Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 124. Perintah Raja Qi Kepada Pangeran


__ADS_3

Walau pun sang raja telah menginstruksikan agar permasalahan itu tidak bisa di ketahui oleh orang luar, namun kejadian itu tetap tersebar luas di seluruh wilayah kerajaan dalam waktu dua hari.


Kini rakyat merasa apa yang telah raja lakukan terhadap Ma Guang adalah suatu penghinaan dan pengkhianatan yang sangat besar bagi mereka.


Sedangkan untuk pejabat kerajaan Qi, terjadi pro dan kontra di saat mereka menanggapi apa yang raja lakukan.


Di pihak yang tidak menyukai apa yang raja lakukan adalah orang - orang yang berpikir demi kepentingan rakyatnya.


Namun di pihak yang pro merasa, apa yang raja inginkan atau pun perintahkan harus di patuhi dan di kabulkan. Dan mereka adalah orang - orang yang sering menjilat untuk mendapatkan jabatan yang strategis dari raja, serta orang - orang yang berpikir untuk memanfaatkan kelemahan sang raja agar bisa mereka gulingkan kekuasaannya.


Yang membuat kejadian itu bisa tersebar luas di seluruh wilayah kerajaan Qi hanya dalam jangka waktu dua hari, itu di karenakan orang - orang yang menginginkan kejatuhan sang raja yang sengaja menyebarkannya.


Setelah sudah empat hari berlalu, Penasihat raja pun langsung datang menghadap kepada raja Qi Guan Zhong untuk melaporkan situasi di tengah - tengah masyarakat saat ini.


Setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh penasihatnya, sang raja mulai geram dan memukul meja di hadapannya hingga hancur berkeping - keping.


"Siapa yang berani membocorkan masalah itu kepada masyarakat umum? Aku akan memberikan hukuman pancung kepadanya dan juga kepada seluruh keluarganya. Cepat kamu selidiki siapa yang menyebarkan masalah itu dan cepat laporkan kepada saya!".


Sang raja kini berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan mondar - mandir tidak menentu.


Kegelisahannya semakin bertambah karena hal tersebut.


"Kenapa aku bisa seceroboh ini? Semua ini di sebabkan oleh karena keinginan anak itu, dia yang menyebabkan sehingga kerajaan ini akan menghadapi suatu masalah yang sangat serius, jika berita itu sampai ketelinga para raja - raja yang selalu bermusuhan dengan kita, pasti mereka akan memanfaatkan situasi ini untuk menyerang kita". Gumam Sang Raja dengan wajahnya yang cemas.


"Masalah ini harus cepat di selesaikan, aku harus memanggil Yuan'er dan memberitahukan kepadanya untuk menyelesaikan masalah ini". Gumam Sang Raja lagi.


Akhirnya sang raja memanggil seorang prajurit dan memerintahkannya untuk memanggil pangeran Qi Yuan.


Seorang prajurit pun langsung bergegas menuju ke istanah kediaman pangeran Qi Yuan.


Setelah tiba di depan istana kediaman pangeran, prajurit tersebut langsung di sambut oleh prajurit yang berjaga.


"Ada keperluan apa anda datang kesini?". Tanya prajurit yang berjaga.


"Pangeran di perintahkan oleh Yang Mulia Raja untuk menghadap kepadanya!". Jawab prajurit yang di perintahkan oleh raja.


"Baiklah! Aku akan menyampaikannya!". Ucap prajurit yang berjaga.


"Pangeran harus secepatnya menghadap yang mulia raja, jika tidak, dia akan mendapatkan hukuman yang berat dari raja". Lanjut prajurit yang di perintahkan oleh raja itu.


Setelah prajurit jaga itu masuk, tidak lama kemudian pangeran pun keluar dari kediamannya.

__ADS_1


Pangeran berjalan beriringan dengan prajurit yang di perintahkan oleh raja.


Tidak lama kemudian, mereka berdua sudah berada di depan istana kerajaan.


Pangeran pun langsung masuk dan memberi hormat kepada raja.


Sebelum pangeran bangkit dari sikap sujudnya, raja Qi Guan Zhong langsung memberondongnya dengan beberapa kalimat.


"Yuan'er! Kamu harus menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi saat ini, jika kamu tidak bisa menyelesaikannya, maka aku akan memberikan hukuman yang berat kepadaMu". Ucap sang raja dengan nada suara yang tegas.


"Tetapi masalah apa yang harus aku selesaikan?". Ucap Qi Yuan seperti tidak mengetahui apa yang di maksudkan oleh ayahnya.


"Masalah yang terjadi karena keinginan diriMu". Ucap sang raja.


Memang hubungan yang di antara raja dan pangeran pada masa kekaisaran Zhou, tidak seperti hubungan seorang raja dan pangeran di masa kerajaan - kerajaan kekaisaran setelahnya.


