Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 159. Kompetisi Yang Tertunda


__ADS_3

Tjia Annchi langsung berjalan menuju ke kediaman keluarga Duan.


Perasaan serta pikiran gadis itu saat ini sedang merasa bahagia, sebab pemuda yang di cintainya saat ini akan bertemu dengan keluarganya.


Saat gadis itu sudah tiba di kediaman keluarga Duan, dia langsung di sambut oleh Duan Meng.


"Hai kakak Annchi...ada hal apa sehingga membuatMu terlihat sangat bersemangat seperti ini?". Ucap Duan Meng menggoda kekasih kakaknya itu.


"Ah, Meng'er...jangan menggodaku aeperti itu". Ujar Tjia Annchi dengan wajah yang mulai memerah.


"Terus kenapa kakak Annchi terus tersenyum seperti itu? Apakah sedang mendapatkan sesuatu yang sangat berharga untuk kakak?". Tanya Duan Meng lagi.


"Sudahlah...jangan terus menggodaKu, apakah kakak Jun ada di rumah?". Tanya Tjia Annchi.


"Oh, kakak Jun sedang tidak berada di rumah saat ini, sebab tadi kami baru saja membicarakan beberapa hal bersama dengan seluruh petinggi sekte".


"Tentang kompetisi yang beberapa tahun ini selalu tertunda, tahun ini akan di adakan kembali oleh pihak kekaisaran. Sehingga kita telah membicarakan tentang ke ikut sertaan sekte kita di kompetisi nanti". Ujar Duan Meng.


"Oh, begitu yah...terus apakah sekte kita akan mengikuti kompetisi tersebut?". Tanya Tjia Annchi.


"Keputusan para petinggi sekte akhirnya memutuskan untuk mengikuti kompetisi tersebut, hal itu karena pendekar Ma adalah jenius muda yang terakhir menjadi juara pada kompetisi sebelumnya, sehingga sudah seharusnya sekte kita untuk mengutus seorang jenius muda agar mengikuti kompetisi yang akan di adakan empat bulan lagi". Duan Meng menjelaskan.


"Jadi saat ini dimana kakak Jun berada?". Tanya Tjia Annchi lagi.


"Mungkin saat ini kakak Jun sedang berada di tempat para murid baru yang usianya masih di bawah 20 tahun". Jawab Duan Meng.


"Baiklah...terima kasih atas informasinya, Meng'er! Aku pamit dulu yah untuk pergi ke tempat kakak Jun berada". Ucap Tjia Annchi sambil meninggalkan Duan Meng dengan terburu - buru.


"Apakah hal itu ada hubungannya dengan kedatangan keluarga bangsawan Tjia!?". Gumam Duan Meng.


Informasi yang sekte mereka terima tersebut itu berasal dari mata - mata yang berada di kekaisaran, sehingga saat para utusan kaisar tiba, para petinggi sedang membahas hal tentang kompetisi tersebut.


Di kediaman Ma Guang.


Patriak menyempatkan dirinya untuk menemui para utusan dari kekaisaran yang saat ini masih berada di kediaman Ma Guang.

__ADS_1


"Hormat kepada patriak!". Sambut para utusan atas kedatangan patriak Yao Han.


Ma Guang pun bangkit sambil menangkupkan tangannya kepada patriak.


Walau pun Ma Guang sudah menjadi seorang pelindung sekte, namun dirinya belum terbiasa dengan posisinya tersebut. Sebab dirinya merasa masih sangat muda dan belum pantas menerima gelar tersebut.


"Silahkan duduk kembali". Ucap patriak sambil dirinya duduk juga di salah satu kursi yang tersedia.


"Jadi, apakah maksud serta tujuan kalian sudah terpenuhi?". Ucap patriak yang tanpa berbasa - basi langsung bertanya kepada lima orang utusan kaisar tersebut.


"Iya patriak, kami atas nama kekaisaran Zhou sangat berterima kasih kepada patriak dan semua orang yang berada di sekte ini karena telah menjaga tuan putri dengan baik". Ucap pemimpin utusan tersebut.


"Namun ada hal lain juga yang ingin aku sampaikan kepada pendekar Ma dan juga kepada patriak". Ucapnya utusan itu lagi.


"Hal apa itu?". Tanya kedua orang yang di maksud secara bersamaan.


"Kira - kira empat bulan kemudian, kekaisaran akan melakukan kompetisi ilmu bela diri yang sudah tertunda beberapa tahun dari biasanya di laksanakan setiap lima tahun sekali... hal itu terjadi karena situasi antar beberapa kerajaan yang saling berperang satu sama lain serta pergerakan sekte aliran hitam yang sudah mulai berani melakukan penyerangan terhadap sekte - sekte kecil aliran putih dan terakhir yang terjadi di sekte Bambu Kuning baru - baru ini".


