Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 220. Kedatanga Ma Guang


__ADS_3

Saat sedang terjadi pertarungan besar di dalam wilayah sekte Phoenix Api, Ma Guang yang sedang memperkuat pondasi pendekar dewa bumi awal tingkat dasar sudah selesai melakukan aktivitasnya itu.


Pemuda itu mengetahui dengan benar situasi yang terjadi di sekte tersebut karena telah mendengar percakapan dari tetua Pho Hong, tetua Sangyal dan juga patriak Huang Siwei.


Sehingga saat dirinya telah selesai memperkuat pondasinya tersebut, pemuda itu langsung melesat ke udara dan menuju ke arah pertempuran besar yang sedang terjadi.


Saat dirinya tiba, tubuh patriak Huang Siwei dan juga tetua Pho Hong sudah terjebak di dalam formasi penghancur yang pernah dirinya rasakan kekuatannya.


Ma Guang langsung membentuk formasi pelindung miliknya yang kini tingkat pertahanannya sudah bertambah jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Ma Guang pun langsung melepaskan perisai pelindung itu untuk melindungi dua orang tua itu yang berada dalam pusat formasi tersebut.


Dan bersamaan dengan apa yang di lakukan oleh Ma Guang, serangan dari ke dua puluh tetua tingkat tinggi pun di lepaskan.


Booommm...booommm


Dua ledakan besar terjadi di saat serangan mereka di lepaskan.


Debu kembali bertebaran di udara menutupi pandangan orang - orang di sekitar tempat tersebut.


Mata patriak Rigsang langsung di pertajam dan menelisik ke dalam kepulan debu yang bertebaran tersebut.


Namun, apa yang di lihatnya tidak sesuai dengan harapan.


Tubuh kedua pendekar dewa bumi itu kini masih tetap kokoh berdiri di pusat serangan formasi tersebut.


"Sial! Mengapa mereka berdua terlihat tidak mengalami luka sedikit pun?". Gumam patriak Rigsang sambil menggertakkan giginya karena merasa sangat geram dengan hasil yang di lihatnya.


Ma Guang langsung meluncur secepat kilat dan langsung melepaskan serangan kepada beberapa tetua yang mengaktifkan formasi iblis penghancur dewa itu. "Semburan Api Naga Surgawi". Teriak Ma Guang yang langsung mengeluarkan Api hitam dari mulutnya yang kini sudah berada di tingkat api surgawi.


Semburan api hitam dari mulut Ma Guang langsung membakar hangus setiap tetua sekte Iblis Hitam yang di serangnya.


Patriak Rigsang yang melihat hal itu langsung terkejut dan sangat marah dengan apa yang di lakukan oleh Ma Guang.


Lima orang tetuanya langsung hangus terbakar api hitam milik Ma Guang.


Patriak Rigsang langsung bergerak untuk menyerang Ma Guang, namun langkahnya terhenti saat tetua Pho Hong dan juga patriak Huang Siwei sudah menghadangnya.


"Mau pergi kemana lagi? Ayo kita selesaikan pertarungan kita yang tertunda!". Ucap patriak Huang Siwei.

__ADS_1


"Hati - hati dengan serangan asap hitam beracun dan juga bayangan hitam miliknya". Teriak Ma Guang mengingatkan.


Namun hal itu sudah terlambat untuk keduanya sadari.


Bayangan hitam milik patriak Rigsang yang dengan cepat merambat di tanah langsung menangkap dan melilit keduanya serta di ikuti oleh asap hitam beracun yang melesat keluar dari tubuh pemimpin sekte aliran hitam tersebut.


Teknik bayangan milik patriak Rigsang tidak bisa di gunakan saat berada di udara, namun sangat efektif untuk mengecoh lawan saat berada di atas permukaan tanah.


Ma Guang yang melihat hal itu langsung menggunakan puncaknya untuk menyerang patriak Rigsang.


Namun pendekar muda itu sedikit terlambat, karena kedua orang tua itu kini sudah di selimuti oleh sap hitam tersebut.


Ma Guang tetap melancarkan serangannya ke arah patriak Rigsang. "Bola Api Naga Surgawi". Teriak Ma Guang sambil melemparkan bola api hitam yang berukuran sebesar bola basket menuju kearah patriak Rigsang.


Patriak Rigsang yang melihat hal itu, langsung membentuk perisai energi kegelapan untuk membendung serangan Ma Guang tersebut.


Kedua pendekar dewa bumi itu pun langsung terlepas dari lilitan bayangan hitam milik patriak Rigsang, dan keduanya langsung melesat keluar dari kepulan asap hitam beracun tersebut.


