Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 301. Pemuda Pengganggu


__ADS_3

Di aula sekte Iblis Darah.


Ketua sekte Iblis Darah Dongsi kini sedang memimpin pertemuan untuk memasuki sekte Bulan Perak.


"Ketua Lan! MenurutMu, bagaimana caranya agar kita bisa menyusup ke dalam sekte Bulan Perak?." Tanya Dongsi kepada Lan Xang yang adalah Ketua sekte Kura - Kura Api.


"Ketua Dongsi! Bagaimana kalau kita memaksa para bangsawan yang akan pergi menyaksikan kompetisi itu untuk bekerja sama memasukkan kita ke sekte tersebut!?." Tutur Lan Xang menjawab pertanyaan Dongsi.


"Tetapi bagaimana caranya agar para bangsawan mau untuk menuruti keinginan kita?." Tanya Dongsi lagi.


"Kita cukup melihat siapa sosok yang sangat mereka sayangi untuk kita jadikan sandera agar mereka mau menuruti semua apa yang kita perintahkan!." Jawab Lan Xang lagi.


"Bagaimana menurut ketua Xing Yang?." Tanya Dongsi.


"Aku sangat setuju dengan usul yang di sampaikan oleh ketua Lan Xang!." Ucap Xing Yang yang adalah ketua organisasi Mawar Surgawi.


"Baiklah! Kalau begitu, kita harus mengutus beberapa kelompok untuk menyelidiki siapa orang - orang yang sangat berarti bagi beberapa kepala keluarga bangsawan serta secepatnya untuk menculik mereka!." Tutur Dongsi.


Mereka pun langsung mengumpulkan beberapa tetua tingkat tinggi agar rencana itu bisa berjalan sesuai dengan rencana mereka.


Dan hal itu akan di lakukan secara diam - diam agar tidak menarik perhatian banyak orang sehingga bisa menggagalkan rencana mereka.


Beberapa tetua tingkat tinggi langsung pergi melaksanakan perintah ketua Dongsi dan juga beberapa ketua lainnya untuk pergi ke beberapa kota besar.


***


Di sekte Bulan Perak.


Dua pendekar wanita yang berasal dari sekte Es Abadi kini sedang berlatih di halaman bagian belakang kediaman yang mereka tempati.


Seorang pemuda yang berasal dari benua selatan yang melihat keduanya langsung merasa tertarik dengan kecantikan kedua gadis tersebut.


Pikiran mesum pun langsung terlintas di benaknya.


"Aku akan menggoda keduanya! Siapa tahu mereka berdua bisa menjadi teman tidurKu untuk malam ini!." Pikir pemuda tersebut.


Pemuda itu memiliki paras yang tampan dengan tubuh yang terlihat atletis dan kekar.


Dia pun segera mendekati kedua gadis itu sambil berkata.


"Hai gadis - gadis cantik! Apakah aku boleh menemani kalian berdua untuk berlatih bersama?." Tanya pemuda sambil tersenyum menggoda.


Bing Bihai yang dapat merasakan kehadiran pemuda tersebut langsung keluar dari dalam kamarnya dan menuju ke halaman belakang kediaman itu.

__ADS_1


Saat tiba di halaman belakang, wanita itu pun langsung berkata kepada pemuda tersebut.


"Siapa kamu? Mengapa kamu mengganggu latihan mereka?." Ujar Bing Bihai dengan nada suara yang tegas.


Mendengar suara seorang wanita yang seperti menegurnya dengan penuh penekanan, pemuda itu pun langsung menatap kearahnya.


"Tidak ku sangka, ternyata di tempat ini di penuhi oleh wanita - wanita cantik! Tidak percuma aku menikmati udara segar di tempat ini! Karena aku bisa juga melihat para bidadari yang sangat sulit untuk aku temui selama ini!." Tutur pemuda tersebut.


"Aku tidak butuh kata - kataMu itu! Yang aku inginkan adalah, kamu segera pergi dari tempat ini, dan jangan mencoba untuk mengganggu keduanya!." Tutur Bing Bihai.


"Nona! Santai saja! Jangan terlalu serius di dalam mau menghadapi kompetisi nanti! Bagaimana kalau aku mengundangMu saja untuk minum arak bersama di kediaman kami!?." Tutur pemuda itu menawarkan.


"Maaf! Aku menolaknya! Cepat tinggalkan tempat ini! Jika tidak...!." Bing Bihai tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Jika tidak kenapa!?." Tutur pemuda tersebut memotong perkataan Bing Bihai dengan kata - kata seperti menantang.


"Jika tida! Kamu akan menyesali seumur hidupMu karena sudah mengganggu kedua muridKu!." Tutur Bing Bihai serius.


"Nona! Sudah ada begitu banyak orang yang mengatakan hal seperti itu kepadaKu, tetapi orang - orang tersebut kini sudah tiada!." Ujar pemuda itu dengan penuh percaya diri.


"Sepertinya kamu ingin menguji batas kesabaranKu!." Tutur Bing Bihai yang ingin melesat untuk menyerang pemuda tersebut.


Saat wanita itu akan menyerang, tubuhnya langsung di tahan oleh seorang pria paruh baya.


