Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 310. Kembali Ke Benua Utara


__ADS_3

Shi Tiao yang kini sudah bisa menetralkan kembali energi kekuatan yang baru saja dia miliki langsung berterima kasih kepada Ma Guang dan juga Long Wang.


"Terima kasih penguasa! Terima kasih Yang Mulia Raja!." Ucap Shi Tiao.


Ma Guang pun langsung merubah tubuh Shi Tiao menjadi wujud manusia.


Dan sangat mencengangkan, ternyata wujud Shi Tiao sudah bisa berubah dan terlihat seperti manusia pada umumnya.


"Terima kasih penguasa! Terima kasih penguasa! Terima kasih penguasa!." Ucap Shi Tiao karena merasa sangat senang dengan wujud barunya tersebut.


Wujud itu bisa membuat dirinya bebas untuk berada di dunia manusia.


Sebelum mereka keluar dari dunia Kilin Api, Ma Guang juga memberikan kepada Jiangjun dan juga kepada Long Wang inti jiwa serta batu permata milik Kilin Api agar di serap oleh keduanya.


Setelah menyerap inti jiwa dan batu permata dari kilin api, mereka pun langsung keluar dari dunia kecil tersebut.


Jingjun dan juga Long Wang tetap mempertahankan wujud sejati mereka.


Sedangkan para pasukan kilin api kini di perintahkan untuk memperbaiki istana kilin api yang kini sudah hancur.


Saat mereka masih berada di dalam ruang waktu, kekuatan Long Wang dan juga Jiangjun langsung menurun.


Kekecewaan mulai muncul di dalam hati serta pikiran keduanya.


Namun saat sudah melihat cahaya yang adalah pintu keluar di dunia manusia, penurunan kekuatan Long Wang langsung terhenti.


Sedangkan untuk Jiangjun sendiri tingkat kekuatannya masih terus menurun.


Akhirnya mereka pun kini sudah berada di dunia manusia.


Wajah Long Wang langsung terlihat seperti bahagia dengan apa yang dia rasakan.


Karena kekuatannya saat itu kini sudah setara dengan kekuatan dewa bumi awal.


Sedangkan Jiangjun sendiri, kekuatannya kini sudah setara dengan pendekar kaisar dewa.


"Penguasa! Ternyata apa yang penguasa pikirkan sangat efektif! Saat ini aku merasa kekuatanKu sudah setara dengan kekuatan dewa bumi awal!." Tutur Long Wang.


"Baguslah kalau begitu! Bagaimana denganMu jenderal Jiangjun?." Tutur Ma Guang menanggapi apa yang Long Wang sampaikan serta langsung bertanya kepada Jiangjun.


"Penguasa! Saat ini kekuatanKu sudah setara dengan kekuatan seorang pendekar kaisar dewa puncak!." Jawab Jiangjun senang.


"Ternyata pengaruh inti jiwa dan batu permata serta darah murni dari ras kalian sangat membantu para ras makhluk surgawi!." Ucap Ma Guang.


"Shi Tiao! Aku berharap hal ini di rahasiakan sebaik mungkin! Agar supaya kalian tidak menjadi buruan para ras makhluk surgawi lainnya!." Lanjut Ma Guang lagi mengingatkan kepada raja Kilin Api.


"Baik penguasa! Aku akan menjaga rahasia ini dengan nyawaku!." Tutur Shi Tiao sambil menangkupkan tangannya.

__ADS_1


"Baiklah! Kalau begitu, saat ini hal itu juga akan di lakukan oleh Jiangjun dan juga jenderal Shi Kang!." Ucap Ma Guang.


Jenderal Shi Kang langsung merasa senang dengan apa yang baru saja di sampaikan oleh Ma Guang.


Begitu juga dengan Jiangjun, naga itu sangat merindukan kekuatannya walau pun hal tersebut tidak bisa mengembalikan kekuatan sejatinya yang setara dengan kekuatan dewa surgawi awal.


"Sedangkan untuk jenderal Shi Lauw! GiliranMu pasti tidak lama lagi!." Tutur Ma Guang.


"Terima kasih penguasa!." Ucap Shi Lauw.


Ma Guang pun langsung mengajak mereka untuk kembali memasuki dunia kecil milik Kilin Api untuk melakukan hal tersebut.


Setelah kembali memasuki dunia kilin api mereka pun langsung memilih salah satu tempat yang menurut Ma Guang sangat cocok untuk melakukan hal tersebut.


Area tersebut langsung di selimuti oleh formasi pelindung yang di ciptakan oleh Ma Guang.


Setelah siap, Jiangjun dan juga Shi Kang langsung melakukan apa yang di lakukan sebelumnya oleh Long Wang dan juga Shi Tiao.


Ledakan besar pun kembali terjadi, namun ledakan tersebut lebih kecil dari ledakan yang terjadi pada diri Shi Tiao.


Kini energi kekuatan dewa biasa menengah langsung merembes keluar dari tubuh Shi Kang.


