Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 60. Memberikan Petunjuk


__ADS_3

Akhirnya Ma Guang memasuki aula utama sekte.


Seluruh petinggi sekte sudah hadir di tempat itu.


Ma Guang langsung menduduki kursi yang sudah di siapkan.


"Baiklah! Kita akan melanjutkan perbincangan kita." Ucap Ma Guang.


"Jadi saya akan langsung saja."


Ma Guang langsung memanggil para tetua tingkat tinggi yang masih berada di tingkat pendekar raja tingkat awal dan tingkat menengah.


Ma Guang mulai melontarkan pertanyaannya yang langsung di jawab oleh mereka satu persatu.


Setelah memberitahukan satu persatu setiap hambatan yang mereka hadapi, dan Ma Guang langsung memberi solusinya. Akhirnya para tetua itu membubarkan diri dengan wajah yang berseri - seri.


Termasuk tetua Ying Zhao dan tetua Fei Yu yang adalah guru Ma Guang juga.


Kini yang tersisa di dalam aula tersebut tinggalah para leluhur, Patriak, tetua Agung Xiang Zhang dan juga tetua penegak hukum Zhu Li.


Hal itu di sebabkan karena mereka sudah mencapai pendekar raja tingkat akhir dan sudah siap untuk menerobos menjadi pendekar suci.


"Untuk masalah Patriak, tetua Agung dan juga tetua Penegak Hukum, biarkan saya mendatangi secara pribadi di kediaman kalian masing - masing."


"Bagi para leluhur, mari kita menuju ke wilayah terlarang tempat kediaman para leluhur."


"Karena saya akan langsung mengarahkan serta membantu menyelesaikan setiap permasalahan kalian, dan tempat ini tidak akan cocok dengan hal itu." Tutup Ma Guang.


Semua yang mendengar apa yang Ma Guang ucapkan, langsung memahami hal itu.


Akhirnya mereka semua membubarkan diri untuk menuju ke kediaman mereka masing - masing.


Sedangkan Ma Guang langsung menuju ke wilayah terlarang sekte tersebut untuk mengikuti para leluhur.


Ada 10 orang leluhur biasa dan 3 orang lainnya sebagai leluhur Agung.


Ke 10 orang tersebut sudah berusia 90-an tahun, sedangkan untuk 3 orang yang lain sudah berusia 100 tahun lebih.


Setelah tiba di area tersebut, akhirnya Ma Guang menuju ke sebuah gua yang di antarkan oleh leluhur Guang Zhi.


Sesampainya di dalam, leluhur Guang Zhi langsung meninggalkan tempat itu.


Gua itu adalah tempat untuk leluhur Agung bermeditasi.


Ma Guang langsung menghadap kepada ketiga leluhur Agung tersebut.


"Murid memberi hormat kepada leluhur Agung."


"Hormat Mu kami terima." Ucap leluhur Agung yang sedang duduk di antara kedua leluhur Agung yang lain.


"Apakah diri Mu yang bernama Ma Guang?." Tanya leluhur Agung tersebut.


Memang ketiga leluhur Agung tersebut, belum mengenal Ma Guang, itu di karenakan, mereka bertiga tidak pernah keluar dari tempat itu.


Yang selalu keluar dari area terlarang tersebut, hanyalah ke 10 leluhur yang lain.

__ADS_1


"Iya Leluhur! Murid ini yang bernama Ma Guang."


"Apakah benar isu yang telah baru saja berkembang itu?."


"Iya leluhur!."


"Jadi sekarang ini, apa yang akan kamu lakukan?."


"Murid ingin coba mendengar setiap kesulitan para leluhur saat akan menerobos untuk menjadi pendekar suci."


"Baiklah kalau begitu! Kamu akan memulainya dari mana?."


"Murid ingin memulainya terlebih dahulu kepada leluhur yang duduk di sebelah kiri."


Leluhur yang Ma Guang maksudkan langsung menganggukan kepalanya tanda menyetujui perkataan dari pendekar muda di depannya.


Akhirnya leluhur tersebut langsung memberitahukan kendala yang dirinya alami saat ingin menerobos untuk menjadi pendekar suci.


Setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh leluhur itu, Ma Guang langsung mengutarakan solusi yang akan dirinya lakukan.


"Murid mohon ijin leluhur!."


"Mohon Ijin untuk apa?." Tanya leluhur yang Ma Guang maksudkan.


"Murid mohon ijin untuk melihat setiap titik meridian yang ada di tubuh leluhur, apakah semua jalurnya sudah terbuka ataukah masih ada jalur yang belum terbuka."


"Oh, jadi seperti itu yah!?."


"Baiklah! Ayo kita mulai!." Ucap leluhur tersebut dengan tubuhnya yang sudah dalam keadaan tidak tertutup sehelai benang pun.


