
Prajurit yang sudah bersiap untuk menyambut kedatangan kelompok Xue Jian di atas pohon yang berjejer di kiri dan kanan jalan itu, tetap menjaga jarak mereka agar tidak dapat di ketahui oleh persepsi yang di miliki Xue Jian dan juga ke empat tetua yang bersamanya.
Tidak hanya itu saja, tetapi mereka juga sudah mempersiapkan perangkap jika Xue Jian dan yang lainnya mengejar mereka.
Mata - mata yang berada jauh di depan mereka kini sedang mengamati setiap pergerakan yang akan menuju ke tempat mereka berada.
Dari jauh terlihat ada dua orang yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.
Mata - mata tersebut menajamkan tatapan matanya untuk mengenali ciri - ciri kedua orang tersebut.
Namun dari kedua orang itu, tidak ada yang memiliki ciri - ciri sesuai dengan apa yang telah di sampaikan kepada mereka.
Mata - mata itu membiarkan kedua orang itu untuk melewati jalan tersebut yang di ikuti juga oleh para prajurit yang sedang bersiap dengan panah mereka masing - masing.
Beberapa saat kemudian, terlihat juga ada tiga orang yang sedang berjalan ke arah mereka.
Namun di antara ketiganya juga tidak memenuhi ciri - ciri dari sosok yang mereka tunggu.
Hingga malam hari pun tiba, sosok yang mereka tunggu tidak kunjung datang.
Mereka pun tetap menunggu hingga ke esokan harinya.
Namun hingga malam kembali tiba, mereka masih tetap tidak juga melihat sosok yang mereka nantikan tersebut.
Xue Jian dan juga ke empat tetua lainnya kini sudah melewati kota Ju dan bergerak menuju ke kota Dongguan.
Hal itu mereka lakukan agar mereka terlepas dari para prajurit yang berada di kota Ju yang terus memperhatikan setiap orang yang berada di kota tersebut.
Di tempat yang lain, para pendekar dan juga ketua sekte Gagak Hitam terus bergerak untuk menuju ke wilayah kerajaan Qi.
Sama halnya dengan yang di lakukan oleh sekte Lembah Tengkorak.
Sedangkan di sekte Bambu Kuning sendiri, terlihat Ma Guang terus berlatih perubahan jenis tenaga dalamnya dan juga berlatih untuk menguasai jiwa pedang sejati, agar dirinya bisa dengan mudah menggunakan teknik tersebut dengan kekuatan serta kecepatan puncaknya.
Hal itu juga yang di lakukan oleh orang - orang yang berada di sekte tersebut di saat mereka belum mendapatkan tugas untuk membantu para pasukan yang berjaga di kota Nanpi, kota Qiantong dan juga kota Laoling.
Mereka terus meningkatkan kemampuan ilmu bela diri mereka.
Sebelum Xue Jian melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke sekte Bambu Kuning, pria itu terlebih dahulu pergi ke kota Yingqiu, yaitu ibu kota kerajaan Qi untuk bertemu dengan pangeran Qi Yuan.
Setelah melakukan perjalanan dengan berkuda, akhirnya Xue Jian dan juga empat orang lainnya kini sudah berada di ibu kota kerajaan Qi.
Xue Jian langsung menunjukkan sebuah tanda pengenal seorang bangsawan kepada prajurit yang berjaga di pintu gerbang kota Yingqiu.
Prajurit pun membiarkan Xue Jian dan juga empat orang lainnya memasuki ibu kota kerajaan.
Setelah memasuki kota tersebut, Xue Jian langsung mencari informasi tentang posisi kediaman pangeran Qi Yuan.
Dan tidak memakan waktu yang lama, mereka sudah bisa menemukan posisi kediaman sang pangeran.
__ADS_1
Xue Jian langsung memohon ijin kepada prajurit yang berjaga untuk bertemu dengan sang pangeran.
"Apakah kami bisa bertemu dengan pangeran Qi Yuan?".
"Siapa kalian, dan apa tujuan kalian untuk bertemu dengan pangeran?". Ucap sang prajurit jaga tersebut.
"Katakan saja kepada pangeran, kami ingin bertemu dan berbicara tentang Ma Guang".
Prajurit tersebut langsung tersentak mendengar perkataan pria di depannya itu.
Prajurit itu langsung berlalu meninggalkan mereka untuk berjalan memasuki kediaman sang pangeran.
"Hamba memberi hormat kepada pangeran".
"Ada berita penting apa yang ingin kamu sampaikan kepadaKu!?". Ujar pangeran.
"Pangeran! Di depan ada seorang pria dan juga empat orang lainnya ingin bertemu dengan pangeran".
"Apa tujuan mereka sehingga ingin bertemu denganKu?".
"Tujuan mereka adalah tentang Ma Guang pangeran".
"Kalau begitu, kamu antarkan mereka kesini".
"Baik pangeran".
Akhirnya prajurit tersebut langsung melakukan sesuai dengan apa yang pangeran perintahkan kepadanya.
