
Kedua gadis itu bangkit dari pangkuan Ma Guang dan langsung saling berpandangan.
Setelah beberapa saat, akhirnya kedua gadis itu pun saling tersenyum dengan apa yang mereka berdua rasakan saat itu.
"Kenapa kalian berdua senyam - senyum seperti itu? Apakah ada hal yang menyenangkan hati kalian berdua namun tanpa sepengetshuan diriKu?." Ucap Ma Guang yang merasa heran dengan sikap kedua gadis tersebut.
"Dasar bodoh! Tidak pernah mengerti dengan isi hati seorang gadis." Gumam Xia Jiao.
"Iya! Dan itu ada banyak hal yang tidak kamu ketahui. Di dalam otakMu itu hanya kultivasi serta kekuatan ilmu bela diri yang diriMu pikirkan, tidak pernah memikirkan hati seorang gadis." Ucap Xia Jiao dengan nada suara yang ketus.
"Guang'er! Jika diriMu tidak memikirkan hal itu, akan ada banyak gadis yang akan saling membunuh untuk mendapatkan diriMu." Ucap Su Tian sambil tertawa terbahak - bahak.
"Apa yang guru maksudkan itu? Membuat diriKu semakin menjadi pusing saja. Mana mungkin gadis - gadis akan saling membunuh untuk memperebutkan diriKu? Sedangkan sosok seorang kaisar, seorang raja dan juga seorang pangeran saja, saya tidak melihat jika ada gadis - gadis yang akan saling membunuh untuk memperebutkan mereka! Apa lagi diriKu ini yang posisinya jauh berada di bawah mereka." Ucap Ma Guang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengar cengir sendirian.
Su Tian langsung berjalan mendekati tubuh Ma Guang yang sudah berdiri dari tempatnya beristirahat.
"Guang'er! Kedua gadis ini sangat menyukai diriMu, apa lagi Jiao'er, gadis itu sejak dahulu sangat menyukai diriMu." Ucap Su Tian.
"Guru! Aku juga menyukai mereka berdua, karena mereka berdua adalah gadis yang cantik dan juga sangat baik kepada diriKu." Ucap Ma Guang.
"Guang'er! Saat ini usiaMu sudah 19 tahun, berarti mulai saat ini, kamu harus memikirkan dan juga menjaga hati, pikiran serta perasaan setiap wanita. Jangan terlalu menunjukan kebaikan hatiMu kepada setiap wanita yang diriMu temui, karena itu akan memberikan harapan kepada mereka untuk mencintaiMu."
"Guru! Aku tidak ingin memikirkan tentang hal itu, sepertinya itu terlalu membuat diriKu pusing, lebih baik aku hidup seperti biasanya aku hidup selama ini. Jika aku ingin berbuat baik kepada semua orang, aku akan melakukannya, begitu juga sebaliknya." Ucap Ma Guang lagi.
"Guang'er! Memang terkadang hidup yang kita jalani harus mengikuti setiap keinginan diri kita sendiri, akan tetapi kenyataan yang harus kita hadapi adalah sebaliknya. Contohnya biar pun diriMu memiliki kemampuan yang tinggi, kamu harus menghormati seorang kaisar atau pun seorang raja." Ucap Su Tian.
"Memang harus menghormati seorang kaisar dan juga seorang raja, karena mereka adalah seorang penguasa." Ucap Ma Guang.
"Apakah kamu tidak menghormati seorang wanita?." Tanya Su Tian lagi.
"Guru! Wanita itu harus di hormati, tetapi jika wanita itu seseorang yang ingin mencelakai diriKu dan juga orang - orang yang aku kasihi, aku akan menghabisinya juga." Ucap Ma Guang.
"MenurutMu ada berapa wanita yang saat ini kamu kasihi?." Tanya Su Tian dengan wajah yang serius.
"Sebenarnya, selain nona Xia dan juga nona Yuan, masih ada tiga orang gadis lainnya yang aku kasihi. Mereka adalah nona Duan Meng, nona Tjia Annchi dan juga putri Zhou Lu Yun." Ucap Ma Guang.
"Apa? Putri Zhou Lu Yun!? Apakah dia adalah putri kaisar?." Tanya Su Tian.
Kedua gadis yang mendengar hal itu langsung tersentak kaget.
Mereka berdua mengingat kembali bahwa ada tiga orang gadis yang menanti Ma Guang saat dirinya kembali dari menjalankan misi. Dan kedua gadis tersebut tinggal bersama - sama dalam satu kediaman yang disiapkan oleh sekte Bambu Kuning.
"Apakah putri Zhou Lu Yun adalah salah satu gadis yang tinggal di kediaman yang letaknya tidak jauh dari kediamanMu?." Tanya Yuan Jiali.
__ADS_1
"Iya! Dan salah satunya adalah nona Tjia Annchi." Ucap Ma Guang.
"Apakah tuan putri akan aman jika berada di sekteMu?." Tanya Su Tian.
"Pasti akan aman guru! Sebab di sekteKu, sudah ada belasan pendekar suci yang akan menjaga sekteKu itu." Ucap Ma Guang dengan kata - kata yang sangat meyakinkan.