"Karena pertimbangan - pertimbangan itulah sehingga kompetisi baru akan di laksanakan tahun ini". Lanjut utusan tersebut.


"Oh, jadi seperti itu yah! Baiklah, sekte kami akan mempersiapkan jenius muda kami untuk mengikuti kompetisi tersebut". Ujar patriak.


Patriak langsung tertawa mendengar perkataan utusan tersebut dan berkata : "ha...ha...ha...ha...ha Memang masalah itu telah membuat perubahan yang sangat besar di sekte kita ini, tetapi hal itu belum bisa menghentikan keinginan kita untuk berpartisipasi di kompetisi tersebut".


Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka.


Setelah beberapa saat kemudian, patriak memanggil beberapa murid untuk mengantarkan para utusan tersebut di suatu bangunan rumah yang di khususkan untuk para tamu yang datang kesekte tersebut.


Patriak pun melanjutkan pembicaraannya dengan Ma Guang.


"Guang'er! Bagaimana menurutMu dengan keputusan yang telah kami putuskan dalam pertemuan tadi? Apakah kamu tidak merasa keberatan dengan hal itu?". Tanya patriak.


"Keputusan yang di ambil oleh patriak dan juga para tetua yang lain adalah sudah tepat menurutKu, jadi hal itu harus kita persiapkan sebaik - baiknya siapa yang akan menjadi perwakilan dari sekte kita". Ujar Ma Guang.


"Dan jika empat bulan kemudian kompetisi itu akan di lakukan, aku juga akan pergi bersama - sama dengan peserta yang akan mengikuti kompetisi tersebut, karena aku juga akan mengantarkan tuan putri untuk kembali ke ibu kota kekaisaran". Ucap Ma Guang.

__ADS_1


"Apakah tuan putri sudah menyetujui rencana tersebut?". Tanya patriak.


"Iya, tuan putri sudah menyetujui akan hal itu". Jawab Ma Guang.


Setelah beberapa saat keduanya berbincang - bincang, akhirnya patriak pamit undur diri untuk kembali ke kediaman miliknya.


Sedangkan Tjia Annchi yang sedang mencari keberadaan dari Duan Jun akhirnya menemukan keberadaan pemuda tersebut.


"Jun Gege...!!! Panggil Tjia Annchi saat menemukan pria yang di carinya.


Pemuda itu langsung menatap ke arah datangnya suara yang memanggil namanya tersebut.


Saat gadis itu sudah berada di dekatnya, Duan Jun langsung menyambutnya.


"Chi'er...!!! Ada apa kamu mencariKu? Apakah ada hal yang penting yang ingin kamu bicarakan?". Tanya Duan Jun karena melihat wajah gadis itu tidak seperti biasa saat bertemu dengannya.


"Jun Gege...!!! Kedua orang tuaKu ingin bertemu denganMu, mereka saat ini berada di kediamanKu dan sedang menungguMu". Jawab Tjia Annchi dengan wajah yang bersemu merah.


"Baiklah! Setelah aku menyelesaikan urusanKu disini, aku akan pergi ke kediamanMu untuk bertemu dengan calon mertuaKu". Ucap Duan Jun sambil tersenyum menggoda menatap kekasihnya itu.


Mendengar perkataan pemuda di depannya, gadis itu langsung menjadi salah tingkah.


Akhirnya gadis itu pun kembali ke kediamannya untuk memberitahukan tentang hal itu kepada kedua orang tuanya.


Sedangkan Duan Jun sendiri kembali melanjutkan aktivitasnya untuk melatih para murid.


Saat Tjia Annchi sedang berjalan untuk kembali ke kediamannya, gadis itu bertemu dengan Ma Guang yang kini sedang berjalan untuk menuju ke kediaman keluarga Duan.


"Hormat kepada pelindung sekte...!!!!". Ucap Tjia Annchi memberi hormat kepada Ma Guang.


"Sudahlah, nona Annchi jangan terlalu formal seperti itu di saat tidak ada orang lain. Nona Tjia baru dari mana saja? Bukankah kedua orang tua nona Tjia sedang berada di kediaman nona Tjia!?". Ucap Ma Guang.


"Iya...memang kedua orang tuaKu sedang berada di kediamanKu, tetapi aku baru saja bertemu dengan Jun gege untuk memberitahukan bahwa kedua orang tuaKu ingin bertemu dengannya". Jelas Tjia Annchi dengan wajah perasaan yang grogi.


"Oh, jadi ceritanya kakak Jun akan bertemu dengan calon mertuanya! Bagus, kalau begitu, tidak lama lagi kita akan mengadakan pesta yang besar di sekte kita ini". Ujar Ma Guang sambil tersenyum yang sedikit menggoda gadis itu.

__ADS_1


Setelah itu keduanya langsung melanjutkan kembali langkah mereka berdua untuk kembali ke kediamannya dan juga untuk pergi ke kediaman keluarga Duan.


~Bersambung~


__ADS_2