Hal itu di sebabkan karena pada masa itu, semua raja yang ada, sebelumnya mereka hanyalah seorang adipati yang di tunjuk oleh kaisar Zhou untuk memimpin suatu wilayah, namun karena situasi politik saat itu yang sudah tidak stabil lagi, sehingga para adipati dan juga para bangsawan langsung mengukuhkan diri mereka masing - masing sebagai seorang raja di wilayah tempat mereka berkuasa.


Jadi hubungan di antara seorang raja dan putra mereka, tidak ubahnya seperti seorang bangsawan yang sangat menyayangi anak - anak mereka.


Dan hal itulah yang membuat Qi Yuan tidak terlalu formal untuk berbicara dengan ayahnya, walau pun ayahnya juga adalah keluarga kekaisaran, namun Qi Yuan sudah terbiasa dengan didikan seorang bangsawan.


"Apakah masalah ini berhubungan dengan perlakuan kita terhadap Ma Guang?". Tanya Qi Yuan kepada ayahnya.


"Baiklah! Aku akan membereskan masalah itu!". Ucap Qi Yuan dengan penuh percaya diri.


"Jika memang kamu akan menyelesaikannya, cepat selesaikan, dan jika tidak terselesaikan, jangan pernah menampakan diriMu di hadapanKu". Ucap sang raja dengan nada suara yang tegas.


Pangeran Qi Yuan pun langsung pergi meninggalkan aula utama istana raja.


"Aku akan melihat bagaimana caranya untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut". Gumam sang raja.


Setelah tiba di kediamannya, pangeran langsung memanggil jenderal Wang Xuezi untuk menghadap.


Tidak berapa lama kemudian, jenderal Wang Xuezi sudah berada di hadapannya.


"Ada apa pangeran memanggilKu malam - malam begini? Apakah ada hal penting yang akan di bicarakan?".


"Iya! Dan hal ini sangatlah penting". Ucap pangeran.


"Hal penting apa itu?".

__ADS_1


"Kita harus membunuh Ma Guang secepatnya, karena hanya itu jalan yang paling terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah - tengah masyakat yang berada di wilayah kerajaan Qi ini".


"Sebab aku tidak ingin mendapatkan hukuman dari ayahKu karena ke egoisan hati orang itu untuk tidak menyerahkan nona Xia dan juga nona Yuan kepadaKu".


"Pangeran! Apakah hal ini tidak akan membuat Yang Mulia Raja lebih bertambah murka?". Tanya Wang Xuesi.


"AyahKu juga pasti sangat membenci pemuda itu, pasti dia akan merasa senang jika sumber permasalahan di kerajaan ini sudah kita musnahkan". Ucap Qi Yuan dengan penuh keyakinan.


"Apakah kamu sudah menemukan seorang pendekar yang bisa mengatasi Ma Guang?". Lanjutnya lagi.


"Iya pangeran! Aku sudah menemukan seorang pendekar, namun kemampuannya sangat di luar nalar kita pangeran!". Jenderal Wang menjelaskan kepada pangeran.


"Seperti apa kemampuannya?". Tanya pangeran.


"Anggota tubuhnya yang terpotong bisa tersambung kembali pangeran".


"Apakah yang kamu katakan ini benar - benar nyata, atau hanya cerita belaka?". Tanya pangeran lagi.


"Benar pangeran, aku melihatnya dengan mata kepalaKu sendiri.... Apakah pangeran ingin melihatnya secara langsung akan kemampuannya?".


"Iya! Aku ingin melihat sendiri bagaimana kemampuannya". Ucap pangeran.


"Baiklah! Kalau begitu aku pamit undur diri dulu untuk memanggilnya datang kesini". Ucap Wang Xuesi.


Wang Xuesi langsung pergi meninggalkan pangeran di kediamannya.


Pria itu langsung menuju ke tempat dimana dia bisa bertemu dengan pendekar yang telah dia ceritakan kepada sang pangeran.


"Apakah pendekar itu memang seperti apa yang jenderal Wang katakan? Jika memang benar demikian, pendekar itu pasti mampu mengalahkan Ma Guang dan impianKu pasti akan tercapai". Gumam pangeran sambil tersenyum sinis.


Beberapa saat kemudian, akhirnya jenderal Wang Xuesi datang bersama seseorang yang perawakannya terlihat sangat mengindimidasi siapa pun yang menatapnya.


Rambut panjang yang terlihat tidak terurus, serta menggunakan kalung tengkorak kepala seperti manusia namun berukuran kecil sambil memikul sebuah golok.


"Hamba menghadap pangeran untuk menerima perintah sesuai dengan apa yang telah di sampaikan oleh jenderal Wang". Ucap pendekar tersebut sambil memberi hormat kepada pangeran.


"Oh, jadi kamu pendekar yang di ceritakan oleh jenderal Wang?". Tanya pangeran.


"Iya pangeran!". Jawab pendekar tersebut.


"Apakah benar kamu bisa menyambung kembali jika salah satu anggota tubuhMu telah terpisah dari tubuhMu?". Tanya Pangeran lagi.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2