"Aku harus memberi pelajaran kepada pemuda sombong itu!." Tutur Bing Bihai dengan penuh nafsu membunuh.


"Lia'er! Lee'er! Hentikan saja latihan kalian dan ayo masuk!." Tutur Bing Yuchen memerintah dua gadis tersebut.


"Tua bangka! Kenapa kamu mencoba untuk menjauhkan mereka dari pandanganKu!? Apakah kamu sudah bosan hidup!?." Tutur pemuda itu dengan arogan.


"Tuan muda! Kami datang kesini bukan untuk mencari masalah dengan para pendekar dari sekte lain! Tetapi maksud kedatangan kami kesini untuk mengikuti kompetisi yang akan di laksanakan! Jadi aku mohon agar tidak terus memprovokasi kami!." Tutur Bing Yuchen dengan nada suara yang datar.


Kedua gadis itu pun langsung berjalan untuk memasuki kediaman milik mereka.


Saat ingin melewati pemuda itu, keduanya langsung di tangkap oleh pemuda tersebut.


"Nona - nona cantik! Jangan pergi dulu! Sebab aku masih ingin menikmati kecantikan kalian berdua!." Tutur pemuda itu dengan senyuman mesumnya.


Para murid sekte Bulan Perak yang sedang berpatroli melihat apa yang di lakukan oleh pemuda itu, langsung turun dan menghentikan perbuatan pemuda tersebut.


"Hentikan! Apakah kamu ingin membuat keributan di tempat ini?." Bentak seorang di antara mereka.


Pemuda itu langsung melepaskan cengkramannya dan langsung berkata.

__ADS_1


"Apakah seperti ini sambutan para murid sekte Bulan Perak ini kepada tamu seperti diriKu ini!?." Tanya pemuda itu sambil tersenyum licik.


"Kami akan melayani dengan sebaik mungkin jika para tamu bersikap baik! Tetapi jika bersikap tidak baik, sudah bisa di pastikan, kami akan memperlakukan juga dengan tidak baik!." Tutur pemimpin kelompok murid yang bertugas tersebut.


"Baiklah - baiklah! Aku akan bersikap baik! Tetapi untuk kalian bertiga, aku pasti akan menemui kalian lagi!." Tutur pemuda itu dan langsung melesat pergi meninggalkan tempat itu.


"Bagaimana nona - nona? Apakah kalian baik - baik saja?." Tanya pemimpin itu lagi.


"Kami tidak kenapa - kenapa! Terima kasih atas bantuannya!." Tutur seorang gadis tulus.


"Nona tidak perlu sungkan! Itu memang sudah menjadi kewajiban kami untuk menjaga keamanan serta kenyamanan setiap tamu kami!." Balas pemimpin itu.


"Kami pamit undur diri dulu! Jika ada yang datang untuk mengganggu, cepat kabarkan kepada kami!." Tutur pemimpin itu.


"Bagaimana jika aku langsung membunuh saja setiap orang yang datang untuk mengganggu kami? Apakah bisa?." Tanya Bing Bihai.


"Tidak bisa seperti itu nona, sebab di sekte kami ini memiliki aturannya sendiri! Sehingga hanya kami yang berhak untuk menangani setiap masalah yang terjadi di sekte kami ini!." Tutur sang pemimpin menjelaskan.


"Baiklah! Terima kasih atas penjelasannya!." Ucap Bing Bihai.


Para murid sekte Bulan Perak langsung melesat terbang meninggalkan tempat itu.


Saat Bing Yuchen, Bing Bihai dan dua orang gadis lainnya ingin memasuki kediaman tersebut! Sosok pemuda yang tadinya mereka pihat telah pergi, kini sudah kembali dan berdiri di belakang kedua gadis itu serta langsung berkata.


"Apakah kalian sudah melupakan diriKu?."


Bing Bihai yang berada tepat di depan kedua gadis itu langsung berbalik dan langsung menyerang pemuda itu dengan tombak es seperti kristal yang dia ciptakan dari energi Qi miliknya.


Pemuda itu sangat terkejut dengan serangan yang di lancankan oleh Bing Bihai.


Namun dirinya masih sempat membentuk formasi pelindung yang bentuknya sama persis dengan yang di miliki oleh Ma Guang.


Duuuaaarrr


Tubuh pemuda itu langsung terdorong kebelakang.


"Ternyata kekuatan wanita ini sudah berada di tingkat pendekar dewa surgawi! Aku harus menunda dan menahannya terlebih dahulu keinginanKu! Untung saja aku bisa membentuk formasi pelindung tepat waktu, jika tidak! Sudah pasti aku akan terluka oleh serangannya!." Gumam pemuda itu di dalam hatinya.


"Siapa pria ini? Mengapa dia memiliki juga formasi pelindung yang mirip dengan milik Ma Guang?." Pikir Bing Bihai saat bisa mengenali formasi pelindung yang di miliki oleh pemuda itu.


Bing Bihai sangat mengetahui bagaimana kekuatan formasi tersebut.


"Aku tidak menyangka, wanita cantik sepertiMu bisa juga untuk berbuat kejam seperti itu! Sepertinya aku akan berusan dengan kalian saat kompetisi sudah berakhir nanti!." Tutur pemuda itu yang langsung melesat pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2