
Setelah keesokan harinya, Yuan Jiali datang untuk menggantikan Ma Guang dalam mengawasi sang putri.
Ma Guang pun langsung bergegas untuk menuju ke kediaman gurunya Su Tian.
"Guang'er...!!! Ada hal apa sehingga membuatMu datang kesini saat hari masih sangat pagi seperti ini?". Tanya Su Tian yang merasa heran dengan kedatangan Ma Guang.
"Begini guru, memang ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan guru saat ini". Ujar Ma Guang.
"Hal penting apa itu?". Tanya Su Tian yang masih penasaran dengan apa yang Ma Guang maksudkan.
"Guru! Aku ingin mempelajari juga ilmu pengobatan dan ilmu alkemis, apakah guru mau untuk mengajariKu?". Tanya Ma Guang.
Su Tian langsung tertawa setelah mendengar perkataan muridnya itu.
"Guang'er! Jika kamu menginginkan hal itu, guru akan dengan senang hati untuk mengajariMu, apa lagi kemampuan ilmu bela diriMu sudah seperti sekarang ini, hal itu tidak akan terlalu sulit untuk kau pelajari... kemungkinan tersulitnya adalah membuat sebuah pil". Su Tian menjelaskan kepada Ma Guang.
"Tingkatan pil sendiri terletak pada hasil pencapaian yang kita buat serta bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan pil tersebut".
"Pil dapat di nilai kualitasnya dengan hanya melihat warnanya serta menghirup aroma spiritualnya saja".
"Pil yang berwarna dasar bahan untuk pembuatannya adalah pil tingkat dasar, dan pil ini hanya di buat dari tanaman - tanaman herbal saja, sehingga sangat cepat untuk larut di dalam tubuh kita".
"Pil yang berwarna perak adalah pil dengan kualitas tingkat menengah, dan cara pembuatannya pun sangatlah sulit bagi seorang alkemis yang belum bisa melakukan perubahan energi tenaga dalam miliknya. Apa lagi bagi seorang yang tidak memiliki energi dasar unsur api. Sebab pembuatan pil ini dengan cara di bakar oleh energi api yang di hasilkan oleh tenaga dalam milik alkemis tersebut. Hal itu karena bahan - bahan yang di gunakan adalah perpaduan antara tumbuhan herbal yang sangat berkhasiat dan juga batu permata yang memiliki kekuatan spiritual yang tentunya sangat keras untuk di lebur agar bisa menyatu dengan ramuan atau bahan - bahan yang lain. Dan jika prosesnya berjalan dengan baik serta tingkat kesempurnaannya mencapai 100 % keberhasilannya, maka pil tersebut akan berwana emas dan menjadi pil dengan kwalitas tingkat tinggi". Tutup Su Tian menjelaskan hal yang terpenting tentang pembuatan pil.
Su Tian pun mulai menjelaskan teknik - teknik dasar dalam pembuatan sebuah pil.
Setelah Ma Guang mulai memahami teknik tersebut, Su Tian kemudian menyuruhnya untuk mempraktekkan apa yang telah di pahaminya tersebut dengan ramuan - ramuan obat tingkat biasa.
Ma Guang pun mencoba untuk melakukan apa yang di ajarkan oleh Su Tian.
Beberapa kali Ma Guang melakukan percobaan, tetapi hasilnya masih saja mengecewakan.
Setelah sepanjang hari Ma Guang melakukan hal tersebut, dirinya langsung bisa untuk membuat beberapa pil tingkat rendah.
Hal itu di karenakan dirinya sudah bisa menguasai perubahan bentuk energi tenaga dalam miliknya.
Akhirnya pemuda itu kembali ke kediamannya dengan penuh kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya.
"Ternyata latihanKu hari ini untuk membuat sebuah pil sangat menguras energi tenaga dalam milikKu juga". Gumam Ma Guang sambil berjalan menuju ke kediamannya.
__ADS_1
Setelah tiba di kediaman miliknya, pemuda itu langsung membersihkan tubuhnya, mengganti pakaiannya, mengisi perutnya yang keroncongan dan langsung kembali menuju ke tempat dimana putri bermeditasi untuk menggantikan Yuan Jiali.
"Nano Yuan! Anda sudah bisa untuk kembali ke kediamanMu". Ucap Ma Guang.
Gadis itu pun tidak bisa untuk membatahnya, dia pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke kediaman miliknya.
Ma Guang pun tidak henti - hentinya mempelajari teknik - tenik yang di ajarkan oleh gurunya Su Tian dalam pembuatan pil.
Segala dedaunan yang berada di dekatnya menjadi objek percobaan untuk membuat sebuah pil, walau pun dedaunan itu tidak memiliki khasiat.
Kini Ma Guang sudah bisa dengan mudah untuk membuat sebuah pil tingkat dasar dengan tingkat keberhasilan yang sangat sempurna.
Akhirnya pemuda itu mulai membuat sebuah bola dari unsur udara di sekitarnya.
"Teknik pembuatan pil ini sama halnya dengan teknik untuk mengumpulkan energi alam di sekitar untuk menghasilkan suatu serangan yang kuat terhadap lawan, aku semakin tertarik untuk mendalami ilmu alkimia ini". Gumam Ma Guang dalam hatinya.
