
"Patriak Liao Chun! Bagaimana kita akan menjelaskan masalah ini kepada mereka?." Tanya Zou Kun patriak sekte Hua San.
"Pendekar Ma! MenurutMu bagaimana dengan kompetisi ini? Apakah harus di batalkan?." Tanya patriak Liao Chun.
"MenurutKu kompetisi ini memang harus di batalkan, mengingat apa yang baru saja menimpa kita semalam, tentunya itu telah membuat kekuatan para leluhur, para patriak, para tetua dan juga para murid yang ada dalam keadaan terkuras, sehingga kita tidak bisa secara optimal untuk dapat mengawasi keamanan saat kompetisi di langsungkan!." Tutur Ma Guang.
"Bagaimana menurut para patriak?." Tanya Liao Chun.
"MenurutKu, apa yang di katakan oleh pendekar Ma adalah hal yang saat ini kita semua rasakan, sehingga ada baiknya kita mengikuti saja apa yang baru saja pendekar Ma katakan itu!." Ujar Zou Kun.
"Kamu kembalilah dan katakan kepada para bangsawan untuk menunggu kedatangan kami agar bisa menyambut mereka!." Tutur patriak Liao Chun.
Murid tersebut langsung pergi menuju ke pintu masuk wilayah sekte untuk menyampaikan apa yang telah di katakan oleh patriak Liao Chun.
Saat tiba di pintu masuk, murid itu langsung berkata.
"Para undangan sekalian, patriak Liao Chun bersama patriak yang lain akan datang untuk menyambut kalian semua! Oleh karena itu, mohon untuk bersabar sejenak!." Tutur murid yang baru saja menemui para patriak.
"Baiklah! Kami akan tetap menunggu penyambutan patriak kalian seperti apa yang kamu katakan!." Tutur seorang bangsawan yang menjadi kaki tangan para pendekar aliran hitam.
"Sepertinya ada sesuatu yang baru saja terjadi di sekte ini! Sebab aku melihat para murid yang berada di dalam kini sedang membersihkan puing - puing bangunan yang baru saja hancur!." Tutur seorang pria yang saat itu dalam penyamaran kepada pria tua lainnya melalui kekuatan spiritualnya.
"Apakah kita langsung menyerang mereka saja?." Tanya seorang pria paruh baya lainnya melalui kekuatan spiritual.
"Sepertinya kita tidak boleh bertindak gegabah, sebab kita belum mengetahui dengan jelas situasinya!." Balas seorang pria paruh baya lainnya.
"Apa yang ketua Xing Yang katakan ada benarnya juga! Jadi kita masuk dahulu dan melihat situasi yang ada!." Sambung Dongsi ketua sekte Iblis Darah.
"Baiklah jika itu yang ketua Dongsi inginkan! Sebab saat ini aku sudah tidak sabar lagi untuk menghabisi para pendekar aliran putih ini!." Ucap seorang pria tua.
"Sebaiknya kita harus lebih cerdik lagi untuk melakukan suatu hal agar bisa meraih kemenangan! Karena kekuatan para pendekar aliran putih terkadang tidak bisa kita duga! Karena kami juga pernah mengalami kekalahan saat melakukan penyerangan kepada mereka waktu lalu!." Tutur seorang pria sepuh yang terlihat sudah berusia diatas delapan puluh tahun namun sebenarnya sudah memiliki usia dua ratus tahun lebih.
Pria sepuh itu adalah salah seorang pendekar raja dewa tingkat puncak sebagai leluhur sekte Kura - Kura Api.
Mereka terus berkomunikasi melalui kekuatan spiritual mereka agar tidak di dengar atau di ketahui oleh para murid yang berjaga.
Namun tanpa mereka sadari, beberapa di antara para murid yang berjaga itu terdapat empat prajurit naga yang dirubah wujudnya menjadi manusia.
Keempatnya bisa menghadapi empat orang pendekar raja dewa juga.
__ADS_1
Namun jumlah para pendekar raja dewa ada sekitar seratus lima puluh orang, sehingga kekuatan tersebut bukanlah kekuatan yang bisa di anggap remeh.
Tetapi ada yang berbeda dengan kekuatan itu, mereka lebih lemah dari penyerang sebelumnya, sebab kekuatan sebelumnya memiliki formasi pelindung khas lima ras surgawi.
Sedangkan para pendekar aliran hitam ini hanya memiliki perisai energi yang berasal dari energi Qi mereka sendiri, sangat mudah untuk bisa di hancurkan oleh para ras naga.
Namun jumlah pasukan naga surgawi yang bisa bertarung saat ini hanya tersisa lima puluh tujuh saja, itu juga sudah di hitung dengan Long Wang dan juga Jiangjun.
Sedangkan dua puluh lima lainnya kini sedang terluka dan sedang di rawat.
Walau pun kekuatan tersebut di tambah dengan tiga orang leluhur yang sudah berada di tingkat pendekar kaisar dewa serta ada dua puluh pendekar raja dewa, namun kekuatan itu belum cukup untuk mengimbangi kekuatan para pendekar aliran hitam yang datang.
Setelah mereka selesai membahas tentang kompetisi tersebut, akhirnya patriak Liao Chun langsung berkata.