Sedangkan untuk Jiangjun, mereka belum mengetahui sekuat apa dirinya jika berada di dunia manusia.


Akhirnya mereka kembali keluar dari dunia kecil itu.


Saat sudah berada di dunia manusia, kekuatan Jiangjun kini setara dengan kekuatan dewa biasa puncak.


Mereka pun langsung berpamitan dengan Shi Tiao untuk kembali ke sekte Bulan Perak.


Ma Guang langsung menunggangi tubuh Shi Lauw dan melesat lebih cepat dari biasanya.


Ketiganya dengan mudah menyamai kecepatan terbang Kilin Api yang di tunggangi Ma Guang tersebut.


Setelah tiba di sekte Bulan Perak, Ma Guang langsung menuju ke kediaman yang dia tempati.


Saat pria itu sampai di kediamannya, Bing Bihai sedang berada di dalam kediamannya itu sambil menunggu kedatangannya.


Wanita itu langsung berdiri dan menyambut kedatangan Ma Guang.


"Pendekar Ma! Dari mana saja kalian?." Tanya Bing Bihai.


"Aku baru saja pergi mengunjungi para Kilin Api untuk memerintahkan mereka agar mengawasi setiap pergerakan para pendekar aliran hitam!." Jawab Ma Guang.


"Kenapa kamu tidak mengajakKu?." Tanya Bing Bihai lagi.


"Aku pikir nona Bing sedang sibuk, sehingga aku tidak ingin untuk mengganggu!." Jawab Ma Guang lagi.

__ADS_1


"Nona Bing! Saat ini kita akan bersiap untuk kembali ke benua utara! Jadi aku berharap nona Bing memberitahukan juga kepada patriak Bing serta kedua murid untuk segera berkemas!." Tutur Ma Guang merubah topik pembicaraan.


Bing Bihai terdiam sejenak dan akhirnya berkata.


"Baiklah! Aku pamit undur diri dulu!." Tutur Bing Bihai sambil melangkah keluar dari kediaman tersebut.


Ma Guang pun langsung memberitahukan juga kepada patriak serta pendekar lainnya.


Long Wang juga melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh Ma Guang.


Semuanya langsung berkumpul di alun - alun aula sekte Bulan Perak untuk berpamitan dengan patriak Liao Chun, para leluhur serta para tetua sekte tersebut.


Setelah semuanya telah terkumpul, Ma Guang dan tiga orang pengawalnya, patriak Yao Han, tiga Su bersaudara, Duan Jun, Yuan Gao, tetua Fei Yu serta para patriak sekte yang berasal dari benua utara langsung berdiri di posisi paling depan dan berpamitan dengan patriak Liao Chun serta para leluhur dan juga semua petinggi sekte Bulan Perak.


Setelah berpamitan, akhirnya rombongan Ma Guang langsung meninggalkan sekte tersebut.


Ma Guang sendiri kini melakukan perjalanan dengan menunggangi tubuh Shi Lauw.


Sedangkan para jenius muda langsung di selimuti formasi pelindung yang di ciptakan oleh Ma Guang agar mereka bisa melakukan perjalanan dengan cepat.


Perjalanan mereka tidak memiliki hambatan sedikit pun.


Saat sudah berada di pantai untuk menyeberangi samudera luas untuk bisa tiba di benua utara, Ma Guang langsung memerintahkan tujuh puluh lima pasukan naga untuk merubah wujud mereka agar bisa di tunggangi oleh para patriak dan juga para murid yang bersama dengan mereka saat itu.


Hal itu agar perjalanan mereka untuk mengarungi sambudera kabut beracun tersebut akan berjalan lancar dan bisa tiba di benua utara secepatnya.


Mereka pun akhirnya melewati wilayah kabut beracun dan memasuki wilayah benua utara.


Semuanya langsung turun dari tubuh para pasukan naga.


Ma Guang langsung merubah kembali wujud pasukan naga untuk menjadi manusia lagi.


Hal itu agar supaya tidak membuat kegemparan di benua tersebut.


Setelah selesai, Ma Guang juga langsung menonaktifkan formasi pelindung yang menyelimuti para murid.


Setelah itu, akhirnya mereka akan berpisah untuk kembali ke sekte mereka masing - masing.


Sebelum berpisah, Ma Guang langsung memberikan sumber daya tingkat tinggi kepada Hong Jianan.


Remaja itu langsung merasa sangat senang dengan pemberian tersebut.


Hong Jianan berpikir, walau pun Ma Guang selalu bersikap dingin kepadaNya, akan tetapi kakak satu ibunya itu tetap memperhatikan peningkatan kultivasinya.


Akhirnya mereka pun berpisah.


"Patriak! Jian'er! Berhati - hatilah! Jaga diri kalian!." Tutur Ma Guang sebelum berpisah.

__ADS_1


Keduanya pun langsung menanggapi perkataan Ma Guang dengan sikap hormat sambil menangkupkan kedua tangan mereka.


~Bersambung~


__ADS_2