
Kekuatan jiwa Ma Guang pun kini sudah pulih kembali. Pemuda itu kini sudah keluar dari tempatnya bermeditasi.
Ma Guang langsung berjalan menuju ke tempat dimana pasukannya berkumpul.
"Jenderal Ma! Bagaimana dengan keadaanMu!? Apakah sudah merasa baikan?". Tanya jenderal Fan Gui.
"Jenderal Fan! Maafkan saya karena tidak bisa menyambut kedatanganMu!". Ucap Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.
"Saat ini diriKu sudah pulih seperti biasanya, sehingga sudah siap juga untuk melakukan pertempuran lagi". Lanjut Ma Guang lagi.
"Baguslah kalau begitu! Sekarang kita tinggal menunggu perintah dari jenderal Ma untuk apa yang akan kita lakukan selanjutnya". Ucap Fan Gui.
"Apakah rencana ini sudah di sampaikan kepada jenderal Tian Ju dan juga pasukan dari propinsi Jiaoxi?". Tanya Ma Guang.
"Sudah jenderal Ma! Saya sudah mengutus dua orang prajurit kita untuk menyampaikannya". Ucap YoU Tao.
"Hal ini harus kita diskusikan kembali, karena pergerakan mata - mata kita sebelumnya bisa mereka ketahui. Dan aku tidak ingin hal ini terjadi untuk yang kedua kalinya". Ucap Ma Guang.
"Terus, strategi apa yang harus kita gunakan untuk kedepan?". Tanya Fan Gui.
"Kita harus membuat benteng pertahanan di tempat ini". Ucap Ma Guang.
"Apakah kita tidak akan menyerang kota Pingcheng?". Tanya You Tao.
"Kita akan menyerang mereka, tetapi menyerang pasokan untuk pertahanan militer mereka yang akan melewati jalur ini". Ucap Ma Guang.
"Bagaimana dengan rakyat yang berada di kota tersebut? Jika kehabisan perbekalan, pasti masyarakat yang akan menjadi korbannya". Ucap You Tao lagi.
"Biarkan mereka saling bermusuhan, agar terjadi keos di seluruh kota Pingcheng. Dan hal itu yang akan mempermudah pasukan kita untuk menyerang pasukan mereka". Ucap Ma Guang.
Jenderal Fan Gui hanya mendengarkan apa yang kedua orang yang berbicara di depannya.
"Aku setuju dengan rencana yang jenderal Ma pikirkan itu". Ucap Fan Gui.
"Begini saja! Jenderal Fan Gui yang akan bertanggung jawab untuk terus mengawasi pergerakan pasukan musuh atau pun rakyat kota Pingchen yang akan melewati jalur mana pun yang bisa pergi untuk mengarah ke kota Pingcheng. Sedangkan aku bersama dengan pasukanKu, akan tetap bergerak menuju ke wilayah yang di pertahankan oleh pasukan kita dari propinsi Langya". Ucap Ma Guang.
"Kapan pasukan jenderal Ma akan berangkat?". Tanya Fan Gui.
__ADS_1
"Kami akan membantu terlebih dahulu untuk membuat benteng pertahanan untuk pasukan jenderal Fan Gui di tempat ini. Barulah kami akan berangkat". Ucap Ma Guang.
Ma Guang langsung memilih empat orang prajurit yang di pimpinnya dan mengutus mereka untuk menyampaikan rencana yang Ma Guang pikirkan. Jadi jika jenderal Tian Ju ingin melakukan penyerangan ke kota Pingcheng, harus di lakukan dengan strategi yang jitu untuk melemahkan pertahanan mereka.
Seluruh pasukan yang di percayakannya terus melakukan pengawasan di setiap wilayah yang kemungkinan besar akan di lalui oleh mata - mata kerajaan Lai dan juga rombongan yang akan membawa bantuan apa pun ke kota Pingcheng.
Sehari kemudian, datang menghadap dua orang prajurit yang menyampaikan pesan kepada jenderal Tian Ju dan juga jenderal yang memimpin pasukan yang berada di propinsi Jiaoxi.
"Hamba menghadap jenderal! Hamba adalah utusan yang di kirim oleh komandan You Tao untuk menyampaikan apa yang kita rencanakan. Hamba ingin melaporkan bahwa setelah hamba memberitahukan apa yang telah kita rencanakan, jenderal Tian Ju tidak meresponnya dengan baik, begitu juga dengan jenderal yang memimpin pasukan propinsi Jiaoxi. Kami berdua langsung di suruh untuk kembali saja." Ucap prajurit yang melapor tersebut.
"Jadi seperti itu tanggapan mereka!". Ucap Ma Guang.
"Jenderal Fan! Apakah biasanya memang seperti itu sikap jenderal Tian Ju?". Tanya Ma Guang.
"Aku juga baru kali ini mendengar sikap jenderal Tian Ju seperti ini". Ucap Fan Gui.
"Kalau begitu, cepat selesaikan pekerjaan kita ini. Dan tinggal menunggu empat orang prajurit yang ku utus agar aku sudah bisa membawa pasukanKu untuk segera pergi melanjutkan perjalanan menuju ke kota Buqi". Ucap Ma Guang dengan nada suara yang datar.
"Jenderal Ma! Bagaimana dengan strategi yang akan kita gunakan di saat pasukan musuh bergerak untuk menuju ke kota Pingcheng?". Tanya Fan Gui.