"Kalau begitu, lebih baik kita menyambut saja kedatangan para bangsawan yang mendapatkan undangan tersebut!." Tutur patriak sambil berdiri dan melangkah untuk menyambut kedatangan para bangsawan tersebut.
Langkah patriak Liao Chun langsung di ikuti oleh para patriak lainnya.
Mereka pun membiarkan Ma Guang berjalan di samping patriak Liao Chun di depan.
Sedangkan para leluhur hanya mengawasi dari area terlarang sekte.
Hal itu di karenakan mereka bisa merasakan pergerakan para pendekar aliran hitam yang menuju ke sekte Bulan Perak.
Sehingga pemimpin mereka memutuskan untuk mengawasi pergerakan para pendekar tersebut.
Seekor Kilin Api dengan sabar tetap memperhatikan pergerakan mereka.
Namun seorang leluhur pendekar kaisar dewa mampu mengetahui keberadaan makhluk tersebut.
"Sialan! Ternyata saat ini kita sedang di awasi oleh seekor makhluk kuno!." Tutur pria paruh baya itu kepada yang lain lewat kekuatan spiritualnya.
"Apa? Kita sedang di awasi?." Tanya seorang pria tua juga.
"Iya! Dan sepertinya kekuatan makhluk ini setara dengan pendekar kaisar dewa!." Tutur pria tua itu lagi.
"Dimana posisi makhluk itu?." Tanya seorang leluhur.
Leluhur yang mengetahui keberadaan Kilin Api itu langsung memberitahukan keberadaan makhluk itu.
__ADS_1
"Apakah dia hanya sendiri ataukah masih banyak lagi kawanannya?." Tanya seorang leluhur.
"Sepertinya dia hanyalah utusan untuk mengawasi kita, sehingga kita kini dalam situasi yang tidak menguntungkan jika melakukan penyerangan!." Tutur seorang leluhur.
"Kita harus mengingatkan para patriak untuk tidak bertindak gegabah!."
Mereka pun langsung memberitahukan kepada patriak mereka masing - masing agar tidak bertindak sembarangan, sebab apa yang mereka ketahui itu, bisa membuat mereka untuk menyesali akan perbuatan mereka.
Setelah mengetahui, para patriak langsung mengurungkan niat mereka untuk langsung menyinggung para patriak dari sekte aliran putih yang akan menyambut mereka.
Saat rombongan patriak Liao Chun tiba di pintu masuk sekte, pria tua itu langsung berkata.
"Tuan - tuan, mohon maaf atas sambutan kami yang tidak ramah kepada tuan - tuan sekalian!." Tutur patriak Liao Chun sambil menangkupkan tangannya.
"Patriak Liao, jangan terlalu sungkan seperti itu! Dengan anda yang datang sendiri menyambut kami, itu sudah menjadi suatu kehormatan bagi kami!." Balas seorang kepala keluarga bangsawan sambil tersenyum dan menangkupkan tangannya.
Bangsawan itu seperti memberikan isyarat dengan tatapan matanya kepada patriak Liao Chun, begitu juga dengan tatapan para bangsawan yang lain.
Situasi itu langsung membuat patriak Liao Chun dan yang lain langsung merasa ada yang aneh dengan tingkah para bangsawan yang mereka undang tersebut.
"Sepertinya ada sesuatu yang ganjal yang di tunjukkan oleh para kepala keluarga bangsawan ini!." Tutur Ma Guang menyampaikan kepada patriak Liao Chun melalui kekuatan spiritualnya.
Mereka masih tetap bertingkah seperti biasa walau pun mereka sudah mengetahui hal tersebut.
"Tuan - tuan! Jika kalian berkenan, ayo kita masuk dahulu ke dalam sekte Bulan Perak dan mohon maaf jika pemandangan di wilayah sekte kami ini tidak sesuai dengan harapan tuan - tuan sekalian!." Tutur Liao Chun menawarkan sambil mempersilahkan mereka untuk masuk.
Para bangsawan itu pun langsung memasuki area wilayah sekte Bulan Perak dengan para pendekar aliran hitam yang berada di belakang mereka.
Patriak sekte Hua San tidak mengenali ketua Organisasi Mawar Surgawi Xing Yang.
Sebab pria tua itu kini sedang menyamar sebagai bawahan salah satu bangsawan dan berada di tengah - tengah rombongan tersebut.
Sama halnya dengan para ketua sekte aliran hitam lainnya, mereka semua tidak ingin menarik perhatian para patriak dari sekte aliran putih.
Kini para pendekar aliran hitam sudah memasuki area sekte Bulan Perak, sehingga mereka dapat melihat sisa - sisa pertempuran besar yang baru saja terjadi di dalam wilayah sekte tersebut.
"Ternyata dugaanKu memang benar! Sekte ini baru saja di serang! Namun jika di lihat, pertempuaran ini baru saja terjadi, karena ada begitu banyak noda darah yang terlihat masih baru di beberapa tempat!." Tutur ketua sekte Kura - Kura Api Lan Xang.
"Benar ketua Lan! Tetapi sepertinya ada begitu banyak aura makhluk surgawi yang bisa aku rasakan!." Balas Dongsi.
__ADS_1
~Bersambung~