Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 89. Bertemu Dengan Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Kini kelompok Ma Guang sudah berjumlah tujuh orang karena sudah bertambah dengan tiga orang saudara dari Su Tian.


Rombongan mereka kembali melewati jalan yang pernah mereka lalui.


Dan tujuan perjalanan mereka kini akan kembali dahulu ke tempat kediaman Su Tian lalu akan melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju ke wilayah kerajaan Chu. Untuk menghabisi sekte Kalajengking Merah yang telah menghancurkan desa Ma Guang dan juga Xia Jiao.


Mata - mata kerajaan besar Qin, Chu, Zhao, Wei, Han dan Qi serta beberapa wilayah yang di kuasai oleh setiap bangsawan yang telah mendeklarasikan wilayah mereka sebagai suatu kerajaan juga telah mengirimkan berita yang terjadi di ibu kota kerajaan Yan.


Berita itu sangat menggemparkan di seluruh wilayah kekaisaran Zhou.


Berita itu tersebar dengan beiringan dengan nama pendekar muda Ma Guang juga.


Sehingga nama Ma Guang kembali lagi menjadi topik pembicaraan di setiap sudut wilayah kekaisaran Zhou.


Sekte - sekte besar dan juga kecil aliran hitam bertambah gemetar mendengar berita tersebut.


Sedangkan untuk sekte aliran putih dan juga aliran netral makin berhati - hati agar tidak secara langsung bisa menyinggung sekte Bambu Kuning apa lagi Ma Guang sendiri.


Beberapa pendekar yang sudah di sewa oleh raja Ma Yen langsung mengurungkan niat untuk memburuh Ma Guang.


Hanya ada beberapa pendekar yang merasa memiliki kemampuan tingkat tinggi yang masih tetap melanjutkan perburuan mereka terhadap Ma Guang.


Para pendekar tersebut yang sudah berada di wilayah kerajaan Qi, langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke wilayah kerajaan Yan setelah mendengar kabar tersebut.


Mereka belum mengetahui bahwa rombongan Ma Guang, semuanya terdiri dari pendekar suci. Yang bisa meratakan kekuatan suatu kerajaan besar jika di lakukan dengan cara diam - diam.


Setelah tiba di desa Ma Guang dan Xia Jiao, mereka kembali melakukan ziarah ke makam keluarga mereka berdua. Dan setelah itu kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Tidak lama kemudian hari sudah mulai gelap, akhirnya mereka kembali beristirahat di sebuah hutan.


Beberapa ekor kuda yang menarik kereta milik mereka langsung di istirahatkan.


Mereka membuat tenda untuk kedua wanita itu beristirahat.


Sedangkan untuk mereka berlima beristirahat di luar tenda sambil berjaga akan kemungkinan yang akan terjadi.


Akhirnya pagi hari pun tiba, sehingga mereka setelah melakukan sarapan, mereka kembali melanjutkan perjalanan.


Baru sekitar satu jam melakukan perjalanan, rombongan mereka bertemu dengan lima orang pendekar yang sedang berjalan menuju ke arah yang berlawanan dengan mereka.


Setelah sudah dekat, kelima pendekar tersebut langsung menyapa rombongan Ma Guang.


"Pak tua! Apakah kami boleh bertanya?." Ucap salah satu dari mereka.


"Boleh tuan!." Ucap kakak tertua Su Tian.

__ADS_1


"Apakah ini jalan menuju kerajaan Yan?." Ucapnya lagi.


"Iya! Ini jalan untuk menuju ke kerajaan Yan." Jawab kakak tertua Su Tian.


"Apakah kalian baru saja dari kerajaan Yan?." Tanya pria itu lagi.


"Iya! Kami baru saja dari kerajaan Yan." Jawab Kakak tertua Su Tian.


"Apakah kalian mengenal Ma Guang?." Tanya pria itu lagi.


"Iya! Aku Ma Guang! Kenapa kalian mencari diriKu." Ucap seoarang pemuda.


"Ternyata, langit sangat berpihak kepada kami, sehingga kami tidak akan repot - repot lagi untuk menangkapMu." Ucap pria itu sambil mencabut pedang dari sarungnya.


"Rupanya langit tidak berpihak kepada kalian, karena hari ini adalah akhir dari kehidupan kalian." Ucap Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap kelima orang tersebut.