Jika Ma Guang tidak cepat menyerang patriak Rigsang, sudah bisa di pastikan bahwa kedua petinggi sekte Phoenix Api itu akan meregang nyawa.


Sebab asap hitam tersebut adalah energi Qi yang di ubah menjadi racun yang terus meningkat mengikuti orang yang menggunakan teknik tersebut.


Booommm


Ma Guang tidak memberikan kesempatan kepada pria tua itu untuk bisa memantapkan posisinya agar bisa melakukan serangan balasan atau pun bisa membentuk pertahanan yang baik.


Ma Guang kembali melesat dan melepaskan serangan ke arah tempat dimana patriak Rigsang terhempas.


"Bola Api Naga Surgawi". Teriak Ma Guang.


Bola api hitam yang sangat padat dengan energi panas tingkat surgawi itu langsung meluncur dengan sangat cepat menuju kearah dimana tubuh patriak Rigsang berada.


Patriak Rigsang belum menyadari bencana yang akan datang menimpa dirinya tersebut.


Akhirnya ledakan besar pun kembali terjadi.


Booommm


Tubuh patriak Rigsang yang tertimbun dengan puing - puing bangunan tersebut kembali lagi di terjang bola api hitam milik Ma Guang.

__ADS_1


Ma Guang langsung memasuki bangunan yang sudah memiliki lubang di salah satu samping dindingnya itu sambil menajamkan persepsinya.


Lantai dasar dari bangunan tersebut kini sudah tercipta suatu lubang yang besar dan di dasarnya tergeletak sosok tubuh pria tua dengan pakaian yang sudah terkoyak.


Ma Guang pun langsung menghampiri tubuh pria tua tersebut sambil bersiap untuk menebas lehernya.


Pemuda itu tidak bisa melanjutkan langkah kakinya karena dari dua arah yang berbeda dengan cepat dua serangan meluncur kearahnya.


Pemuda itu langsung melesatkan pedang di tangannya yang terbentuk dari energi Qi api surgawi kearah salah satu serangan serta dengan cepat menciptakan perisai pelindung di tubuhnya.


Duuuuaaarrr...duuuaaarrrr


Bunyi dua ledakan terjadi saat pedang energi Qi api surgawi miliknya berbenturan dengan salah satu serangan musuh, serta salah satu serangan musuh yang membentur perisai pelindung yang menyelimuti tubuhnya.


Ledakan energi itu langsung menerbangkan debu serta puing - puing di dalam ruangan bangunan yang sudah hancur berantakan tersebut.


Ma Guang langsung mencoba untuk kembali melepaskan serangan balasan kearah datangnya serangan tersebut, namun tidak ada sosok yang dapat dia rasakan.


Saat debu yang beterbangan itu telah menipis, Ma Guang menatap kearah dasar lubang yang awalnya dia tuju, kini sudah tidak ada lagi sosok yang berada di dasar lubang itu.


"Sialan! Kemana tubuh pria tua itu? Apakah tadi itu hanya serangan pengalihan saja?". Gumam Ma Guang sambil mencari sosok yang dia maksudkan.


Tubuh patriak Rigsang kini sudah di bawah oleh seorang tetua tingkat tinggi sekte Iblis Hitam dan sedang meninggalkan sekte Phoenix Api.


Para anggota sekte Iblis Hitam kini sudah melarikan diri sambil melindungi tubuh patriak Rigsang.


Saat Ma Guang keluar dari bangunan tersebut, pemuda itu langsung melihat kearah kedua pria tua petinggi sekte yang kini sedang dalam keadaan keracunan.


Pendekar muda itu langsung menghampiri keduanya sambil memberikan masing - masing sebuah pil untuk menyembuhkan racun di dalam tubuh mereka sambil menempelkan telapak tangannya ke punggung patriak dan langsung menyalurkan energi Qi api surgawi untuk membakar racun yang sudah masuk melalui pembuluh darah pria tua itu.


Hal yang sama juga dia lakukan terhadap tetua Pho Hong.


Kedua pria tua itu kini sudah terlepas dari pengaruh racun yang meracuni tubuh mereka lewat pori - pori permukaan kulit hingga yang terhirup.


Keduanya langsung sangat berterima kasih kepada Ma Guang karena telah membantu mereka dalam menghadapi serangan dari sekte Iblis Hitam.


Hanya dalam waktu yang singkat, kini situasi di sekte Phoenix Api sudah terlihat porak poranda karena pertempuran singkat dengan sesama anggota sekte dan juga anggota sekte Iblis Hitam.


Terlihat ada ratusan murid pengikut tetua agung kini sudah menyerah dan sedang di kumpulkan di tanah lapang luas yang terletak di tengah - tengah sekte Phoenix Api.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2