Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 455. Pencarian Makhluk Surgawi


__ADS_3

Di istana kekaisaran Baiyue, mereka di kejutkan dengan kedatangan pasukan Phoenix Api surgawi.


Sang kaisar Baiyue segera menyambut kedatangan 100 pasukan Phoenix Api Surgawi tersebut.


Semuanya masih dalam wujud seekor burung Phoenix yang di selimuti oleh api yang menyala - nyala.


"Apakah kamu penguasa di tempat ini?". Tanya sang jenderal Phoenix Api.


"Iya! Aku adalah Kaisar di wilayah ini!". Jawab kaisar Baiyue.


"Baguslah kalau begitu!".


"Aku ingin bertanya kepadaMu, dimana keberadaan raja Feng Huang beserta para pasukannya?".


"Mengapa jejak mereka sangat kuat di istana ini?". Tanya sang jenderal Phoenix.


"Memang benar apa yang anda katakan itu".


"Sepuluh tahun yang lalu, pasukan Phoenix Api Surgawi memang berada di istana kami ini".


"Namun karena telah terjadi pertempuran besar di antara pasukan Phoenix Api melawan pasukan ras Naga, sehingga membuat mereka semua telah terbunuh". Jawab sang Kaisar.


"Apa? Mereka semua telah terbunuh?". Kata - kata yang keluar dari mulut jenderal Phoenix Api Surgawi karena merasa terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


Sang kaisar sendiri tidak mengetahui bahwa ada sebagian pasukan Phoenix Api yang saat ini menjadi tawanan dari Ma Guang di saat mereka telah menyerah setelah kematian Feng Jiang.


"Apakah Yang Mulia raja Feng Huang juga telah meninggal?". Tanya sang jenderal Phoenix.


"Maaf, yang kami ketahui, yang menjadi pemimpin mereka adalah Feng Jiang, bukan Feng Huang". Jawab sang kaisar.


"Feng Jiang? Tidak! Dia bukanlah raja ras Phoenix Api Surgawi".


"Dia itu hanyalah sebagai jenderal saja". Sang jenderal menjelaskan.


"Mohon maaf jika saya lancang, akan tetapi semua pasukan Phoenix Api Surgawi memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia Raja".


"Sehingga yang kami tahu, Feng Jiang itu adalah raja bagi pasukan ras Phoenix Api". Tutur sang kaisar menanggapi perkataan sang jenderal Phoenix.


"Sepertinya ada yang salah dengan semua ini".


"Meskipun ras Naga dengan ras kami selalu berselisih, akan tetapi perseteruan kami tidak sampai mengakibatkan kerugian hingga sebesar ini". Pikir sang jenderal Phoenix.


"Dimana tempat pertempuran itu terjadi?". Tanya jenderal Phoenix kepada kaisar.


Sang kaisar pun memberitahukan dimana letak tempat terjadinya pertempuran besar itu.

__ADS_1


Mendapatkan petunjuk dari sang kaisar, jenderal Phoenix segera memerintahkan pasukannya untuk menuju ke tempat yang kaisar maksudkan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka agar bisa tiba di tempat yang kaisar maksudkan.


Setelah tiba, sang jenderal kemudian mulai mendeteksi aura para pasukan ras Phoenix.


"Sepertinya yang terlibat dalam pertarungan besar ini bukan hanya pasukan dari ras Naga dan juga pasukan dari ras Phoenix, melainkan ada juga pasukan dari ras Serigala dan juga Kilin Api".


"Keadaan di tempat ini menggambarkan bahwa pertarungan yang telah terjadi itu sangatlah dasyat".


Setelah beberapa saat kemudian, sang jenderal bisa merasakan bahwa ada sebagian pasukan Phoenix Api yang masih hidup.


"Sepertinya ada sebagian pasukan Phoenix Api yang masih hidup, dan aku bisa merasakan aura dari jejak mereka menuju ke arah utara".


"Kita harus mengikuti jejak aura yang mereka tinggalkan ini". Pikir sang jenderal Phoenix.


Dia segera memerintahkan pasukannya untuk mengikuti jejak aura yang telah di tinggalkan oleh pasukan Phoenix Api yang menjadi tawanan Ma Guang.


***


Di wilayah sebelah Barat kerajaan Shu sebelah barat daya kerajaan Qin, 100 pasukan makhluk surgawi dari ras Rubah kini sedang melihat kehancuran yang terjadi di tempat itu.


Bekas wilayah sekte Gagak Hitam yang kini sudah terlihat banyak lubang besar yang tercipta di atas permukaan tanah di wilayah tersebut, memberitahukan kepada pasukan ras Rubah yang baru saja tiba itu, bahwa telah terjadi pertempuran besar di wilayah tersebut.