Ma Guang langsung memperhatikan setiap jalur - jalur meridian di dalam tubuh leluhur itu.


"Ternyata masih ada jalur meridian yang belum terbuka." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Pemuda itu langsung menyalurkan tenaga dalamnya untuk membuka beberapa jalur meridian yang masih tertutup.


Setelah selesai membuka semuanya, Ma Guang langsung melanjutkan kepada kedua leluhur yang lain.


Akhirnya dia telah selesai membuka setiap jalur meridian yang masih tertutup di dalam tubuh para leluhur Agung itu.


Dan kini, ketiganya sudah siap untuk menerobos menjadi pendekar suci.


Ma Guang pun memberikan saran kepada mereka bertiga, tentang cara yang mudah untuk mempersiapkan diri mereka agar bisa dengan mudah mengalahkan iblis hati.


Pemuda itu pun langsung pamit undur diri setelah selesai memberikan saran kepada ketiga leluhur Agung tersebut.


Ketiga leluhur Agung itu pun langsung kembali ke tempat mereka masing - masing untuk mempersiapkan diri mereka agar bisa menerobos menjadi pendekar suci.


Sedangkan Ma Guang sendiri, menuju ke tempat para leluhur yang lain dan mulai melakukan hal yang sama dengan apa yang telah di lakukannya kepada ketiga leluhur Agung.


Setelah selesai. Ma Guang kembali berbincang - bincang dengan leluhur Guang Zhi.


Pemuda itu memberikan lagi petunjuk kepada leluhur Guang Zhi untuk membuka gerbang pertama, yaitu gerbang Pembuka.


Setelah selesai memberikan petunjuk, pemuda itu langsung bergerak meninggalkan area tersebut.

__ADS_1


Langkah kaki pemuda itu kini menuju ke kediaman Patriak Yao Han. Saat itu, hari sudah mulai gelap.


Akhirnya pemuda itu telah tiba di depan kediaman Patriak, dan kedatangannya itu sudah dinantikan oleh Patriak Yao.


"Maafkan aku karena keterlambatan kedatangan Ku."


"Tidak perlu kamu meminta maaf! Karena tentunya kamu sudah di sibukkan oleh para leluhur yang ada."


"Mari kita masuk dan makan malam bersama! Sebab saat ini sudah waktunya untuk makan malam, dan tentunya juga tenaga Mu sudah banyak yang terkuras."


"Baik Patriak!." Sambil berjalan mengikuti orang tua itu dari belakang.


Akhirnya mereka makan malam bersama, sebelum melanjutkan kembali keinginan dari Patriak.


Ma Guang mengakhiri kegiatannya untuk hari itu setelah selesai melakukan apa yang seperti sebelumnya dia lakukan kepada seluruh leluhur.


Dua orang murid inti di utus oleh Patriak ke kediaman tetua Agung dan juga tetua penegakan hukum untuk menyampaikan pesan, bahwa Ma Guang akan mendatangi mereka nanti pada keesokan harinya.


Ma Guang pun pamit undur diri dan kembali ke kediamannya.


Setelah tiba di kediamannya, Ma Guang langsung di sambut oleh keempat orang tamu pribadinya.


"Pendekar Ma! Anda sudah kembali?"


"Apakah pekerjaan Mu sudah selesai?"


"Apakah kamu sangat kelelahan?"


Kata - kata yang keluar dari ketiga perempuan yang menyambutnya.


"Memang aku merasa kelelahan hari ini, tetapi aku masih bisa memberikan petunjuk kepada tetua, Nona Xia dan juga kepada paman Yuan."


"Ayo kita mulai, agar supaya aku akan dapat beristirahat secepatnya."


"Paman! Hal apa yang membuat Mu masih tetap di tahap pendekar ahli tingkat awal?."


Yuan Gao pun langsung menjelaskan segala kendala yang di hadapinya.


Ma Guang dengan tenang menjelaskan apa yang harus di lakukan oleh Yuan Gao.


Begitu juga dengan tetua Sim Lan dan juga Xia Jiao.


Setelah selesai memberikan petunjuk kepada ketiga tamu pribadinya itu, Ma Guang langsung menuju ke kamarnya dan bermeditasi untuk memulihkan tenaganya.


Di kediaman keluarga Duan. Seorang gadis masih terjaga.


Hal itu di sebabkan karena gadis itu sedang menantikan kedatangan pemuda yang selalu menjadi dambaan hatinya.


Di tempat yang terpisah juga, dua orang gadis lainnya juga, tidak bisa menutup mata mereka, hal itu di sebabkan karena masih menanti kedatangan Ma Guang.


Hingga malam pun berakhir, pemuda yang mereka nantikan itu tidak kunjung datang juga.


Akhirnya gadis - gadis yang menanti Ma Guang pun langsung tertidur.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2