
Kompetisi pun di mulai dengan pencabutan nomor undian.
Setiap nomor undian, akan di miliki oleh lima orang kontestan.
Setelah selesai pencabutan undian, tetua Zhu Li langsung menjelaskan peraturan pertarungan yang akan di lakukan, dan langsung memanggil setiap nomor yang ada.
Saat nomor di panggil, lima peserta langsung mengisi setiap arena yang ada.
Di seluruh wilayah arena langsung di aktifkan formasi pelindung yang ada, agar serangan yang mereka lancarkan tidak keluar dari keempat arena tersebut.
Keseluruhan peserta ada seratus enam puluh orang.
Setiap arena membutuhkan satu pemenangnya untuk bisa lanjut ke babak selanjutnya.
Hari pertama pun telah selesai dan mendapatkan enam belas peserta yang bisa melanjutkan ke babak selanjutnya.
Dua di antaranya adalah Fei Chen, putra tetua Fei Yu dan Ying He, putra tetua Ying Zhao.
Masing - masing dari sekte Harimau Putih, sekte Tapak Suci, sekte Pedang Terbang, kuil Shaolin memiliki seorang murid utusan mereka yang lolos kebabak selanjutnya.
Sedangkan sepuluh orang peserta yang lain berasal dari wilayah kekaisaran yang berbeda, dan salah satunya adalah Hong Jianan.
Remaja berambut merah itu tidak di perhatikan oleh Ma Guang.
Sebab dirinya sedang di sibukkan dengan putri semata wayangnya yang baru berusia dua tahun tersebut.
Apa lagi babak tersebut tidak membacakan nama - nama peserta yang akan mengikuti kompetisi.
Kompetisi di hari kedua, enam belas jenius muda pun kembali mendapatkan tiket untuk bersaing di babak selanjutnya.
Dua orang murid dalam dari sekte Naga Surgawi Fung Zhe dan Liu Wang pun mendapatkan tiket untuk bertarung di babak tiga puluh dua besar.
Sedangkan sisanya ada dua orang murid dari sekte Es Abadi, seorang murid dari sekte Naga Kembar, seorang murid dari sekte Api Suci, seorang murid dari sekte Rajawali Perak, seorang lagi dari sekte Phoenix Api dan sisanya adalah para murid dari sekte di wilayah kekaisaran yang berbeda.
Hari ketiga kompetisi tersebut, langsung mempersilahkan enam belas peserta yang lolos untuk pertama kalinya agar kembali mencabut undian.
Ada delapan angka yang berpasang - pasangan.
Sehingga siapa pun yang angkanya sama, berarti itulah lawan yang akan di hadapi.
Tetua Zhu Li pun langsung membacakan empat nomor yang akan bertanding.
Empat pasangan peserta itu pun langsung melompat naik ke panggung arena sesuai dengan yang di bacakan oleh tetua Zhu Li.
Di arena satu, Hong Jianan berhadapan dengan salah satu murid sekte yang berasal dari wilayah kekaisaran Tang.
Di arena ke dua, Cun Feng murid sekte Harimau Putih menghadapi murid sekte yang berasal dari wilayah kekaisaran Jin.
__ADS_1
Di arena ketiga, Hao Dong murid dari sekte Tapak Suci menghadapi murid dari sekte yang berasal dari wilayah kekaisaran Yue Wu.
Sedangkan untuk arena yang keempat di isi oleh Xiu Qin murid dari kuil Shaolin yang menghadapi murid dari sekte yang berada di wilayah kekaisaran Chao.
Saat mereka semua sudah bersiap di atas arena, tetua Zhu Li langsung memberikan isyarat untuk memulai pertarungan.
Hong Jianan langsung meraih kedua golok yang ada di punggungnya tersebut dan langsung menyerang lawannya.
Remaja itu tidak pernah menganggap remeh lawannya, dia langsung memberikan serangan yang layak di terima oleh lawannya.
Permainan golok remaja tersebut langsung menarik perhatian para patriak sekte dan juga para tetua yang ada.
Hal itu di karena, usia Hong Jianan yang kini masih berusia lima belas tahun itu sudah bisa memainkan kedua golok tersebut dengan sangat indah dan bertenaga.
Tingkat kultivasi Hong Jianan kini sudah berada di tingkat pendekar petapa, tingkat yang sangat sulit di capai oleh setiap pendekar muda yang ada di benua utara tersebut, kecuali di wilayah kekaisaran Zhou.
Lawan remaja itu pun langsung kelabakan saat mendapatkan serangan dari Hong Jianan.
Hanya dalam beberapa serangan saja, lawan Hong Jianan langsung terlempar keluar dari arena pertarungan.
Remaja itu pun secara otomatis langsung mendapatkan tiket untuk bertarung di babak enam belas besar.
Tiga orang jenius muda dari wilayah kekaisaran Zhou Juga langsung bisa mengalahkan lawan - lawan mereka.
Sehingga Hao Dong, Cun Feng dan Xiu Qin langsung masuk ke babak enam belas besar.
