Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 336. Pertempuran Disekte Gagak Hitam


__ADS_3

Kedatangan rombongan Ma Guang langsung di ketahui oleh pemimpin pasukan ras Rubah.


Mereka segera menyiapkan kekuatan untuk menyambut kedatangan Ma Guang tersebut.


Walau pun jumlah mereka jauh lebih banyak dari jumlah pasukan yang di bawah oleh Ma Guang, akan tetapi kekuatan mereka bukanlah menjadi suatu halangan.


Sebab jumlah pasukan ras Rubah hanya seratus lebih.


Sedangkan jumlah pasukan Kilin Api berjumlah dua ratus.


Sehingga masih tersisa seratus pasukan Kilin Api yang akan menyerang anggota sekte Kelabang Neraka bersama anggota keluarga bangsawan Song, sekte Gagak Hitam dan juga sekte Lembah Tengkorak.


Terlihat para pemimpin dari beberapa kekuatan yang telah bergabung itu kini sedang berdiri di depan seluruh pasukan mereka dan bersiap untuk berperang.


"Sepertinya walau pun jumlah mereka hanya sedikit, namun kekuatan mereka lebih kuat dari kekuatan yang kita miliki!." Tutur sang jenderal ras Rubah.


"Siapa mereka? Dan mengapa mereka ingin menyerang kita?." Tanya ketua sekte Kelabang Neraka.


"Sepertinya pria yang memimpin mereka adalah Ma Guang!." Jawab pemimpin ras Rubah.


"Ma Guang? Apakah dia juga ingin membantu kekaisaran Zhou?." Tanya ketua Sekte Kelabang Neraka lagi.


"Hal itu belum bisa di pastikan! Namun kita harus bersiap untuk menghadapi serangan mereka!." Balas pemimpin ras Rubah.


Pertempuran dasyat pun kini tinggal menunggu waktu saja.


Sedangkan di pihak Ma Guang sendiri, kini mereka sedang merencanakan awal penyerangan mereka untuk menembus dinding formasi pelindung milik ras Rubah.


Ma Guang segera mendekati dan mulai mengamati dinding formasi di depannya untuk mencari dimana letak titik lemah agar bisa membuka formasi tersebut.


"Apakah mereka bisa membuka formasi pelindung itu?." Tanya Heise Chizi.


"Sepertinya Ma Guang ini ahli di dalam formasi, kita harus secara serentak menyerang mereka saat dirinya dapat membuka formasi tersebut!." Tutur pemimpin ras Rubah.


Semuanya langsung bersiap dengan kekuatan puncak mereka untuk menyerang Ma Guang beserta pasukannya.


Beberapa saat kemudian, Ma Guang kini sudah menemukan titik lemah dari formasi tersebut.


Setelah menemukan, Ma Guang segera memerintahkan seorang pasukan Kilin Api mengerahkan kekuatan puncaknya untuk menyerang titik lemah formasi tersebut.


Booommm


Ledakan besar pun langsung terjadi.


Saat ledakan besar itu terjadi, pasukan dari pihak lawan Ma Guang dengan cepat melesat menyerang Ma Guang dan pasukannya.

__ADS_1


Hal itu sudah di antisipasi oleh Ma Guang.


Pasukan Kilin Api langsung menyambut serangan tersebut.


Sedangkan untuk pendekar Raja Dewa dan pendekar Kaisar Dewa serta Ma Guang segera melesat menjauhi tempat itu.


Hal itu di lakukan agar mereka tidak terkena dampak dari ledakan benturan energi yang akan terjadi saat dua kekuatan Dewa Biasa itu terjadi.


Booommm...booommm...booommm


Ledakan demi ledakan terjadi di udara yang di akibatkan oleh benturan dua kekuatan besar yang saling bertemu.


Setelah benturan pertama terjadi, kini kedua makhluk dengan kekuatan dewa biasa itu telah kembali ke wujud asli mereka.


Sedangkan Ma Guang dan juga para leluhur serta petinggi lainnya langsung menyerang petinggi dan juga anggota dari sekte Kelabang Neraka beserta anggota keluarga bangsawan Song.


Ledakan benturan energi yang setara dengan kekuatan dewa biasa mengakibatkan kematian bagi sebagian pendekar dewa bumi kebawah karena terkena dampak dari ledakan energi kekuatan tersebut.


Bagi para murid beberapa sekte itu yang memiliki kultivasi dibawah pendekar dewa bumi kini segera menjauhi pertempuran itu.


Hal itu untuk menghindarkan diri mereka dari kekuatan energi para makhluk yang sedang bertarung di atas udara saat itu.


Pertarungan sengit pun terjadi di antara sebagian para petinggi sekte Kelabang Neraka serta keluarga bangsawan Song.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi seratus pasukan Kilin Api untuk membantai ribuan anggota sekte aliran hitam yang ada.


