
Setelah beberapa saat kemudian, para tetua tingkat tinggi lainnya yang sedang melindungi para pendekar yang sedang terluka langsung mengambil bagian juga untuk menyerang para pendekar aliran hitam tersebut.
Hal itu mereka lakukan karena mereka telah melihat energi tenaga dalam milik para leluhur, patriak, tetua agung dan juga tetua penegak hukum mulai terkuras dan tidak lama lagi akan habis jika tidak rehat sejenak.
Leluhur Yao Fan kini sudah tidak lagi di keroyok oleh sepuluh tetua aliran hitam, melainkan dirinya kini sudah berhadapan dengan lima orang tetua dan juga Heise Chizi.
Ternyata strategi itu sudah di rencanakan sebelumnya oleh Heise Chizi.
Mereka sengaja memanfaatkan jumlah pasukan mereka untuk membuat energi tenaga dalam orang - orang terkuat dari sekte Bambu Kuning terkuras habis.
Dan rencana itu ternyata berjalan sesuai dengan rencananya.
Para pendekar ahli yang sudah terluka pun, tidak luput dari serangan para pendekar aliran hitam lainnya.
Dan tidak lama kemudian, seluruh pendekar ahli yang sudah terluka itu pun menemui ajal mereka masing - masing walau pun awalnya mereka juga melakukan perlawanan.
Kini anggota sekte Bambu Kuning hanya tersisa lima puluh empat orang yang masih bertahan dan sedang memberikan perlawanan terhadap serangan musuh.
Namun walau pun demikian, para tetua tingkat rendah masing - masing sudah mulai mendapatkan luka serius di tubuh mereka.
Tetua Duan Dazhong, istrinya, Duan Jun dan juga Duan Meng yang telah selesai mengalahkan musuh yang telah menyerang di sepanjang jalan dari kediaman mereka kini sudah memasuki arena pertarungan dimana para petinggi sekte Bambu Kuning berada.
Mereka berempat bisa mengalahkan lawan - lawan mereka di sepanjang jalan, di karenakan para pendekar - pendekar yang terkuat dari sekte aliran hitam sedang terfokus untuk mengalahkan para petinggi sekte Bambu Kuning.
Kekuatan mereka berempat masih terlihat sangat bugar, sebab lawan yang baru saja mereka kalahkan tidak berarti sama sekali bagi keempatnya.
Keempatnya langsung menerobos masuk bergabung kedalam formasi melingkar yang terkepung oleh ribuan musuh.
"Kita harus membuat formasi ini menjadi dua lapisan, lapisan pertama terus melakukan perlawanan kepada musuh, sedangkan lapisan kedua beristirahat untuk memulihkan energi tenaga dalam miliknya". Teriak Duan Jun kepada para petinggi sekte yang kini mulai kewalahan menghadapi serangan musuh.
Akhirnya apa yang di katakan oleh Duan Jun langsung di lakukan.
Duan Jun sendiri mengetahui hal itu karena dirinya sering melihat latihan yang di lakukan oleh pasukan Ma Guang dalam menghadapi kepungan musuh.
Formasi tersebut langsung memberikan angin segar kepada mereka.
Kini lima puluh delapan orang itu mulai bisa memberikan perlawanan serta mulai memberikan serangan kepada pihak lawan.
__ADS_1
"Sialan...!!! Kehadiran anak muda itu membuat kemenangan kita yang sudah berada di depan mata menjadi tertunda...siapa anak muda itu? Apakah dia yang namanya Ma Guang?". Gumam Heise Chizi.
Pertarungan mereka sudah berlangsung selama beberapa jam, namun pihak lawan belum juga bisa untuk menghancurkan formasi yang di bentuk oleh orang - orang dari sekte Bambu Kuning.
Pasukan musuh yang awalnya berjumlah belasan ribu saat tiba di sekte Bambu Kuning saat ini tinggal tersisa lima ribuan orang.
Itu pun sudah banyak yang terluka berat mau pun yang terluka ringan.
Saat mereka ingin meniru strategi yang di gunakan oleh orang - orang sekte Bambu Kuning, hal itu hanya berlaku bagi para pendekar tingkat tinggi, sedangkan para pendekar tingkat rendah seperti hanya mengantarkan nyawa mereka.
Di pihak sekte Bambu Kuning sendiri, strategi itu sangat berguna, sebab mereka terdiri dari pendekar raja dan juga pendekar suci.
Oleh karena itu, serangan dari pihak lawan tidak akan berdampak besar bagi mereka.
Apa lagi pendekar suci dari pihak lawan, masih kalah tingkatannya dengan sebelas orang dari sekte Bambu Kuning.
