Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 363. Yangkey Dikota Qiantong


__ADS_3

Mendengar perkataan sahabatnya itu, patriak yao Han pun mulai menjelaskan situasi yang saat ini sedang terjadi di wilayah kekaisaran Zhou.


"Patriak Yangkey! Memang permasalahan itu adalah salah satu pemicu sehingga sekte Bambu Kuning kini sudah berdiri sendiri dan tidak tergabung di dalam sekte Naga Surgawi!."


"Hal itu karena, situasi yang saat ini terjadi di wilayah kekaisaran Zhou! Dan semuanya itu juga berkaitan dengan putri Zhou Lu Yun yang adalah istri dari pelindung Ma!."


"Sehingga jika patriak ingin membicarakan hal itu dengan pelindung Ma! Itu sangat tepat!."


"Tetapi sangat di sayangkan, karena waktunya yang kurang tepat!."


Tutur Patriak Yao Han memberitahukan kepada sahabatnya.


Mendengar perkataan patriak Yao Han, Yangkey pun hanya bisa pasrah dengan situasi tersebut.


"Patriak Yao! Sepertinya aku tidak memiliki peluang untuk mencegah agar kekaisaran Qiang tidak di serang oleh pasukan kekaisaran Zhou!." Ucap Yangkey.


"MenurutKu, hal itu tidak juga seperti apa yang patriak Yangkey pikirkan!."


"Sebab menurut informasi yang kami terima, pertempuran yang terjadi baru - baru ini antara pasukan kekaisaran Zhou dan juga pasukan kekaisaran Yue Wu, tidak di ketahui siapa pemenangnya!."


"Akan tetapi kerugian terbesar telah di alami oleh pihak kekaisaran Zhou!."


"Sebab sebagian besar pasukan Api Angin terdengar kabar telah gugur di dalam pertempuran tersebut!."


"Sehingga menurutKu! Penyerangan ke wilayah kekaisaran Qiang tidak akan terjadi dalam waktu singkat!."


Patriak Yao Han terus menyampaikan tanggapannya terhadap perkataan yang di ucapkan oleh sahabatnya itu.


Hal itu karena pihaknya telah mendapatkan informasi dari hasil pertempuran kedua kekaisaran yang baru saja terjadi.


"Apakah benar seperti itu?."


"Jika memang demikian, berarti aku akan tetap menunggu pendekar Ma hingga selesai berkultivasi untuk membicarakan hal tersebut!."


Perasaan patriak Yangkey menjadi lebih lega setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh patriak Yao Han.


Kini mereka pun mulai menikmati jamuan yang telah di sediakan oleh sekte Bambu Kuning.


Mereka pun terus melanjutkan perbincangan mereka.


"Patriak Yangkey! Karena patriak akan tetap menunggu pelindung sekte sampai selesai berkultivasi, ada baiknya patriak Yangkey tetap tinggal di sekteKu ini!." Ucap Yao Han menawarkan.

__ADS_1


"Terima kasih patriak Yao atas tawarannya!."


"Akan tetapi, karena aku baru kedua kalinya mengunjungi wilayah kekaisaran ini! Sepertinya aku ingin menikmati setiap pemandangan kota - kota yang berada di sekitar sekte ini!." Ujar Yangkey sambil tersenyum.


"Oh, jadi patriak Yangkey ingin menikmati pemandangan di setiap kota sekitar sekte!? Aku akan dengan senang hati untuk menemani patriak Yangkey!." Ujar Yao Han menanggapi perkataan Yangkey.


"Terima kasih patriak Yao sudah bersedia untuk menemaniKu!." Tutur Yangkey sambil menangkupkan tangannya.


Mereka pun kini sudah di temani oleh para petinggi sekte Bambu Kuning sambil menikmati daging bakar dan juga arak.


Setelah selesai, mereka pun diantarkan oleh patriak Yao Han ke salah satu bangunan yang memang di persiapkan untuk di tempati setiap tamu sekte yang datang.


Pertemuan malam itu pun dilewati dengan suasana yang penuh rasa kekeluargaan.


Keesokan harinya patriak Yangkey kini sudah bersiap untuk pergi kembali menuju ke kota yang semalam baru saja dia kunjungi.


Saat masih berada di kediaman yang mereka bertiga tempati, patriak Yao Han dan juga tetua Ying Zhao pun kini sudah tiba di kediaman itu untuk menjemput mereka bertiga.


Kedatangan kedua petinggi sekte Bambu Kuning tersebut langsung di sambut oleh patriak Yangkey.


Mereka pun duduk berbincang sesaat sebelum mereka pergi untuk menuju ke kota Qiantong.


