Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 420. Utusan Shen Tian


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Ma Guang, Long Wang pun langsung menyampaikan informasi yang baru saja dia terima dari bawahannya.


"Penguasa! Aku baru saja mendapatkan informasi dari salah satu prajuritKu yang berada di benua Barat bahwa keberadaan Penguasa Putri Zhou Lu Yun berada disana."


"Apakah informasi itu benar - benar sudah valid?." Tanya Ma Guang dengan nada suara yang ingin lebih memastikan lagi.


"Iya! Informasi itu sudah sangat akurat." Jawab Long Wang yang lebih meyakinkan lagi kepada Ma Guang.


"Jika sudah seperti itu, cepat perintahkan kepada prajurit itu untuk membuka portal ruang dan waktu agar kita bisa tiba dengan cepat disana." Ucap Ma Guang memerintahkan kepada Long Wang.


"Baik Penguasa!." Jawab Long Wang yang langsung kembali menghubungi bawahannya lewat kekuatan spiritual.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Long Wang selesai berkomunikasi dengan bawahannya.


Karena pada waktu itu semua pasukan telah terkumpul di alun - alun aula utama sekte Naga Surgawi, sehingga Ma Guang pun segera memberikan instruksi agar bersiap untuk menuju ke benua Barat.


Hong Jiannan yang baru saja selesai berkultivasi segera maju dan mengajukan dirinya agar bisa ikut didalam pertempuran tersebut.


"Patriark! Ijinkan hamba untuk bisa ikut dalam pertempuran itu!." Dengan nada suara yang penuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.


"AdikKu! Pertempuran kita ini bukanlah pertempuran ditingkat pendekar dewa, melainkan pertempuran tingkat Dewa Sejati, sehingga kamu belum bisa ikut." Jawab Ma Guang.


"Agar kamu bisa menguji pencapaian kultivasiMu, ada baiknya kamu turun gunung dan membersihkan setiap anggota sekte yang menjadi kaki tangan dari pasukan ras makhluk surgawi yang sering membuat kegaduhan serta kesengsaraan bagi rakyat kekaisaran Zhou"


"Baik Patriark!." Balas Hong Jiannan sambil menangkupkan tangannya dan segera meninggalkan ruangan tersebut.


Saat semua pasukan Ma Guang sudah bersiap untuk berangkat, tiba - tiba suara seorang pria yang sedang tertawa menggema dengan sangat jelas di telinga semua orang yang berada di tempat itu yang dilanjutkan dengan kata - kata.


"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya kalian sedang bersiap untuk menuju ke tempat dimana putri Zhou Lu Yun berada."


"Tetapi sebaiknya jangan terlalu terburu - buru dan juga jangan terlalu banyak pasukan yang akan pergi, sebab aku datang kesini hanya untuk menyampaikan pesan dari Jenderal Shen Tian."


Mendengar kata - kata dari suara tersebut, Ma Guang langsung bisa menebaknya.


"Sial! Ternyata apa yang aku takutkan terjadi juga." Ma Guang membantin didalam hatinya.


"Cepat keluar dan tunjukkan diriMu!." Teriak Ma Guang dengan nada suara yang sedikit geram.


"Ha...ha...ha...ha...ha."


"Ternyata sang penguasa mulai tidak sabar untuk melihat istrinya." Balas suara misterius tersebut yang sedikit mencemooh Ma Guang.

__ADS_1


"Cepat katakan, apa yang jenderal Shen Tian inginkan?." Tanya Ma Guang.


"Tentang apa yang jenderal Shen Tian inginkan, aku sudah tidak perlu untuk mengatakannya lagi kepadaMu, sebab hal itu tentu kamu sudah mengetahuinya." Balas suara misterius tersebut yang tidak ingin menunjukkan dirinya.


"Jika darah serta inti jiwa yang ada didalam tubuhKu yang diinginkan oleh Shen Tian, pasti aku akan menyerahkannya, akan tetapi bagaimana caranya agar aku bisa menemuinya?." Ujar Ma Guang sambil melontarkan pertanyaan.


"Hal itu sangat mudah untuk kita lakukan, kamu tinggal mengikutiKu saja untuk memasuki portal ruang dan waktu."


"Namun sebelum kita pergi, kamu harus memerintahkan mereka untuk tidak mengikutiMu."


Suara misterius tersebut mengingatkan Ma Guang agar melarang pasukannya untuk mengikuti mereka.


Ma Guang pun langsung mengiyahkan hal tersebut dan segera berkata kepada Long Wang serta seluruh bawahannya agar tidak mengikuti mereka.


Long Wang segera mendekati Ma Guang dan mengingatkannya agar tidak memberikan inti jiwa serta darah murni milik sang raja Naga Api Surgawi.


Ma Guang pun memberikan isyarat lewat tatapannya agar Long Wang dan yang lainnya untuk tetap melaksanakan rencana mereka semula.


