupMu! Akan tetapi kakek hanya bisa untuk mengingatkan diriMu bahwa Ma Guang adalah suami dari keempat wanita yang sudah menikah dengannya, sehingga diriMu harus selalu menjaga sikap serta tingkah lakuMu jika berada di sampingnya agar tidak menarik perhatian orang lain!." Tutur Bing Yuchen menasehati cucunya.


Mendengar perkataan kakeknya, Bing Bihai langsung menjadi sedih.


"Jadi kakek melarangku untuk berada di dekat Ma Guang?." Tanya Bing Bihai sambil meneteskan air mata.


"Bi'er! Kakek tidak bermaksud seperti itu! Kamu boleh saja dekat dengan Ma Guang! Tetapi kamu juga harus menjaga perasaan orang lain!." Ucap Bing Yuchen lagi.


Bing Bihai tidak menanggapi perkataan kakeknya, namun wanita itu langsung berdiri dan meninggalkan kakeknya untuk menuju ke kamar yang sudah di tentukan untuk dirinya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2