Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 128. Memasuki Kota Laoling


__ADS_3

Percakapan ketiga orang tersebut sangat menarik perhatian semua pengunjung di kedai tersebut.


Tidak terkecuali pria yang sedang duduk bersama Ki Kebo Pengging.


Pria itu kini terlihat bodoh di depan ke tiga orang di depannya.


Kini kedua pendekar tersebut sudah duduk di tempat yang Ki Kebo Pengging tempati.


Mereka bertiga saling memberitahukan maksud kedatangan mereka di wilayah tersebut.


Setelah mengetahui bahwa ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membunuh Ma Guang, akhirnya mereka bertiga berniat untuk bekerja sama melakukan hal itu.


Kedua pendekar tersebut di bayar oleh raja dari kerajaan Chu untuk membunuh Ma Guang.


Ketiganya memiliki kemampuan ilmu bela diri yang tidak berbeda jauh tingkatannya.


Di tempat asal mereka, masih sangat mudah untuk di temui hewan buas yang berusia ribuan tahun, apa lagi yang berusia ratusan tahun serta hewan buas yang sudah menjadi siluman.


Sehingga mereka sangat mudah untuk mendapatkan batu mustika dari hewan buas dan juga dari para siluman untuk meningkatkan ilmu kanuragan mereka.


Sedangkan di wilayah kekaisaran Zhou sendiri, hal itu sudah menjadi hal yang sangat sulit untuk di temukan.


Pendekar yang duduk di sudut ruangan kedai tersebut merasa sangat penasaran dengan ketiga orang tersebut, sehingga membuat dirinya beranjak dari tempatnya berada dan mendekati ketiga orang itu.


Setelah tiba di dekat mereka, pria itu langsung menyapa ketiganya.


"Maaf jika aku telah mengganggu pembicaraan para pendekar sekalian! Tetapi apakah bisa saya bergabung dengan pendekar sekalian?". Ucap pria tersebut sambil menangkupkan tangannya.


"Silahkan jika pendekar menginginkannya". Ucap Ki Kebo Pengging.


"Terima kasih atas keramahannya". Ucap pria yang baru saja mendekat sambil duduk di kursi yang telah tersedia di tempat itu.


"Maaf jika aku lancang! Tetapi menurutKu, tujuan para pendekar bertiga sehingga berada di tempat ini sepertinya sama!? Apakah benar tebakanKu?". Lanjut pria tersebut.


"Iya! Memang tujuan kami bertiga sama. Namun, kenapa tuan pendekar mempertanyakan hal itu?". Tanya Ki Kebo Pengging.


"Aku berada di tempat ini juga karena memiliki suatu tujuan, dan setelah mendengar perbincangan dari setiap pengunjung di kedai ini, aku bisa menyimpulkan bahwa sangat sulit untuk memasuki kota Laoling jika kita berasal dari luar wilayah kekaisaran Zhou ini". Ucap pria tersebut.

__ADS_1


"Jika aku boleh tahu, apa tujuan tuan pendekar?". Tanya Ki Kebo Pengging.


"TujuanKu kesini untuk membunuh Ma Guang!". Jawabnya hanya dengan gelombang suara yang di hasilkan oleh tenaga dalam miliknya.


Hal itu di lakukannya agar pengunjung lain dan juga pria yang awalnya duduk bersama Ki Kebo Pengging tidak bisa mengetahui apa yang di sampaikannya itu.


Ki Kebo Pengging dan juga dua pendekar lainnya langsung tersentak mendengar apa yang di sampaikan oleh orang yang baru saja duduk bergabung dengan mereka.


"Apa yang membuat diriMu sehingga ingin melakukan hal itu?". Ucap Ki Kebo Pengging melalui gelombang energi tenaga dalam miliknya.


"Aku di bayar oleh raja Ma Yen untuk melakukan hal itu". Ucap pria tersebut.


"Mengapa raja Ma Yen begitu bersih kukuh untuk membunuh pemuda itu? Apakah pemuda itu telah melakukan kesalahan terhadap kerajaan Chu?". Tanya Ki Kebo Pengging melalui gelombang energi tenaga dalam.


"Aku juga tidak mengetahui hal itu". Jawab pria itu lagi.


"Terus, apakah kalian bertiga sudah memiliki cara untuk memasuki kota Laoling?". Lanjut pria itu.


"Kami juga belum memiliki cara untuk melakukan hal itu". Jawab Ki kebo Pengging.


Keempat orang tersebut terus berkomunikasi melalui gelombang energi tenaga dalam milik mereka dan pria yang duduk bersama dengan keempat orang tersebut sudah terlihat seperti orang bodoh karena tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di depan matanya saat itu.


"Bagaimana jika hal itu di ketahui oleh pasukan yang berjaga?". Tanya seorang dari ketiganya.


"Biarkan aku saja yang akan menanganinya, kalian tetap terus melanjutkan tujuan kalian". Ucapnya lagi.


