Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 137. Lu VS Qi (I)


__ADS_3

Saat matahari baru saja menyingsing, jenderal Xu Chen langsung memerintahkan pasukannya untuk bergerak menyerang tembok kota Yiqiu.


Seluruh pasukannya mulai bergerak dengan semangat tempur yang tinggi untuk menghancurkan dan merebut kota tersebut.


Sepuluh ribu pasukan yang akan menyerang tembok kota Yiqiu di pimpin oleh wakil jenderal Xu Chen.


Ada dua ribu orang pasukan kavaleri yang di persiapkan untuk mengoperasikan perlengkapan perang jarak jauh yang mereka miliki.


Sedangkan delapan ribu pasukan lainnya terbagi tujuh ribu pasukan infanteri dan seribu orang pasukan pemasok kebutuhan perang.


Perang pun pecah di pagi hari tersebut, batu besar, bola api, tombak serta panah langsung melesat ke arah tembok dan ke arah dalam kota Yiqiu.


Pasukan yang berada di kota Yiqiu juga tidak tinggal diam, mereka membalas serangan tersebut dengan anak panah yang melesat menghujani pasukan infanteri yang ingin mendekati tembok kota dan juga pintu gerbang kota.


Sekitar seribu pasukan pemanah dan juga seribu pasukan dengan menggunakan tombak yang panjang telah siap untuk menyambut kedatangan pasukan yang menyerang, jika mereka bisa mendobrak gerbang kota tersebut.


Pasukan dari kerajaan Lu kini membentuk perisai pertahanan secara berkelompok dari tameng yang mereka miliki masing - masing untuk melindungi diri mereka dari serangan anak panah yang menghujam ke arah mereka.


Hal itu di lakukan mereka sambil tetap bergerak mendekati tembok dan juga gerbang kota tersebut.


Pasukan yang berada di kota Yiqiu kini sudah menyiapkan minyak untuk mengguyur para pasukan yang menyerang dan membakarnya.


Konsentrasi pasukan yang berada di kota Yiqiu terkadang buyar di saat serangan bola - bola api, batu dan juga tombak yang di lontarkan oleh pasukan kavaleri kerajaan Lu.


"Panah prajurit yang mengoperasikan alat pelontar itu". Ucap penguasa kota yang memimpin.


Jarak alat pelontar dengan tembok kota sekitar tiga ratus meter jauhnya, sedangkan jarak tembak pasukan pemanah yang paling terlemah dari kota Yiqiu sekitar dua ratus lima puluh meter dari tembok.


Hanya ada sekitar lima puluh orang yang bisa memanah melewati jarak tiga ratus meter.


Setelah melihat hanya puluhan anak panah yang di lepaskan kearah prajurit yang mengoperasikan alat pelontar mencapai sasaran serta bisa melukai prajurit yang bertugas, penguasa kota langsung menginstruksikan kepada puluhan prajurit itu untuk mengfokuskan serangan mereka ke setiap alat pelontar.


Hal itu agar supaya bisa membuat para prajurit tersebut tidak saja terluka, melainkan bisa membunuh mereka.


Hal itu pun langsung di lakukan oleh kelima puluh prajurit.

__ADS_1


Walau pun posisi berdiri mereka saling terpisah, namun mereka sudah memahami perintah yang telah di berikan kepada mereka.


Alat pelontar itu pun membutuhkan tenaga yang banyak untuk di gerakan atau pun untuk di operasikan, sehingga jika mereka terluka atau pun terbunuh, pasukan yang di tugaskan untuk melumpuhkan beberapa alat tersebut memiliki waktu untuk menyerang prajurit yang lain yang mengoperasikan juga alat yang lain.


Pertempuran di hari pertama tidak membuahkan hasil yang memuaskan, malahan prajurit dari kerajaan Lu banyak yang terluka mau pun yang terbunuh.


Kerugian di pihak pasukan yang di pimpin oleh jenderal Xu Chen sangat besar.


Mereka juga tidak bisa mendobrak pintu gerbang kota tersebut.


Sedangkan di pihak pasukan kota Yiqiu, ada puluhan orang yang meninggal dan juga ada sekitar seratus lebih prajurit yang terluka.


Hal itu di akibatkan oleh batu, bola api dan juga tombak yang di lontarkan.


Pertempuran jarak dekat belum terjadi di hari pertama saat pasukan kerajaan Lu menyerang.


"Sialan...!!! Ternyata pertahanan mereka tidak mudah untuk kita serang, besok kita akan melakukan serangan secara besar - besaran". Ucap Xu Chen dengan nada suara yang kesal.


Pasukan yang tewas di hari pertama jumlahnya cukup banyak, ada sekitar dua ribu prajurit yang tewas dan tiga ribu prajurit yang mengalami luka ringan hingga luka berat.