Xue Lugu dan juga Heise Chizi langsung berkomunikasi untuk kembali mengatur strategi mereka dalam hal untuk menghancurkan strategi yang di terapkan oleh patriak Yao Han bersama rekan - rekannya.
Setelah mendapatkan solusi, keduanya langsung berpencar dan memberitahukan kepada anggotanya untuk melakukan sesuai dengan apa yang keduanya perintahkan.
Setelah mengikuti apa yang di perintahkan oleh pemimpin mereka, kini situasinya sudah mulai berubah.
"Sepertinya kamu harus memikirkan kembali solusi yang lain agar kita bisa kembali dapat menekan mereka, sebab saat ini posisi kita sudah bisa di tekan oleh mereka". Perintah patriak Yao Han kepada Duan Jun.
Duan Jun pun langsung masuk ke lingkaran bagian dalam untuk kembali memikirkan strategi yang baru agar bisa kembali menekan lawan mereka saat itu.
Duan Jun mulai memperhatikan strategi yang sedang di terapkan oleh pihak lawan.
"Ternyata strategi yang mereka terapkan selalu mengikuti kemampuan setiap orang yang menggantikan posisi orang yang akan memulihkan kekuatannya". Gumam Duan Jun di dalam hatinya.
Dan hal itu benar adanya.
Xue Lugu dan juga Heise Chizi telah menerapkan strategi dimana jika para leluhur, patriak, tetua agung dan juga tetua penegak hukum yang maju, akan ada tiga atau empat orang pendekar suci yang akan menghadapi mereka.
Sedangkan untuk tetua tingkat tinggi lainnya, akan ada dua orang pendekar suci yang akan menghadapi mereka.
Sedangkan untuk tetua tingkat rendah yang hanya sebagai pendekar raja, akan ada dua orang pendekar raja juga yang akan menghadapi mereka.
__ADS_1
Dan hal itulah yang membuat mereka mulai kewalahan saat menerima serangan dari lawan - lawannya.
"Kalau sudah seperti ini, jalan satu - satunya adalah, kita harus membuka jalan dan mundur ke arah wilayah terlarang sekte". Gumam Duan Jun.
Pemuda itu langsung memberitahukan kepada patriak Yao Han apa yang telah di pikirkannya itu.
Setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh Duan Jun, patriak pun langsung melihat kearah tempat untuk mereka pergi.
"Bagaimana caranya kita melakukan hal itu jika mereka telah mengepung kita dengan kemampuan yang merata di setiap sisi!?". Ujar patriak Yao Han.
"Kita harus membentuk formasi seperti tombak untuk menembus formasi mereka". Ucap Duan Jun.
"Biarkan ketiga leluhur agung menjadi mata tombak untuk menghancurkan formasi mereka, dan untuk para leluhur lainnya beserta dengan patriak dan juga tetua tingkat tinggi, menjadi badan tombak agar mereka tidak akan mudah untuk menghancurkan formasi kita". Lanjut Duan Jun lagi.
Setelah mendengar penjelasan dari Duan Jun, akhirnya patriak pun menyetujui strategi tersebut.
Patriak pun memberitahukan hal itu kepada yang lain.
Setelah semuanya mengetahui strategi yang akan mereka gunakan. Dengan aba - aba yang di berikan oleh patriak Yao Han, mereka bergerak secara serentak dan langsung merubah formasi mereka.
Ketua Xue Lugu dan juga Heise Chizi langsung terkejut dengan apa yang di lakukan oleh lawannya.
"Jangan biarkan mereka untuk menerobos formasi kita, formasi mereka itu adalah untuk melarikan diri". Teriak Heise Chizi.
Suara ketua tersebut membuat para pendekar tingkat tinggi mereka bergerak dengan cepat untuk membantu rekan - rekan mereka yang berada di posisi yang kelompok patriak Yao Han maksudkan untuk di terobos.
Namun hal itu sudah terlambat untuk di bendung, apa lagi saat itu ada tiga orang pendekar suci yang telah membuka gerbang ke lima dan ke enam yang langsung menyerang secara berasama - sama formasi mereka.
Setiap pendekar yang mereka lalui langsung menerima ajalnya.
Korban pun mulai banyak berjatuhan di pihak lawan.
Para pendekar tingkat rendah yang menjadi lapis terakhir dari formasi yang mereka terapkan, langsung tewas hanya dengan satu serangan saja.
Sedangkan di bagian belakang dari formasi tombak tersebut, tidak mampu di hancurkan oleh serangan musuh.
Saat posisi pandangan para pendekar aliran hitam itu terfokus untuk mengejar anggota sekte Bambu Kuning yang sedang bergerak mundur ke wilayah terlarang sekte tersebut, tanpa mereka sadari, rombongan Ma Guang sudah berada tepat di belakang mereka.
__ADS_1
~Bersambung~