
"Saya adalah patriak Huang Siwei! Dan ini adalah kepala Balai Pengobatan sekte, tetua Pho Hong!". Ujar patriak Huang Siwei dengan penuh hormat.
"Jika orang tua ini boleh tahu, siapa nama pendekar muda ini?". Lanjut patriak menanyakan nama Ma Guang.
"Patriak! Tetua Pho Hong! NamaKu adalah Ma Guang! Aku berasal dari sekte Naga Surgawi yang berada diwilayah kekaisaran Zhou!". Jawab Ma Guang sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
"Ma Guang!? Dari wilayah kekaisaran Zhou!? Sepertinya nama itu tidak terlalu asing di telingaKu!". Ucap patriak Huang Siwei sambil mencoba mengingat - ingat kembali.
Saat mereka bertiga sedang berbincang - bincang, datang tetua Sangyal dan juga tetua Sai Kam mendekat.
"Patriak! Tetua Pho!". Sapa kedua tetua yang baru saja tiba sambil menangkupkan tangan keduanya.
"Tetua Sangyal! Tetua Sai! Perkenalkan, ini pendekar Ma Guang dari wilayah kekaisaran Zhou!". Ucap patriak memperkenalkan Ma Guang.
"Ma Guang!". Seru tetua Sai Kam yang terlihat terkejut mendengar nama pendekar muda di depannya.
"Ada apa tetua Sai!?". Tanya patriak yang langsung di ikuti tatapan mata dari dua orang tetua lainnya ke arah tetua Sai Kam.
"Apakah anda pendekar muda Ma Guang yang berasal dari sekte Bambu Kuning yang berada di wilayah kekaisaran Zhou!?". Tanya tetua Sai Kam penasaran.
"Sebelum aku menjelaskannya, terlebih dahulu aku memohon maaf kepada patriak dan juga kepada tetua Pho Hong". Ucap Ma Guang dengan santun sambil menangkupkan tangannya.
"Sebenarnya aku juga tidak menduga sama sekali jika namaKu serta nama sekte Bambu Kuning sudah sampai ke telinga orang - orang di wilayah kekaisaran ini".
"Memang benar aku adalah orang yang tetua Sai Kam maksudkan, tetapi saat ini aku hanya ingin meluruskan saja kepada patriak dan juga kepada tetua Pho Hong, bahwa sekte Bambu Kuning saat ini adalah cabang dari sekte Naga Surgawi, sehingga diriKu memperkenalkan nama besar dari sekte tersebut". Ucap Ma Guang menjelaskan kepada kedua pria paru baya yang seperti bingung dengan apa yang tetua Sai Kam tanyakan.
"Berarti pendekar Ma pasti ada di saat Sekte Naga Surgawi menghancurkan sekte Beruang Putih yang berada di kekaisaran Qiang!?". Ucap tetua Sai Kam lagi yang kembali bertanya kepada Ma Guang dengan raut wajah terkejut.
"Iya! Akulah yang memimpin anggota sekte Naga Surgawi untuk menyerang sekte Beruang Putih". Ujar Ma Guang membenarkan.
"Karena aku adalah tetua informasi di sekte Phoenix Api ini, sehingga Aku mendapatkan informasi tentang sosok dari pendekar Ma Guang yang adalah seorang jenius muda sekte Bambu Kuning dari kekaisaran Zhou yang sangat di hormati dan juga sangat di takuti di wilayah kekaisaran itu, dan bukan di wilayah kekaisaran Zhou saja, melainkan di wilayah kekaisaran Qiang juga! Karena pendekar Ma Guang satu - satunya orang yang bisa menghancurkan istana kekaisaran Qiang tanpa rasa takut sedikit pun". Puji tetua Sai Kam dengan perasaan yang sangat senang karena bertemu dengan Ma Guang.
__ADS_1
"Tetua Sai Kam terlalu memuji, buktinya di sekte ini hanya tetua Sai Kam saja yang mengetahui identitasKu". Ucap Ma Guang sambil tersenyum karena merasa canggung menerima pujian dari tetua Sai Kam.
Mendengar apa yang tetua Sai Kam katakan serta penjelasan Ma Guang membuat patriak Huang Siwei dan dua tetua lainnya langsung tersentak setelah mengetahui siapa sosok pendekar muda di depan mereka itu.
Namun patriak Huang Siwei kini sudah dapat mengingat kembali nama Ma Guang.
"Oh, iya! Aku baru mengingatnya, ternyata pendekar muda ini yang selalu menjadi perbincangan para pendekar pengelana yang sudah pernah bepergian ke wilayah kekaisaran Zhou serta pendekar muda yang pernah di bicarakan oleh tetua Sai Kam kepadaKu!... Pendekar Ma! Maafkan pria tua ini yang tidak dapat mengingat kembali nama anda". Ucap patriak sambil memberikan sikap hormat dengan tulus.
"Patriak tidak perlu seperti itu! MenurutKu hal itu bukanlah suatu masalah yang besar sehingga patriak meminta maaf kepadaKu yang masih muda ini". Ucap Ma Guang dengan tulus dan dengan sikap hormat.
"Pendekar Ma tidak perlu terlalu merendah, sebab kenyataannya pendekar Ma telah membantu sekte kami dan bisa mengusir anggota sekte Iblis Hitam dari sekte kita ini". Sambung tetua Sangyal menyelah pembicaraan keduanya.
Perkataan tetua Sangyal langsung di iyahkan dengan anggukkan kepala oleh ketiga pria paruh baya lainnya.
"Pendekar Ma! Sebagai patriak dan juga atas nama seluruh anggota sekte Phoenix Api mengucapkan terima kasih sebesar - besarnya kepada pendekar Ma, karena telah membantu sekte kami untuk menghadapi masalah yang besar ini". Ucap patriak sambil menangkupkan tangannya lagi dan di ikuti oleh para tetua yang ada.