Setelah semuanya siap, akhirnya mereka pun meninggalkan kediaman itu.


Setelah tiba di pintu keluar sekte Bambu Kuning, mereka segera melesat terbang untuk menuju ke kota Qiantong.


Lima pendekar itu pun mendarat tepat di depan pintu gerbang kota.


Komandan pasukan yang bertugas menjaga pintu gerbang tersebut segera bergegas untuk menyambut kedatangan ke lima pria tua yang baru saja tiba itu.


"Patriak Yao Han! Ayo, silahkan masuk!." Ucap sang komandan.


"Terima kasih komandan!." Balas patriak Yao Han.


Mereka berlima langsung memasuki kota Qiantong.


Mata ketiga petinggi sekte Tai Long langsung di suguhi dengan pemandangan keindahan kota itu.


Situasi di kota itu sangat berbeda dengan situasi di kota yang sebelumnya mereka bertiga singgahi.


Di kota Qiantong sendiri tidak tersentuh oleh para pendekar atau pun kelompok serta organisasi aliran hitam.

__ADS_1


Hal itu karena kota tersebut berada di bawah perlindungan sekte Bambu Kuning yang di ketahui memiliki kekuatan yang tidak bisa di singgung oleh kelompok atau sekte mana pun.


Karena peristiwa semalam sudah di ketahui juga oleh seluruh pasukan yang berada di kota Qiantong, sehingga kedatangan mereka berlima langsung di kabarkan kepada sang komandan yang menyergap patriak Yangkey semalam.


Sang komandan pun segera bergegas untuk menyambut kelompok tersebut untuk di layani mereka.


Setelah beberapa saat berjalan, mereka pun akhirnya bertemu dengan sang komandan semalam yang langsung menyambut mereka.


"Patriak Yao! Patriak Yangkey! Mari! Biar aku saja yang mengantarkan kalian!." Ucap sang komandan.


"Anda sekalian mau mengunjungi tempat yang mana? Biar aku yang mentratir kalian!." Tutur sang komandan menawarkan.


"Komandan Wa Jin tidak perlu terlalu sungkan seperti itu! Kami akan merasa tidak enak jika membuat komandan Wa Jin repot!." Tutur Patriak Yao Han.


"Oh, tidak patriak Yao! Aku tidak merasa di repotkan! Hitung - hitung ini adalah bayaran atas kesalahpahaman semalam yang telah aku lakukan!." Balas Wa Jin menanggapi perkataan patriak Yao Han.


"Kesalahpahaman? Apa yang telah terjadi semalam?." Patriak Yao Han terkejut dan langsung bertanya kepada komandan Wa Jin.


"Patriak Yao! Semua itu adalah murni kesalahanKu! Karena aku tidak mengetahui aturan yang berlaku di kota ini untuk tidak memasukinya lewat udara!." Sela patriak Yangkey menjelaskan.


"Apakah benar seperti itu kejadiannya?." Tanya patriak Yao Han.


"Iya patriak Yao! Seperti itulah kejadiannya! Namun semua itu sudah terselesaikan semalam!." Jawab Wa Jin menjelaskan.


"Untung saja pendekar muda Fei Chen mengenali patriak Yangkey! Sehingga urusannya tidak menjadi besar!."


"Oleh karena itu, pada kesempatan ini, aku ingin menjamu semuanya sebagai bentuk permintaan maafKu!."


Wa Jin menjelaskan alasannya mengapa ingin menemani mereka untuk menikmati keindahan kota Qiantong.


"Baiklah! Jika itu adalah kehendak komandan Wa Jin, kami akan dengan senang hati menerimanya!." Tutur patriak Yao Han sambil tersenyum dan menangkupkan tangannya.


"Terima kasih atas pengertian patriak Yao, karena telah menerima tawaranKu untuk menjadi penuntun didalam mau menikmati pemandangan di kota kami ini!." Ucap Wa Jin.


"Patriak Yao! Patriak Yangkey! Serta untuk semuanya! Bagaimana kalau kita terlebih dahulu mengunjungi restoran terbaik di kota ini sebelum kita melanjutkan untuk berkunjung ke tempat - tempat lain yang berada di kota ini!?." Tutur Wa Jin menawarkan.


"Jika tawarannya untuk makan, aku tidak akan pernah untuk menolaknya!." Ucap Yao Han.


"Ha...ha...ha...ha...ha! Benar patriak Yao! Aku juga tidak akan pernah menolak tawaran seperti itu! Sambung patriak Yangkey dengan tawa candanya.


Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan untuk menuju ketempat yang Wa Jin maksudkan tersebut.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2