"Dan jika membutuhkan unsur api untuk membuat pil dengan kwalitas tingkat tinggi, aku harus kembali bertemu dengan leluhur Guang Zhi untuk meminta petunjuk darinya agar aku bisa menguasai unsur api yang ada di dalam tubuhKu". Gumam Ma Guang lagi.
Malam itu pun telah berakhir dan di gantikan dengan cahaya sinar mentari yang menyinari bumi.
Yuan Jiali pun datang ke tempat itu untuk menggantikan Ma Guang.
Keduanya tidak banyak berkomunikasi saat bertemu.
"Pasti ada hal penting yang sedang dia pikirkan sehingga saat bertemu denganKu, dia seperti tidak menyadari akan kedatanganKu". Gumam Yuan Jiali.
"Dasar pecandu ilmu bela diri, jika sedang fokus pasti tidak memperhatikan orang lain yang berada di sampingnya". Tutup gadis itu.
"Apa yang kamu katakan? Pecandu ilmu bela diri?". Ujar Ma Guang yang membuat Yuan Jiali tersentak.
"Oh, aku pikir di saat kamu sedang fokus dengan hal yang lain, kamu tidak bisa mendengarkan kata hatiku". Ujar Yuan Jiali sambil tersenyum sinis dan membalikkan tubuhnya.
"KemampuanKu sudah berada di puncak pendekar Suci, jadi mana mungkin aku bisa melewatkan kata hatiMu yang seperti berteriak dengan penuh kebencian itu". Ujar Ma Guang seraya meledek gadis tersebut.
"Apa kamu bilang? Kamu belum merasakan di hajar seorang gadis yah?". Ujar Yuan Jiali dengan nada ketus.
"Sssssstttt...jangan keras - keras, nanti suaraMu itu akan memecahkan konsentrasi dari tuan putri". Ucap Ma Guang sambil berbisik kepada Yuan Jiali.
Mendengar perkataan Ma Guang, gadis itu pun langsung terdiam seketika karena baru menyadari apa yang di lakukannya tersebut bisa merusak meditasi yang di lakukan oleh putri Zhou Lu Yun.
__ADS_1
"Kalau begitu aku pergi dulu yah!? Dag...!!!". Ucap Ma Guang yang sedikit usil.
"Sialan! Dia tidak memikirkan hati seorang gadis yang menyukai dirinya, seakan diriKu ini tidak ada artinya bagi dirinya". Gumam Yuan Jiali yang mulai merasa kecewa dengan sikap serta tingkah Ma Guang.
Pemuda itu pun sudah berada jauh dari tempat dimana Yuan Jiali berada, namun dirinya masih bisa mendengarkan apa yang di katakan gadis tersebut.
"Aku juga merasa pusing untuk memikirkan hati seorang wanita, jika apa yang mereka inginkan, hal itu harus mereka miliki...apakah itu yang namanya cinta!? MenurutKu itu bukan cinta namanya, tetapi itu bisa di kategorikan sebagai ambisi". Gumam Ma Guang sambil terus bergerak untuk menuju ke kediaman gurunya Su Tian.
Pemuda itu pun mulai menunjukkan kemahirannya dalam membuat pil tingkat rendah.
Setelah Su Tian melihatnya, pria paruh baya itu langsung merasa senang dengan pencapaian yang di capai oleh muridnya.
Akhirnya Ma Guang di berikan resep setiap obat - obatan yang ingin di pelajarinya yaitu, penawar racun, luka dalam, luka luar, serta pil untuk meningkatkan kultivasi bagi seorang pendekar.
Namun ada hal yang belum bisa di buat oleh Ma Guang, yaitu pil untuk meningkatkan kultivasi.
Sebab teknik tersebut harus menggunakan energi unsur api yang sangat kuat, sehingga bisa menghasilkan pil dengan kwalitas tingkat tinggi, yaitu pil yang berwana emas.
Ma Guang pun menanyakan teknik tersebut kepada Su Tian.
Pria paruh baya itu kemudian memberitahukan bagaimana caranya untuk melakukan hal itu.
"Baiklah guru, kalau itu yang di butuhkan, aku akan berlatih terlebih dahulu untuk bisa menguasai unsur api yang aku miliki". Ucap Ma Guang.
Ma Guang pun pergi dari kediaman Su Tian.
Pemuda itu berjalan menuju ke wilayah terlarang dimana tempat leluhur Guang Zhi berada.
Setelah tiba di tempat dimana leluhur Guang Zhi berada, pemuda itu langsung memanggil leluhur tersebut.
Leluhur Guang Zhi langsung datang untuk menyambutnya.
"Ada hal apa yang ingin pelindung sekte bicarakan denganKu". Tanya Guang Zhi.
"Aku datang kesini untuk kembali mempelajari serta untuk menguasai energi api milikKu". Ujar Ma Guang.
"Oh, jadi kamu masih mengingat teknik yang pernah aku ajarkan kepadaMu?". Tanya Guang Zhi.
"Iya leluhur, aku ingin mempelajari hal itu". Jawab Ma Guang.
__ADS_1
"Baiklah! Ayo kita mulai berlatih". Ucap Guang Zhi.
~Bersambung~