Setelah selesai berbincang - bincang dan melakukan sarapan, akhirnya mereka berempat kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Kedua gadis tersebut berjalan berdampingan dan saling mengeluarkan isi hati mereka satu dengan yang lain terhadap Ma Guang.
Sedangkan Ma Guang dan juga Su Tian sedang membicarakan banyak hal tentang menjalani kehidupan.
Ma Guang di buat pusing untuk memikirkan cara hidup yang telah di beritahukan oleh Su Tian. Dirinya merasa apa yang dia dengar dari Su Tian, adalah hal yang lebih menakutkan lagi dari pada menghadapi musuh berat sekali pun.
Akhirnya mereka tiba di reruntuhan desa Quanshui.
Ma Guang dan juga Xia Jiao langsung pergi mendekati tempat dimana ayah dan keluarga mereka yang di kuburkan.
Keadaan desa itu sangat terlihat angker, karena tulang - tulang manusia yang berserakan disana - sini.
Rumput - rumput mulai menguasai desa tersebut, sehingga keadaannya kini sudah tidak lagi terlihat seperti sebuah desa.
Ma Guang dan juga Xia Jiao membersihkan makam orang tua kedua muda mudi itu yang di bantu oleh Su Tian dan juga Yuan Jiali.
Mereka lalu membuatkan batu nisan yang besar sebagai peringatan untuk orang tua mereka berdua.
Saat sudah malam, mereka kembali beristirahat.
Cuaca malam itu terasa sangat dingin.
Masing - masing dari mereka hanya membawa sepasang pakaian sebagai pengganti disaat mandi.
Sedangkan pakaian Su Tian, karena memang dirinya berasal dari wilayah kerajaan Yan, pakaiannya sangat tebal dan bisa menghangatkan tubuhnya.
Berbeda halnya dengan ketiga muda - mudi tersebut.
Mereka menggunakan pakaian daerah selatan kekaisaran Zhou, yang terbuat dari sutra yang tipis.
"Aku mohon maaf karena melupakan kondisi cuaca di wilayah kerajaan Yan ini." Ucap Su Tian sambil menatap ke arah ketiga muda mudi tersebut.
Pria tua itu langsung tersenyum melihat mereka bertiga yang sedang merasakan kedinginan malam itu.
Walau pun telah membuat api unggun di depan mereka, namun rasa dingin itu tetap terasa.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun tertidur.
Saat tengah malam telah tiba, api unggun yang menjadi tumpuan harapan mereka bertiga akhirnya padam.
Rasa dingin yang menusuk di setiap persendian tulang mereka mulai terasa lagi.
Kedua gadis tersebut langsung memeluk tubuh Ma Guang dan juga di balas dengan dekapan kedua tangan Ma Guang.
Ma Guang pun langsung mengeluarkan unsur panas dari energi tenaga dalam miliknya, sehingga hal itu memberikan kehangatan untuk kedua gadis tersebut.
Pagi hari pun tiba.
Tubuh kedua gadis itu masih tetap dalam dekapan Ma Guang.
Kedua gadis itu saling berpandangan dan tersenyum di dalam dekapan Ma Guang.
Sedangkan pemuda tersebut belum menyadari apa yang di lakukan oleh kedua gadis tersebut.
Xia Jiao dan juga Yuan Jiali yang mendengar pembicaraan Ma Guang dan juga Su Tian langsung bersepakat bahwa mereka berdua akan tetap berbagi tempat di dalam kehidupan Ma Guang.
Karena setelah mendengar apa yang Ma Guang sampaikan, mereka berdua mengerti bahwa pria ini tidak memahami akan apa yang ada di dalam hati, pikiran serta perasaan setiap wanita yang dekat dengan dirinya.
Sehingga hal itu juga tidak harus menjadi hal yang harus di paksakan, karena jika di paksakan, pria itu pasti tidak akan merasa nyaman lagi dengan hidupnya.
Dan kebaikan serta perhatian yang selalu dia berikan kepada setiap gadis pasti akan menghilang, karena sudah merasa takut atau pun merasa bersalah jika ada seorang gadis yang akan menyukai lagi dirinya.
Akhirnya mereka kembali mempersiapkan diri mereka untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah sudah siap, mereka berempat kembali melakukan perjalanan.
Tidak beberapa lama, mereka sudah tiba di suatu desa.
Desa itu terlihat sangat makmur, sehingga ada pendekar yang berjaga di depan pintu masuk desa tersebut.
Dan situasi desa tersebut seperti terdapat kaya akan air.
"Kita tidak lama lagi akan memasuki kota Guangping." Ucap Su Tian.
Akhirnya mereka mendapatkan pemeriksaan.
Su Tian menunjukan tanda pengenal keluarga bangsawan Su.
Sedangkan ketiga orang yang lain tidak menunjukan identitas mereka, hal itu di sebabkan karena Su Tian mengakui mereka sebagai cucu - cucunya.
__ADS_1
~Bersambung~
mohon dukungan like, koment dan juga hadiahnya 🙏🙏🙏