Xue Jian dan empat orang lainnya langsung memberi hormat kepada pangeran Qi Yuan.
Pangeran pun tidak sendiri, dirinya di temani oleh jenderal Wang Xuesi.
"Silahkan duduk". Ucap pangeran.
Kelima orang tersebut langsung duduk di kursi yang sudah tersedia.
"Siapa kalian dan berasal dari mana?".
Tanya pangeran.
"Kami berasal dari sekte Lembah Tengkorak yang terletak di wilayah kerajaan Wu". Jawab Xue Jian.
"Oh, jadi ternyata kalian dari sekte besar aliran hitam rupanya. Baiklah Aku tidak ingin lagi bertele - tele lagi. Jadi cepat jelaskan apa maksud dan tujuan kalian untuk bertemu denganKu?". Ucap Pangeran.
"Baiklah kalau itu yang pangeran inginkan. Saya akan langsung saja ke inti pembicaraan kita pada saat ini".
"Maksud dan tujuan kedatangan kami ketempat ini untuk mengajukan kerja sama dengan pangeran".
"Kerja sama apa yang akan kalian ajukan kepada diriKu?".
__ADS_1
"Kami ingin bekerja sama dengan pangeran untuk meratakan sekte Bambu Kuning bersama Ma Guang".
Mendengar apa yang di katakan oleh Xue Jian, pangeran terdiam sejenak seperti sedang berpikir tentang apa yang baru saja dia dengar.
Tidak berapa lama kemudian, senyum pun langsung mengembang.
"Boleh saja! Tetapi ada syaratnya".
"Apa syarat yang akan pangeran ajukan?".
"Syaratnya yaitu, kalian harus menangkap dua orang wanita yang selalu bersama - sama dengan Ma Guang untuk di serahkan kepadaKu".
"Apakah hanya itu syarat yang pangeran inginkan?".
"Tidak! Bukan hanya itu saja yang aku inginkan. Aku juga menginginkan kematian Ma Guang dan kalian harus membawa kepalanya kepadaKu".
"Oh, jadi hanya itu yang pangeran inginkan!?".
"Iya! Jadi hal apa yang kalian inginkan dariKu?".
"Kami menginginkan agar pangeran bisa memuluskan perjalanan dari setiap pendekar yang ingin menuju ke sekte Bambu Kuning dan juga bantuan pasukan dari pangeran untuk menyerang sekte tersebut". Ucap Xue Jian dengan tenang yang di barengi dengan senyuman liciknya.
"Baiklah! Aku akan memberikan semua tanggung jawab itu kepada jenderal Wang Xuesi". Ucap pangeran sambil menatap ke arah jenderal yang duduk di sampingnya.
"Hamba siap menjalankan perintah dari pangeran". Ucap jenderal Wang Xuesi sambil menangkupkan tangannya.
"Jenderal Wang! Siapkan seluruh pasukanMu dan pergi untuk menyerang sekte Bambu Kuning".
"Baik pangeran! Perintah pangeran akan hamba laksanakan. Tetapi hamba terlebih dahulu ingin menanyakan satu hal kepada mereka".
"Silahkan jenderal tanyakan". Ucap Xue Jian dengan santai.
"Dari arah mana dan bagaimana cara kalian akan menyerang sekte Bambu Kuning?". Tanya sang jenderal.
"Kami akan menyerang mereka dari kota Laoling secara diam - diam". Jelas Xue Jian.
"Tidak akan semudah itu, sebab pertahanan serta penjagaan mereka sangat baik, ada banyak pendekar suci yang berjaga di wilayah tersebut, jadi tidak akan mudah untuk menyerang mereka dari kota Laoling". Ujar sang jenderal.
"Jadi bagaimana menurut jenderal?". Tanya Xue Jian.
"MenurutKu, kita harus menyerang mereka dari arah timur, agar supaya kita hanya akan berhadapan langsung dengan para pendekar dari sekte itu tanpa bantuan dari pasukan yang berada di tiga kota yang berdekatan dengan sekte tersebut". Ucap jenderal memberikan petunjuk.
"Tetapi semua orang - orang dari sekte kami sedang menuju ke kota Laoling saat ini". Ucap Xue Jian.
"Kalau begitu, kita harus cepat bergerak dan menuju ke kota Qiansheng saat ini, agar supaya bisa bertemu dengan mereka dan memberitahukan akan perubahan rencana tersebut". Ujar sang jenderal.
"Baiklah! Kalau begitu kami pamit undur diri untuk menuju ke kota Qiansheng". Ucap Xue Jian.
"Kalau begitu, sampai bertemu di kota Qiansheng". Ucap jenderal menanggapi perkataan Xue Jian.
__ADS_1
"Pangeran! Jenderal! Senang bisa bekerja sama dengan kalian, kami pamit undur diri". Ucap Xue Jian sambil menangkupkan tangannya yang di ikuti oleh empat orang lainnya.
~Bersambung~