"Ayo, tangkap pemuda itu! Jika dia melawan, bunuh saja!." Perinta pria tersebut yang langsung melesat ingin menangkap Ma Guang.


Apa yang mereka harapkan, sangat berbanding terbalik dengan apa yang mereka hadapi.


Keempat pria tua yang bersama - sama dengan Ma Guang langsung menyambut keempat pendekar yang ingin menangkap dan menyerang Ma Guang.


Sedangkan pendekar yang sebagai pimpinan mereka sedang melesat kearah Ma Guang.


Pendekar muda itu tidak berniat untuk menghindari serangan yang di lancarkan pria tersebut.


Pedang yang di gunakan oleh pria tersebut langsung patah.


Dan Ma Guang langsung menendang tubuh pria tersebut.


Duar


Bunyi benturan energi tendangan Ma Guang yang mengenai tubuh pria yang menyerangnya.


Tubuh pria itu langsung terhempas ke belakang dan terdorong sekitar sepuluh meter.


Jika tidak memiliki perisai pertahanan tubuh, pasti tubuhnya sudah hancur terkena tendangan kaki Ma Guang.


Pria itu langsung kembali bersiap untuk menyerang Ma Guang.


Terlihat di tangan pria itu sebuah kobaran api sedang menyalah di tangannya.


"Apa? Bagaimana bisa seperti itu?." Gumam Ma Guang dengan terkejut saat melihat apa yang pria itu lakukan.


"Aku juga memiliki energi panas di dalam tubuhKu, namun diriKu tidak bisa menghadirkan wujud api seperti itu." Gumam Ma Guang.

__ADS_1


Api yang muncul di tangan pria itu berwarna biru terang dan berbentuk bulat.


Pria itu langsung menyerang Ma Guang dengan energi api yang dia miliki.


Dua bola api biru itu melesat kearah tubuh Ma Guang.


Ma Guang langsung menciptakan perisai energi tenaga dalam miliknya dan langsung menghadang serangan api pria tersebut.


Booommm...booommm


Tubuh Ma Guang langsung terdorong lima meter kebelakang saat terkena serangan api biru pria itu.


"Kuat juga serangan energi api biru miliknya." Gumam Ma Guang lagi.


Sedangkan keempat orang lainnya adalah orang - orang yang bisa juga mengendalikan unsur alam.


"Apakah mereka ini orang - orang yang berasal dari seberang lautan distrik Lelang, yaitu orang - orang Wa?." Gumam kakak tertua Su Tian.


"Hanya mereka yang sangat mahir dalam mengendalikan unsur - unsur alam." Gumamnya lagi.


Untung kemampuan mereka masih dibawah kita, jika mereka sudah bisa mengendalikan unsur alam lebih kuat dari ini, pasti kita akan kesulitan untuk menghadapi mereka.


Ma Guang langsung menggunakan Langkah Banyangan dan jurus pedang hampa miliknya untuk melakukan serangan balasan kepada pria tersebut.


Kecepatan serta kekuatan pria itu juga masih bisa mengimbangi kecepatan Ma Guang.


"Sialan! Walau pun mereka tidak memiliki energi tenaga dalam, namun kecepatan serta kekuatan mereka mampu mengimbangi kecepatan serta kekuatanKu. Siapa sebenarnya mereka ini?." Gumam Ma Guang lagi.


Tebasan pedang hampa milik Ma Guang masih bisa di bendung oleh pedang milik pria itu yang sudah di baluti energi api biru miliknya.


Blarr...blarr


Bunyi ledakan yang di akibatkan karena benturan energi pedang hampa milik Ma Guang dan juga energi api biru milik pria yang menyerangnya.


Melihat situasi yang di hadapi oleh Ma Guang dan juga empat orang lainnya, Xia Jiao dan juga Yuan Jiali langsung keluar untuk membantu mereka.


Xia Jiao langsung menuju Ma Guang dan melepaskan serangan tebaran bunga persik miliknya.


Dua serangan yang datang menyerang pria itu langsung membuat dirinya tersudut.


Ma Guang tidak menyia - nyiakan peluang yang telah terbuka untuk menyerang pria itu.


Energi perubahan bentuk tenaga dalam miliknya yang di salurkan kepedangnya langsung di tingkatkan ketingkat tertinggi yang dia bisa serta langsung melepaskan ke arah pria itu.


Booommmm

__ADS_1


Bunyi ledakan yang di sebabkan oleh serangan Ma Guang yang menghantam tubuh pria tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2