"Sudahlah! Patriak dan juga para tetua jangan terlalu menanggapinya terlalu berlebihan, karena nyawaKu juga bisa selamat dari kematian, itu karena berkat pertolongan para murid dan juga tetua Pho Hong serta campur tangan dari tetua Sangyal dan juga patriak, sehingga sudah sewajarnya aku juga membantu sekte ini dari serangan sekte Iblis Hitam itu.... bukan hanya itu saja, memang apa yang aku lakukan itu juga karena merekalah yang sudah melukai diriKu sebelumnya". Ucap Ma Guang menjelaskan kepada keempat pria paruh baya yang saat itu sedang bersama dengannya.
"Walau pun demikian, kami tetap harus berterima kasih kepada pendekar Ma untuk hal itu". Ujar patriak dan langsung di iyahkan oleh tiga orang lainnya.
"Kalau begitu, sebelum kita melanjutkan pembicaraan kita, sebaiknya kita pergi ke kediamanKu saja sambil menikmati teh hangat buatanKu sendiri, pasti akan bisa mengembalikan energi Qi kita yang barusan telah terkuras banyak". Ucap tetua Pho Hong mengajak keempat orang tersebut.
Kelima orang itu langsung melesat pergi ke Balai Pengobatan yang juga adalah kediaman dari tetua Pho Hong.
Sedangkan untuk para tetua yang lain, mereka terus mengkoordinir para murid untuk membersihkan kekacauan yang ada di area sekte itu akibat pertempuran singkat yang telah terjadi.
Setelah tiba di pekarangan bangunan Balai Pengobatan, kelima orang tersebut langsung memasuki bangunan tersebut.
Tetua Pho Hong langsung kebelakang untuk meracik teh hasil racikannya yang di campur dengan sumber daya yang bisa mengembalikan energi Qi serta kekuatan jiwa seorang kultivator.
Sedangkan Ma Guang dan juga tiga orang pria paruh baya lainnya lansung duduk di kursi yang telah tersedia di aula Balai Pengobatan. Kemudian mereka berempat menyambung kembali pembicaraan yang sudah terputus sebelumnya.
__ADS_1
Patriak Huang Siwei dan juga tetua Sai Kam terus mempertanyakan hal - hal yang telah mereka dengar tersebut agar bisa lebih memastikan kebenarannya.
Tetua Sangyal sendiri, hanya mendengar saja dan sesekali menyambung pembicaraan ketiganya.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya tetua Pho Hong sudah kembali dengan membawakan nampan yang di atasnya teko dan cangkir berada.
"Mohon maaf jika telah menunggu lama". Ucap tetua Pho Hong sambil meletakkan teko dan juga masing - masing cangkir di atas meja tepat di depan keempat orang tersebut.
"Ah...menurutKu itu tidak mengapa, karena racikan teh yang tetua buat saat ini, tentunya adalah racikan teh yang paling terbaik selama yang aku nikmati". Ujar patriak dengan wajah yang senang.
Tiga orang lainnya juga hanya tersenyum seraya menganggukkan kepala mereka yang pertanda menyetujui perkataan dari pada patriak tersebut.
Lima orang tersebut kembali melanjutkan pembicaraan mereka sambil menikmati teh hangat buatan tetua Pho Hong.
Saat mereka menikmati teh hangat tersebut, tubuh mereka langsung terasa berenergi kembali.
Energi Qi serta energi kekuatan jiwa dari mereka berlima langsung kembali pulih seperti semula.
"Racikan teh tetua Pho Hong memang sangat berkhasiat, kekuatan jiwa serta energi Qi milikKu kini sudah kembali pulih dengan cepat". Ujar patriak Huang Siwei dengan jujur.
"Iya tetua Pho! Aku tidak menyangka jika tetua Pho adalah seorang alkemis yang sangat berbakat, sehingga tetua Pho bisa meracik teh dengan aroma yang harum dan dengan cita rasa yang nikmat serta sangat berkhasiat". Sambung Ma Guang dengan jujur.
"Ah...menurutKu, patriak dan juga pendekar Ma terlalu memujiKu, aku merasa apa yang aku racik itu belum ada apa - apanya jika di bandingkan dengan para alkemis yang ada di benua tengah". Ucap tetua Pho Hong merendah.
"Apa yang di katakan oleh patriak dan juga pendekar Ma itu tidak ada salahnya, sebab aku juga merasakan kenikmatan serta khasiat dari teh yang tetua Pho racik". Ujar tetua Sangyal membenarkan pujian yang di lontarkan oleh patriak dan juga Ma Guang.
"Iya tetua Pho! Aku juga sependapat dengan apa yang di katakan oleh patriak, pendekar Ma dan juga tetua Sangyal". Sambung tetua Sai Kam juga ikut membenarkan.
Akhirnya tetua Pho Hong menerima pujian yang diberikan oleh patriak dan juga Ma Guang karena telah di perkuat serta di benarkan oleh dua tetua yang lain.
Setelah melanjutkan perbincangan sambil menikmati teh hangat, akhirnya seorang murid datang untuk melaporkan bahwa pembersihan puing - puing serta jasad para pendekar yang tewas sudah selesai di bersihkan, akhirnya patriak langsung memerintahkan murid tersebut untuk memberitahukan kepada para tetua agar segera berkumpul di aula utama sekte Phoenix Api untuk melakukan pertemuan.
__ADS_1
Setelah murid itu pergi, kelima orang tersebut juga langsung melesat untuk pergi ke tempat pertemuan yang di rencanakan.
~Bersambung~