"Hal itu akan lebih menyulitkan kita untuk menemukan pemuda tersebut". Ucap Ki Kebo Pengging.


"Aku merasa pemuda itu tidak akan merasa terusik jika hanya beberapa orang yang mencari dirinya. Dan pasti dirinya sendiri yang akan datang untuk mencari kita". Ucap pendekar yang baru bergabung tersebut.


"Kita akan memasuki kota tersebut melewati atas tembok kota satu per satu, sehingga jika salah satu dari kita bisa di ketahui oleh pasukan yang berjaga, tiga orang lainnya akan dengan mudah untuk melanjutkan rencana tersebut". Ucapnya lagi.


"Rencana pendekar masuk di akal juga, bagaimana menurut Kisanak?". Tanya salah satu dari dua orang pendekar yang datang bersama - sama.


"MenurutKu hal itu bisa untuk kita coba, sebab jika mendengar begitu ketatnya pemeriksaan yang di lakukan saat memasuki gerbang kota, kita pasti juga akan mendapatkan kesulitan untuk memasuki kota tersebut". Ucap Ki Kebo Pengging menanggapi rencana pendekar yang baru saja bergabung itu.


"Kapan kita akan melakukannya?". Tanya Ki Kebo Pengging.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita melakukannya malam ini?". Usul pendekar yang baru saja bergabung.


Akhirnya keempat pendekar itu pun pergi meninggalkan kedai tersebut saat sudah selesai mencicipi hidangan yang mereka pesan.


Sedangkan pria yang awalnya duduk bersama dengan Ki Kebo Pengging merasa tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan serta yang baru saja terjadi di depan matanya, sebab setelah tiga orang pendekar itu mendekati Ki Kebo Pengging, dirinya sudah terabaikan dan tidak di anggap lagi walau pun sedang duduk berhadapan dengan keempat orang itu.


Keempat orang pendekar tersebut menghindari pemeriksaan di perbatasan propinsi Linzi dan propinsi Jibei dan terus menuju ke arah tembok kota Laoling melalui hutan.


Mereka melesat dari atas pohon satu ke pohon yang lain dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.


Setelah hari sudah hampir malam, mereka kini sudah berada di dekat tembok kota.


Keempatnya tetap menjaga posisi keberadaan mereka agar tidak di ketahui oleh pasukan yang berjaga.


Mereka beristirahat terlebih dahulu untuk mengembalikan stamina dan energi tenaga dalam mereka masing - masing.


Saat tengah malam, terlihat aktivitas di atas tembok kota sudah mulai lengang, ke empat pendekar tersebut kini sedang berdiri di atas dahan pohon sambil mengawasi pergerakan setiap prajurit yang berjaga atau pun prajurit yang berpatroli.


Setelah merasa benar - benar aman, Ki Kebo Pengging langsung melesat ke udara untuk melewati tembok kota itu dan kemudian di ikuti oleh tiga orang lainnya.


Keempat pendekar tersebut langsung bisa melewati tembok kota itu tanpa di ketahui oleh pasukan yang berjaga.


Keempatnya masuk secara terpisah, hal itu di lakukan agar supaya, jika salah satu dari mereka dapat di ketahui pergerakannya, maka tiga orang lainnya akan tetap bisa dengan bebas untuk melanjutkan tujuan mereka.


Malam itu di atas atap bangunan megah dan tinggi yang berada di kota Laoling, terlihat ada empat bayangan yang sedang melesat ke arah Utara Timur Laut menuju ke sekte Bambu Kuning.


Tanpa mereka ketahui, pergerakan mereka telah sedang di awasi oleh dua orang pendekar suci dan empat orang pendekar raja tingkat puncak.


Para pendekar dari sekte Bambu Kuning tidak menghalangi pergerakan ke empat orang tersebut.


Salah satu pendekar yang sedang mengawasi mereka adalah leluhur Guang Zhi.


Pria tua itu kini sebagai pendekar suci yang sudah membuka gerbang Kelima, yaitu Gerbang kematian, sehingga pergerakan keempat pendekar yang sedang melakukan penyusupan itu bisa di ketahuinya serta sudah di beritahukan kepada para petinggi sekte Bambu Kuning dan juga kepada Ma Guang.


Para petinggi sekte Bambu Kuning dan juga Ma Guang yang menerima informasi itu langsung bersiap untuk menyambut kedatangan empat pendekar tersebut.


Hal yang mereka pikirkan adalah kemampuan ke empat pendekar itu, yang tentunya adalah pendekar yang memiliki kemampuan tingkat tinggi.

__ADS_1


Leluhur dan kelima orang lainnya tetap mengikuti ke empat pendekar tersebut dari jarak yang jauh, sehingga persepsi dari ke empat pendekar itu tidak bisa mengetahui jika mereka sedang di ikuti.


~Bersambung~


__ADS_2