Hal yang sama juga di lakukan oleh raja Lu Zhuang, yaitu mengutus seorang prajurit untuk membawa pesan darinya kepada penguasa kota Liangfu.


Namun hal yang sama juga di lakukan oleh penguasa kota Liangfu, yaitu menolak untuk menyerah dan siap untuk berperang.


Raja Lu Zhuang yang menerima jawaban yang di berikan oleh penguasa kota Liangfu langsung menjadi geram.


"Baiklah! Kita akan menyerang kota Liangfu pada besok hari, jadi saya mengharapkan kepada seluruh prajurit untuk mempersiapkan diri malam ini". Ucap sang raja.


Perkataan sang raja langsung di sambut dengan penuh semangat oleh pasukan yang di pimpinnya.


Sedangkan pasukan yang di pimpin oleh jenderal Luan Zhi masih dalam perjalanan untuk menuju ke kota Mengyin.


Perjalanan pasukan mereka tidak mendapatkan hambatan sedikit pun, hal itu di sebabkan karena para pasukan yang menjaga perbatasan atau pun yang berpatroli kini sudah di tarik mundur untuk mempertahankan kota masing - masing yang akan di serang.


Raja Qi Guan Zhong yang menerima kabar tersebut langsung merasa geram dengan apa yang di lakukan oleh kerajaan Lu tersebut.

__ADS_1


"Ternyata akibat dari perbuatanKu sudah mulai terjadi, kerajaan Lu sendiri, walau pun perlengkapan perang mereka sangat kuat, tetapi mereka juga sangat takut untuk melakukan perang terbuka dengan kita, namun saat ini mereka sudah berani melakukannya". Gumam sang raja.


"Ampun yang mulia! Apakah kita akan membawa pasukan untuk bergerak membantu pasukan yang berada di ketiga kota tersebut?". Tanya seorang menteri.


"Aku tetap akan pergi untuk menuju ke kota Liangfu, sebab saat ini dua puluh ribu pasukan dari kota Ju dan lima ribu pasukan dari kota Gongguan dan juga lima ribu dari kota Dong'an telah bersatu dan sedang menuju ke kota Mengyin...tidak hanya itu saja, ada lima ribu pasukan dari kota Fei yang akan menuju dan bergabung dengan mereka, sehingga ada tiga puluh lima ribu pasukan bantuan yang akan tiba di kota Mengyin". Jelas sang raja.


"Cepat siapkan sepuluh ribu pasukan terbaikKu, tiga ribu pasukan kavaleri dan tujuh ribu pasukan infanteri agar besok pagi kita sudah siap untuk melakukan perjalanan ke kota Liangfu". Lanjut sang raja.


"Siap! Segera di laksanakan". Ucap mereka sambil membubarkan diri.


Sedangkan pasukan yang berasal dari kota Ju yaitu ibu kota propinsi Chengyang dan pasukan yang berasal dari Dongguan dan juga pasukan dari kota Dong'an, kini sudah mulai bergerak menuju ke kota Mengyin.


Pergerakan pasukan bantuan lebih cepat dari pergerakan pasukan kerajaan Lu sendiri.


Hal itu di sebabkan karena pergerakan pasukan kerajaan Lu membawa perlengkapan perang yang tidak bisa melakukan perjalanan dengan cepat.


Sedangkan pasukan bantuan hanya membawa perbekalan dan juga peralatan perang secukupnya saja, sehingga pergerakan pasukan bantuan lebih cepat tiba di kota yang mereka tuju.


Pasukan yang berada di kota Mengyin kini sudah berjumlah kurang lebih empat puluh lima ribu prajurit.


Sedangkan pasukan yang berada di kota Liangfu kini sudah berjumlah empat puluh lima ribu prajurit juga.


Jumlah itu di hasilkan karena gabungan dari hampir sebagian besar prajurit yang ada di setiap kota yang berada di wilayah propinsi Boyang.


Pertempuran di hari kedua pun mulai terjadi di luar tembok kota Yiqiu, begitu juga di luar tembok kota Liangfu, kini pasukan yang di pimpin langsung oleh raja Lu Zhuang sedang melakukan serangan terhadap kota Liangfu di hari pertamanya.


Sedangkan untuk pasukan yang di pimpin oleh jenderal Luan Zhi, belum juga tiba di luar tembok kota Mengyin.


Yang tanpa mereka sadari bahwa pasukan dari kerajaan Qi sedang menanti kedatangan mereka di suatu lembah yang berada sekitar lima kilo meter dari dekat kota Mengyin.


Lima ribu pasukan tersebut adalah pasukan yang di khususkan untuk merusak mental para pasukan kerajaan Lu.


Mereka akan melakukan serangan dadakan dan akan langsung mundur secara serentak ke hutan, dan jika pasukan musuh mengejar, mereka akan masuk ke perangkap yang telah di siapkan untuk pasukan musuh.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2