Untuk pertarungan yang kedua pun dua orang murid dari sekte Naga Surgawi dengan mudah mengalahkan lawan mereka, serta murid dari sekte Pedang Terbang Ju Zhang juga menjadi peserta yang lolos kebabak enam belas besar.
Karena delapan pasang jenius muda itu dengan cepat mengalahkan lawan - lawan mereka, sehingga kompetisi itu pun di lanjutkan.
Kini sudah ada enam belas jenius muda yang mendapatkan tiket untuk bertarung lagi di babak enam belas besar.
Enam belas jenius muda yang bertarung adalah empat murid dari sekte Naga Surgawi yaitu Fei Chen, Ying He, Fung Zhe, Liu Wang, murid dari sekte Tapak Suci Hao Dong, murid dari sekte Harimau Putih Cun Feng, murid dari biara Shaolin Xiu Qin, murid dari sekte Beruang Matahari Hong Jianan, murid dari sekte Tai Long Ju Zhang, murid dari sekte Phoenix Api Zhu Ciang, Ping Sheng adalah murid dari sekte Naga Kembar, Weng Wang adalah murid dari sekte Api Suci, Cheng Yi murid dari sekte Rajawali Perak, Jing Zhao murid dari sekte Pedang Terbang serta Kha Lia dan Yiu Lee murid dari sekte Es Abadi.
Para jenius muda dari wilayah kekaisaran Zhou sangat jauh lebih kuat dari jenius muda di sekte yang berada di wilayah kekaisaran lainnya.
Pertarungan penentuan untuk bisa masuk ke sepuluh besar pun di mulai.
Enam belas pendekar muda tersebut akan di bagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari empat orang.
Seorang pendekar muda akan naik ke arena tersebut, dan akan terus di tantang oleh para jenius muda lainnya.
Jika sudah mengalami empat kekalahan, secara otomatis langsung gugur.
Sehingga empat orang jenius muda yang masih tetap berdiri di atas arena, secara otomatis akan memasuki babak semi final.
Empat orang murid Naga Surgawi mendapatkan instruksi untuk naik ke panggung arena saat dua belas jenius lainnya sudah selesai mencoba.
__ADS_1
Sedangkan tetua Zhu Li yang sudah mengetahui tingkatan para jenius muda itu langsung memerintahkan empat orang jenius muda untuk naik ke atas panggung arena.
Hong Jianan pun langsung melesat terbang untuk naik ke atas panggung.
Tiga orang pendekar muda pun langsung mengisi juga tiga arena lainnya.
Hong Jianan langsung di tantang oleh Ping Sheng, murid dari sekte Naga Kembar.
Keduanya langsung melakukan pertarungan.
Hong Jianan langsung menggunakan kedua goloknya untuk menyerang Ping Sheng.
Ping Sheng pun langsung meladeni serangan Hong Jianan dengan tombak miliknya.
Keduanya kini saling beradu teknik golok dan teknik tombak tingkat tinggi mereka.
Karena tingkat keduanya sama - sama sudah berada di tingkat pendekar petapa, sehingga pertarungan mereka terlihat sangat berimbang.
Ledakan benturan kedua jenis senjata yang sudah di aliri oleh energi Qi tersebut membuat area sekitar arena yang keduanya tempati langsung bergetar.
Keduanya pun menggunakan teknik bertarung jarak dekat, agar bisa menghemat energi Qi milik mereka, sehingga di saat salah satu dari keduanya keluar dari arena, bisa kembali menantang lawan yang berada di atas tiga arena lainnya.
Dan benar saja, Hong Jianan mampu membuat Ping Sheng terdesak dan terjatuh dari panggung arena tersebut.
Ping Sheng pun langsung memulihkan energi Qi miliknya untuk kembali menantang lawan yang lain.
Hal itu juga berlaku bagi para jenius muda lainnya.
Hingga keempat murid dari sekte Naga Surgawi naik ke panggung arena yang ada.
Mereka berempat mampu mengalahkan Hong Jianan, Kha Lia, Yiu Lee dan juga Jing Zhao.
Sehingga kini ada dua jenius lagi yang akan berjuang untuk mendapatkan tiket untuk mengikuti kompetisi di benua tengah.
Setelah pertarungan yang melelahkan itu, akhirnya kompetisi itu di tunda sehari.
Hal itu agar delapan jenius muda itu mampu bertarung dengan kondisi yang prima.
Delapan orang jenius tersebut langsung bersiap untuk melakukan pertandingan.
Setelah melakukan pertandingan, akhirnya dua orang yang menjadi perwakilan terakhir dari benua utara pun di dapatkan.
Zhu Ciang dari sekte Phoenix Api dan Ju Zhang dari sekte Tai Long yang berhak untuk berangkat ke sekte Bulan Perak yang berada di benua tengah.
Sepuluh jenius muda itu langsung di temui oleh Ma Guang.
Pria itu pun langsung terkejut saat melihat Hong Jianan.
__ADS_1
"Remaja ini kan adalah....." Ma Guang tidak bisa melanjutkan kata - katanya.
~Bersambung~