
Saat merasakan energi intimidasi yang keluar dari tubuh Ma Guang sangat besar, kedua tetua tingkat tinggi itu langsung membawa tubuh pemuda itu untuk menuju ke tempat yang terbilang aman dari ledakan energi besar itu.
Keduanya langsung membaringkan tubuh pemuda itu di sebuah batu besar yang permukaannya datar.
Saat keduanya membaringkan tubuh pemuda itu, kedua pria tua itu hampir tidak bisa lagi membendung tekanan energi dari tubuh Ma Guang yang mengintimidasi keduanya.
Kedua pria tua itu langsung menjauh dari tempat dimana tubuh Ma Guang berada.
Di dalam dunia jiwa Ma Guang, inti jiwa dari raja naga surgawi kini telah memisahkan diri dengan inti jiwa Ma Guang.
Hal itulah yang membuat energi besar merembes keluar dari tubuh pemuda itu.
Seekor Naga api yang besar kini sedang melayang di dalam dunia jiwa Ma Guang.
Keduanya kini mulai berkomunikasi lagi seperti dua sosok makhluk yang ada di dunia nyata.
"TindakanMu hampir saja membuat inti jiwaKu lenyap untuk selama - lamanya, untung saja cepat tertolong, jika diriMu masih selemah ini, lebih baik berikan saja jiwaMu untuk menjadi milikKu, agar aku bisa menguasai tubuhMu itu untuk menjadi seorang dewa sejati walau pun masih dalam tingkatan yang rendah". Ucap jiwa raja naga api.
"Apa kataMu? Ingin menguasai tubuhKu? Lebih baik kamu keluar saja dari dalam dunia jiwaKu dan mencari wadah yang baru untuk kamu kuasai, aku tidak akan sudi memberikan diriKu kepadaMu".
"Ha...ha...ha...ha...ha! PerkataanMu itu sangat lucu bagiKu, kamu pikir semudah itu untuk memerintah diriKu!? Aku adalah raja naga api surgawi, jadi kekuatan kita sangat jauh berbeda antara langit dan bumi, sehingga diriMu tidak layak untuk memerintah diriKu". Ujar jiwa raja naga dengan sombong.
"Hei naga tua! Kamu kini sudah berada di dalam dunia jiwaKu, jadi jangan lagi merasa lebih kuat dari diriKu, sebab aku bisa saja melenyapkan jiwaMu untuk selama - lamanya". Ucap Ma Guang menggertak sang raja naga api surgawi.
Memang awalnya penyatuan inti jiwa Ma Guang dan juga Raja Naga Api Surgawi tidak permanen, keduanya hanyalah seperti melakukan kerja sama saja, sehingga Ma Guang terkadang hanya meminjam kekuatan dari inti jiwa naga tersebut.
Berbeda halnya dengan energi tiga inti jiwa dari tiga Makhluk spiritual yang ada di dalam setiap ruang dantian Ma Guang, semua itu telah di serap oleh Ma Guang dan sudah menjadi energi miliknya sendiri, tidak terpisah seperti inti jiwa naga api surgawi tersebut.
"Apakah dengan berada di dalam dunia jiwaMu ini kamu bisa mengalahkan diriKu? Kamu sungguh sangat naif". Ujar jiwa raja naga api surgawi.
Menanggapi perkataan jiwa raja naga api surgawi Ma Guang kembali bertanya. "Apakah kamu sedang menantang diriKu?". Tanya Ma Guang yang sudah siap untuk menyerang.
"Iya! Karena aku akan mengambil alih jiwaMu dan sepenuhnya menguasai tubuhMu untuk menjadi milikKu". Jawab naga tersebut sambil melesat menyerang jiwa Ma Guang.
"Ternyata naga tua ini terlalu naif, dia pikir aku masih bodoh dan tidak mengetahui kekuatanKu di dunia jiwaKu sendiri". Gumam Ma Guang yang langsung menggerakkan tangannya dan menunjuk kearah jiwa naga yang menyerangnya.
Petir hitam yang sangat besar langsung menyambut tubuh naga api tersebut.
__ADS_1
Booommm
Bunyi ledakan karena benturan dari serangan petir Ma Guang ke tubuh jiwa naga itu langsung membuatnya terhempas jauh.
Ma Guang kembali menyerang tubuh jiwa naga itu dengan petir hitam miliknya.
Ledakan besar kembali terjadi karena energi petir milik Ma Guang membentur tubuh jiwa naga itu.
"Sial! Ternyata dia sudah bisa mengendalikan dunia jiwanya, kekuatan sejatiKu telah di segel olehnya, sehingga aku tidak bisa memberikan perlawanan sedikit pun". Gumam jiwa naga itu.
"Jadi kamu sudah mengetahui bahwa aku sudah bisa mengendalikan dunia jiwaKu ini?".
"Baiklah! Saatnya seluruh kekuatanMu akan menjadi milikKu seutuhnya". Ujar Ma Guang sambil menyerang jiwa naga itu dengan rantai petir yang dia ciptakan.
Tubuh jiwa naga itu langsung melesat untuk menghindar agar tidak bisa di tangkap oleh rantai petir hitam tersebut.