"Sepertinya mereka telah bertarung dengan lawan yang salah".


"Sebaiknya kita pergi saja dari benua ini, sebab jika kita bertemu lagi dengan pasukan ras Naga, kita juga bisa menjadi korban keganasan mereka". Perintah sang jenderal ras Rubah kepada para bawahannya.


"Jenderal! Mengapa bisa begitu? Apakah kita tidak akan melanjutkan misi kita untuk mencari pemilik tubuh Dewa Naga Surgawi?". Tanya sosok yang adalah komandan pasukan.


"Apakah kamu tidak menyadari bahwa pasukan ras Rubah telah di kalahkan oleh pasukan ras Naga?".


"Apakah kamu ingin juga menjadi korban pasukan mereka?". Sang jenderal balik bertanya kepada komandan pasukannya.


Mendengar perkataan serta pertanyaan dari sang jenderal, membuat sang komandan hanya bisa terdiam dan tidak menanggapi lagi.


Mereka pun kemudian meninggalkan tempat tersebut dan melesat menuju ke Benua Tengah mengikuti jejak aura asal datangnya pasukan ras Rubah.


***


Di wilayah perbatasan antara kekaisaran Zhou dan juga kekaisaran Yue Wu, kelompok pasukan makhluk surgawi dari ras Ular kini sedang mencari jejak aura dari pasukan ras Ular yang telah datang mendahului mereka.


Mereka mendapati bahwa pasukan dari ras mereka telah menjadi korban keganasan pasukan ras Naga dan juga pasukan surgawi di tempat itu.


Setelah beberapa saat kemudian sang jenderal mendapati jejak aura pasukan ras Ular yang mengarah ke arah Utara Barat Laut dimana markas pasukan Api Angin berada.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk bisa sampai di markas pasukan Api Angin.


Saat pasukan ras Ular tiba, mereka langsung di sambut oleh sebagian pasukan Api Angin yang telah kembali kemarkas itu lagi.


Pasukan Api Angin tidak merasa takut dengan kedatangan pasukan ras Ular.


Sebab sebelumnya mereka juga telah bertemu dengan pasukan ras Ular yang telah tewas di bantai oleh pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang.


"Selamat datang di markas kami ini".


"Apakah kalian sisa pasukan ras Ular yang dahulunya pernah bekerja sama dengan pasukan kami?". Tanya pemimpin pasukan Api Angin saat itu.


"Iya! Sebenarnya apa yang terjadi kepada mereka?". Tanya sang jenderal ras Ular.


"Mereka berniat untuk mendapatkan tubuh Dewa Naga Surgawi yang di lindungi oleh ras Naga, sehingga kedua pasukan makhluk surgawi itu saling bertempur dan pasukan dari ras ular di bantai oleh pasukan ras Naga". Pemimpin pasukan Api Angin menjelaskan.


Sang pemimpin pasukan Api Angin tidak menjelaskan semua kebenaran yang terjadi.


Hal itu agar posisi mereka akan tetap aman dan tidak akan menjadi tumbal dari pasukan ras Ular.


Setelah mendengar penjelasan dari sang pemimpin pasukan Api Angin yang juga adalah pemimpin para perampok, akhirnya sang jenderal pasukan ras Ular segera pergi untuk mendapatkan cara agar bisa kembali lagi ke dunia atas.


***


Di perbatasan wilayah sekte Naga Surgawi kini telah di datangi oleh pasukan surgawi atau pasukan langit.


Mereka pun langsung di hadang oleh para murid dari sekte Naga Surgawi yang berjaga di wilayah perbatasan.


Melihat dari pakaian mereka, para murid langsung bisa mengenalinya.


"Apa tujuan kalian datang ketempat kami ini?". Tanya sang pemimpin kelompok yang bertugas untuk menjaga wilayah perbatasan sekte.


"Kami sedang mencari keberadaan sebagian dari pasukan yang datang kira - kira sepuluh tahun yang lalu".


"Apakah kalian mengetahuinya?". Tanya sang jenderal pasukan surgawi.


"Kami tidak tahu, tetapi yang terakhir kami tau bahwa mereka berada di Benua Barat, itu saja yang kami ketahui".


"Apakah letak pastinya kalian tidak mengetahuinya?". Tanya jenderal pasukan surgawi itu lagi.


"Tidak tuan! Kami tidak mengetahuinya". Jawab pemimpin murid yang berjaga.


Mendengar perkataan para murid tersebut, sang jenderal pun segera meninggalkan tempat itu dan di ikuti oleh pasukannya untuk menuju ke Benua Barat.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2