"Jenderal Fan! Aku sangat percayah bahwa jenderal Fan Gui memiliki kemampuan untuk menghadapi pasukan musuh. Dan jika strategi yang aku berikan tidak sesuai dengan situasi yang akan di hadapi, aku takut apa yang telah aku alami bisa terjadi juga kepada pasukan jenderal Fan Gui". Ucap Ma Guang.
"Ternyata jenderal Ma saat ini sudah menjadi pesimis dengan kemampuan strategi perangnya, karena di sebabkan satu kesalahan yang di sampaikan oleh mata - mata yang di utusnya". Gumam Fan Gui dalam hatinya.
Hal itu di ketahui oleh Ma Guang, namun pemuda itu bersikap biasa - biasa saja.
Dua hari kemudian, pekerjaan mereka sudah selesai untuk membuat markas pertahanan yang akàn mengawasi wilayah perbatasan serta mencegah pasukan musuh yang akan pergi memperkuat kota Pingcheng.
Saat ini Ma Guang tengah menunggu laporan dari keempat prajurit yang di utusnya.
Hal itu tidak di ketahui oleh orang lain selain komandan You Tao dan juga jenderal Fan Gui karena Ma Guang yang menyampaikannya.
Prajurit yang di utus pun telah kembali, dan kini mereka tersisa dua orang saja. Satu yang menghadap pemimpin pasukan dari propinsi Jiaoxi dan satu lagi yang menghadap pasukan dari jenderal Tian Ju.
Kedua prajurit itu datang dengan sembunyi - sembunyi. Karena saat mereka kembali, keempatnya di hadang oleh prajurit yang menggunakan baju zirah kerajaan Qi dan kelompok pasukan tersebut ingin merebut informasi yang mereka bawah dari jenderal Tian Ju dan juga dari pemimpin pasukan propinsi Jiaoxi.
Keduanya menghadap Ma Guang dan langsung menyerahkan surat yang di berikan oleh kedua pimpinan pasukan lainnya.
__ADS_1
Kedua prajurit itu juga melaporkan apa yang mereka alami di tengah perjalanan saat kembali.
"Jadi seperti itu yah!?". Kalau begitu, kalian berdua cepat ganti pakaian kalian dan membaur lagi dengan pasukan lainnya, cari orang - orang yang menghadang kalian di tengah jalan, jika sudah mengetahuinya, kalian awasi gerak gerik mereka, mau pergi menghadap siapa atau pun berbicara dengan siapa, setelah itu cepat laporkan kepadaKu". Perintah Ma Guang.
"Siap jenderal! Kami akan melakukan apa yang sesuai dengan yang jenderal perintahkan!". Ucap kedua orang tersebut.
"Siapa orang yang menjadi mata - mata dari kerajaan Lai!? Aku harus menangkapnya". Gumam Ma Guang dalam hatinya.
Ma Guang membaca surat dari pimpinan kedua pasukan yang berada di sebelah barat kota Pingcheng.
"Nona Xia! Nona Yuan! Kalian berdua awasi setiap pergerakan pasukan yang ingin menghabisi kedua orang tersebut. Itu akan membawa kepada kita, siapa yang baru saja menghianati kita pada saat kita menyerang pasukan musuh baru - baru ini. Dan kalian berdua juga harus lebih berhati - hati lagi". Ucap Ma Guang kepada kedua gadis tersebut.
Kedua gadis tersebut langsung keluar dari tenda utama yang mereka tempati.
Ma Guang juga langsung menggunakan pakaian yang berwarna serba hitam dan mendekati tenda tempat jenderal Fan Gui berada.
Saat ini jenderal Fan Gui beserta komandan pasukannya sedang merencanakan strategi untuk mngawasi pasukan musuh dan juga untuk mempertahankan wilayah yang sudah mereka kuasai.
"Menurut kalian, strategi apa yang akan kita gunakan dalam menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi? Sebab aku sudah mencoba bertanya kepada jenderal Ma, namun jenderal Ma sendiri telah memberikan tanggung jawab ini sepenuhnya kepada kita". Ucap Fan Gui.
"Jenderal! Menurut saya, kita tetap mempertahankan strategi awal yang di terapkan oleh jenderal Ma, namun kita juga harus menyiapkan strategi lain untuk menjaga kemungkinan yang akan terjadi". Ucap salah satu komandan pasukan yang di milikinya.
"Menganalisa situasi yang di alami oleh jenderal Ma, berarti kita harus memilih prajurit yang akan bertugas untuk berpatroli dengan teliti, dan jika di perlukan, mereka itu di pilih langsung oleh jenderal sendiri". Ucap salah seorang komandan yang lain.
"Iya jenderal! Lebih baik seperti itu!". Ucap beberapa komandan juga yang menyetujui saran seorang komandan tersebut.
Mendengar apa yang mereka bahas tersebut, Ma Guang langsung menuju ke tenda yang di tempati oleh komandan You Tao.
Saat itu komandan You Tao sedang berbincang - bincang dengan seorang prajurit namun dengan nada suara yang seperti berbisik.
Ma Guang langsung menajamkan persepsi pendengarannya agar bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Wajah pemuda itu langsung memerah saat mendengar apa yang mereka bicarakan.
Ternyata, informasi penyergapan pasukan Ma Guang di bocorkan oleh anak buah komandan You Tao, dan orang itulah yang menyuruh mereka.
"Kurang ajar! Ternyata dia orang yang menghianatiKu!". Gumam Ma Guang sambil menggenggam salah satu tinjunya.
__ADS_1
~Bersambung~