"Ingin melarikan diri dariKu? Itu hanyalah usaha yang sia - sia". Ucap Ma Guang yang langsung bisa menangkap jiwa naga itu dan mengikatnya.
Pemuda itu kini mulai menekan wujud naga api itu untuk kembali menjadi inti jiwa yang hanya sebesar kelereng.
Beberapa saat kemudian, wujud sang naga kembali menjadi inti jiwa sebesar kelereng.
Kedua tetua itu langsung merasa lega karena tidak terjadi suatu ledakan yang besar.
Jiwa Ma Guang langsung menelan inti jiwa dari naga itu dan mulai menyerapnya.
Jiwa pemuda itu langsung bergetar saat energi besar yang ada di dalam inti jiwa naga itu mulai terserap dan menjadi energi kekuatan jiwanya.
Di dunia luar, kedua tetua dan juga dua puluh orang murid Phoenik Api Hitam terus mengawasi tubuh Ma Guang.
Sedangkan tetua Pha Yun sendiri, kini dirinya sedang berkomunikasi dengan patriak sekte Iblis Hitam.
"Bagaimana kondisi pemuda itu saat ini?". Tanya patriak sekte Iblis Hitam.
"Saat ini kondisi pemuda itu belum juga siuman, tetapi dirinya selalu di jaga serta di awasi oleh tetua Sangyal dan juga tetua Pho Hong". Jawab tetua Pha Yun.
"Bagaimana jika kita pergi menculiknya, agar kita bisa menghukum pemuda itu dengan penyiksaan yang tiada hentinya ditempat kami!?". Usul patriak sekte Iblis Hitam.
__ADS_1
"MenurutKu itu hal yang sulit untuk di lakukan, sebab pertahanan sekte ini sangat sulit untuk di tembus oleh orang luar karena memiliki formasi pelindung yang di ciptakan oleh para leluhur". Ujar Pha Yun menjelaskan.
"Kalau begitu, kamu atur saja bagaimana caranya agar kami bisa memasuki sekte Phoenix Api". Usul patriak sekte Iblis Hitam lagi.
"Hal itu juga sangat sulit untuk di lakukan, karena aura jahat yang ada di dalam tubuh kalian, akan bisa terdeteksi oleh formasi yang melindungi sekte ini". Ujar tetua Pha Yun.
"Patriak! Biarkan aku yang akan mengatasinya saat dirinya sudah siuman nanti, agar pemuda ini bisa langsung di keluarkan dari sekte kami". Ucap tetua Pha Yun memberikan harapan yang pasti kepada patriak sekte Iblis Hitam Rigsang.
"Baiklah! Aku akan menunggu hari itu tiba, tetua Pha Yun tinggal memberitahukan saja". Ucap patriak Rigsang.
Sudah seminggu berlalu, Ma Guang tidak lama lagi selesai menyerap energi inti jiwa dari raja naga api surgawi.
Tiba - tiba bunyi ledakan yang sangat besar terjadi di suatu tempat yang jaraknya sekitar dua kilo meter dari pemukiman sekte Phoenix Api.
Ledakan itu mengejutkan seluruh penghuni sekte Phoenix Api.
Sebuah cahaya berwarna emas naik ke atas langit dan bisa di lihat oleh siapa pun yang berada di jarak radius puluhan kilo meter.
"Apa? Siapa yang sudah menerobos menjadi pendekar dewa bumi?".
"Apakah sekte kita ini sudah memiliki seorang dewa bumi yang baru?".
"Ternyata sekte kita ini akan menjadi sekte yang sangat di takuti oleh sekte besar aliran hitam yang ada di wilayah benua utara ini".
Kata - kata yang keluar dari setiap mulut anggota sekte Phoenix Api.
Sedangkan tetua Sangyal, tetua Pho Hong serta ke dua puluh murid Phoenix Api Hitam, kini dalam keadaan terluka karena terkena dampak ledakan energi yang keluar dari tubuh Ma Guang.
Untung saja jarak kedua tetua itu tidak terlalu dekat dengan tubuh Ma Guang, sehingga perisai pelindung keduanya masih bisa membendung kekuatan ledakan tersebut walau pun masih mengalami sedikit luka luar di tubuh keduanya.
Berbeda dengan dua puluh murid Phoenix Api Hitam, walau pun jarak mereka lebih jauh dari kedua tetua tersebut, namun mereka masih mengalami lika luar yang cukup serius.
Batu besar tempat tubuh Ma Guang di baringkan kini sudah tidak terlihat lagi, dan di tempat itu kini sudah tercipta sebuah lubang besar berdiameter lima puluh meter dan di dasar lubang itu kini duduk seorang pemuda yang sedang melakukan meditasi.
"Sangat mengerikan! Saat proses penyembuhan jiwanya saja, pemuda ini bisa sekaligus meningkatkan tingkat kultivasinya dan sudah menerobos menjadi seorang pendekar dewa bumi". Gumam tetua Sangyal.
"Bagaimana bisa dirinya meningkatkan tingkat kultivasinya di saat dalam keadaan terluka? Pemuda ini benar - benar sangat misterius". Ujar tetua Pho Hong.
__ADS_1
Kejadian itu telah mengguncangkan sekte Phoenix Api, dan tidak terkecuali juga telah mengguncangkan hati tetua Pha Yun.
~Bersambung~