Hal yang sama juga di lakukan oleh Ma Guang.


Kekuatannya sebagai pendekar dewa agung tidak bisa di imbangi oleh seorang leluhur agung dari sekte Kelabang Neraka yang hanya memiliki kultivasi sebagai seorang pendekar kaisar dewa tingkat awal.


Pertempuran yang terlihat tidak seimbang itu sudah bisa di tentukan siapa pemenangnya.


Setelah Ma Guang membunuh seorang leluhur agung dari sekte Kelabang Neraka, pria itu kini di sibukkan untuk menangkap semua inti jiwa serta cincin penyimpanan milik para pendekar dewa yang telah menjadi korban saat itu.


Tidak ada yang terlewatkan oleh Ma Guang.


Hal itu agar inti jiwa mereka tidak bisa mencari wadah baru untuk bangkit kembali serta untuk mendapatkan harta yang mereka simpan di dalam cincin penyimpanan mereka.


Setelah selesai melakukan pekerjaannya, Ma Guang segera memerintahkan pasukan Kilin Api yang lain untuk melumpuhkan pasukan ras Rubah yang kini masih tersisa lima puluh.


Saat ingin melakukan hal tersebut, dari arah selatan melesat dengan cepat lima ratus pasukan ras kuno yang memiliki kekuatan yang sama dengan kekuatan yang di miliki oleh pasukan Kilin Api.


"Penguasa! Sepertinya saat ini kita sedang kedatangan tamu yang memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan kami!." Ucap sang jenderal Kilin Api.


Ma Guang yang mendengar perkataan sang jenderal langsung berkata.

__ADS_1


"Untuk sementara, kalian tahan mereka! Aku akan memanggil sebagian pasukan ras Naga!." Tutur Ma Guang memberikan perintah kepada sang jenderal.


"Baik penguasa!." Balas sang jenderal Kilin Api yang segera melesat bersama seratus pasukannya.


Booommm...booommm...booommm


Ledakan besar kembali terjadi dan melululantakkan hutan di dekat wilayah sekte Gagak Hitam yang juga sudah porak poranda akibat pertempuran yang telah terjadi di area tersebut.


Setelah selesai memanggil tiga ratus pasukan ras naga, Ma Guang melesat terbang menuju ke tempat pertempuran yang terjadi di antara kedua makhluk kuno itu.


Dari belakang Ma Guang, lima puluh pasukan Kilin Api juga sedang mengikutinya setelah selesai meringkus lima puluh pasukan ras Rubah.


Pasukan Kilin Api langsung menyegel para pasukan ras Rubah tersebut agar tidak lagi bisa untuk melakukan perlawanan.


Sepuluh pasukan Kilin Api di tugaskan untuk mengawasi lima puluh pasukan ras Rubah.


Dan untuk empat puluh pasukan Kilin Api lainnya segera bergabung dengan pertempuran yang kembali terjadi untuk membantu rekan - rekan mereka dan juga Ma Guang.


Seratus sembilan puluh menghadapi lima ratus pasukan lawan.


Walau pun demikian, pasukan Kilin Api di untungkan dengan tempat pertarungan yang terjadi saat itu, sehingga mereka masih mampu meladeni serangan pasukan lawan.


Makhluk ras kuno itu tidak bisa menggunakan kekuatan sejati mereka di karenakan pertempuran tersebut terjadi di daratan.


Sehingga mereka masih tetap menggunakan wujud manusia untuk bertarung.


Ma Guang pun bisa menghadapi setiap serangan lawan - lawannya.


Sudah ada seratus pasukan lawan yang menjadi korban keganasan pasukan Kilin Api.


Pasukan makhluk ras kuno yang hidup di dalam air itu tidak bisa mengimbangi setiap pasukan Kilin Api dengan bentuk sejati mereka yang menyerang dengan cakar, taring dan juga semburan api dari mulut mereka.


Ma Guang pun mulai di sibukkan dengan batu permata dan juga inti jiwa milik lawan mereka tersebut.


Sedangkan leluhur agung Yao Fan dan juga para petinggi lainnya kini masih bertarung dengan petinggi sekte aliran hitam yang ada.


Hal itu sangat di nikmati oleh mereka semua karena sedang menguji tingkat kekuatan mereka.


Beberapa saat kemudian, tiga ratus pasukan ras naga pun tiba.


Setelah mereka tiba, pasukan tersebut segera bergabung dalam pertarungan yang terjadi di antara kedua makhluk ras kuno.


Melihat bantuan pasukan dari ras Naga, para pasukan lawan mulai merasa ketakutan dengan apa yang akan mereka hadapi saat itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2