
Ma Guang keluar dan berjalan meninggalkan rumah dari orang yang telah menolongnya itu.
Walau pun kemampuannya belum pulih seutuhnya, tetapi dirinya sudah mampu untuk bertarung dengan seorang pendekar raja tingkat rendah.
Pendekar muda itu menunggu rombongan yang akan menuju ke arah kota Lu, namun karena sampai menjelang malam tidak ada satu pun rombongan yang melewati desa tersebut, akhirnya Ma Guang kembali mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanannya.
Pendekar muda itu lalu memasuki penginapan dan langsung menyewa kamar untuk dirinya beristirahat.
Ma Guang menyewa sebuah kamar yang berada di tingkat kedua bangunan penginapan itu.
Ma Guang pun turun ke lantai bawah untuk makan.
Setelah memilih tempat yang terletak di sudut ruangan dan duduk di tempat itu, Ma Guang langsung memesan makanan untuknya.
Terlihat ada beberapa tempat di ruangan itu yang di tempati oleh pengunjung yang lain sambil menikmati arak dan sedang bercerita satu sama lainnya.
" Aku tadi mendengar bahwa dua hari yang lalu, ada yang menemukan dua orang pendekar aliran hitam yang telah tewas dengan tubuh yang sudah hancur." Ucap salah seorang di antara mereka.
" Terus, katanya berasal dari sekte yang mana?." Tanya seorang yang satunya lagi.
" Saya dengar kedua pendekar aliran hitam itu berasal dari sekte Kalajengking Merah." Jawab orang tersebut.
" Apa? Kalau begitu jangan keras - keras suaranya, jika anggota mereka mendengarnya, kita bisa terkena masalah yang serius." Ucap yang satunya lagi.
Ma Guang yang mendengar hal itu hanya diam, seakan tidak mendengar pembicaraan beberapa orang tersebut.
Ha...ha...ha...ha...Siapa yang berani menyebutkan nama sekte Kalajengking Merah?." Ucap orang yang baru memasuki ruangan tersebut.
Di belakang pria itu, ada empat orang yang mengikutinya.
Kelima orang tersebut menggunakan pakaian hitam - hitam.
Beberapa orang yang sedang berbincang - bincang sebelumnya langsung terdiam saat menatap ke lima orang yang baru datang tersebut.
" Hei! Mengapa tidak menjawab pertanyaanKu?." Ucap pemimpin kelompok tersebut.
" Apakah kalian semua yang ada di ruangan ini tuli semua!?." Tanya orang itu lagi dengan nada suara yang semakin emosi.
" Jadi tidak ada yang mau menjawabnya? Baiklah." Ucap orang itu lagi sambil meraih golok yang tadinya ada di belakang tubuh orang tersebut.
" Tuan! Dia yang mengatakan tentang sekte Kalajengking Merah." Ucap salah satu orang sambil menunjuk ke arah orang yang lain.
" Oh, jadi kamu yah!?." Sambil menatap kearah salah satu orang yang di tunjuk.
Pria yang di tunjuk itu pun mulai merasa ketakutan karena ke 5 orang yang baru saja tiba tersebut mulai menghampiri dirinya.
" Aku akan memberikan satu kesempatan bagi diriMu untuk menjawab pertanyaanKu." Ucap pemimpin kelompok tersebut sambil tersenyum sinis.
" Ba...baik tuan!." Jawab orang tersebut.
" Apakah kamu pernah melihat ada pendatang baru yang kau lihat selama dua hari terakhir ini?." Tanya pemimpin tersebut.
" Ada tuan! Itu disana orangnya, hanya orang itu yang tidak aku kenal." Jawab pria tersebut sambil menunjuk kearah Ma Guang.
Pemimpin tersebut langsung menatap ke arah Ma Guang sambil menatap penuh selidik.
" Oh, sepertinya orang itu yah!?." Ucap pemimpin tersebut.
__ADS_1
Ssrreeett...buk
Bunyi kepala yang terjatuh di lantai penginapan tersebut.
Pria itu adalah orang yang baru saja menjawab pertanyaan pemimpin tersebut.
Hal itu di lakukan oleh pemimpin kelompok tersebut.
Orang - orang yang bersama dengan pria yang telah tewas itu, merasa lebih ketakutan lagi.
Setelah memenggal kepala orang yang menjawab pertanyaannya, pemimpin kelompok tersebut langsung berjalan mendekati tempat Ma Guang berada.
Ma Guang tetap duduk dengan tenang setelah mengetahui ke 5 orang itu datang menghampiri dirinya.
Namun tangan Ma Guang sudah siap melesatkan senjata rahasia miliknya.
" Hei anak muda! Siapa kamu dan berasal dari mana diriMu!?." Tanya pemimpin tersebut saat sudah sampai di dekat Ma Guang berada.
" Siapa aku dan dari mana asal Ku, itu bukan urusan Mu." Jawab Ma Guang yang masih tetap tenang.
" Berani juga diriMu anak muda." Ucap pemimpin tersebut sambil menebaskan goloknya kearah leher Ma Guang.
