
Bing Bihai kembali bertanya kepada Ma Guang.
"Kenapa bisa seperti itu!?."
"Itu karena aku terlalu memfokuskan diriKu pada peningkatan kultivasiKu!." Jawab Ma Guang dengan jujur.
Mendengar kata - kata Ma Guang, wanita itu langsung berpikir bahwa ternyata bukan hanya dirinya saja yang tidak mengetahui banyak hal di dunia ini.
Keduanya perlahan - lahan mulai menjadi akrab saat terus berkomunikasi.
Wajah wanita itu pun sesekali mulai bisa tersenyum.
Ma Guang yang menatap senyuman wanita itu, hatinya langsung merasa bergetar.
"Ternyata nona Bing akan terlihat lebih cantik lagi jika dirinya sedang tersenyum." Gumam Ma Guang di dalam hatinya yang langsung memalingkan wajahnya saat Bing Bihai menatap juga ke arahnya.
Setelah mereka sudah memasuki wilayah kekaisaran Qiang.
Ma Guang langsung bertanya kepada Bing Bihai.
"Nona Bing! Apakah kita akan singgah sebentar? Ataukah kita tetap melanjutkan perjalanan kita!?."
Wanita di sampingnya itu langsung menjawab.
"Pendekar Ma! Ada baiknya kita beristirahat terlebih dahulu, sebab energi tenaga dalam milikKu sudah banyak terkuras." Tutur Bing Bihai menjawab pertanyaan Ma Guang.
Mendengar jawaban dari wanita tersebut, Ma Guang pun langsung memilih salah satu kota untuk mereka berdua singgahi.
Saat melihat sebuah kota kecil di depan mereka, Ma Guang langsung memperlambat kecepatan terbangnya.
Setelah dirinya merasa jarak untuk memasuki kota itu sudah sangat dekat, Ma Guang langsung turun dan mendarat agar melanjutkan perjalanan keduanya dengan berjalan kaki.
Bing Bihai belum juga melepaskan lengan Ma Guang saat keduanya berjalan kaki.
Wanita itu seperti merasa sudah terbiasa untuk memegang lengan pria yang bersama dengannya itu.
Sehingga dirinya lupa jika mereka kini sedang berjalan kaki.
Mereka berdua pun langsung mengantri untuk menunggu giliran pemeriksaan dari prajurit yang berjaga di pintu gerbang kota tersebut.
Saat seorang komandan menatap ke arah Bing Bihai, dirinya langsung merasa tertarik dengan wanita yang di lihatnya itu.
Sang komandan pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Bing Bihai yang dalam posisi berdiri sambil berpegangan di lengan Ma Guang.
Saat komandan itu melihat tangan Bing Bihai, pria tersebut langsung menatap ke arah Ma Guang.
Karena merasa asing dengan wajah Ma Guang, pria itu pun langsung memanggil Bing Bihai dan bertanya.
"Nona! Apakah kamu ingin untuk bisa secepatnya memasuki kota kami!?."
__ADS_1
Mendengar perkataan pria tersebut, dengan cepat Bing Bihai menjawab.
"Iya! Apakah bisa seperti itu!?." Jawab Bing Bihai penasaran.
Ma Guang hanya menatap pria tersebut dengan santai tanpa memikirkan sesuatu hal terhadap tingkah serta perkataan sang komandan itu.
"Bisa nona! Akan tetapi nona harus ikut denganKu agar nona bisa masuk tanpa melalui pemeriksaan!." Ujar sang komandan.
"Aku ingin untuk bisa masuk bersama dengan temanKu ini!." Tutur Bing Bihai yang belum mengerti juga maksud dari perkataan sang komandan tersebut.
"Bisa juga nona mengajak temanMu itu, tetapi dirinya tetap akan di periksa terlebih dahulu!." Jawab sang komandan.
"Jika seperti itu, tidak mengapa menurutKu! Yang terpenting saat ini kami berdua bisa memasuki kota ini dengan cepat!." Ujar Bing Bihai mengiyahkan.
Ma Guang masih tetap tenang saat mendengar pembicaraan keduanya.
Sedangkan sang komandan sendiri langsung merasa bahwa dirinya memiliki peluang besar untuk bisa memiliki wanita cantik di depannya itu.
Sang komandan pun langsung mengajak Bing Bihai untuk mengikutinya.
Sedangkan Bing Bihai sendiri langsung mengajak Ma Guang untuk mengikuti pria yang mengajaknya itu.
Ma Guang pun mengikuti keinginan wanita yang menarik salah satu lengannya tersebut tanpa berkata sedikit pun.
Saat mereka tiba di tempat pemeriksaan, sang komandan langsung berkata.