Mendapatkan isyarat dari sang penguasa, Long Wang pun langsung bisa memahami apa yang dimaksudkan.


Setelah itu, Ma Guang pun segera melesat terbang dan meninggalkan wilayah sekte Naga Surgawi agar bisa bertemu dengan sosok yang sejak awal hanya terdengar suaranya tersebut.


Setelah sudah berada di luar wilayah sekte, sosok yang terlihat menggunakan baju zirah khas pasukan tentara langit itu pun langsung bisa dilihat oleh Ma Guang.


"Apakah kamu tidak takut aku akan langsung membunuhMu?."


Kata - kata yang keluar dari mulut Ma Guang disaat dia melihat sosok pemilik suara misterius itu sambil tersenyum sinis.


"Apakah kamu pikir aku terlihat begitu bodoh?." Balas sosok tersebut yang juga langsung tersenyum sinis seakan merendahkan Ma Guang.


"Kamu pikir aku takut untuk membunuhMu?." Tutur Ma Guang dengan nada suara seakan sedang bertanya kepada sosok itu.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ha."


"Jika anda pintar, sudah pasti kamu tidak akan melakukan suatu tindakan yang akan disesali seumur hidup oleh diriMu." Balas sang utusan itu.


"Bagaimana jika aku tidak pintar?." Tanya Ma Guang.


"Sudah pasti nyawa istriMu tidak akan tertolong." Jawab sosok tersebut yang adalah salah satu komandan pasukan surgawi.


"Apakah pemimpinMu akan berpikir seperti itu?." Tanya Ma Guang lagi.

__ADS_1


"Pasti! Pasti hal itu yang akan dia lakukan." Tutur sang komandan dengan tegas.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ha." Ma Guang langsung tertawa setelah mendengar perkataan sang komandan sambil berkata.


"Apakah kamu pikir nyawaMu lebih berharga dari apa yang pemimpinMu inginkan dari diriKu? Kamu benar - benar sangat naif." Tutup Ma Guang.


Mendengar perkataan Ma Guang, sang komandan pun langsung terdiam dan terlihat seperti sedang memikirkan serta ingin memahami maksud dari perkataan pria di depannya itu.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya sang komandan menyadari maksud dari perkataan Ma Guang.


Namun sebelum dirinya mencoba untuk membuka portal ruang dan waktu agar bisa melarikan diri.


Tetapi rencananya tersebut sudah di ketahui oleh Ma Guang.


"Apa kamu pikir akan dengan mudah meninggalkan tempat ini?." Tutur Ma Guang sambil menyegel area dimana mereka berada.


"Apakah kamu benar - benar ingin membunuhKu?." Tanya sang utusan dengan raut wajahnya yang kini sudah mulai berubah dan tingkahnya terlihat seperti sudah mulai merasa ketakutan karena dirinya tidak bisa mengaktivkan portal ruang dan waktu miliknya.


Ma Guang pun selangkah demi selangkah mulai mendekati tubuh pria itu sambil memasang wajah yang sangar.


"Kamu tidak boleh melakukannya... kamu pasti akan menyesalinya jika kamu membunuhKu." Teriak utusan tersebut agar membuat Ma Guang mengurungkan niatnya.


Namun Ma Guang tetap melangkah maju dan mendekati sosok sang utusan yang juga adalah salah satu komandan pasukan surgawi.


"Kenapa? Mengapa saat ini kamu terlihat takut kepadaKu? Bukankah barusan kamu telah tertawa dan mengancap diriKu?." Ucap Ma Guang dengan santai.


Melihat Ma Guang tidak menyurutkan niatnya, sang komandan pun segera bersiap dan menyerangnya.


Mendapatkan serangan kejutan dari sosok didepannya, Ma Guang langsung menghindarinya.


Sebab hal itu sudah diperkirakan akan terjadi disaat seseorang berada dibawah tekanan orang lain.


Setelah serangan pertamanya meleset, sang komandan pun segera melanjutkan serangannya dengan kecepatan puncak yang dia miliki.


Namun kecepatan serangannya tidak setara dengan kecepatan gerakan yang Ma Guang miliki, sehingga serangannya dengan mudah dihindari.


Mendapatkan situasi yang terlalu sulit untuk dirinya, sang komandan pun kini langsung bersujud dan memohon pengampunan kepada Ma Guang.


"Penguasa! Mohon ampuni nyawaKu, aku hanya mengikuti perintah pimpinanKu, sehingga melakukan hal ini." Ucap sang komandan.


Ma Guang yang mendengar perkataan sosok didepannya perlahan mendekat seakan tidak memperdulikan perkataan pria tersebut.

__ADS_1


Dan tanpa dapat dilihat atau pun disadari oleh sang komandan, pedang milik Ma Guang yang terbentuk dari energi spiritual kini sudah melewati lehernya.


~Bersambung~


__ADS_2