Ma Guang yang merasa dirinya telah di serang oleh pemimpin tersebut, langsung menunduk sambil melesatkan senjata rahasianya ke arah tubuh penyerang tersebut.
Crep
" Ahhhcckk." Suara dari pemimpin tersebut.
Serangan golok pemimpin kelompok tersebut meleset.
Sedangkan senjata rahasia milik Ma Guang langsung menusuk tepat di jantung penyerang tersebut.
" Kurang ajar, ternyata dia memiliki senjata rahasia, ayo kita serang!." Ucap salah seorang dari mereka.
Shing...shing...shing...blar
Serangan tebasan pedang dan golok milik ke 4 orang tersebut yang mampu di hindari oleh Ma Guang dan hanya mengenai meja serta menghancurkannya.
Ma Guang sendiri tidak membawa pedangnya, sebab dia meninggalkan senjatanya itu di dalam kamarnya agar tidak terlihat terlalu mencolok.
Pendekar muda itu kembali mempersiapkan senjata rahasia miliknya sambil menghindari serangan dari ke 4 orang tersebut.
Ke 4 orang tersebut menyerang Ma Guang denga sangat berhati - hati, karena mereka sudah mengetahui bahwa Ma Guang memiliki senjata rahasia.
Ruangan lantai dasar penginapan tersebut menjadi arena pertarungan kelima orang dari kedua kubu yang berbeda tersebut.
Ting...ting
Bunyi benturan pedang dari lawan yang berbenturan dengan senjata rahasia milik Ma Guang.
Kedua serangan senjata rahasia tersebut mampu di patahkan oleh lawannya.
Hal itu di sebabkan karena lawan - lawannya selalu mengantisipasi setiap gerakan tangan Ma Guang.
Setelah kedua serangan senjata rahasianya gagal, Ma Guang langsung memberikan perlawanan dan membalas serangan mereka dengan tinju peremuk tulang dan langkah bayangan miliknya.
Hal itu di lakukan oleh Ma Guang karena dirinya merasa mampu untuk mengalahkan ke empat orang tersebut.
__ADS_1
Dengan langkah bayangan, Ma Guang langsung bergerak cepat mendekat dan mengarah ke samping kiri salah satu lawannya.
Lawannya langsung menyambut kedatangan Ma Guang dengan tebasan ke arah leher pendekar muda itu.
Namun tubuh Ma Guang langsung sedikit menunduk serta maju bergerak melewati samping tubuh lawannya dan langsung menyambar dada salah satu lawannya itu dengan pukulan tinjunya yang seperti serangan Hook dalam olah raga tinju.
Braaakkk
" Uhuk."
Bunyi retakan tulang dada dari lawannya yang terkena tinju Ma Guang, serta suara terakhir yang keluar dari mulutnya.
Satu rekan mereka pun tumbang dan langsung meregang nyawa.
Setelah selesai menjatuhkan salah satu lawannya, Ma Guang tidak memberikan waktu kepada ketiga orang lainnya untuk berpikir.
Pendekar muda itu langsung membalikkan tubuhnya dan kembali menyerang salah satu dari mereka yang tersisa.
Sedangkan ketiga lawannya langsung menyambut serangan Ma Guang dengan golok dan pedang milik mereka.
Ketiga serangan tersebut dapat menggagalkan langkah Ma Guang untuk menyerang salah satu dari mereka.
Ketiga lwannya itu, kini maju bersama dengan posisi yang sejajar dan saling berdekatan.
Dengan tiga arah serangan dari senjata mereka yang berbeda, Ma Guang tidak memiliki ruang untuk menyerang lawannya itu.
Akhirnya Ma Guang melangkah mundur saat ketiga lawannya terus melancarkan serangan mereka.
Ketiga penyerang yang melihat Ma Guang selalu melangkah mundur saat di serang, langsung mengalirkan energi tenaga dalamnya ke senjata mereka masing - masing sambil melakukan perubahan bentuk dan langsung melepaskan ke arah Ma Guang.
Ma Guang langsung menghindar kesamping sambil membentuk perisai pertahanan pada tubuhnya.
Duar
Salah satu serangan mengenai tubuh Ma Guang.
Tubuh pendekar muda itu langsung terdorong sejauh 5 meter ke belakang.
Namun dirinya tidak terluka sedikit pun.
Akhirnya Ma Guang kembali melesat kearah lawannya dan langsung di sambut dengan serangan dari ketiga lawannya juga.
Hal yang tidak di ketahui oleh ke tiga lawannya yaitu, Ma Guang sudah menggenggam dua buah senjata rahasia miliknya dan sudah di aliri energi perubahan bentuk tenaga dalam.
Bomm...bomm...bomm
Bunyi benturan serangan ketiga lawannya yang saat membentur perisai pertahanan tubuh milik Ma Guang.
Crep...crep
Dua buah senjata rahasia milik Ma Guang langsung menancap di jantung dan dahi kedua lawannya.
Bruk...bruk...bruk
Bunyi tiga tubuh yang terjatuh di lantai dasar penginapan tersebut.
Ke tiga tubuh tersebut adalah dua lawan dan tubuh Ma Guang sendiri.
__ADS_1
~Bersambung~