Bukan hanya itu saja. Sang komandan juga langsung berkomunikasi lewat kekuatan jiwanya agar bisa mempersulit Ma Guang.
Ma Guang yang mengetahui maksud jahat dari sang komandan, langsung mengeluarkan tanda pengenal sekte Naga Surgawi yang di milikinya.
Sedangkan sang komandan sendiri, kini sudah mengajak Bing Bihai untuk mengikutinya.
Saat prajurit itu melihat tanda pengenal yang di tunjukkan oleh Ma Guang, tubuhnya langsung gemetar ketakutan.
"Mohon ampun tuan pendekar jika kami telah menyinggung hati pendekar!." Ucap prajurit tersebut sambil bersujud di tanah.
Sang komandan yang mendengar hal tersebut langsung berbalik menatap ke arah prajurit yang di perintahnya tersebut.
Wajah pria itu langsung berubah menjadi heran dengan apa yang di lihatnya tersebut.
Pria itu langsung kembali mendekat dan membentak bawahannya yang kini sedang bersujud di depan pemuda yang ingin di kerjainya itu.
"Apa yang kamu lakukan!? Mengapa kamu seperti ini!?." Tanya sang komandan dengan nada suara yang membentak bawahannya tersebut.
"Komandan! Kita telah menyinggung orang yang salah!." Tutur prajurit yang sedang bersujud.
"Apa maksudMu!?." Tanya sang komandan lagi.
"Pemuda ini berasal dari sekte Naga Surgawi!." Ucap prajurit itu dengan gemetar.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari bawahannya, sang komandan langsung merasa ketakutan.
Tidak ada kata - kata yang terucap dari mulutnya selain memohon pengampunan dari pemuda yang ingin di kerjai olehnya.
"Hamba memohon ampun kepada pendekar muda! Tolong maafkan aku jika telah melakukan kesalahan!." Tutur sang komandan.
Bing Bihai yang melihat kejadian tersebut langsung menjadi bingung.
Komandan yang awalnya terlihat sangat berkharisma, kini sudah bersujud di hadapan pria yang bersamanya.
Memang seperti biasa, jika para pendekar sekte besar atau pun para bangsawan yang ingin memasuki kota tersebut, mereka langsung menuju ke arah sang komandan dan langsung menunjukan identitas mereka.
Sehingga sang komandan langsung membiarkan mereka untuk masuk.
Berbeda dengan Ma Guang dan juga Bing Bihai, keduanya mengikuti antrian untuk bisa memasuki kota itu.
"Jadi kamu ingin berniat tidak baik terhadap kami berdua!?."
"Apakah aku tidak mengetahui saat kamu berkomunikasi dengannya melalui kekuatan jiwa milikMu!? Apakah kamu mengetahui siapa diriKu!?." Guang bertanya dengan tatapan yang sangat tajam kearah sang komandan.
Saat sang komandan belum menjawab, Ma Guang langsung bertanya kepada Bing Bihai.
"Nona Bing! Siapa aku!?."
Bing Bihai langsung menjawab.
"Dia adalah pendekar Ma Guang yang berasal dari wilayah kekaisaran Zhou!." Tutur Bing Bihai.
"Ma Guang!? Apakah dia yang membunuh para penjaga kekaisaran Qiang ini!?." Gumam sang komandan karena merasa terkejut dengan nama yang baru saja di ucapkan oleh Bing Bihai.
"Iya! Akulah orangnya! Apakah sekarang kamu sudah mengetahuinya!?." Tanya Ma Guang.
Sebelum sang komandan menanggapi perkataan Ma Guang, tubuh pria itu langsung menjadi kabut darah karena terkena pukulan yang di lancarkan oleh Ma Guang.
Pemandangan itu langsung membuat puluhan prajurit yang berjaga menjadi ketakutan.
"Dan kamu juga! Jika kamu tidak melihat identitasKu! Kamu pasti akan melakukan juga apa yang dia perintahkan!." Tutur Ma Guang yang juga langsung mengubah tubuh prajurit tersebut menjadi kabut darah.
Kengerian pun mulai tergambar di wajah setiap orang yang melihat kejadian tersebut.
Semua prajurit langsung gemetar karena merasa takut, jika mereka akan mendapatkan imbas dari perbuatan kedua orang itu.
Ma Guang pun langsung memerintahkan seorang prajurit untuk memanggil penguasa di kota itu.
Prajurit yang di perintah olehnya langsung pergi dengan cepat untuk memanggil penguasa kota itu.
Ma Guang tetap tenang menanti kedatangan sang penguasa kota.
~Bersambung~
__ADS_1